Merencanakan Jaringan Windows Server 2008 (1)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda akan mengimplementasikan Windows Server 2008. Dalam hal ini tentu saja berhubungan dengan layanan suatu jaringan, perencanaan dan protocol yang didukung Microsoft Windows Server 2008.
Seperti halnya pendahulunya yaitu Microsoft Windows 2003, Microsoft Windows Server 2008 menyediakan banyak layanan dan fasilitas jaringan yang dapat digunakan. Dalam hal ini Microsoft Windows Server 2008 menghadirkan teknologi-teknologi penting yang mampu menambahkan nilai baik bagi jaringan yang baru maupun yang sudah ada. Beberapa teknologi mesti diimplementasikan pada jaringan Anda agar bisa memakai layanan-layanan tertentu. Misalnya, Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) harus diinstal agar dapat mengimplementasikan layanan Microsoft Windows Server 2008 Active Directory. Windows Server 2008 mendukung pemuh IPv4 dan IPv6, jadi disini client sistem operasi tidak ada masalah.
TCP/IP
Ada banyak protocol jaringan yang didukung di dalam Microsoft Windows Server 2008. Namun demikian TCP/IP adalah protocol utama yang dipakai di Microsoft Windows Server 2008 dan merupakan default protocol jaringan yang ada ketika Anda menginstal Microsoft Windows Server 2008. Banyak layanan jaringan di Microsoft Windows Server 2008 ini memakai TCP/IP dan beberapa layanan, seperti Internet Information Server (IIS7) dan Active Directory, mensyaratkannya untuk diinstal. TCP/IP merupakan suatu protocol yang dapat diarahkan yang dipakai oleh kebanyakan wide area network (WAN) dan Internet. Protocol lain, misalnya NetBEUI (NetBIOS Enhanced User Interface), dirancang hanya untuk local area network (LAN) sehingga tidak mendukung konektivitas Internet. Persoalan ini perlu dipertimbangkan ketika Anda merencanakan jaringan Anda.
DNS
Jika Anda menggunakan Windows Server Core untuk DNS dan DHCP akan mengiris sumberdaya yang Anda miliki, terutama hardware. Dengan Server Core Anda bisa setup DNS dan DHCP. Sedangkan untuk aktive Directory disarankan menggunakan Windows Server 2008 yang mendukung GUI selain Server Core karena akan mudah mengatur dan maintenancenya.
TCP/IP memakai Internet Protocol (IPv4 dan bisa juga dengan IPv6), karena Windows Server 2008 mendukung kedua IP tersebut untuk meletakkan dan berhubungan ke host (komputer dan TCP/IP network device lainnya), para pemakai cenderung memakai nama-nama yang sudah dikenali. Misalnya, para pemakai lebih menyukai nama ftp.microsoft.com sebagai pengganti alamat IP-nya. Domain Name System (DNS) memudahkan Anda untuk memakai nama-nama hirarki yang sudah dikenali untuk meletakkan komputer dan sumber daya yang lain secara mudah di sebuah jaringan IP.
DNS dipakai pada Internet untuk menyediakan suatu konvensi penamaan standar bagi penempatan komputer-komputer berbasis IP. Sebelum Anda mengimplementasikan DNS, file Hosts dipakai untuk meletakkan sumber daya pada jaringan TCP/IP termasuk Internet. Para administrator jaringan memasukkan nama dan alamat IP ke file Host dan komputer-komputer yang memakai file untuk resolusi nama.
DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) menyederhanakan pengurusan dan pengelolaan alamat-alamat IP pada sebuah jaringan TCP/IP dengan mengotomatiskan konfigurasi alamat untuk client-client jaringan. DHCP server ditentukan sebagai komputer apa saja yang mengoperasikan layanan DHCP. Microsoft Windows Server 2008 menyediakan layanan DHCP Server yang bisa Anda pasang di Server Core atau bisa juga di Windows Server 2008, yang memungkinkan sebuah komputer berfungsi sebagai DHCP server dan mengonfigurasi komputer-kompuer client yang diaktifkan DHCP pada jaringan Anda.
Masing-masing komputer pada sebuah jaringan yang berbasis TCP/IP harus mempunyai sebuah alamat IP yang unik agar dapat mengakses jaringan dan sumber dayanya. Tanpa DHCP, konfigurasi IP harus dikerjakan secara manual bagi komputer-komputer yang ada dalam suatu jaringan. Dengan DHCP, seluruh proses ini diotomatiskan dan dikelola secara sentral.
Implementasi DHCP dihubungkan sangat dekat dengan WINS (Windows Internet Name Service) dan DNS yang akan dimanfaatkan oleh administrator jaringan untuk menggabungkan ketiganya ketika merencanakan penyebaran. Jika Anda memakai DHCP Server untuk client jaringan Microsoft Windows, maka Anda harus memakai suatu layanan resolusi nama.
Jaringan Microsoft Windows Server 2008 memakai layanan DNS untuk mendukung Active Directory selain resolusi nama yang umum. Jaringan yang mendukung client Windows 2003 ke bawah harus memakai WINS server. Jaringan yang mendukung suatu kombinasi client Microsoft Windows Server 2008 Server dan Microsoft Windows 2003 harus mengimplementasikan WINS DNS.
- bersambung