in
Welcome to WSS-ID Community Sign in | Join | Help | Sign In Live ID

BIOS

Last post 09-30-2007 21:57 by mandala putra dwi admaja. 0 replies.
Page 1 of 1 (1 items)
Sort Posts: Previous Next
  • 09-30-2007 21:57

    BIOS

    Pendahuluan
     
    Pada saat booting awal BIOS (Basic Input Output System) akan mengambil alih untuk melakukan
    inisialisasi awal semua komponen yang ada di motherboard. BIOS akan melakukan POST (power
    On  Self  Test)  dengan  mengenali  CPU,  FPU  (math  coprocessor),  chip  RAM,  IC  timer  pada
    motherboard, DMA controller, IRQ controller, dll.
    Gunanya untuk melakukan checking awal dan memastikan semua komponen terpasang dengan
    baik dan bekerja dengan normal
     
    Lebih jauh lagi, karena BIOS menyediakan interface antara sistem operasi dengan hardware
    yang terpasang pada PC, maka BIOS-pun harus sanggup mengendalikannya secara otomatis
    apabila  sistem  operasi  melakukan  suatu  proses  input  output  yang  melibatkan  salah  satu
    komponen hardware di dalamnya. Pentingnya keberadaan BIOS membuatnya menjadi faktor
    vital untuk menjaga kelangsungan seluruh aktivitas pada PC.  
     
     
     
    BIOS
     
    BIOS tergolong suatu chip, Suatu chip yang diisi dengan cara elektromagnetis (pencahayaan)
    dan  BIOS  pada  umumnya  disimpan  dalam  chip  EPROM  (erasable  programmable  ROM)  atau
    EEPROM (Electrical Erasable PROM), makanya teknologi saat ini BIOS dapat di update (flashing)
    Ada banyak merek dipasaran antara lain AMI AWARD, Phoenix, dll tergantung dari merek MB
    yang digunakan, biasanya MB yang ada pada computer build up terdapat BIOS yang dibuat
    sendiri dari vendornya (ex : Dell, Hp, Acer)
    Pada  umumnya  istilah-istilah  didalam  BIOS  bervariasi  tiap  produsen  tetapi  sebenarnya
    mempunyai fungsi yang identik.

    Keguanaan
     
    Salah konfigurasi dan setting adalah salh satu penyebab lambatnya serta turunnya tenaga PC
    kita, beberapa pilihan pada BIOS setup dapat diibaratkan seperti sumber tenaga bagi PC kita.
    Misalnya setup untuk optimalisasi memory, pengaturan FSB multiplexing, serta voltase untuk
    Memory dan processor  dapat dilakukan lewat pilihan option di BIOS
    Lalu kita terlewatkan mengaktifkan cache memory maka terjadi adalah jalanya computer akan
    tersendat-sendat bahkan layaknya sebuah siput.
    Cache  memory  dapat  mempercepat  kinerja  dengan  membantu  transfer  data  dari  memory
    utama ke prosecor.
    Masalah keamanan dimana kita bias membuat password BIOS agar orang yagn tidak berhak
    tidak dapat menggunakan PC kita (walaupun cara ini dapat di bongkar dengan teknik hacking) 

    Setting BIOS
     
    Ada banyak option didalam BIOS pada umumnya dibagi dalam beberapa kategori. Ex : Standard
    CMOS, BIOS Features, Power Management, Integrated Systems, dll.
    Setiap kategori terdiri dari option-option pilihan , misalnya
     
    Standar CMOS Setup ; konfigurasi hardware yang paling dasar seperti date, time, hd, drive,
    video,
    Bios Features Setup ; Konfigurasi untuk tingkat lanjuntan seperti Virus warning, CPU internal
    Cache, External Cache, Quick Power On Self Test, Boot Sequences, dll
    Integrated Peripheral  ;
    Advanced Chipset Features ; option untuk mengoptimalkan bagi yang expert dan professional,
    ada DRAM timing, CAS Latency, SDRAM cycle length, AGP aperture, AGV mode. 
    Integrated Peripherals ; Mengendalikan fungsi-fungsi tambahan pada motherboard seperti port
    serial mau pun paralel. Nonaktifkan ( disabled) saja yang Anda tidak butuhkan untuk dapat
    membebaskan IRQ.
    PnP/PCI Configurations ; Sebaiknya pilih semua konfigurasi pada pilihan Auto, kecuali port USB
    atau grafik 3D yang sering membuat masalah. Bila demikian berikan interrupt tersendiri.
    Load BIOS Default & Load SETUP default ; untuk mengembalikan fungis secar standar sebelum
    diubah-ubah. 
    Power  Management  Setup  ;  Semakin  canggih  mekanisme  penghematan  energi,  semakin
    membingungkan pilihannya manajemen power-nya. Setting yang tepat dapat menghemat uang
    Anda. 

    Masalah BIOS
     
    BIOS dapat rusak misalnya oleh masa pakai, penggunaan yang salah, dan virus misalnya virus
    CIH. BIOS sebenarnya dapat di perbaiki walaupun memerlukan resource lain, BIOS dapat di
    update  firmwarenya  (flashing).  Proses  perbaikan  BIOS  dapat  dilakukan  dengan  melakukan
    pengcopian flash BIOS yang rusak pada MB yang identik dan sejenis.
    Flashing atau Update dapat berupa software yang dijalankan pada mode DOS dan lakukan setup
    software flashing yang didapatkan dari website MB bersangkutan 

     

    Selamat Datang di dunia maya
    Filed under:
Page 1 of 1 (1 items)
Copyright © WSS-ID, 2006. All rights reserved.
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems