Saat
ini perusahaan menghadapi sebuah tugas yang menakutkan dalam menjalankan
standardisasi desktop. Tantangan ini menjadi intensif sejak mayoritas pengguna
berjalan sebagai administrator lokal pada komputer mereka. Sebagai seorang
administrator lokal, seorang pengguna dapat menginstal dan menghapus aplikasi
serta melakukan penyesuaian pada pengaturan sistem dan keamanan sesuka hati.
Sebagai hasilnya, departemen TI sering tidak bisa mengukur kesehatan dan
keamanan dari lingkungan mereka secara keseluruhan. Sebagai tambahan, setiap
aplikasi yang diluncurkan pengguna secara potensial dapat menggunakan akses
tingkat administratif dari akun untuk menulis ke berkas sistem dan registry dan
untuk memodifikasi data seluruh sistem. Tugas-tugas biasa seperti melihat-lihat
Web dan memeriksa e-mail bisa menjadi tidak aman dalam skenario ini. Sebagai
tambahan, semua elemen ini meningkatkan TCO (total cost of ownership)
organisasi.