Zona Primer dan Sekunder
Salah satu piranti utama yang digunakan untuk mengelola DNS Server di Windows Server 2008 adalah DNS console. Karena DNS Server tidak mempunyai informasi awal tentang suatu jaringan pemakai, maka DNS Server menginstal sebagai server nama caching-only untuk Internet. Hal ini berarti bahwa DNS Server hanya berisi informasi tentang server induk Internet. Bagi kebanyakan konfigurasi DNS Server, informasi tambahan harus diberikan untuk memperoleh operasi yang lebih disukai.
Setelah itu untuk mengkonfirmasi semua roles yang Anda pilih klik saja Next, jika Anda pernyataan yang harus Anda isi, maka Anda harus mengisinya. Sebagai contoh, untuk DNS Anda isi sesuai dengan IP DNS Server, untuk mengisi Scope DHCP, Anda isi start mulai IP berapa dan akhirnya IP berapa, misalnya mulai dari IP 192.168.99.100 sampai 192.168.99.200, kemudian Anda isi juga Subnet dan gateway, misalnya 192.168.53.1 setelah selesai mengisi untuk IP untuk jangkauan (scope DHCP) klik OK untuk menutup kotak dialog tersebut.
Lalu itu ikuti instruksi-instruksi di dalam Configure DNS Server tersebut. Di dalam Configure DNS Server Wizard, Anda dapat membuat satu zona lookup maju atau lebih. Tipe zona yang harus Anda buat antara lain:
-
Direktori terpadu yang aktif. DNS direktori terpadu yang aktif memungkinkan penyimpanan Active Directory dan peniruan database zona DNS. Data zona disimpan sebagai obyek Active Directory dan ditiru sebagai bagian dari peniruan domain.
-
Primer standar. Zona primer standar diperlukan untuk membuat dan mengelola zona-zona di dalam ruang nama DNS Anda jika Anda tidak sedang memakai Active Directory.
-
Sekunder standar. Zona sekunder standar membantu untuk menyeimbangkan load pemrosesan server-server primer dan menyajikan toleransi kesalahan.
Langkah selanjutnya di dalam New Zone Wizard adalah membuat zona lookup maju atau kebalikan. Bila Anda memilih zona lookup Forward, maka Anda harus menyediakan sebuah nama untuk zona yang baru, lalu menentukan sebuah file zona. Kalau Anda memilih zona lookup Reverse, maka Anda mesti menyediakan nama zona atau ID jaringan, lalu menentukan sebuah file zona.