Microsoft Windows Server 2008 menyediakan fasilits Total Security Compliance bernama NAP (Network Access Protection). Network Access Protection memberikan kemampuan kepada enterprise control total terhadap kemanan system melalui suatu mekanisme karantina dan Health Checking System yang terintegrasi dengan GPO (group policy) yang pada akhirnya memberikan total compliance.
Sistem pada perusahaan secara terus menerus menghadapi tantangan terhadap security compliance di system jaringan. Hal yang mengancam compliance adalah pekerjaan rutin yang sering terjadi antara lain sharing folder, sharing USB drive, mengakses corporate network dari area Hot Spot, perubahan seting keamanan pada kompter laptop di kantor dan rumah atau bisa saja di lokasi hotspot lainnya untuk koneksi internet. Maka, NAP sebagai compliance enforcer mampu menjaga security compliance dengan mengenforce security policy kepada seluruh user di dalam lingkup system tersebut. Dengan demikian NAP dapat menjaga device yang masuk ke dalam system, kemanan system dan security compliance bisa selalu terjamin. Dalam hal keamanan ini, NAP memiliki beberapa mekanisme, antara Health Policy Validation. Semua komputer dan device yang melakukan akses ke dalam system akan dilakukan validasi apakah komputer atau device memenuhi persyaratan kemanan yang diset oleh administrator lewat GPO (group policy). Jika lolos validasi, maka user dapat memiliki akses, namun apabiloa tidak, administrator dapat saja memblocknya, dan user tersebut akan dikarantina. Ada 3 kemungkinan yang terjadi setelah user dikarantina, Automatic Health Recovery, diberikan limited access atau langsung ditolak rejected.
Kemudian apabila hasil pemeriksaan dilihat hanya diperlukan update patch, maka patch tersebut akan langsung diimplementasikan, atau anti virusnya perlu diupdate, maka update ini langsung dieksekusi tanpa sepengetahuan user. Setelah itu, barulah user bisa masuk ke dalam system. Jika ternyata menurut GPO user yang mencoba masuk melanggar policy tertentu, administrator dapat langsung mengatur untuk langsung menolak akses tersebut.

Pendahuluan
Sebuah desain sangat penting dalam sebuah presentasi. Dengan desain yang baik dan indah akan menampilkan sebuah slide presentasi yang baik dan tidak membosankan.
Fasilitas desain yang disediakan Microsoft PowerPoint 2007 ini cukup baik dan banyak pilihan. Bahkan apabila tidak tersedia dalam daftar themes, Anda bisa mendownloadnya melalui situs resminya, yaitu www.microsoft.com, kemudian Anda masuk ke Microsoft Office 2007.
Sebenarnya untuk menentukan desain ini bisa dilakukan ketika Anda akan membuat suatu slide presentasi. Namun apabila terlanjur dibuat dan ingin mengubah desain tersebut Anda bisa menggunakan pilihan desain ini. Selain itu, kadang-kadang suatu slide harus dibedakan antara satu halaman slide dengan halaman lainnya, maka pilihan desain theme ini merupakan salah satu solusi yang bisa diambil.
Memilih Themes
Microsoft PowerPoint 2007 menyediakan banyak pilihan themes yang bisa digunakan untuk memperindah halaman slide yang sedang dikerjakan. Di sini Anda bisa mengganti satu halaman selide, halaman tertentu saja atau seluruh halaman slide. Jika Anda mengambil halaman tertentu Anda harus menentukan halaman mana saja yang akan diubah tampilan themesnya. Karena jika tidak ditentukan Microsoft PowerPoint 2007 akan mengubah seluruh halaman slide tersebut dengan themes yang dpilih.
Jika Anda belum menemukan themes yang sesuai, maka salah satu solusinya adalah dengan cara mengambilnya dari file themes yang tersedia di dalam komputer Anda. Namun apabila tidak juga ditemukan yang sesuai Anda harus mendownloadnya melalui Microsoft Office Online. Di situs ini sudah tersedia banyak pilihan themes untuk dodownload dan digunakan untuk memperindah halaman slide presentasi Anda.
Mengganti Themes Slide Tertentu
Untuk mengganti halaman slide terlebih dahulu Anda harus memanggl atau membuka slide yang akan dikerjakan. Itu pun kalau Anda akan mengubah desain dari slide tersebut.
Sebagai bahan latihan berikut ini adalah langkah yang harus Anda lakukan untuk mengubah tampilan slide.
- Tampilkan atau buka salah satu file slide yang akan ditangani, misalnya LATIHAN. Setelah itu file yang akan ditangani segera tampil di layar komputer Anda
- Klik salah satu slide yang akan diubah themes dan desainnya, misalnya halaman ke dua
- Klik menu Desain
- Pilih kanan di salah satu themes yang akan digunakan, setelah itu segera tampil pilihan yang bisa digunakan, yaitu Apply to All Slides, Apply to Selected Slides, Set as Default Theme, dan Add Gallery to Quick Access Toolbar.
- Untuk latihan ini Anda pilih Apply to Selected Slides.
Mengganti Themes Semua Slide
Untuk mengganti seluruh halaman slide pada prinsipnya sama seperti Anda mengganti satu halaman slide yang sudah dijelaskan di atas. Hanya untuk kali ini Anda harus menggunakan pilihan Apply to All Slides.
Sebagai bahan latihan berikut ini adalah langkah yang harus Anda lakukan untuk mengubah tampilan slide.
- Tampilkan atau buka salah satu file slide yang akan ditangani, misalnya LATIHAN. Setelah itu file yang akan ditangani segera tampil di layar komputer Anda
- Klik menu Desain
- Pilih kanan di salah satu themes yang akan digunakan, lalu pilih dan klik Apply to All Slides. Dengan demikian seluruh halaman slide Anda secara otomatis akan berubah sesuai dengan themes yang dipilih.
Mengatur Warna
Slide yang sudah diatur themesnya bisa diatur dan disesuaikan, mulai warna tampilan sampai dengan warna huruf. Untuk pekerjaan ini Anda harus berada pada pilihan menu Design.
Untuk melihat secara utuh dari warna yang ada dalam pilihan tersebut Anda cukp menekan tombol scrolbar ke bawah atau bisa juga dengan menempatkan pointer mouse di paling bawah tepatnya pada titik-titik sehingga pointer mouse berubah menjadi tanda anak panah. Kemudian klik mouse Anda lalu tarik ke bawah dan semua pilihan warna akan ditampilkan.
Mengambil Pilihan Warna
Untuk mengambil pilihan warna Anda bisa melakukannya dengan mudah. Di sini banyak pilihan warna yang bisa digunakan untuk memperindah dan mempertegas penampilan slide Anda.
Sebagai gambaran berikut ini adalah langkah yang harus Anda lakukan untuk mengubah tampilan warna slide Anda. Tampilan warna ini akan mengubah seluruh komponen slide Anda. Di sini Anda bisan menentukan halaman slide dan bisa juga mengubah seluruh halaman dalam slide Anda.
- Tampilkan salah satu slide yang akan ditangani, misalnya LATIHAN. Setelah slide tersebut ada di layar komputer Anda kemudian klik menu Design
- Klik salah satu halaman slide yang akan diubah warnanya
- Klik tombol dropdown Color, kemudian tentukan jenis warna yang akan menghiasi slide Anda
- Klik salah satu jenis warna yang akan digunakan, misalnya Office. Dengan mengikuti langkah tersebut halaman slide yang dipilih sudah berubah warnanya
Membuat Nama Baru
Dengan menggunakan pilihan warna seperti yang telah dijelaskan di atas sudah bisa mengubah penampilan halaman slide presentasi Anda. Kadang-kadang, warna yang dipilih tersebut bisa disimpan agar sewaktu-waktu bisa digunakan kembali untuk mengubah penampilan halaman slide baru yang akan dibuat.
Untuk mengubah atau membuat nama baru dari pilihan warna tersebut langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:
- Tampilkan slide yang akan ditangani
- Klik menu Design dan klik tomol dropdown Color
- Klik tombol Create New Theme Colors, setelah itu segera tampil kotak dialog Create New Theme Colors
- Atur komposisi warna sehingga sesuai keinginan Anda
- Ketikkan nama Themes baru Anda di kolom Name. Di sana masih terlihat nama themes dengan Custom1. Ubahlah nama Custom1 menjadi Laihan
- Klik tombol Save untuk menyimpan Themes baru Anda.
Mengatur Huruf
Huruf dalam slide bisa diatur baik ukuran, jenis maupun warnanya. Caranya pun bisa berbeda-beda sesuai keinginan. Pengaturan jenis huruf yang dijelaskan di sini adalah cara yang paling mudah dlakukan karena cukup dengan mengklik salah satu pilihan yang ada.
Sebagai bahan latihan ikuti beberapa angkah berikut ini:
- Tampilkan slide yang akan ditangani
- Kli salah satu halaman slide yang akan diubah jenis hurufnya
- Dengan mengikuti dua langkah tersebut secara otomatis huruf dalam halaman slide yang sedang dikerjakan akan berubah sesuai keinginan Anda.
Anda juga bisa menyimpan pilihan huruf ini. Caranya hampir sama seperti yang telah dijelaskan di atas dalam pembuatan themes. Jadi apabila Anda akan menyimpan perubahan huruf ini lakukan caranya seperti yang telah di jelaskan di atas.
Mengatur Effek
Jika perlu Anda bisa mengatur efek tampilan slide Anda. Tepai kadang-kadang hal ini jarang dilakukan karena ketika Anda memilih salah satu halaman slide lengkap dengan themesnya secara otomatis efek ini sudah disertakan. Namun demikian sebagai bahan latihan Anda bisa juga menggunakan pilihan ini untuk memperindah halaman slide Anda.
- Tampilkan salah satu slide yang akan ditangani
- Pilih salah satu halaman slide
- Tampilkan menu Gesign
- Klik tombol dropdown Effect.
- Klik salah satu pilihan efek yang sesuai, misalnya Aspect, dengan demikian efek telah berubah.
Mengatur Background Style
Jika diperlukan background style dalam suatu slide juga bisa diubah sesuai selera. Di sini Anda bisa mengubah satu halaman sesuai dengan yang dipilih atau seluruh halaman dalam slide yang sedang dikerjakan. Jika Anda memilih Apply to All Slides, maka sluruh slide dalam file tersebut akan diubah background styenya. Adapun cara yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:
- Tampilkan file slide yang akan ditangani
- Klik salah satu halaman slide yang akan diubah background stylenya
- Klik menu Gesign
- Klik tombol dropdown Bakground Style
- Klik kalan di atas salah satu pilihan bakground style yang akan digunakan
- Klik Apply to All Slides jika akan mengubah seluruh halaman slide dalam file yang ditangani, atau cukup memilih salah satu halaman saja. Jika akan mengubah background style salah satu halaman slide Anda klik kanan pada pilihan Background Style, lalu pilih dan klik Apply to Selected Slides
BERSAMBUNG

Setiap tahun ajaran baru di STIKOM Bogor, saya selalu mengisi acara matrikulasi untuk mahasiswa baru. Pada pertemuan kali ini saya diminta menjelaskan perkembangan teknologi khususnya yang berhubungan dengan Microsoft Windows.
Saya mulai memaparkan perjalananan IBM PC DOS, kemudian dilanjutkan dengan MS-DOS, Windows versi 1, 2, sampai versi 3. Pada versi 3 ini saya mulai ceritera bahwa saya mulai menulis buku Windows sejak versi 3.0 ini. Kemudian dilanjutkan dengan WIndows 3.11 for Workgorup, Windows 95, Windows NT Server, WIndows NT Client, dan Windows 98 serta WIndows ME.
Kemudian pada sesi berikutnya saya menceriterakan perkembangan WIndows 2000 Server dan Profesional, dilanjutkan dengan WIndows XP, WIndows Server 2003, Windows Vista, WIndows Server 2008 dan sedikit mengenai WIndows Home Server dan Windows Small Business.
Pada acara demo, saya mendemokan WIndows Server 2008 dan Server Core. Memang peserta masih bingun, karena umumnya mahasiswa ini latar belakangnya SMU dan SMK. Namun demikian peserta cukup puas.
Bagian ini akan menitik beratkan pada pengenalan hardware yang digunakan. Hardware yang di kamsud di sini adalah hardware yang digunakan untuk mentransfer gambar, video, suara, baik yang dibuat menggunakan handycam maupun camera digital.
Apabila handycam yang digunakan sudah dilengkapi dengan port USB, proses transfer data atau video dari handycam bisa menggunakan USB tersebut. Namun apabila tidak tersedia proses impor video yang dibuat menggunakan handycam bisa ditransfer menggunakan satu alat antara lain bernama Fire Wire. Dengan kartu Fire Wire ini semua gambar hasil bidikan handycam bisa dengan mudah ditransfer ke komputer yang selanjutnya diolah dengan bantuan Windows Movie Maker.
Sementara itu apabila gambar atau video streaming yang dibuat dengan camera digital proses transfernya tidak perlu menggunakan hardware ini, melainkan cukup memanfaatkan koneksi kabel yang dibawa oleh camera digital tersebut melalui koneksi USB.
Kemudian untuk video streaming hasil jepretan camera handphone juga bisa dimasukkan atau diiedit dengan Windows Movie Maker ini. Untuk mentransfernya Anda bisa memanfaatkan fasilitas Infrared yang ada di komputer atau Laptop dan Infrared yang ada di handphone Anda.
Hardware lain yang tidak kalah pentingnya adalah microphone. Dengan alat ini Anda bisa membuat narasi untuk melengkapi video yang dibuat.
Hardware
Seperti telah dijelaskan di bagian sebelumnya, tidak banyak hardware yang harus dipasang di komputer, karena secara umum sudah terpasang di komputer Anda. Apabila komputer Anda belum dilengkapi kartu suara (sound card), maka lengkapilah dengan hardware tersebut. Kadang-kadang kalau Anda menginginkan tampilan grafik yang baik, disarankan Anda juga memasang kartu grafik eksternal. Namun demikian kartu grafik internal yang saat ini Anda gunakan masih mendukung Windows Movie Maker, hanya akan lebih baik lagi apabila Anda menggunakan kartu grafik eksternal.
Kemudian untuk audio juga menggunakan satuan bandwidth (6,5 - 128 Kbps) dengan kualitas suara guna keperluan web (low bit rate voice, FM Radio, dial-up modems, neard-CD, to CD Quality). Dalam hal ini sangat berbeda dengan Microsoft Windows Me yang lebih merupakan cikal bakal Windows Movie Maker ini, dimana hanya mendukung sampai resolusi 320x240. Sedangkan di Microsoft Windows VISTA dapat merekam video digital dengan kualitas setara DVD (resolusi 720x480).
Untuk jelasnya spesifikasi hardware minimal yang diperlukan untuk menjalankan dan memanfaatkan Windows Movie Maker adalah sebagai berikut:
Komputer
Persyaratan hardware secara umum asal bisa menjalankan sistem operasi Microsoft Windows Vista dengan spesifikasi minimal Centrino M, RAM 512 Mbyte serta harddisk minimal 10 GByte. Hal ini diperlukan karena WMM merekam video dengan kualitas setara DVD (AVI format). Bahkan disarankan komputer yang digunakan bermesin di atas Centrino M, dengan minimal RAM 512 Mbyte atau lebih, harddisk minimal 20 Gbyte atau lebih. Selain itu tentu saja, komputer Anda juga harus dilengkapi dengan microphone, speaker, mouse, keyboard dan sebagainya.
Hardware yang digunakan juga harus benar-benar kompatibel dengan Windows Vista seperti camcorder digital berbasiskan IEEE-1394 (Firewire) dan sebuah card PCI Firewire. Adapun kegunaan Firewire adalah untuk mentransfer Video hasil bidikan handycame. Kemudian file video tersebut ditransfer ke komputer menggunakan fasilitas Firewire tersebut. Tetapi ada juga handycam yang sudah dilengkapi dengan port USB, sehingga proses transfer dan capture bisa dilakukan menggunakan port tersebut. Dalam hal ini sama seperti Anda mengambil gambar dengan menggunakan Camera Digital, proses pemindahan ini menggunakan kabel USB yang tersedia.
Dengan spesifikasi hardware yang digunakan tersebut Anda dapat menggunakan input video digital pada resolusi penuh (720x480). Bahkan keunggulan WMM yaitu berkemampuan untuk membuat output dalam format yang kompatibel dengan PocketPC. Selain itu WMM juga mendukung resolusi tinggi 208x160 resolusi keluaran dengan dua level kualitas, yang memungkinkan Anda menyimpan video rekaman ke alat handheld yang populer.
Handycam dan Camera Digital
Hardware lain yang sangat penting untuk dimiliki antara lain, Handycam, Camera Digital lengkap dengan kabelnya. Kalau Anda menggunakan hardware tambahan misalnya Fire Wire, maka tentu saja Anda harus menginstalasi driver hardware tersebut. Firewire merupakan hardware standar yang banyak digunakan masyarakat untuk mentransfer data video dari handycam ke komputer. Namun demikian kalau handycam yang Anda gunakan sudah memiliki port USB kartu Fire Wire ini tidak diperlukan.
Sedangkan apabila Anda hanya menggunakan camera digital untuk mengambil gambar, tentu saja Fire Wire ini tidak diperlukan. Untuk mentransfer data dari camera digital jauh lebih mudah, karena sudah tersedia kabel USB yang menghubungkan camera digital dengan komputer. Namun kadang diperlukan juga driver camera untuk memudahkan proses transfer data ini.
Drive CD-RW
Selain hardware tersebut, Anda juga bisa melengkapi komputer Anda dengan CD-RW, DVD-RW, atau media penyimpanan lainnya. Tujuannya tentu saja setelah selesai mengedit dan membuat klip atau video Anda bisa langsung menyimpannya dalam CD-ROM atau DVD. Dengan demikian tentu saja Anda sudah siap mempublikasikan hasil karya Anda kepada teman, relasi atau bisa juga untuk sekedar promosi.
Software
Software yang harus Anda miliki adalah sistem operasi Microsoft Windows Vista Service Pack 2. Sebenarnya dengan Microsoft Windows Vista ini saja sudah cukup untuk membuat atau mengedit sebuah video yang profesional. Namun demikian, Anda juga bisa melengkapinya dengan software tertentu untuk keperluan lainnya, misalnya keluarga Microsoft Office atau software grafis lain untuk menunjang pembuatan video Anda. Perlu diketahui bahwa pada Microsoft Windows XP sudah dilengkapi dengan Windows Movie Maker, hanya belum secanggih di Windows XP SP2 ataupun Windows Vista.
Windows Movie Maker
Windows Movie Maker adalah salah satu aplikasi yang dibawa Microsoft Windows. Hanya saja apabila Windows Vista sudah bisa memanfaatkan Windows Movie Maker. Dengan Windows Movie Maker ini Anda akan mudah baik untuk mentransfer musik, image atau foto hasil camera digital, maupun video hasil pengambilan gambar dengan handicame. Proses import yang dilakukan Windows Movie Maker jauh lebih sederhana, sehingga bagi siapapun tidak akan mengalami kesulitan untuk proses ini.
Begitu juga ketika gambar atau video sudah masuk dalam daftar koleksi, Anda tinggak mengatur dan mengeditnya saja. Untuk memasukkan musik latar, untuk membuat narasi, keseimbangan antara suara yang diambil pada saat Anda mengambil gambar video dengan narasi, layar pembuka maupun layar penutup dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
Windows Media Player
Windows Media Player juga merupakan aplikasi bawaan Microsoft Windows Vista. Jadi apabila Anda sudah menggunakan Microsoft Windows Vista, fasilitas ini sudah tersedia. Dengan Windows Media Player Anda bisa memutar VCD, DVD ataupun MPEG dengan mudah dan cepat.
Windows Media Player ini sebenarnya sudah ada sejak lama, hanya saja pada versinya yang terakhir ini lebih modern dan semakin disempurnakan. Dengan Windows Media Player ini selain bisa digunakan untuk memutar lagu, juga bisa digunakan untuk menampilkan berbagai video dalam berbagai format. Sebagai contoh berikut ini adalah contoh tampilan Windows Media playe yang sedang menampilkan Video uyang dibuat dengan memanfaatkan Windows Movie Maker.
Sistem Operasi Microsoft Windows Vista tidak hanya digunakan sebagai jembatan untuk menuju suatu aplikasi saja, melainkan banyak fasilitas yang bisa digunakan untuk menunjang sistem komputer Anda. Salah satu aplikasi yang cukup baik dan sangat berguna untuk membuat sebuah Video atau Movie adalah Windows Movie Maker.
Untuk menjalankan Windows Movie Maker ada beberapa persyaratan teknis yang harus dipenuhi. Persyaratan ini meliputi hardware dan software. Software yang harus Anda miliki adalah Windows Movie Maker dan Windows Media Player. Kedua aplikasi ini sudah tersedia dalam Microsoft Windows Vista.
Sedangkan hardware yang digunakan sebenarnya cukup apabila Anda sudah bisa menjalankan Microsoft Windows Vista. Selain itu, Anda juga harus mengetahui hardware lain yang juga sangat penting untuk menunjang keberadaan Windows Movie Maker ini.
Windows Movie Maker
Windows Movie Maker atau disingkat WMM adalah sebuah program editing video yang sederhana, didesain untuk pemilik PC dengan sedikit pengalaman untuk membuat video rumahan. Sebenarnya Microsoft sudah memperkenalkan fasilitas WMM ini di Windows Millennium Edition (Me) beberapa tahun lalu. Namun waktu itu masih sebagai tambahan atau Accessories.
Dengan WMM ini Anda bisa melakukan pengeditan video sederhana dan memainkannya melalui Windows Media Player. Kemudian Anda juga bisa mengkopinya ke CD dan dijadikan koleksi video Anda.
Keistimewaan Windows Movie Maker ini mampu bekerja dengan baik pada video kamera digital maupun analog. Meskipun WMM ditujukan untuk bekerja langsung pada camcorder DV. Namun WMM ini pun sudah mendukung capture card analog PCI dan web kamera berbasis USB. Hal ini dapat Anda buktikan ketika memasang DV Camcorder maka pada saat Anda menjalankan Microsoft Windows Vista maka secara otomatis akan dikenali dan membuka Windows Movie Maker.
Beberapa Keistimewaan WMM
Jika aplikasi sudah mendukung fasilitas impor maka sudah dipastikan akan sangat bermanfaat dan akan disukai banyak orang. Dalam hal ini Microsoft Windows Vista bisa digunakan untuk mengimpor klip video dari camcorder analog atau VCR dengan menggunakan adapter yang murah. Sebagai gambaran beberapa fasilitas yang didukung oleh proses ini adalah:
- Mengimpor video klip dari video kamera digital
- Menyimpan seluruh koleksi video rumah di komputer PC
- Mengatur klip-klip sesuai dengan urutan yang kita inginkan
- Menggunakan efek Fade atau Dissolve antar klip
- Menangkap gambar diam dari video klip
- Memberi judul, musik latarbelakang, efek suara, dan narasi suara ke dalam klip video kita
- Menyimpan lebih dari 20 jam video untuk setiap Gigabyte ruang harddisk kita (tergantung kualitas yang digunakan)
- Membuat katalog dan mengorganisir video kita dengan cepat dan mudah
Windows Movie Maker mendukung hampir semua format video, movie, media, MP3 dan lain-lain. Untuk jelasnya berikut akan diberikan contoh beberapa format yang umum dan seratus persen didukung Windows Movie Maker, baik untuk diimpor maupun disimpan dalam media penyimpanan, seperti harddisk, CD dan lain-lain.
- File Video yang berakhiran .asf, .avi, .mpg
- File Movie yang berakhiran .mpeg, .mpg, .m1v, .mp2
- File Windows Media yang berakhiran .wav, .snd, .au, .aif, .aifc, .aiff
- File Image atau gambar yang berakhiran .bmp, .jpg, .jpeg, .jpe, .jfif, .gif
- File MP3 atau format audio dengan akhiran .mp3
Sementara itu jika Anda akan menyimpannya ke dalam disk beberapa format berikut seratus persen didukung oleh Windows Movie Maker, yaitu:
- File Video Windows Media yang berakhiran .wmv
- File Audio Windows Media yang berakhiran .wma
- Format DV/AVI yang berakhiran .avi
Dengan melihat banyaknya format media yang didukung Windows Movie Maker teknologi apa yang diterapkan oleh WMM? Teknologi tinggi yang diterapkan WMM dibuat berlandaskan Direct Show dan Windows Media dari Microsoft dan ditujukan untuk menangkap, mengedit, dan mengencode ulang materi ke dalam format Windows Media Video, sehingga tidak mendukung impor dan ekspor ke format kompetitor lainnya. Ini barang kali yang menjadi andalan Microsoft dalam Windows Movie Maker sehingga sangat sulit bagi OS lain mampu menyaingi Microsoft Windows Vista yang serbaguna, mudah dan praktis.
Editing Storyboard dan Timeline
Anda merekam atau mengimpor dari media lain dan Anda dapat mengeditnya secara langsung sebelum hasil rekaman tersebut disimpan. Proses editing ini dilakukan dalam tampilan Storyboard atau Timeline.
Dengan sistem storyboard ini Anda dapat mengedit klip-klip yang dibuat dengan mudah yaitu dengan menarik sekumpulan klip ke dalam susunan yang kita inginkan. Jika Anda ingin melihat hasil editing tersebut dapat melihatnya di jendela Preview. Kita dapat memisahkan klip menjadi beberapa bagian, atau menyatukan beberapa klip menjadi satu.
Jika kita ingin melakukan lebih lagi, kita dapat berpindah ke sistem tampilan Timeline untuk menambahkan track audio dan efek. Bahkan sebenarnya WMM akan secara otomatis berpindah ke tampilan Timeline jika kita menyeret sebuah klip audio ke dalam Storyboard.
WMM tidak menyediakan efek video atau efek transisi. Tapi kita dapat membuat sebuah efek cross-fades yang sederhana antar klip-klip dengan cara menarik sebuah klip di atas klip yang lain sehingga saling menumpuk. WMM juga tidak memiliki fasilitas built-in untuk Title Slides ataupun Text Overlay. Namun kita dapat membuat Title Slide sebagai sebuah file image dengan menggunakan program pengolah grafis ataupun dari presentasi Power Point, dan kemudian mengimpornya sebagai still image ke dalam video kita sebagai Title Slide.
Setelah semua tampilan video diatur sesuai keingin, Anda juga dapat menambahkan narasi dengan menggunakan perintah Record Narration dengan menambah hardware berupa microphone. Narasi ini direkam pada file .WAV terpisah yang memungkinkan kita mengeditnya ataupun memutarnya sesuai keinginan. Untuk membantu pembuatan narasi, WMM memutar track video yang bersangkutan selama kita merekam.
Proses kerja WMM ini sebenarnya tergantung dari alat penangkap gambar yang digunakan, dalam hal ini pemakai bisa mengatur tingkat kualitas audio dan video yang digunakan untuk merekam. Ketika ini terjadi maka WMM akan menampilkan daftar pilihan untuk kualitas video dalam satuan bandwidth (2,8 - 768 Kbps) serta karakteristik koneksi video streaming (untuk server Web, ISDN, email, atau sambungan broadband). Untuk setiap tingkat kualitas, WMM menampilkan layar dialog yang memberitahukan kita tentang resolusi dan tingkat frame rate yang digunakan.
Windows Media Player
Windows Media Player juga merupakan aplikasi bawaan Microsoft Windows Vista. Jadi apabila sudah menggunakan Microsoft Windows Vista, fasilitas ini sudah tersedia. Dengan Windows Media Player Anda bisa memutar VCD, DVD ataupun MPEG dengan udah dan cepat.
Windows Media Player ini sebenarnya sudah ada sejak lama, hanya saja pada versinya yang terakhir ini lebih modern dan semakin disempurnakan. Dengan Windows Media Player selain bisa digunakan untuk memutar lagu, juga bisa digunakan untuk menampilkan berbagai vedeo dalam berbagai format. Sebagai contoh berikut ini adalah contoh tampilan Windows Media Player yang sedang menampilkan Vedio yang dibuat dengan Windows Movie Maker

Bisnis warung internet kini sudah menjamur, di kantor, di rumah orang sudah mulai menggunakan internet sebagai sarana komunikasi handal. Sistem koneksi yang digunakan juga bermacam-macam, kalau jaringan komputer berskala besar yang umum digunakan adalah lised line, sedangkan bagi usaha warnet atau di kantor kecil dan di rumah umumnya Dialup dengan satu koneksi menggunakan line telepon tunggal. Dengan Microsoft Windows Anda bisa menggunakan internet tunggal digunakan secara bersama. Istilah penggunaan internet secara bersama ini dalam Microsoft Windows dinamakan Internet Connection Sharing (ICS).
Bila jaringan komputer yang Anda miliki salah satunya menggunakan sistem operasi Microsoft Windows Vista pada jaringan, maka Anda harus menggunakan komputer ini yang digunakan untuk membuat koneksi ke Internet. Dengan demikian Anda dapat memanfaatkan keuntungan dan kehandalan fitur Internet Connection Sharing yang mudah dipakai serta fitur-fitur keamanan yang disertakan pada Microsoft Windows Vista.
Sebenarnya Microsoft sudah menyertakan fasilitas Internet Connection Sharing (ICS) ini mulai Microsoft Windows 98 Second Edition, Microsoft Windows Millennium Edition (Me) dan Microsoft Windows 2000, Windows XP hingga Windows Vista yang sedang Anda gunakan saat ini.
Microsoft Windows Vista menyediakan Internet Connection Sharing untuk koneksi Internet secara bersama dengan firewall yang sudah terpasang di dalamnya. Internet Connection Sharing dan Internet Connection Firewall di Microsoft Windows Vista mudah dikonfigurasi dengan memakai Network Setup Wizard. Namun sebelumnya tentu saja Anda harus membuat koneksi ke Internet terlebih dahulu.
Jenis Koneksi Internet
Koneksi ke Internet melalui ISP (Internet Service Provider) bisa dilakukan dengan beberapa cara tergantung dana yang tersedia serta peruntukannya. Jika Anda membuat koneksi ke Internet hanya untuk e-mail, browsing, download bisa memanfaatkan Dialup dengan satu lin telepon. Tetapi jika jaringan tersebut digunakan untuk keperluan yang lebih luas Anda bisa menggunakan lised line. Namun demikian dasarnya sistem koneksi ke Internet ini dibagi menjadi dua tipe utama yaitu koneksi menggunakan telepon dan koneksi broadband.
Koneksi dengan Telepon
Di Indonesia umumnya masyarakat pengguna Internet dalan koneksinya menggunakan koneksi telepon. Dalam hal ini Anda cukup menyediakan modem dan line telepon. Modem ini digunakan agar komputer bisa terkoneksi ke ISP Anda melalui saluran telepon. Line telepon adalah jenis koneksi yang paling umum kendati koneksi ini juga tergolong lambat. Koneksi telepon mensyaratkan pemakaian saluran telepon Anda sepenuhnya sewaktu dihubungkan, sehingga Anda tidak dapat memakai telepon ketika komputer Anda sedang berinternet.
Bila Anda hanya kadang-kadang berhubungan ke Internet, tetapi Anda mungkin mengirimkan atau menerima file-file besar, maka koneksi ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah pilihan yang tepat. Koneksi ISDN juga memakai sebuah modem dan saluran telepon Anda untuk berhubungan ke ISP; kendati demikian, koneksi ISDN tidak melarang Anda memakai telepon sewaktu komputer Anda berinternet. Koneksi ISDN lebih cepat ketimbang koneksi telepon reguler, tetapi lebih lambat dibanding koneksi broadband. Perlu juga menjadi pertimbangan karena koneksi ISDN lebih mahal dibandingkan koneksi broadband dan biasanya memerlukan instalasi yang profesional. Koneksi ISDN merupakan suatu alternatif yang tepat ketika koneksi broadband tidak tersedia. Saat ini di Indonesia tampaknya koneksi menggunakan ISDN adalah pilihan utama untuk perusahaan-perusahaan besar, tentu saja disamping Dialup dan memanfaatkan Internet Connection Sharing.
Tipe line yang mungkin bisa digunakan adalah koneksi telepon menggunakan DSS (Digital Satellite System). Koneksi menggunakan DSS ini lebih cepat dibanding koneksi telepon atau koneksi ISDN, hanya saja koneksi DSS membutuhkan koneksi telepon untuk mengirimkan informasi, sehingga melarang Anda menggunakan telepon sewaktu komputer Anda berhubungan ke jalur Internet.
Koneksi Broadband
Jika di kantor Anda pemakaian jaringan internet sudah menjadi kebutuhan, maka kemungkinan besar koneksi menggunakan Dialup dan ISDN tidak akan mampu menangani banyaknya pemakai di kantor Anda. Bahkan apabila Internet merupakan kebutuhan seperti untuk menjelajahi Web, menjalankan games, E-mail, menerima dan mengirim file-file yang berukuran besar, maka Anda harus menggunakan koneksi Internet berkecepatan tinggi yang dinamakan DSL (Digital Subscriber Line) dan cable. Koneksi DSL memakai saluran telepon Anda untuk menentukan suatu koneksi dengan ISP, tetapi koneksi DSL tidak mengganggu kesibukan Anda untuk memakai telepon begitu juga dengan koneksi kabel menggunakan cable television untuk menentukan suatu koneksi. Kedua tipe koneksi tersebut lebih cepat ketimbang koneksi telepon reguler dan lebih murah dibanding koneksi ISDN dan kedua tipe itu juga mempertahankan koneksi ke Internet secara terus menerus.

Apabila komputer di kantor atau di rumah Anda sudah diinstalasi Microsoft Windows Vista mungkin Anda sudah memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakannya. Salah satu fasilitas yang cukup baik adalah membuat koneksi Internet Broadband. Setup komputer yang akan dikoneksikan ke Internet dengan sistem ini sangat berbeda kalau Anda membandingkannya dengan koneksi Internet menggunakan jalur telepon. Namun demikian Anda masih tetap bisa menggunakan fasilitas New Connection Wizard untuk membuat koneksi ke Internet Broadband.
Sebagai gambaran, berikut ini akan dijelaskan cara mengkoneksikan komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows Vista ke Internet Broadband. Seperti halnya koneksi ke Internet menggunakan telepon ataupun koneksi Internet broadband pun mensyaratkan nama pemakai (User Name) serta Password. Di samping itu tentu saja Anda harus sudah menginstal hardware yang sesuai baik yang disediakan oleh ISP ataupun Anda beli secara terpisah.
- Klik Control Panel
- Klik Network and Internet. Setelah itu Windows Vista akan menampilkan kotak dialog Network and Sharing Center.
- Klik Internet Options. Setelah Anda memilih Internet Option, Windows Vista akan menampilkan kotak dialog Internet Properties
- Klik tab Connection
- Klik Setup. Setelah itu segera tampil kotak dialog Connect to the Internet. Pada kotak dialog ini Anda bisa memilih salah satu koneksi yang sesuai. Apabila Anda menggunakan Wireless atau hotspot Anda pilih Wireless, kemudian apabila Anda menggunakan koneksi ke Internet menggunakan DSL atau Cable, maka Anda pilih memilih Boardband. Namun apabila Anda menggunakan keneksi Internet menggunakan modem dan line telpon di rumah atau kantor maka pilih DialUp.
Untuk kali ini Anda pilih Broadband. Setelah itu Windows Vista akan menampilkan kotak dialog setup berikutnya. Pada kotak dialog tersebut Anda diminta mengisi user name dan password berikut nama koneksi Broadband Anda
- Ketikkan user name Anda di kolom User name
- Ketikkan password Anda di kolom Password
- Ketikkan nama koneksi Anda di kolom Connection name
- Klik Connect.
- Klik Try again untuk melakukan koneksi ke ISP Anda. Setelah itu pada kotak dialog Internet Properties di tab Connection akan tampil Internet atau nama koneksi yang Anda buat
- Klik OK untuk menutup kotak dialog Internet Properties dan Anda sudah siap berselancar di dunia maya.

Pada pertemuan rutin untuk para peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, khususnya di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI tanggal 15 September 2008 lalu, saya mencoba memberikan materi tentang teknik Pembuatan Presetasi dengan Microsoft PowerPoint 2007.
Waktu yang diberikan oleh Panitia cukup singkat, hanya 1 jam saja. Karena selain saya ada juga pemiara lain yang menjelaskan mengenai Pemanfaataan JALITA, yaitu pemanfaatan jaringan komputer untuk berbagai keperluan penelitian di LIPI.
Ternyata sabutan dari peserta yang kurang berjumlah 75 orang ini cukup antusias dan mengharapkan pertemuan semacam ini harus dibuat rutin. Karena dengan menguasai presentasi akan meningkatkan nilai jual dan prestasi bagi seorang peneliti. Karena presentasi ke berbagai daerah, seminar, pertemuan nasional maupuninternasional selalu menggunakan slide presetasi khususnya menggunakan Microsoft owerPoint.
Minggu depan kebali saya akan meluncurkan buku berjudul BELAJAR KOMPUTER SEJAK DINI "KOMPUTER BUAT ANAK". Dalam buku ini saya menjelaskan cara menggunakan komputer yang bak dan benar, mulai duduk, jarang pandangan mata, memang keyboard, memegang mouse, samai pengenalan beberapa aplikasi yang ada di Windows, seperti Notepad, Paint, dan lain-lain. Dalam buku ini saya rancang seperti halnya buku komik dengan bahasa yang sangat ringan karena konsumsi anak-anak.
Di sini saya menggunakan kalimat pendek, di mana masing-masing kalimat tidak lebih dari lima kata. Tujuannya tidak ada lain supaya anak-anak kelas 3 SD sampai kelas 1 SMP mengerti bahasa komputer. Karena saat ini masih jarang buku komputer dengan bahasa yang sederhana dengan penyajian seperti komik.
Untuk menambah wawasan anak-anak, saya juga mengenalkan semua tombol-tombol yang ada di papan ketik komputer, termasuk tombol yang ada di mouser, alat bantu permainan seperti Joystic, beberapa game, dan tentu saja materinya disesuaikan degan KTSP Diknas. Karena buku ini ditujukan bagi anak SD sampai dengan SMP.
Bulan Juli 2008 ini saya baru saja meluncurkan buu Praktikum LAN (local Area Network). Dalam buku ini saya menjelaskan mulai dari setup Server, Setup PC, Setup kabel UTP, Wireless sampai Fiber Optic. Buku ini memang tijutukan bukan bagi para Advanced, melainkan bagi para pemula. Karena terus terang saya sendiri masih tergolong pemula dalam TI. Namun demikian tetap saya ingin sharing dengan teman-teman semua.
Dalam buku ini selain membahasa masalah hardware, juga membahas Windows Server 2008 sebagai sistem operasi yang digunakan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman khususnya pemula
Output atau keluaran dari suatu pekerjaan perencanaan proyek menggunakan Microsoft Project 2007 bisa bermacam-macam. Microsoft Project 2007 menyediakan fasilitas seperti umumnya suatu aplikasi. Maksudnya, dokumen proyek atau pekerjaan manajemen proyek yang sudah dibuat bisa langsung di cetak atau di print ke printer seperti biasa.
Selain itu apabila memerlukan report tertentu, Microsoft Project 2007 juga menyedian berbagai macam report sesuai kebutuhan sebuah proyek. Apabila Anda memerlukan output dalam format visual, Microsoft Project 2007 juga menyediakan keluaran dalam format grafik yang menarik. Output ini dikenal dengan Visual Report.
Beberapa aplikasi yang terintegrasi dengan Microsoft Project 2007 antara lain Microsoft Excel 2007 dengan Privot Tablenya dan Microsoft Visio 2007. Sebenarnya masih banyak fasilitas lainnya dengan cara imopr data ke aplikasi lain, misalnya Microsoft Outlook.
Mencetak Data Proyek
Untuk mencetak data proyek baik yang sudah tersimpan sebelumnya maupun yang masih dikerjakan bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Proses pencetakan ke printer maupun dalam bentuk report akan menghasilkan data yang sama, hanya saja kalau Anda mencetak langsung ke printer outputnya sesuai dengan tampilan yang di pilih. Misalnya Anda sedang berada pada tampilan Gantt Table dan Gantt Chart, maka ketika Anda menekan tombo Pinter, secara otomatis yang tercetak tersebut data yang tampil di layar. Berbeda dengan output dalam bentuk report, semua ditentukan dengan kaidah-kaidah laporan sebagaimana layaknya manahemen pryek.
Mencetak Langsung ke Printer
Untuk mencetak dokumen yang sudah tersimpan atau yang masih aktif pada dasarnya sama saja. Jika dokumen proyek sudah tersimpan dalam media penyimpanan, maka Anda tetap harus membukanya terlebih dahulu. Setelah dokumen proyek ada dan tampil di komputer baru bisa dilaksanakan prncetakan ke printer.
Sebagai gambaran langkah-langkah untuk membuka dokumen yang akan di cetak ke printer, caranya sebagai berikut:
- Tampilkan menu File
- Pilih Open, setelah itu kotak dialog Open segera hadir di hadapan Anda
- Klik nama file yang akan dibuka, setelah itu klik tombol Open. Dengan mengikuti langkah tersebut file proyek yang akan di cetak segera hadir dihadapan Anda
Data ini bisa langsung di cetak ke printer sesuai dengan tampilan ini. Namun sebaiknya sebelum data tersebut di cetak ke printer Anda bisa melihatnya terlebih dahulu melalui Print Preview. Caranya sebagai berikut:
- Klik Menu File
- Pilih dan klik Print Preview. Setelah melaksanakan perintah tersebut data Gantt Chart tersebut
- Untuk mencetaknya ke printer Anda langsung klik tombol Printer. Namun sebaiknya Anda mengatur terlebih dahulu ukuran dan jenis kertas yang akan digunakanuntuk mencetak dokumen tersebut. Setelah ukuran kertas di tentukan Anda langsung tekan tombol Print. Untuk itu klik tombol Page Setup, kotak dialog Page Setup segera tampil. Tentukan ukuran kertas yang sesuai dengan dokumen Anda. Kemudian apabila akan langsung mencetaknya ke printer klik tombol Print, setelah itu segera tampil kotak dialog Print
- Klik tombol OK untuk melaksanakan proses pencetakan ke printer dan apabila akan membatalkan proses pencetakan ke printer klik tombol Cancel.
Untuk melihat dalam tampilan Print Preview dan mencetak hasilnya ke printer Anda bisa melakukannya sendiri . Cara dan langkahnya sama seperti yang telah dijelaskan di atas.
Menggunakan Report
Seperti telah dijelaskan di atas bahwa Microsoft Project 2007 menyediakan banyak fasilitas untuk laporan atau report ini. Salah satunya adalah dengan cara langsung mencetaknya ke printer sesuai dengan view yang diambil. Sekarang Anda akan mencoba menggunakan beberapa report yang disediakan Microsoft Project Professional 2007.
Visual Report
Keistimewaan Microsoft Project 2007 adalah menyediakan fasilitas yang terintegrasi dengan apliksi lain khususnya dalam lingkungan Microsoft Office Syste. Ada dua aplikasi yang sangat erat berhubungan dengan report Microsoft project 2007, yaitu Microsoft Visio 2007 dan Microsoft Excel 2007.
Untuk menghasilkan Visual Report data-data yang sudah dibuat sebelumnya bisa ditampilkan dan di cetak dalam bentuk visual. Cara yang harus Anda lakukan untuk menghasilkan Visual Report adalah sebagai berikut:
- Klik Menu Reports
- Klik Visual Report. Setelah itu kotak dialog Visual Report segera tampil dilayar komputer
- Seperti Anda lihat ada dua aplikasiyang bisa digunakan untuk membuat Visual Report, yaitu Microsoft Excel dan Microsoft Visio. Untuk kali ini Anda gunakan Microsoft Visio. Caranya klik tanda centang di depan Microsoft Excel untuk memastikan bahwa hanya dalam format Visio lah yang akan tampil. Tujuannya adalah untuk memudahkan mencari format Visual Report yang paling sesuai.
- Pilih dan klik Resource Availability Report (US)
- Klik tombol View untuk melihat hasilnya.
Sekarang Anda sedang berada pada tampilan Microsoft Visio 2007. Untuk mengatur Visual report ini Anda bisa menggunakan beberapa pilihan yang ada di Microsoft Visio. Coba perhatikan pilihan di bawah Add Total, coba Anda beri tanda centang di beberapa task yang ada di bawah pilihan tersebut. Perhatikan perubahan tampilan yang ada di Microsoft Visio 2007.
Anda bisa menyimpan hasil Visual Report tersebut ke dalam media penyimpanan. Tentu saja file yang dihasilkan adalah file dalam format Microsoft Visio 2007. Untuk menyimpan file ini caranya sebagai berikut:
- Klik Menu File
- Pilih dan klik Save atau Save As. Kemudian setelah kotak dialog Save tampil ketikkan nama file Visual Report Anda dan klik tombol Save.
Report
Untuk menghasilkan laporan perencanaan proyek yang baik tentu harus ditunjang dengan dengan report yang baik ***. Dalam hal ini perencanaan suatu proyek yang didesain menggunakan Microsoft Project 2007 akan sangat baik dan komplit apabila dibuat report yang canggih.
Keistimewaan Microsoft Project 2007 dalam menghasilkan suatu perencanaan yang akuran, cepat dan tepat juga ditunjang dengan keluaran yang juga canggih. Dalam report yang dihasilkan banyak pilihan yang bisa diambil oleh para perencana ataupun oleh para penentu kebijakan. Jenis dan report mana saja yang paling pas dan sesuai, namun kadang-kadang para perencana menginginkan suatu laporan yang sangat lengkap. Jika demikian tidak ada jalan lain semua jenis report yang disediakan Microsoft Project 2007 bisa digunakan.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat report adalah sebagai berikut:
- Klik Menu Report
- Pilih dan klik Report. Setelah itu kotak dialog report segera tampil
Pilihan-pilihan ini bisa digunakan untuk membuat laporan perencanaan atau sedekar dokumentasi. Di sini tersedia enam buah pilihan report yang cukup baik. Sebagai bahan latihan ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Klik salah satu report, misalnya Current Activities. Setelah itu segera tampil pilihan report di bawah Current Activities tersebut.
- Klik Who Doeas What
- Klik Select.
Dari tampilan ini Ana bisa langsung mencetaknya ke printer atau bisa juga sebelumnya mengatur ukuran dan jenis kerta, dan lain-lain. Namun jika akan langsung mencetaknya Anda klik tombol Print. Maka setelah itu akan tampil kotak dialog Print seperti biasa. Untuk mencetak langsung ke printer Anda cukup menekan tombol OK untuk melaksanakan.
Tanggal 29 Juli 2008 di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI diadakan seminar Nasional Windows Server 2008. Pesertanya IT Pro dari berbagai lembaga pemerintah, mulai dari Bogor, Jakarta, Bandung, Surabaya, Tasikmalaya, dan ada beberapa dari Bali. Jumlah peserta dibatasi, karena alasan berbagai hal.
Mudah-mudahan seminar ini berjalan mulus. Sementara itu pembicaranya dari Microsoft Indonesia, Narenda Wicaksono dan dari LIPI saya sendiri. Kali ini selain menjelaskan fitur dan demo WIndows 2008, juga akan dijelaskan fitur dan demo Microsoft Project 2007, mulai dari Project Professional sampai PWA.
2.1. Pendahuluan
Setelah Anda mengetahui dan sukses melakukan pekerjaan instalasi Microsoft Virtual PC 2007. Sekarang Anda akan mengetahui fasiltas yang disediakan Microsoft Virtual PC 2007 khususnya yang berhubungan dengan Menu File.
Dalam Menu File terdapat beberapa pilihan menu lain yang sangat penting untuk diketahui. Karena komponen ini sering digunakan dan erat kaitannya dengan setup komponen, setup hardware secara virtual, setup disk secara virtual, dan sebagainya.
2.2. Mengenal Menu-menu
Microsoft Virtual PC ketika dijalankan pertama kali akan menampilkan beberapa menu yang dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi. Selain menu-menu juga terlihat beberapa tombol yang kegunaannya relatif hampir sama dengan menu-menu yang ada, namun demikian tentu ada juga perbedaannya. Di sini tidak akan membahas masalah perbedaan-perbedaan tersebut melainkan akan menjelaskan kegunaan dari masing-masing menu dan tombol yang ada.
Dengan memanfaatkan menu-menu tersebut pada prinsipnya Anda sudah bisa menggunakan Microsoft Virtual PC. Namun tentu saja masih beberapa komponen lain yang harus diketahui.
Microsoft Virtual PC memiliki beberapa menu, antara lain:
- Menu File
- Menu Action
- Menu Help
Selain menu-menu tersebut terdapat beberapa tombol yang dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi, antara lain:
- Tombol New
- Tombol Settings
- Tombol Romove
- Tombol Start
2.2.1. Mengenal Menu File
Di bawah Menu File terdapat beberapa pilhan menu lain yang sangat berguna untuk berbagai keperluan setup Microsoft Virtual PC. Sub menu yang dimaksud adalah New Virtual Machine Wizard, New Virtual Disk Wizard, menu Options, dan Exit.
2.2.1.1. New Virtual Machine Wizard
New Virtual Machine Wizard merupakan fasilitas untuk membuat file Virtual Machine yang baru ataupun menambah file yang sudah ada. File ini akan memiliki akhiran ekstensi VMC.
Penggunaan menu ini akan mempermudah kita dalam melakukan pembuatan file Virtual Machine. Kita akan dituntun langkah demi langkah untuk menentukan konfigurasi dari file yang akan kita buat. Pilihan konfigurasi dari file yang akan kita buat, meliputi:
- Pilihan pembuatan file baru maupun menambah file yang sudah dibuat
- Penentuan nama virtual machine dan lokasi filenya
- Sistem operasi yang akan digunakan pada virtual machine
- Alokasi memori yang dibutuhkan untuk instalasinya
- Pembuatan Virtual Hardisk yang di gunakan sebagai induk file
- Lokasi dari Virtual Hardisk yang sudah dibuat
2.2.1.2. New Virtual Disk Wizard
Virtual Disk atau hard disk virtual merupakan salah satu rangkaian dari konfigurasi yang diperlukan dalam pembuatan Virtual Machine. Tanpa adanya konfigurasi pada Virtual Disk, maka proses instalasi Virtual Machine tidak akan berhasil.
Dengan memanfaatkan New Virtual Disk Wizard, pembuatan virtual disk akan menjadi mudah untuk dilakukan. Hasil akhir dari pembuatan proses ini akan terbentuk file dengan ekstensi VHD untuk hard disk virtual dan VFD pada floppy disk virtual.
Dalam langkah-langkah yang dilalui untuk melakukan konfigurasi yang berhubungan dengan disk virtual. Berikut ini adalah hal-hal penting yang harus Anda ketahui, yaitu:
- Membuat virtual disk yang baru atau mengedit yang sudah ada
- Pilihan membuat virtual hard disk atau virtual floppy disk
- Penentuan lokasi penyimpanan file virtual hard disk maupun floppy
- Pilihan mode hard disk akan di operasikan, dari model Dynamic, Fixed maupun Differencing
- Besaran memori yang di alokasikan untuk virtual hard disk.
2.2.1.3. Options
Pada Options banyak pilihan yang bisa digunakan untuk melakukan konfigurasi. Dengan pilihan ini Anda bisa mengkonfigurasi berbagai komponen yang ada di komputer yang digunakan. Dalam hal ini secara utuh semua komponen hardware yang ada di komputer yang digunakan juga bisa digunakan secara bersamaan melalui Virtual PC ini.
Berikut ini beberapa komponen yang ada di pilihan Options, yaitu:
- Restore at Start. Pilihan ini digunakan untuk mengubah pilihan dari Restore ke Do not Restore dengan cara membuang atau memberikan tanda centang di depan pilihan Restore virtual machines when starting Virtual PC
- Performance. Pilihan ini digunakan untuk mengatur setting yang berhubungan dengan performa CPU yang ada di komputer yang digunakan
- Hardware Virtualization. Pilihan ini digunakan apabila komputer yang digunakan mendukung system 64 bit. Tidak semua hardware yang beredar saat ini mendukung system 64 bit. Umumnya hanya mendukung 32 bit.
- Full Screen Mode. Pilihan ini digunakan untuk menampilkan sistem yang dipasang secara virtual dengan penampilan penuh/ full screen atau layar penuh
- Sound. Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan sound secara virtual
- Messages. Pilihan ini digunakan untuk menampilkan atau menyembunyikan pesan
- Keyboard. Pilihan ini digunakan untuk melakukan setting terhadap keyboard yang digunakan secara virtual
- Mouse. Pilihan ini digunakan untuk melakukan setting terhadap mouse yang digunakan secara virtual
- Security. Pilihan ini digunakan untuk mengatur keamanan bagi pemakai lain diluar administrator
- Language. Pilihan ini digunakan untuk mengatur atau setting bahasa yang digunakan.
Semua komponen tersebut perlu dikonfigurasi, hanya tentu saja setelah Anda membuat konfigurasi virtual baik untuk mesin maupun disk yang digunakan maupun.
Mengenai penjelasan beberapa komponen tersebut akan dibahas di bagian selanjutnya. Di bagian ini hanya menjelaskan secara singkat mengenai komponen-komponen tersebut.
2.2.1.4. Exit
Pilihan ini digunakan untuk mengakhiri Microsoft Virtual PC. Namun apabila Anda sudah menjalankan salah satu program virtual, maka pilihan ini tidak ada. Sebagai penggantinya Anda bisa memilih tombol Close untuk mengakhiri Microsoft Virtual PC tersebut.
Ketika Anda memilih tombol Close, maka Microsoft Virtual PC akan menampilkan pernyataan Save State dan Turn Off.
2.2.2. Mengenal Menu Action
Di bawah menu Action terdapat beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk menjalankan suatu sistem secara virtual. Pilihan-pilihan menu ini erat kaitannya dengan operasi suatu sistem yang sebelumnya sudah dipasang atau diinstalasi secara virtual di atas Microsoft Virtual PC.
Pilihan-pilihan menu dimaksud antara lain:
- Start. Pilihan ini digunakan untuk melakukan start atau menjalankan mesin yang sudah disetup atau diinstalasi secara virtual
- Pause. Pilihan ini digunakan untuk menghentikan operasi sistem secara virtual
- Reset. Pilihan ini digunakan untuk mereset sistem yang digunakan secara virtual
- Remove. Digunakan untuk membuang suatu sistem yang sudah terpasang
- Settings. Pilihan ini digunakan untuk mengatur atau melakukan setting terhadap komponen hardware yang akan digunakan secara virtual
- Properties. Pilihan ini digunakan untuk melihat komponen yang sudah terpasang atau sudah disetup sebelumnya.
- 2.2.3. Mengenal Menu Help
- Dalam menu help terdapat beberapa pilihan menu yang dapat digunakan untuk meminta bantuan. Jika Anda menemukan kesulitan ketika menggunakan Microsoft Virtual PC bisa meminta bantuan dengan memanfaatkan pilihan Help ini.
- Di bawah menu Help ada beberapa pilihan, yaitu:
- Virtual PC Help. Pilihan ini digunakan untuk meminta bantuan kangsung dari Virtual PC yang sudah terpasang di komputer Anda.
- Virtual PC Online. Pilihan ini digunakan untuk meminta bantuan secara online ke situs resminya di http://www.microsoft.com
- About Virtual PC. Pilihan ini menjelaskan tentang Microsoft Virtual PC dan sistem yang digunakan untuk memasang aplikasi Microsoft Virtual PC ini.
2.3. Beberapa tombol
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa Microsoft Virtual PC selain memiliki beberapa menu juga ada beberapa tombol yang kegunaannya relatif hampir sama seperti yang ada pada menu. Tombol yang dimaksud adalah:
- New. Pilihan ini digunakan untuk mendefinisikan nama mesin atau komputer baru yang akan dibangun di atas Virtual PC.
- Settings. Pilihan ini digunakan untuk mengatur atau melakukan setting terhadap komponen hardware yang akan digunakan secara virtual
- Remove. Digunakan untuk membuang suatu sistem yang sudah terpasang
- Start. Pilihan ini digunakan untuk melakukan start atau menjalankan mesin yang sudah disetup atau diinstalasi secara virtual
Mengenal Microsoft Virtual PC
1.1. Pendahuluan
Microsoft Virtual PC 2007 merupakan aplikasi yang sangat bermanfaat untuk berbagai keperluan, misalnya membuat server secara virtual, belajar secara virtual, dan lain-lain. Artinya dengan Microsoft Virtual PC ini Anda bisa memanfaatkan satu komputer dengan bermacam-macam sistem operasi dan aplikasi secara virtual yang dijalankan seara bersamaan. Misalnya, Laptop Anda bermesin Intel Core 2 Duo, dengan RAM 2 Gbyte. Dengan mesin ini Anda bisa memasang Microsoft Virtual PC untuk menjalankan Windows Server 2008 dan Windows Server 2003 lengkap dengan aplikasinya. Kemudian di Laptop atau komputer PC secara fisik dipasang sistem operasi Microsoft Windows Vista atau Windows XP. Jadi komputer dengan demikian dalam Laptop atau komputer Anda tersebut selain digunakan sebagai komputer Desktop, juga digunakan untuk menjalankan sistem operasi server dengan IP Address yang berbeda.
Microsoft Virtual PC ini merupakan aplikasi yang diberikan secara gratis oleh Microsoft dan bisa didownload dari situsnya Microsoft. Sejak Microsoft Virtual PC 2004, sudah banyak yang memanfaatkan aplikasi ini, terutama bagi mereka yang sedang belajar sistem operasi dan aplikasi lain.
Sebagai contoh, di Laptop atau di PC Anda sudah terpasang Windows Vista SP1, kemudian Anda instalasi Microsoft Virtual PC 2007. Nah dengan Microsoft Virtual PC ini Anda bisa menginstalasi Windows 2008 dan aplikasi yang jalan di sistem operasi tersebut. Kemudian Anda juga bisa memasang Linux, atau Windows Server 2003, dan lain-lain. Jika sudah bosan Anda bisa menghapusnya tanpa menghilangkan aplikasi lain yang ada di Laptop atau komputer Anda. Bahkan oleh sementara kalangan dengan virtual mesin digunakan sebagai solusi untuk menghindari server Anda dari serangan virus. Namun mengenai hal ini perlu dilakukan penelitian dan pembuktian secara nyata dilapangan.
1.2. Mengenal Microsoft Virtual PC
Sejak beberapa tahun lalu Microsoft telah mengeluarkan aplikasi virtual yang cukup handal, yaitu Microsoft Virtual Server dan Microsoft Virtual PC. Microsoft Virtual Server dan Microsoft Virtual PC ini secara umum kegunaannya hampir sama. Hanya kalau Anda menggunakan Microsoft Virtual Server harus dipasang di komputer dengan mengaktifkan web server atau IIS (Internet Information Service). Karena aplikasi ini jalan di atas program browser. Sedangkan Microsoft Virtual PC cukup dipasang atau diinstalasi di komputer Desktop atau Laptop. Namun kemampuannya tetap sama untuk menjalankan sistem secara virtual. Memang untuk beberapa hal Microsoft Virtual Server jauh lebih unggul dibandingkan Microsoft Virtual PC.
Setelah dipasag salah satu dari aplikasi tersebut, Anda baru bisa menginstalasi sistem operasi lain di atasnya, misalnya Windows Server 2008, Windows XP, Linux atau Windows Server 2003. Sebelum sistem operasi tersebut di diinstalasi di Virtual PC, Anda harus mengkonfigurasi virtual mesin tersebut, setelah itu baru sistem operasi yang akan dipasang secara virtual diinstalasi.
1.2.1. Persyaratan System
Untuk menjalankan Microsoft Virtual Server atau Virtual PC diperlukan komputer atau server yang cukup baik, karena Microsoft Virtual Server atau Microsoft Virtual PC akan digunakan untuk menjalankan beberapa sistem pada saat yang bersamaan. Jika Anda menggunakan Microsoft Virtual Server 2007, maka diperlukan komputer dengan spesifikasi yang cukup. Karena selain digunakan untuk menjalankan sistem operasi server juga akan digunakan untuk menjalankan Microsoft Virtual Server dan sistem operasi lain di atasnya. Begitu juga untuk menjalankan Microsoft Virtual PC 2007 diperlukan komputer dengan spesifikasi yang baik juga. Karena selain akan menjalankan sistem operasi utama (host), juga akan menjalankan beberapa sistem operasi lain di atas komputer tersebut yang dipasang dengan memanfaatkan Microsoft Virtual PC.
Sebagai contoh, komputer Anda bermesin Intel Core 2 Duo, dengan RAM 2 Gbyte. Maka dalam komputer Anda bisa dipasang Windows Vista sebagai host dan di atas Microsoft Virtual PC bisa Anda pasang sistem operasi Windows Server 2008 dan Windows XP SP2. Ke tiga sistem operasi tersebut bisa dijalankan pada waktu yang bersamaan. Di sini Windows Server 2008 digunakan sebagai Server, Windows Vista dan Windows XP SP2 digunakan sebagai clientnya. Jadi dalam satu komputer terdapat tiga sistem operasi pada saat yang bersamaan yang seolah-olah Anda memiliki 3 unit komputer dengan spesifikasi yang relatif hampir sama.
Sebagai gambaran, untuk memasang Microsoft Virtual PC di komputer Anda diperlukan persyaratan sebagai berikut:
- Komputer Pentium IV, disarankan lebih tinggi
- Harddisk 40 Gbyte, disarankan di atas 80 Gbyte
- RAM atau memory 1 Gbyte disarankan di atas 2 Gbyte
- Kartu jaringan atau NIC
- Keyboard dan Mouse
- Monitor standard (800x600) atau 16 bit
Selain persyaratan tersebut masih ada persyaratan lain sesuai dengan keperluan dan sistem operasi yang digunakan. Misalnya kalau komputer akan dihubungkan ke jaringan LAN, tentu diperlukan Switch atau HUB, Modem, dan lain-lain.
1.2.2. Untuk Apa Microsoft Virtual PC?
Microsoft Virtual PC atau Virtual Server sangat bermanfaat terutama untuk mencoba suatu sistem tanpa harus mengorbankan sistem yang sudah ada. Aplikasi ini sangat cocok bagi mahasiswa atau pelajar yang akan mencoba sistem operasi baru tanpa harus kesulitan mencari atau merusak sistem yang sudah terpasang. Selain itu, apabila Anda hanya memiliki satu komputer dan akan mencoba mempelajari suatu jaringan berbasis Windows Server 2008 atau 2003, maka Anda tidak perlu kesulitan mencari komputer atau server yang baru, melainkan cukup dipasang di Microsoft Virtual PC atau Virtual Server. Dalam hal ini komputer Anda akan bertindak sebagai client atau desktop sekaligus sebagai server. Bahkan apabila komputer Anda memiliki RAM atau memory 4 Gbyte, maka pada saat yang bersamaan Anda bisa menjalankan beberapa sistem operasi sekaligus. Misalnya host menggunakan Windows Vista, dan di atas Microsoft Virtual PC Anda instal Windows Server 2008, Windows XP SP2. Di sini Windows Server 2008 yang dipasang diatas Virtual PC digunakan sebagai Server, dan Windows Vista yang pasang di komputer secara fisik digunakan sebagai Desktop atau Client dan Windows XP SP2 yang dipasang di atas Virtual PC digunakan sebagai Desktop atau Client.
Jadi dalam satu komputer memiliki beberapa sistem operasi dengan aplikasi yang berbeda dan bisa digunakan secara bersamaan. Dan tentu saja semua komputer tersebut apabila digabung ke dalam LAN semuanya akan dikenali sesuai dengan fungsinya masing-masing. Kalau Windows Server 2008 telah di DCPROMO, maka secara otomatis dia akan dikenali sebagai DOMAIN, begitu juga sistem operasi lain akan dikenali sebagai desktop degan nama yang berbeda. Mengenai IP Address di masing-msing sistem operasi baik yang utama maupun yang dijalankan di atas Virtual PC juga akan memiliki IP Address yang berbeda.
1.3. Instalasi Microsoft Virtual PC
Untuk menginstalasi Microsoft Virtual PC caranya sebagai berikut:
- 1. Masukkan CD Master Microsoft Virtual PC
- 2. Klik VPC2007x86_EN. VPC2007X86 adalah singkatan dari Virtual PC 2007 untuk komputer bermesin 32bit atau x86. Sedang EN adalah Virtual PC English. Setelah mengklik VPC2007x86_EN, komputer segera melaksakan proses instalasi.
- 3. Klik tombol Next untuk melanjutkan pekerjaan Anda. Setelah itu segera tampil kotak dialog Wizard berikutnya, kemudian klik di I accept the terms in the license agreement
- 4. Klik Next lagi untuk melanjutkan dan program segera akan menampilkan kotak dialog Customer Information.
- 5. Ketikkan nama Anda di kolom Usename
- 6. Ketikkan nama perusahaan Anda di kolom Organization, lalu klik Next untuk melanjutkan. Jendela Instalasi segera tampil, kemudian klik Install untuk melaksanakan proses instalasi ini. Jika perlu Anda juga bisa mengatur dan menentukan direktori untuk menyimpan program Micfrosoft Virtual PC ini, namun untuk memudahkan biarkan secara defaultnya.
- 7. Klik tombol Finish untuk mengakhiri pekerjaan Anda. Dan program Microsoft Virtual PC siap untuk digunakan.
Setelah Anda menekan tombol Finish berarti proses instalasi Microsoft Virtual PC 2007 sudah selesai dan sudah siap untuk digunakan. Namun sebelum memasang atau menginstalasi sistem operasi lain di atas Virtual PC tersebut Anda perlu melakukan konfigurasi pada Microsoft Virtual PC 2007 tersebut.
Konfigurasi yang dimaksud adalah menyesuaikan dengan keperluan masing-masing sistem operasi yang akan dipasang di atas Microsoft Virtual PC tersebut. Sebagai contoh, untuk memasang Windows Server 2008 di atas Virtual PC Anda harus mengkonfigurasi RAM minimal 512 Mbyte, dan untuk meginstalasi Windows XP SP2 minimal memerlukan memory atau RAM 256 Mbyte. Misalnya komputer Anda menggunakan processor Intel Core 2 Duo, RAM 2 Gbyte. Maka Anda bisa mengaturnya sebagai berikut:
Untuk komputer utama yang menjalankan Windows Vista Anda bisa memasang 750 Mbyte, untuk Windows Server 2008 misalnya 1 Gbyte dan sisanya untuk Windows XP SP2. Ketentuan ini tidak mengikat tergantung sistem operasi yang akan digunakan atau di jalankan. Misalnya apabila Anda pada saat yang bersamaan akan menjalankan dua sistem operasi saja, umpamanya Microsoft Windows Vista sebagai client atau desktop dan bertindak sebagai host, lalu Microsoft Windows Server 2008 digunakan sebagai server yang dipasang di atas Virtual PC. Jika demikian Anda bisa membagi RAM atau memori masing-masing 1 Gbyte untuk Windows Vista dan 1 Gbyte untuk Windows Server 2008 yang jalan di atas Virtual PC sebagai virtual mesin. Jika salah satu sistem operasi jalannya urang cepat, Anda bisa mengaturnya sesuai keperluan.
-bersambung
Tanggal 2 Juni 2008 saya ngisi acara seminar sehari di Semarang. Saya membawakan materi Office Project 2007. Pesertanya cukup bagus dan kursi yang disediakan panitia penuh tidak ada yang kosong.
Selain MS Project 2007 dan PWA-nya, saya juga mencoba demo menggunakan Virtual PC, di mana WIndows Server 2008 dipasang di Virtual, kemudian WIndows Server 2003 saya pasang juga di Virtual PC, dan di jadikan domain. Di Server 2003 ini saya pasang Project Server 2007 dan SharePoint. Sayang sekali demonya tidak sampai selesai, karena waktu yang disediakan tidak cukup.
Tanggal 3 Saya juga ngisi MS Project 20 Yogyakarta. Tempatnya juga di Hote Santika, Yogyakarta. Mudah-mudahan acara ini bisa brjalan sesuai rencana.
More Posts
Next page »