Windows Vista Home Networking

Di Indonesia sendiri sebenarnya sejak diperkanalkannya Windows Small Business Edition sudah mulai diaplikasikan terutama pada perusahaan skala menengah dan kecil . Hal yang sama tidak memutup kemungkinan Windows Home Server ini pun nantinya akan digunakan untuk memaksimalkan jaringan komputer kecil di kantor atau perusahaan kelas menengah ke bawah.
Bagi pemakai perusahaan yang sebelumnya sudah memanfaatkan Microsoft Windows Small Business mungkin tidak merasa kaget melihat tampilan dan kemampuan Windows Home Server ini. Karena secara fitur dan role yang disediakannya tidak jauh berbeda dibandingkan Windows Small Business. Hanya kalau dilihat dari segi tampilan sangat berbeda dibandingkan Windows Small Business, di mana pada Windows Home Server tanpilan Windows Vista dan Windows Server 2008 sangat kental. Begitu juga dengan fasilitas Windows Connector yang disediakan Windows Home Server juga sangat berbeda di bandingkan pendahulunya.
Sistem operasi ini akans anat berguna dan cocok diterapkan pada perusahaan kelas menengah ke bawah, seperti Warnet, atau lembaga swadaya masyarakat yang masih kecil. Kalau dilihat dari namanya Windows Home Server, terkesan sistem operasi ini untuk pemakai rumahan. Namun kenyataannya sistem operasi ini sudah cukup canggih dan memenuhi syarat apabila digunakan sebagai sistem jarigan modern berbasis keluarga Microsoft Windows.
Dalam Windows Home Server, selain memiliki fitur yang tidak jauh berbeda degan Windows Small Business dan Windows Server 2003, juga memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda dibandingkan oistem operasi keluarga Microsoft pada umumnya. Dalam hal ini Windows Home Server berkemampuan cukup baik terutama untuk maintenance storage, memanage user maupun sumberdaya lain yang ada dalam suatu jaringan berskala kecil.
Ketika sistem operasi ini selesai diinstalasi, pemakai bisa langsung memasang IP Address sebagaimana layaknya sebuah server. Tidak hanya itu Windows Home Server juga memiliki fitur yang hampir sama dengan Windows Server 2008, seperti memiliki fasilitas TS (Terminal Service), DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) dan lain-lain.
Ketika Anda menjalankan Console Windows Home Server, pemakai akan berhadapan dengan fasilitas Computer and Backup, kemudian tab berikutnya yang bisa digunakan User and Account. Di sini salah atunya yang membedakan antara sistem yang lain dibandingkan dengan Windows Home Server. Pemakai bisa mengatur, membuat dan memanage user melalui pilihan User and Account.
Kemudian yang juga sangat menarik dari Windows Home Server adalah fasilitas yang berhubungan dengan Server Storage dan Folder Sharing. Pemakai tinggal menjalankan console, kemudian pilih Folder Sharing dan bisa mengetahui folder yang secara default di share. Begitu juga ketika pemakai ingin mengetahui jumlah storage yang digunakan maupun ingin mengetahui jumah atau space yang tersesisa, pemakai cukup mengklik Server Storage.