TUTANG

News

LINK POPULER

KOMUNITAS PETANI

e-BOOK POPULER

BLOG TEMAN

Computer and Backup

Salah satu keuntungan Windows Home Server adalah fasilitas backup secata otomatis. Fasilitas ini disediakan untuk semua pemakai komputer dalam suatu jaringan yang ingin datanya di backup secara otomatis. Dengan fasilitas ini pemakai tinggal mengatur apakah data di komputer desktop yang digunakan akan dibackup secara otomatis ke Windows Home Server atau tidak. Jika akan dibackup pemakai bisa mengaturnya dan memilih fasilitas Automatic backup.

Seperti Anda lihat ada beberapa pilihan yang ada di tab Computer and Backup, yaitu View Backup yang digunakanuntuk menampilkan dokumen atau data yang di backup. Kemudian pilihan lainnya adalah Backup Now yang gunanya adalah untuk melakukan proses backup.

Fasilitas Remove Backup digunakan untuk membuang atau menghapus data atau dokumenyang dibackup tetapi sudah tidak diperlukan lagi. Sedangkan fasilitas Configure Backup digunakan untuk mengkonfigurasi fasilitas backup.

Konfigurasi Backup

Untuk keamanan data dalam suatu jaringan proses backup sangat penting. Karena dengan teratur dan rutinnya proses backup data atau dokumen akan terselamatkan apabila komputer desktop yang digunakan mengalami kegagalan atau kerusakan terutama pada media penyimpan data atauhard disk yang digunakan.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu kecanggihan Windows Home Server adalah tersedianya fasilitas backup secara otomatis yang bisa dilakukan dan diatur melalui Windows Vista  atau Windows XP2 sebagai clientnya. Proses ini penuh dilakukan dari client tanpa harus disetup atau di seting dari komputer server.

Cara yang harus dilakukan untukproses backup ini adalah sebagai berikut:

  1. Klik nama komputer yang tampil di jendela Computer and Backup
  2. Klik Configure Backup. Setelah itu segera tampil kotak dialog pertama Configure Backup.
  3. Klik Next untuk melanjutkan
  4. Tentukan lokasi data yang akan di backup
  5. Klik Next untuk melanjutkan
  6. Klik Add jika masih ada data yang akan di backup
  7. Klik Exclude
  8. Klik Next untuk melanjutkan
  9. Klik Done untuk mengakhiri konfigurasi Backup tersebut.
  10. Melaksanakan Proses Backup

Untuk melaksanakan proses backup sebenarnya tidak terlalu sulit, karena secara umum proses backup Windows Home Server akan melakukannya otomatis. Di sini pemakai hanya memerintahkan kepada komputer bahwa proses backup akandilaksanakan.

Sebagai gambaran berikut ini adalah cara yang paling umum untuk proses backup data dari client ke Windows Home Server.

  1. Klik tombol Backup Now. Setelah itu kotak dialog Backup segera tampil.
  2. Klik Backup Now.

Seperti telah dijelaskan di bagian awal bahwa Windows Home Server merupakan sistem operasi server pengembangan dari  Windows Home Buseiness. Sebenarnya dengan Windows Home Server suatu jaringan bisa berjalan dengan baik, karena secara umum semua fasilitas standard suatu jaringan sudah terpenuhi dengan Windows Home Sever. Bahkan akan terasa nyaman dengan Windows Home Server ini, karena tidak memerlukan spesifikasi hardware yang tinggi, namun kualitas dan kehandalannya tidak jauh berbeda dibandingkan Windows Server pada umumnya.

Share this post: | | | |
Posted: Sep 04 2008, 11:24 AM by tutang | with no comments
Filed under:
Share Folder

Folder sharing sangat bermanfaat dan berguna apabila komputer yang digunakan terhubung ke dalam suatu jaringan. Seperti telah dijelaskan di bagian sebelumnya mengenai folder sharing ini pada dasarnya sama saja, hanya di sini folder sharing yang dijelaskan adalah folder share yang ada di Windows Home Server yang diambil dan digunakan melalui Windows Vista sebagai client.

Untuk masuk dan mengatur foder sharing di Home Server bisa dilakukan dari Windows Home Server dan bisa juga diatur melalui Windows Vista sebagai client. Sebagai contoh berikut ini diberikan contoh penggunaan dan pengaturan Share Folder dari Windows Vista. Langkah yang harus dilakukan untuk masuk ke Folder share Windows Home Server adalah sebagai berikut:

  1. Klik tab Folder Share, setelah itu segera tampil kotakdialog Folder share.
  2. Klik salah satu folder yang akan ditangani, misalnya Infokomputer. Kemudian setelah itu segera tampil kotak dialog berikutnya. Di sini Anda bisa mengatur user access, bisa mengenamble user tersebut, dan lain-lain. Untuk kali ini Anda biarkan saja seperti defaultnya.
  3. Klik OK untuk mengakhirinya.
  4. Klik salah satu folder lain, misalnya software
  5. Klik Open untuk membukanya dan klik tombol close untuk menutup kotak dialog folder tersebut.
  6. Klik salah satu folder dan klik tom,bol Remove jika Anda akan menghapus folder tersebut dan klik Finish untuk mengakhirinya. Atau jika Anda akan membatalkanproses tersebut klik tombol Cansel.
Share this post: | | | |
Posted: Sep 02 2008, 09:59 AM by tutang | with no comments
Filed under:
Windows Home Server Connector

Seperti halnya Windows Server 2000, 2003 atau Windows Server 2008 akan berfungsi sebagai server apabila digunakan dari komputer lain sebagai client. Microsoft Windows Server kalau berdiri sendiri tidak akan bermanfaat karena semua fasilitas server tidak digunakan sebagaimana layaknya sebuah server, bahkan mungkin hanya digunakan sebagai komputer desktop biasa. Jadi, Windows Server bisa berguna dan bermanfaat sebagai server apabila terhubung ke dalam suatu jaringan, bisa jaringan LAN (Local Area Network), WAN (Wide Area Network) maupun Workgroup atau jaringan komputer kecil.

Begitu juga dengan Windows Hone Server akan terasa manfaatnya ketika server tersebut terhubung ke dalam jaringan. Dengan Windows Home Server sebenarnya tidak hanya terbatas pada jaringan kecil di rumah saja, melainkan juga bisa digunakan bagi perusahaan berskala kecil yang ingin memanfaatkan kecanggihan sebuah server berbasasis Microsoft Windows.

Secara umum tayangan ini relatif hampir sama, baik Windows Server 2003, Windows Server 2008 maupun Windows Vista. Setelah Anda menjalankan Windows Home Server Anda tidak perlu melakukan apapun cukup menunggu sampai dengan tampil pernyataan untuk masuk ke Windows Home Server. Itupun kalau akan melakukan aktifitas dari sisi komputer server, sedangkan apabila akan menjalankan operasi dari client Anda tidak melakukan aktifitas apapun di server, karena semua pekerjaan dilakukan dari client atau desktop Windows Vista atau Windows XP.

Jika Anda akan masuk ke komputer Windows Home Server, dari tampilan awal langsung tekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+Del secara bersamaan. Lalu masukkan nama user dan password Anda. Setelah itu Anda akan dibawa ke desktop Windows Home Server seperti biasa. Jika Anda tidak melakukan pekerjaan atau konfigurasi di komputer Home Server, Anda cukup membiarkan komputer server tersebut. Karena server tidak baik apabila diguanak untuk melakukan aktifitas sebagaimana layaknya komputer desktop. Komputer sever biarkan berfungsi sebagai server, jika akan bekerja seperti menggunakan aplikasi pengolah kata (Microsoft Word) menggunakan aplikasi pengolah angka (Microsoft Excel) atapun membuat atau membangun sebuah Web sebaiknya menggunakan komputer lain yang berfungsi sebagai desktop.

Koneksi ke Windows Home Server

Agar komputer desktop Windows Vista atau Windows XP SP2 yang digunakan bisa berhubungan dengan komputer Windows Home Server, maka Anda harus melakukan koneksi ke server tersebut. Namun sebelumnya apabila di komputer Windows Vista atau Windows XP SP2 belum terpasang Windows Home Server Connector Anda harus menginstalasinya terlebih dahulu. Mengenai proses instalasi Windows Home Connector ini Anda bisa membacanya di bagian sebelumnya.

Untuk masuk ke Windows Home Server dari Windows Vista langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Klik tombol Start
  2. Klik All Programs, lalu pilih dan klik Windows Home Server Console. Atau bisa juga dengan memanfaatkan Windows Home Server Connector yang ada di task bar. Caranya klik kanan Windows Home Server Console yang ada di tasbar, kemudian klik Windows Home Server Console
  3. Ketikkan password Anda di kolom password kemudian klik tombol panah ke kanan.
  4.  Setelah mengikuti langkah tersebut dan tidak terjadi kesalahan penulisan password Anda akan berhadapan dengan Windows Home Server Console

- bersambung

Share this post: | | | |
Posted: Aug 28 2008, 12:03 PM by tutang | with 3 comment(s)
Filed under:
Konfigurasi Windows Home Server

Konfigurasi yang harus dilakukan untuk sebuah server sebagai konfigurasi awal adalah mengatur tanggal dan waktu dan nama mengganti komputer. Kemudian dilanjutkan dengan penambahan role atau service agar Windows Home Server ini layak digunakan sebagai sebuah server.

Seting Tanggal dan Waktu

Pengaturan tanggal dan waktu untuksebuah server sangat penting, karena semua identitas dan service akan berjalan sesuai dengan tanggal dan waktu yang digunakan. Sebagai contoh, jika server atau komputer Anda tanggal dan waktunya tidak disesuaikan, maka yang tampil mungkin tidak akan sesuai dengan keinginan. Untuk itu pengaturan tanggal dan waktu merupakan langkah awal yang harus dilakukan pada sebuah server.

Adapun langkah atauprosedur yang harus dilakukan untuk mengatur tanggal dan waktu adalah sebagai berikut:

  1. Klik Start
  2. Klik Control Panel
  3. Klik Regional and Language Options. Setelah itu segera tampil kotak dialog Regional and Language Options
  4. Klik tab Regional Options
  5. Klik tombol drop down di bawah Select an item to match its preferences, or click Custome to shoose your own format, dalam hal ini Anda pilih Indonesian
  6. Klik tab Customize, setelah itu akan tampil kotak dialog Customize Regional Options
  7. Klik tab Number, atur dan sesuikan dengan ketentuan di Indonesia
  8. Klik tab Cuirrecy, atur dan sesuaikan dengan ketentuan yang ada di negara kita
  9. Klik tab Time, atur dan sesuaikan dengan format waktu di Indonesia
  10. Klik tab Date, atur dan sesuaikan dengan format tanggal Indonesia
  11. Setelah selesai klik tombol Apply
  12. Klik tombol OK
  13. Klik sekali lagi tombol OK

Mengganti nama komputer

Hal penting yang tidak bolehdilewatkan adalah mengganti nama komputer Windows Home Server Anda. Tujuannya selain memudahkan dalam mengaturnya juga agar sesuai dengan keinginan. Sebagai contoh, Windows Home Server ini akan diberi nama SERVER, maka Anda harus menuliskan nama tersebut dikolom Komputer Name, kemudian agar groupnya sama dengan komputer yang sudah dibuat sebelumnya, misalnya RUMAH-LAN, maka Anda harus mengganti nama Workgroup menjadi RUMAH-LAN.

Dengan demikian semua komputer yang groupnya sudah diubah menjadi RUMAH-LAN, maka semua komputer yang ada dalam jaringan akan berada di bawah group yang sama. Untuk mengubah atau mengganti nama komputer dan group tersebut langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Klik Start
  2. Klik Control Panel
  3. Klik System, setelah itu segera tampil kotak dialog System Properties.
  4. Klik tab Computer Name
  5. Klik Change. Setelah itu segera tampil kotak dialog Computer Name Changes.
  6. Ketikkan nama komputer Windows Home Server Anda di kolom Computer Name dengan nama SERVER
  7. Ketikkan nama group komputer Anda di kolom Wokgroup, misalnya RUMAH-LAN
  8. Klik OK. Setelah itu komputer akan menampilkan pernyataan Welcome, klik lagi OK
  9. Klik lagi OK untuk merestrat komputer Anda.
  10. Klik OK
  11. Klik Yes.
  12. Dengan prosedur yang terlah dijelaskan di atas komputer Windows Home Server Anda sudah berubah nama menjadi SERVER dengan nama group RUMAH-LAN.

Memberi Alamat

Agar komputer server Anda dikenali, selain harus diberi nama dan group juga harus diberi alamat. Alamat yang dimaksud di sini adalah IP Address. Dengan IP Address ini komputer Anda akan dikenali dengan baik dan semua komputer client dalam group apabila ingin masuk ke Windows Home Server ini harus menggunakan alamat tersebut.

Langkah yang harus dilakukan untuk memasukkan IP Address adalah sebagai berikut:

  1. Klik Start
  2. Klik Control Panel
  3. Klik Network Connections
  4. Klik Local Area Connection. Setelah itu kotak dialog Local Area Connection
  5. Klik Properties. Kotak dialog Local Area Connection Properties
  6. Klik Internet Protocol (TCP/IP)
  7. Klik Properties
  8. Klik Use the following IP Address, kemudian ketikkan IP Address di kolom IP address, misalnya 192.168.2.102 lalu enter. Subnet mask secara otomatis akan terisi dengan alamat 255.255.255.0
  9. Ketikkan di kolom Default Gateway, misalnya 192.168.2.1
  10. Ketikkan di kolom Preferred DNS server, misalnya 192.168.2.1
  11. Klik tombol OK
  12. Klik tombol Close
  13. Klik selaki lagi tombol Close

Menambah Komponen

Sebagai komputer yang digunakan sebagai Home Server Anda harus menambah beberapa momponen penting di server tersebut. Salah satu komponen penting yang harus ditambahkan adalah Networking Service. Di bawah komponen ini cukup banyak sub komponen lain yang sangat berguna ketika server tersebut dioperasikan, seperti DHCP, DNS, IIS (Internet Information Services), dan lain-lain.

Share this post: | | | |
Posted: Aug 25 2008, 12:28 PM by tutang | with no comments
Filed under:
Proses Instalasi Winsows Home Server

Proses instalasi Windows Home Server pada dasarnya sama seperti Anda menginstalasi sistem operasi keluarga Microsoft Windows Server lainnya. Yang membedakan, ketika Anda menginstalasi sistem operasi seperti Microsoft Windows Server 2003, Windows Server 2008, ataupun Windows Vista tidak memerlukan aplikasi lain sedangkan Windows Home Server perlu menambahkan Windows Server Connector di setiap komputer client yang berbasis Windows XP atau Windows Vista.

Sebagai contoh, karena Anda melakukan Join ke domain di Microsoft Windows Server 2003 atau Microsoft Windows Server 2008, pemakai cukup dengan membuat Account di server dan secara otomatis komputer client dapat langsung Join ke server domain tersebut. Tentu saja apabila komputer server yang digunakan sudah di seting DCPROMO atau setup ADDS (Active Directory Domain Services).

Namun tidak dengan Windows Home Server, ketika Anda selesai menginstalasi Windows Home Server, maka di komputer client dengan sistem Windows XP SP2, atau Windows Vista harus diinstalasi Windows Home Serer Connector. Ketika dijalankan Windows Server Console dari client dan masuk ke Windows Home Server, nama komputer tersebut akan terdaftar dan tampil di komputer Windows Home Server.

Untuk menjalankan WHS Console tersebut, selain bisa dari client juga bisa melalui desktop Windows Home Server dengan jalan mengklik ikon terserbut, kemudian masuk ke salah satu tab yang ada, misalnya Computer and Backup.

Instalasi Windows Home Server

Untuk menginstaasi Windows Home Server sangat mudah. Di sini Anda cukup boot komputer Anda dengan DVD master Windows Home Server, kemudian ikuti semua petunjuk yang ditampilan program. Secara umum tidak akan mengalami kesulitan karena seperti halmya sistem operasi keluarga Microsoft untuk proses instalasi ini cukup mudah, pemakai tinggal boot komputer, selebihnya tinggal menekan tombol Next untuk melanjutkan, mengisi CD-Key atau serial number dari produk yang digunakan, lalu Next lagi, kemudian klik OK dan menekan tombol Finish untuk mengakhirinya.

Sebagai gambaran berikut ini step atau langkah yang yarus dilakukan untuk menginstalasi Windows Home Server.

  • Boot komputer PC yang akan dijadikan komputer Windows Home Server
  • Masukkan DVD master Windows Home Server
  • Setelah itu proses instalasi segera dilaksanakan.
  • Untuk melanjutkan dari tampilan ini klik tombol Next. Selanjutnya apabila komputer meminta Anda untuk melakukan sesuatu, maka Anda harus mengikutinya sesuai petunjuk yang ditampilkan program.
  •  Klik Next apabila Anda akan membuat instalasi baru.
  • Klik I accept this agreement
  • Klik tombol Next untuk melanjutkan
  • Klik tombol Welcome
  • Ketikkan Password baru Anda di kolom Type password, misalnya Admin001
  • Ketikkan sekali lagi Password Anda di kolom Confirm password, misalnya Admin001
  • Ketikkan Password Hint di kolom Type a password hint
  • Klik tolbol Panah ke kanan untuk melanjutkan proses instalasi ini. Setelah menekan tombol panah Windows Home Server akan menampilkan kotak dialog Help protect Windows Home Server automatically
  • Klik di depan pilihan On (recomended)
  • Klik tombol panah ke kanan untuk melanjutkan. Jika Anda akan mengulangi halaman sebelumnya cukup menekan tombol panah ke kiri untuk kembali

Setelah Anda menekan tombol panah ke kanan, proses instalasi akan segera dilanjutkan dan ikuti semua petunjuk yang ditampilkan program. Setelah selesai melakukan instalasi Anda akan berhadapan dengan desktop Windows Home Server. Namun sebelumnya Anda harus menekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+Del secara bersamaan dan mengisi user name dan password, setelah itu Desktop Windows Hoser Server segera tampil.

Dengan tampilnya Desktop Windows Home Server berarti proses instalasi yang Anda lakukan telah sukses dan berhasil. Sekarang sistem operasi Windows Home Server sudah siap digunakan.

Instalasi Windows Home Server Connector

Setelah sub bagian sebelumnya Anda sukses melakukan proses instalasi dan Windows Home Server sudah siap digunakan, maka sekarang harus diinstalasi Windows Home Connector di sisi client. Proses instalasinya pada dasarnya hampir sama seperti Anda menginstalasi aplikasi pada umumnya.

Jika komputer Anda sudah terkoneksi ke jaringan Windows Home Server , maka di sana terlihat folder bernama software. Dari folder tersebutlah Anda bisa menginstalasi Windows Home Server Connector. Atau bisa juga menginstalasinya dari CD jika Anda sudah mencopynya.

Untuk memulainya ikuti langkah berikut ini.

  • Klik Start Windows Vista atau Windows XP yang digunakan sebagai client
  • Klik Network
  • Klik nama komputer Windows Server Home, dalam contoh ini menggunakan nama SERVER untuk komputer Windows Home server
  • Klik folder yang secara otomatis sudah disharing, folder yang dimaksud adalah Software
  • Klik folder Home Server Connector Software
  • Klik ikon Setup. Setelah itu segera tampil kotak dialog Welcome to the Windows Home Server Connector
  • Klik Next untuk melanjutkan proses instalasi ini
  • Klik I accept the terms of the license aggreement
  • Klik Next
  • Klik Next
  • Pada tampilan berikutnya Anda diminta untuk menuliskan atau mengisi Password Windows Home Server Anda. Untuk itu isilah password Anda di kolom yang sudah tersedia.
  • Klik Next
  • Klik Finish untuk mengakhirinya.

Sampai tahap ini proses instalasi Windows Home Server dan Windows Home Server Connector telah selesai dilaksanakan. Di bagian selanjutnya akan dijelaskan sedikit mengenai penggunaan dari Windows Home Server secara umum.

Share this post: | | | |
Posted: Aug 19 2008, 08:43 AM by tutang | with no comments
Filed under:
Windows Home Server

Bagi pemakai Windows Small Business mungkin tidak akan kaget melihat tampilan kemampuan dari Windows Home Server. Ternyata sistem operasi ini cukup mengesankan dan bisa digunakan untuk jaringan skala kecil, bisa jaringan Warnet, perusahaan sedang maupun perkantoran yang tidak melibatkan banyak aplikasi.

Dalam Windows Home Server, selain memiliki fitur yang tidak jauh berbeda degan Windows Small Business atau Windows Server 2003,  juga memiliki kemampuan yang cukup baik terutama untuk maintenance storage, user maupun sumberdaya lain yang ada dalam jaringan berskala kecil.

Ketika sistem operasi ini selesai diinstalasi, pemakai bisa langsung memasang IP Address sebagaimana layaknya sebuah server. Tidak hanya itu saja Windows Home Server ini pun memiliki fitur yang hampir sama dengan Windows Server 2003, seperti memiliki fasilitas Terminal Service, DFS, dan lain-lain.

Ketika Anda menjalankan Console Windows Home Server, pemakai akan berhadapan dengan fasilitas Computer and Backup, kemudian tab berikutnya yang bisa digunakan User and Account. DI sini salah atunya yang membedakan antara sistem yang lain dibandingkan dengan Windows Home Server. Pemakai bisa mengatur, membuat dan memanage user melalui piloihan User and Account.

Kemudian yang juga sangat menarik dari Windows Home Server adalah fasilitas yang berhubungan dengan Server Storage dan Folder Sharing. Pemakai tinggal menjalankan console, kemudian pilih Folder Sharing dan bisa mengetahui folder yang secara default di share. Begitu juga ketika pemakai ingin mengetahui jumlah storage yang digunakan maupun ingin mengetahui jumah atau space yang tersesisa, pemakai cukup mengklik Server Storage.

Persyaratan system

Seperti halnya sistem operasi pada umumnya, Microsoft Home Server juga memerlukan persyaratan sistem yang harus dipenuhi. Selain persyaratan sistem ini, Windows Home Server juga memerlukan beberapa sistem operasi lain yang digunakan sebagai clientnya. Client yang dimaksud adalah komputer lain dengan sistem operasi yang berbeda-beda seperti Windows XP SP2, Windows Vista dan lain-lain.

Microsoft Windows Home Server sebagai sistem operasi server memerlukan beberapa persaratan yang berhubungan dengan hardware yang akan digunakan sebagai Home Server. Berikut ini adalah beberapa persyaratan yang diperlukan untuk menjalankan Windows Home Server, antara lain:

  • Komputer PC 1 GHz dengan CPU Pentium III atau diatasnya
  • RAM 512 Mbyte atau lebih tinggi
  • Hard disk minimal 70 Gbyte (IDE, ATA, SATA, atau SCSI)
  • DVD Drive yang mendukung bootable
  • NIC Network Interface Card) 100 Mbps Ethernet
  • Motherboard minimal mendukung penggunaan Sistem Windows Server 2003

Seperti telah dijelaskan di awal tulisan ini, selain diperlukan Windows Home Server sebagai sistem operasi disisi server, juga diperlukan sistem operasi lain di sisi client untuk mendukung keberadaan Windows Hone Server. Berikut ini ada beberapa sistem operasi yang bisa digunakan sebagai sistem operasi Windows Client, antara lain:

  • Windows Vista Home Basic
  • Windows Vista Home Premium
  • Windows Vista Business
  • Windows Vista Enterprise
  • Windows Vista Ultimate
  • Windows XP Home Service Pack 2 (SP2)
  • Windows XP Professional Service Pack 2 (SP2)
  • Windows XP Media Ceter Edition 2005 SP2
  • Windows XP Media Center 2004 SP2
  • Windows XP ablet Edition SP2

Di sisi cleitn, selain diperlukansistem operasi juga diperlukan aplikasi ain yang mendukung Windows Home Server, yaitu Windows Home Server Connector Software. Aplikasi ini secara otomatis akan tersedia di folder bernama software yang secara otomatis akan disharing di server WHS.

Proses instalasi Windows Home Server pada dasarnya sama seperti Anda menginstalasi sistem operasi keluarga Microsoft Windows Server lainnya. Yang membedakan, ketika Anda menginstalasi Microsoft Windows Server 2003, Windows Server 2008, ataupun Windows Vista sebagai clientnya tidak perlu menginstalasi Windows Server Connector. Karena ketika Join ke domain di Windows Server 2003 atau Windows Server 2008 cukup dengan membuat Account di server dan secara otomatis komputer client dapat langsung Join ke server domain tersebut.

Namun tidak demikian dengan Windows Home Server, karena ketika Anda selesai menginstalasi Windows Home Server di komputer server atau PC yang dijadikan Server, maka di atas sistem operasi client seperti Windows XP SP2, atau Windows Vista Anda harus menginstalasi Windows Home Serer Connector. Setelah selesai proses instalasi Windows Home Server Connector, ketika dijalankan Server Console di Windows Home Server dan masuk ke Computer and Backup, maka nama komputer yang sudah diinstaasi Windows Home Server Connector akan terlihat di deretan nama-nama komputer.

Share this post: | | | |
Posted: Aug 14 2008, 09:59 AM by tutang | with 1 comment(s)
Filed under:
Buku Komputer Buat Anak

Minggu depan kebali saya akan meluncurkan buku berjudul BELAJAR KOMPUTER SEJAK DINI "KOMPUTER BUAT ANAK". Dalam buku ini saya menjelaskan cara menggunakan komputer yang bak dan benar, mulai duduk, jarang pandangan mata, memang keyboard, memegang mouse, samai pengenalan beberapa aplikasi yang ada di Windows, seperti Notepad, Paint, dan lain-lain. Dalam buku ini saya rancang seperti halnya buku komik dengan bahasa yang sangat ringan karena konsumsi anak-anak.

Di sini saya menggunakan kalimat pendek, di mana masing-masing kalimat tidak lebih dari lima kata. Tujuannya tidak ada lain supaya anak-anak kelas 3 SD sampai kelas 1 SMP mengerti bahasa komputer. Karena saat ini masih jarang buku komputer dengan bahasa yang sederhana dengan penyajian seperti komik.

Untuk menambah wawasan anak-anak, saya juga mengenalkan semua tombol-tombol yang ada di papan ketik komputer, termasuk tombol yang ada di mouser, alat bantu permainan seperti Joystic, beberapa game, dan tentu saja materinya disesuaikan degan KTSP Diknas. Karena buku ini ditujukan bagi anak SD sampai dengan SMP.

Share this post: | | | |
Posted: Aug 05 2008, 12:50 PM by tutang | with 7 comment(s)
Filed under:
Buku Terbaru Saya

Bulan Juli 2008 ini saya baru saja meluncurkan buu Praktikum LAN (local Area Network). Dalam buku ini saya menjelaskan mulai dari setup Server, Setup PC, Setup kabel UTP, Wireless sampai Fiber Optic. Buku ini memang tijutukan bukan bagi para Advanced, melainkan bagi para pemula. Karena terus terang saya sendiri masih tergolong pemula dalam TI. Namun demikian tetap saya ingin sharing dengan teman-teman semua.

Dalam buku ini selain membahasa masalah hardware, juga membahas Windows Server 2008 sebagai sistem operasi yang digunakan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman khususnya pemula

Share this post: | | | |
Posted: Aug 01 2008, 11:16 AM by tutang | with 6 comment(s)
Filed under:
OUTPUT ATAU KELUARAN DATA PROJECT 2007
Output atau keluaran dari suatu pekerjaan perencanaan proyek menggunakan Microsoft Project 2007 bisa bermacam-macam. Microsoft Project 2007 menyediakan fasilitas seperti  umumnya suatu aplikasi. Maksudnya, dokumen proyek atau pekerjaan manajemen proyek yang sudah dibuat bisa langsung di cetak atau di print ke printer seperti biasa.

Selain itu apabila memerlukan report tertentu, Microsoft Project 2007 juga menyedian berbagai macam report sesuai kebutuhan sebuah proyek.  Apabila Anda memerlukan output dalam format visual, Microsoft Project 2007 juga menyediakan keluaran dalam format grafik yang menarik. Output ini dikenal dengan Visual Report.

Beberapa aplikasi yang terintegrasi dengan Microsoft Project 2007 antara lain Microsoft Excel 2007 dengan Privot Tablenya dan Microsoft Visio 2007. Sebenarnya masih banyak fasilitas lainnya dengan cara imopr data ke aplikasi lain, misalnya Microsoft Outlook.

Mencetak Data Proyek

Untuk mencetak data proyek baik yang sudah tersimpan sebelumnya maupun yang masih dikerjakan bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Proses pencetakan ke printer maupun dalam bentuk report akan menghasilkan data yang sama, hanya saja kalau Anda mencetak langsung ke printer outputnya sesuai dengan tampilan yang di pilih. Misalnya Anda sedang berada pada tampilan Gantt Table dan Gantt Chart, maka ketika Anda menekan tombo Pinter, secara otomatis yang tercetak tersebut data yang tampil di layar. Berbeda dengan output dalam bentuk report, semua ditentukan dengan kaidah-kaidah laporan sebagaimana layaknya manahemen pryek.

Mencetak Langsung ke Printer

Untuk mencetak dokumen yang sudah tersimpan atau yang masih aktif pada dasarnya sama saja. Jika dokumen proyek sudah tersimpan dalam media penyimpanan, maka Anda tetap harus membukanya terlebih dahulu. Setelah dokumen proyek ada dan tampil di komputer baru bisa dilaksanakan prncetakan ke printer.

Sebagai gambaran langkah-langkah untuk membuka dokumen yang akan di cetak ke printer,  caranya sebagai berikut:

  1. Tampilkan menu File
  2. Pilih Open, setelah itu kotak dialog Open segera hadir di hadapan Anda
  3. Klik nama file yang akan dibuka, setelah itu klik tombol Open. Dengan mengikuti langkah tersebut file proyek yang akan di cetak segera hadir dihadapan Anda

Data ini bisa langsung di cetak ke printer sesuai dengan tampilan ini. Namun sebaiknya sebelum data tersebut di cetak ke printer Anda bisa melihatnya terlebih dahulu melalui Print Preview. Caranya sebagai berikut:

  1. Klik Menu File
  2. Pilih dan klik Print Preview. Setelah melaksanakan perintah tersebut data Gantt Chart tersebut
  3. Untuk mencetaknya ke printer Anda langsung klik tombol Printer. Namun sebaiknya Anda mengatur terlebih dahulu ukuran dan jenis kertas yang akan digunakanuntuk mencetak dokumen tersebut. Setelah ukuran kertas di tentukan Anda langsung tekan tombol Print. Untuk itu klik tombol Page Setup, kotak dialog Page Setup segera tampil. Tentukan ukuran kertas yang sesuai dengan dokumen Anda. Kemudian apabila akan langsung mencetaknya ke printer klik tombol Print, setelah itu segera tampil kotak dialog Print
  4. Klik tombol OK untuk melaksanakan proses pencetakan ke printer dan apabila akan membatalkan proses pencetakan ke printer klik tombol Cancel.

Untuk melihat dalam tampilan Print Preview dan mencetak hasilnya ke printer Anda bisa melakukannya sendiri . Cara dan langkahnya sama seperti yang telah dijelaskan di atas.

Menggunakan Report

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa Microsoft Project 2007 menyediakan banyak fasilitas untuk laporan atau report ini. Salah satunya adalah dengan cara langsung mencetaknya ke printer sesuai dengan view yang diambil. Sekarang Anda akan mencoba menggunakan beberapa report yang disediakan Microsoft Project Professional 2007.

Visual Report

Keistimewaan Microsoft Project 2007 adalah menyediakan fasilitas yang terintegrasi dengan apliksi lain khususnya dalam lingkungan Microsoft Office Syste. Ada dua aplikasi yang sangat erat berhubungan dengan report Microsoft project 2007, yaitu Microsoft Visio 2007 dan Microsoft Excel 2007.

 Untuk menghasilkan Visual Report data-data yang sudah dibuat sebelumnya bisa ditampilkan dan di cetak dalam bentuk visual. Cara yang harus Anda lakukan untuk menghasilkan Visual Report adalah sebagai berikut:

  1. Klik Menu Reports
  2. Klik Visual Report. Setelah itu kotak dialog Visual Report segera tampil dilayar komputer
  3. Seperti Anda lihat ada dua aplikasiyang bisa digunakan untuk membuat Visual Report, yaitu Microsoft Excel dan Microsoft Visio. Untuk kali ini Anda gunakan Microsoft Visio. Caranya klik tanda centang di depan Microsoft Excel untuk memastikan bahwa hanya dalam format Visio lah yang akan tampil. Tujuannya adalah untuk memudahkan mencari format Visual Report yang paling sesuai.
  4. Pilih dan klik Resource Availability Report (US)
  5. Klik tombol View untuk melihat hasilnya.

Sekarang Anda sedang berada pada tampilan Microsoft Visio 2007. Untuk mengatur Visual report ini Anda bisa menggunakan beberapa pilihan yang ada di Microsoft Visio. Coba perhatikan pilihan di bawah Add Total, coba Anda beri tanda centang di beberapa task yang ada di bawah pilihan tersebut. Perhatikan perubahan tampilan yang ada di Microsoft Visio 2007.

Anda bisa menyimpan hasil Visual Report tersebut ke dalam media penyimpanan. Tentu saja file yang dihasilkan adalah file dalam format Microsoft Visio 2007. Untuk menyimpan file ini caranya sebagai berikut:

  1. Klik Menu File
  2. Pilih dan klik Save atau Save As. Kemudian setelah kotak dialog Save tampil ketikkan nama file Visual Report Anda dan klik tombol Save.

Report

Untuk menghasilkan laporan perencanaan proyek yang baik tentu harus ditunjang dengan dengan report yang baik ***. Dalam hal ini perencanaan suatu proyek yang didesain menggunakan Microsoft Project 2007 akan sangat baik dan komplit apabila dibuat report yang canggih.

Keistimewaan Microsoft Project 2007 dalam menghasilkan suatu perencanaan yang akuran, cepat dan tepat juga ditunjang dengan keluaran yang juga canggih. Dalam report yang dihasilkan banyak pilihan yang bisa diambil oleh para perencana ataupun oleh para penentu kebijakan. Jenis dan report mana saja yang paling pas dan sesuai, namun kadang-kadang para perencana menginginkan suatu laporan yang sangat lengkap. Jika demikian tidak ada jalan lain semua jenis report yang disediakan Microsoft Project 2007 bisa digunakan.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat report adalah sebagai berikut:

  1. Klik Menu Report
  2. Pilih dan klik Report. Setelah itu kotak dialog report segera tampil

Pilihan-pilihan ini bisa digunakan untuk membuat laporan perencanaan atau sedekar dokumentasi. Di sini tersedia enam buah pilihan report yang cukup baik. Sebagai bahan latihan ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Klik salah satu report, misalnya Current Activities. Setelah itu segera tampil pilihan report di bawah Current Activities tersebut.
  2. Klik Who Doeas What
  3. Klik Select.

Dari tampilan ini Ana bisa langsung mencetaknya ke printer atau bisa juga sebelumnya mengatur ukuran dan jenis kerta, dan lain-lain. Namun jika akan langsung mencetaknya Anda klik tombol Print. Maka setelah itu akan tampil kotak dialog Print seperti biasa. Untuk mencetak langsung ke printer Anda cukup menekan tombol OK untuk melaksanakan.

 

Share this post: | | | |
Seminar IT di LIPI
Tanggal 29 Juli 2008 di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI diadakan seminar Nasional Windows Server 2008. Pesertanya IT Pro dari berbagai lembaga pemerintah, mulai dari Bogor, Jakarta, Bandung, Surabaya, Tasikmalaya, dan ada beberapa dari Bali. Jumlah peserta dibatasi, karena alasan berbagai hal. Mudah-mudahan seminar ini berjalan mulus. Sementara itu pembicaranya dari Microsoft Indonesia, Narenda Wicaksono dan dari LIPI saya sendiri. Kali ini selain menjelaskan fitur dan demo WIndows 2008, juga akan dijelaskan fitur dan demo Microsoft Project 2007, mulai dari Project Professional sampai PWA.
Share this post: | | | |
Posted: Jul 28 2008, 01:22 PM by tutang | with 9 comment(s)
Filed under:
Microsoft Virtual PC (Bagian 2)

2.1. Pendahuluan

Setelah Anda mengetahui dan sukses melakukan pekerjaan instalasi Microsoft Virtual PC 2007. Sekarang Anda akan mengetahui fasiltas yang disediakan Microsoft Virtual PC 2007 khususnya yang berhubungan dengan Menu File.

Dalam Menu File terdapat beberapa pilihan menu lain yang sangat penting untuk diketahui. Karena komponen ini sering digunakan dan erat kaitannya dengan setup komponen, setup hardware secara virtual, setup disk secara virtual, dan sebagainya.

2.2. Mengenal Menu-menu

Microsoft Virtual PC ketika dijalankan pertama kali akan menampilkan beberapa menu yang dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi. Selain menu-menu juga terlihat beberapa tombol yang kegunaannya relatif hampir sama dengan menu-menu yang ada, namun demikian tentu ada juga perbedaannya. Di sini tidak akan membahas masalah perbedaan-perbedaan tersebut melainkan akan menjelaskan kegunaan dari masing-masing menu dan tombol yang ada.

Dengan memanfaatkan menu-menu tersebut pada prinsipnya Anda sudah bisa menggunakan Microsoft Virtual PC. Namun tentu saja masih beberapa komponen lain yang harus diketahui.

Microsoft Virtual PC memiliki beberapa menu, antara lain:

  • Menu File
  • Menu Action
  • Menu Help

Selain menu-menu tersebut terdapat beberapa tombol yang dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi, antara lain:

  • Tombol New
  • Tombol Settings
  • Tombol Romove
  • Tombol Start

2.2.1. Mengenal Menu File

Di bawah Menu File terdapat beberapa pilhan menu lain yang sangat berguna untuk berbagai keperluan setup Microsoft Virtual PC. Sub menu yang dimaksud adalah New Virtual Machine Wizard, New Virtual Disk Wizard, menu Options, dan Exit.

2.2.1.1. New Virtual Machine Wizard

New Virtual Machine Wizard merupakan fasilitas untuk membuat file Virtual Machine yang baru ataupun menambah file yang sudah ada. File ini akan memiliki akhiran ekstensi VMC.

Penggunaan menu ini akan mempermudah kita dalam melakukan pembuatan file Virtual Machine. Kita akan dituntun langkah demi langkah untuk menentukan konfigurasi dari file yang akan kita buat. Pilihan konfigurasi dari file yang akan kita buat, meliputi:

  • Pilihan pembuatan file baru maupun menambah file yang sudah dibuat
  • Penentuan nama virtual machine dan lokasi filenya
  • Sistem operasi yang akan digunakan pada virtual machine
  • Alokasi memori yang dibutuhkan untuk instalasinya
  • Pembuatan Virtual Hardisk yang di gunakan sebagai induk file
  • Lokasi dari Virtual Hardisk yang sudah dibuat

2.2.1.2. New Virtual Disk Wizard

Virtual Disk atau hard disk virtual merupakan salah satu rangkaian dari konfigurasi yang diperlukan dalam pembuatan Virtual Machine. Tanpa adanya konfigurasi pada Virtual Disk, maka proses instalasi Virtual Machine tidak akan berhasil.

Dengan memanfaatkan New Virtual Disk Wizard, pembuatan virtual disk akan menjadi mudah untuk dilakukan. Hasil akhir dari pembuatan proses ini  akan terbentuk file dengan ekstensi VHD untuk hard disk virtual dan VFD pada floppy disk virtual.

Dalam langkah-langkah yang dilalui untuk melakukan konfigurasi yang berhubungan dengan disk virtual. Berikut ini adalah hal-hal penting yang harus Anda ketahui, yaitu:

  • Membuat virtual disk yang baru atau mengedit yang sudah ada
  • Pilihan membuat virtual hard disk atau virtual floppy disk
  • Penentuan lokasi penyimpanan file virtual hard disk maupun floppy
  • Pilihan mode hard disk akan di operasikan, dari model Dynamic, Fixed maupun Differencing
  • Besaran memori yang di alokasikan untuk virtual hard disk.

2.2.1.3. Options

Pada Options banyak pilihan yang bisa digunakan untuk melakukan konfigurasi. Dengan pilihan ini Anda bisa mengkonfigurasi berbagai komponen yang ada di komputer yang digunakan. Dalam hal ini secara utuh semua komponen hardware yang ada di komputer yang digunakan juga bisa digunakan secara bersamaan melalui Virtual PC ini.

Berikut ini beberapa komponen yang ada di pilihan Options, yaitu:

  • Restore at Start. Pilihan ini digunakan untuk mengubah pilihan dari Restore ke Do not Restore dengan cara membuang atau memberikan tanda centang di depan pilihan Restore virtual machines when starting Virtual PC
  • Performance. Pilihan ini digunakan untuk mengatur setting yang berhubungan dengan performa CPU yang ada di komputer yang digunakan
  • Hardware Virtualization. Pilihan ini digunakan apabila komputer yang digunakan mendukung system 64 bit. Tidak semua hardware yang beredar saat ini mendukung system 64 bit. Umumnya hanya mendukung 32 bit.
  • Full Screen Mode. Pilihan ini digunakan untuk menampilkan sistem yang dipasang secara virtual dengan penampilan penuh/ full screen atau layar penuh
  • Sound. Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan sound secara virtual
  • Messages. Pilihan ini digunakan untuk menampilkan atau menyembunyikan pesan
  • Keyboard. Pilihan ini digunakan untuk melakukan setting terhadap keyboard yang digunakan secara virtual
  • Mouse. Pilihan ini digunakan untuk melakukan setting terhadap mouse yang digunakan secara virtual
  • Security. Pilihan ini digunakan untuk mengatur keamanan bagi pemakai lain diluar administrator
  • Language. Pilihan ini digunakan untuk mengatur atau setting bahasa yang digunakan.

Semua komponen tersebut perlu dikonfigurasi, hanya tentu saja setelah Anda membuat konfigurasi virtual baik untuk mesin maupun disk yang digunakan maupun.

Mengenai penjelasan beberapa komponen tersebut akan dibahas di bagian selanjutnya. Di bagian ini hanya menjelaskan secara singkat mengenai komponen-komponen tersebut.

2.2.1.4. Exit

Pilihan ini digunakan untuk mengakhiri Microsoft Virtual PC. Namun apabila Anda sudah menjalankan salah satu program virtual, maka pilihan ini tidak ada. Sebagai penggantinya Anda bisa memilih tombol Close untuk mengakhiri Microsoft Virtual PC tersebut.

Ketika Anda memilih tombol Close, maka Microsoft Virtual PC akan menampilkan pernyataan Save State dan Turn Off.

2.2.2. Mengenal Menu Action

Di bawah menu Action terdapat beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk menjalankan suatu sistem secara virtual. Pilihan-pilihan menu ini erat kaitannya dengan operasi suatu sistem yang sebelumnya sudah dipasang atau diinstalasi secara virtual di atas Microsoft Virtual PC.

Pilihan-pilihan menu dimaksud antara lain:

  • Start. Pilihan ini digunakan untuk melakukan start atau menjalankan mesin yang sudah disetup atau diinstalasi secara virtual
  • Pause. Pilihan ini digunakan untuk menghentikan operasi sistem secara virtual
  • Reset. Pilihan ini digunakan untuk mereset sistem yang digunakan secara virtual
  • Remove. Digunakan untuk membuang suatu sistem yang sudah terpasang
  • Settings. Pilihan ini digunakan untuk mengatur atau melakukan setting terhadap komponen hardware yang akan digunakan secara virtual
  • Properties. Pilihan ini digunakan untuk melihat komponen yang sudah terpasang atau sudah disetup sebelumnya.
  • 2.2.3. Mengenal Menu Help
  • Dalam menu help terdapat beberapa pilihan menu yang dapat digunakan untuk meminta bantuan. Jika Anda menemukan kesulitan ketika menggunakan Microsoft Virtual PC bisa meminta bantuan dengan memanfaatkan pilihan Help ini.
  • Di bawah menu Help ada beberapa pilihan, yaitu:
  • Virtual PC Help. Pilihan ini digunakan untuk meminta bantuan kangsung dari Virtual PC yang sudah terpasang di komputer Anda.
  • Virtual PC Online. Pilihan ini digunakan untuk meminta bantuan secara online ke situs resminya di http://www.microsoft.com
  • About Virtual PC. Pilihan ini menjelaskan tentang Microsoft Virtual PC dan sistem yang digunakan untuk memasang aplikasi Microsoft Virtual PC ini.

2.3. Beberapa tombol

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa Microsoft Virtual PC selain memiliki beberapa menu juga ada beberapa tombol yang kegunaannya relatif hampir sama seperti yang ada pada menu. Tombol yang dimaksud adalah:

  • New. Pilihan ini digunakan untuk mendefinisikan nama mesin atau komputer baru yang akan dibangun di atas Virtual PC.
  • Settings. Pilihan ini digunakan untuk mengatur atau melakukan setting terhadap komponen hardware yang akan digunakan secara virtual
  • Remove. Digunakan untuk membuang suatu sistem yang sudah terpasang
  • Start. Pilihan ini digunakan untuk melakukan start atau menjalankan mesin yang sudah disetup atau diinstalasi secara virtual

 

Share this post: | | | |
Posted: Jul 24 2008, 10:21 AM by tutang | with 8 comment(s)
Filed under:
Microsoft Virtual PC (Bagian 1)

Mengenal Microsoft Virtual PC

1.1. Pendahuluan

Microsoft Virtual PC 2007 merupakan aplikasi yang sangat bermanfaat untuk berbagai keperluan, misalnya membuat server secara virtual, belajar secara virtual, dan lain-lain. Artinya dengan Microsoft Virtual PC ini Anda bisa memanfaatkan satu komputer dengan bermacam-macam sistem operasi dan aplikasi secara virtual yang dijalankan seara bersamaan. Misalnya, Laptop Anda bermesin Intel Core 2 Duo, dengan RAM 2 Gbyte. Dengan mesin ini Anda bisa memasang Microsoft Virtual PC untuk menjalankan Windows Server 2008 dan Windows Server 2003 lengkap dengan aplikasinya. Kemudian di Laptop atau komputer PC secara fisik dipasang sistem operasi Microsoft Windows Vista atau Windows XP. Jadi komputer dengan demikian dalam Laptop atau komputer Anda tersebut selain digunakan sebagai komputer Desktop, juga digunakan untuk menjalankan sistem operasi server dengan IP Address yang berbeda.

Microsoft Virtual PC ini merupakan aplikasi yang diberikan secara gratis oleh Microsoft dan bisa didownload dari situsnya Microsoft. Sejak Microsoft Virtual PC 2004, sudah banyak yang memanfaatkan aplikasi ini, terutama bagi mereka yang sedang belajar sistem operasi dan aplikasi lain.

Sebagai contoh, di Laptop atau di PC Anda sudah terpasang Windows Vista SP1, kemudian Anda instalasi Microsoft Virtual PC 2007. Nah dengan Microsoft Virtual PC ini Anda bisa menginstalasi Windows 2008 dan aplikasi yang jalan di sistem operasi tersebut. Kemudian Anda juga bisa memasang Linux, atau Windows Server  2003, dan lain-lain. Jika sudah bosan Anda bisa menghapusnya tanpa menghilangkan aplikasi lain yang ada di Laptop atau komputer Anda.  Bahkan oleh sementara kalangan dengan virtual mesin digunakan sebagai solusi untuk menghindari server Anda dari serangan virus. Namun mengenai hal ini perlu dilakukan penelitian dan pembuktian secara nyata dilapangan.

1.2. Mengenal Microsoft Virtual PC

Sejak beberapa tahun lalu Microsoft telah mengeluarkan aplikasi virtual yang cukup handal, yaitu Microsoft Virtual Server dan Microsoft Virtual PC. Microsoft Virtual Server dan Microsoft Virtual PC ini secara umum kegunaannya hampir sama. Hanya kalau Anda menggunakan Microsoft Virtual Server harus dipasang di komputer dengan mengaktifkan web server atau IIS (Internet Information Service). Karena aplikasi ini jalan di atas program browser. Sedangkan Microsoft Virtual PC cukup dipasang atau diinstalasi di komputer Desktop atau Laptop. Namun kemampuannya tetap sama untuk menjalankan sistem secara virtual. Memang untuk beberapa hal Microsoft Virtual Server jauh lebih unggul dibandingkan Microsoft Virtual PC.

Setelah dipasag salah satu dari aplikasi tersebut, Anda baru bisa menginstalasi sistem operasi lain di atasnya, misalnya Windows Server 2008, Windows XP, Linux atau Windows Server 2003. Sebelum sistem operasi tersebut di diinstalasi di Virtual PC, Anda harus mengkonfigurasi virtual mesin tersebut, setelah itu baru sistem operasi yang akan dipasang secara virtual diinstalasi.

1.2.1. Persyaratan System

Untuk menjalankan Microsoft Virtual Server atau Virtual PC diperlukan komputer atau server yang cukup baik, karena Microsoft Virtual Server atau Microsoft Virtual PC akan digunakan untuk menjalankan beberapa sistem pada saat yang bersamaan. Jika Anda menggunakan Microsoft Virtual Server 2007, maka diperlukan komputer dengan spesifikasi yang cukup. Karena selain digunakan untuk menjalankan sistem operasi server juga akan digunakan untuk menjalankan Microsoft Virtual Server dan sistem operasi lain di atasnya. Begitu juga untuk menjalankan Microsoft Virtual PC 2007 diperlukan komputer dengan spesifikasi yang baik juga. Karena selain akan menjalankan sistem operasi utama (host), juga akan menjalankan beberapa sistem operasi lain di atas komputer tersebut yang dipasang dengan memanfaatkan Microsoft Virtual PC.

Sebagai contoh, komputer Anda bermesin Intel Core 2 Duo, dengan RAM 2 Gbyte. Maka dalam komputer Anda bisa dipasang Windows Vista sebagai host dan di atas Microsoft Virtual PC bisa Anda pasang sistem operasi Windows Server 2008 dan Windows XP SP2. Ke tiga sistem operasi tersebut bisa dijalankan pada waktu yang bersamaan. Di sini Windows Server 2008 digunakan sebagai Server, Windows Vista dan Windows XP SP2 digunakan sebagai clientnya. Jadi dalam satu komputer terdapat tiga sistem operasi pada saat yang bersamaan yang seolah-olah Anda memiliki 3 unit komputer dengan spesifikasi yang relatif hampir sama.

Sebagai gambaran, untuk memasang Microsoft Virtual PC di komputer Anda diperlukan persyaratan sebagai berikut:

  • Komputer Pentium IV, disarankan lebih tinggi
  • Harddisk 40 Gbyte, disarankan di atas 80 Gbyte
  • RAM atau memory 1 Gbyte disarankan di atas 2 Gbyte
  • Kartu jaringan atau NIC
  • Keyboard dan Mouse
  • Monitor standard (800x600) atau 16 bit

Selain persyaratan tersebut masih ada persyaratan lain sesuai dengan keperluan dan sistem operasi yang digunakan. Misalnya kalau komputer akan dihubungkan ke jaringan LAN, tentu diperlukan Switch atau HUB, Modem, dan lain-lain.

1.2.2. Untuk Apa Microsoft Virtual PC?

Microsoft Virtual PC atau Virtual Server sangat bermanfaat terutama untuk mencoba suatu sistem tanpa harus mengorbankan sistem yang sudah ada. Aplikasi ini sangat cocok bagi mahasiswa atau pelajar yang akan mencoba sistem operasi baru tanpa harus kesulitan mencari atau merusak sistem yang sudah terpasang. Selain itu, apabila Anda hanya memiliki satu komputer dan akan mencoba mempelajari suatu jaringan berbasis Windows Server 2008 atau 2003, maka Anda tidak perlu kesulitan mencari komputer atau server yang baru, melainkan cukup dipasang di Microsoft Virtual PC atau Virtual Server. Dalam hal ini komputer Anda akan bertindak sebagai client atau desktop sekaligus sebagai server. Bahkan apabila komputer Anda memiliki RAM atau memory 4 Gbyte, maka pada saat yang bersamaan Anda bisa menjalankan beberapa sistem operasi sekaligus. Misalnya host menggunakan Windows Vista, dan di atas Microsoft Virtual PC Anda instal Windows Server 2008, Windows XP SP2. Di sini Windows Server 2008 yang dipasang diatas Virtual PC digunakan sebagai Server, dan Windows Vista yang pasang di komputer secara fisik digunakan sebagai Desktop atau Client dan Windows XP SP2 yang dipasang di atas Virtual PC digunakan sebagai Desktop atau Client.

Jadi dalam satu komputer memiliki beberapa sistem operasi dengan aplikasi yang berbeda dan bisa digunakan secara bersamaan. Dan tentu saja semua komputer tersebut apabila digabung ke dalam LAN semuanya akan dikenali sesuai dengan fungsinya masing-masing. Kalau Windows Server 2008 telah di DCPROMO, maka secara otomatis dia akan dikenali sebagai DOMAIN, begitu juga sistem operasi lain akan dikenali sebagai desktop degan nama yang berbeda. Mengenai IP Address di masing-msing sistem operasi baik yang utama maupun yang dijalankan di atas Virtual PC juga akan memiliki IP Address yang berbeda.

1.3. Instalasi Microsoft Virtual PC

Untuk menginstalasi Microsoft Virtual PC caranya sebagai berikut:

  • 1. Masukkan CD Master Microsoft Virtual PC
  • 2. Klik VPC2007x86_EN. VPC2007X86 adalah singkatan dari Virtual PC 2007 untuk komputer bermesin 32bit atau x86. Sedang EN adalah Virtual PC English. Setelah mengklik VPC2007x86_EN, komputer segera melaksakan proses instalasi.
  • 3. Klik tombol Next untuk melanjutkan pekerjaan Anda. Setelah itu segera tampil kotak dialog Wizard berikutnya, kemudian klik di I accept the terms in the license agreement
  • 4. Klik Next lagi untuk melanjutkan dan program segera akan menampilkan kotak dialog Customer Information.
  • 5. Ketikkan nama Anda di kolom Usename
  • 6. Ketikkan nama perusahaan Anda di kolom Organization, lalu klik Next untuk melanjutkan. Jendela Instalasi segera tampil, kemudian klik Install untuk melaksanakan proses instalasi ini. Jika perlu Anda juga bisa mengatur dan menentukan direktori untuk menyimpan program Micfrosoft Virtual PC ini, namun untuk memudahkan biarkan secara defaultnya.
  • 7. Klik tombol Finish untuk mengakhiri pekerjaan Anda. Dan program Microsoft Virtual PC siap untuk digunakan.

Setelah Anda menekan tombol Finish berarti proses instalasi Microsoft Virtual PC 2007 sudah selesai dan sudah siap untuk digunakan. Namun sebelum memasang atau menginstalasi sistem operasi lain di atas Virtual PC tersebut Anda perlu melakukan konfigurasi pada Microsoft Virtual PC 2007 tersebut.

Konfigurasi yang dimaksud adalah menyesuaikan dengan keperluan masing-masing sistem operasi yang akan dipasang di atas Microsoft Virtual PC tersebut. Sebagai contoh, untuk memasang Windows Server 2008 di atas Virtual PC Anda harus mengkonfigurasi RAM minimal 512 Mbyte, dan untuk meginstalasi Windows XP SP2 minimal memerlukan memory atau RAM 256 Mbyte. Misalnya komputer Anda menggunakan processor Intel Core 2 Duo, RAM 2 Gbyte. Maka Anda bisa mengaturnya sebagai berikut:

Untuk komputer utama yang menjalankan Windows Vista Anda bisa memasang 750 Mbyte, untuk Windows Server 2008 misalnya 1 Gbyte dan sisanya untuk Windows XP SP2. Ketentuan ini tidak mengikat tergantung sistem operasi yang akan digunakan atau di jalankan. Misalnya apabila Anda pada saat yang bersamaan akan menjalankan dua sistem operasi saja, umpamanya Microsoft Windows Vista sebagai client atau desktop dan bertindak sebagai host, lalu Microsoft Windows Server 2008 digunakan sebagai server yang dipasang di atas Virtual PC. Jika demikian Anda bisa membagi RAM atau memori masing-masing 1 Gbyte untuk Windows Vista dan 1 Gbyte untuk Windows Server 2008 yang jalan di atas Virtual PC sebagai virtual mesin. Jika salah satu sistem operasi jalannya urang cepat, Anda bisa  mengaturnya sesuai keperluan.

-bersambung

Share this post: | | | |
Posted: Jul 17 2008, 09:59 AM by tutang | with 8 comment(s)
Filed under:
Seminar dan Panel Discussion

Tanggal 2 Juni 2008 saya ngisi acara seminar sehari di Semarang. Saya membawakan materi Office Project 2007. Pesertanya cukup bagus dan kursi yang disediakan panitia penuh tidak ada yang kosong.

Selain MS Project 2007 dan PWA-nya, saya juga mencoba demo menggunakan Virtual PC, di mana WIndows Server 2008 dipasang di Virtual, kemudian WIndows Server 2003 saya pasang juga di Virtual PC, dan di jadikan domain. Di Server 2003 ini saya pasang Project Server 2007 dan SharePoint. Sayang sekali demonya tidak sampai selesai, karena waktu yang disediakan tidak cukup.

 Tanggal 3 Saya juga ngisi MS Project 20 Yogyakarta. Tempatnya juga di Hote Santika, Yogyakarta. Mudah-mudahan acara ini bisa brjalan sesuai rencana.

Share this post: | | | |
Account sangat pentinf di MS Project

Account yang akan digunakan untuk masuk Microsoft Project 2007 ini harus sesuai atau sama dengan user name dan password yang diberikan oleh Administrator jaringan kepada Anda. Karena untuk masuk ke komputer sever tentu harus mempunyai user name dan password tersebut. Jadi dalam hal ini bukan user name dan password yang ada di komputer local (desktop atau lapto), melainkan user name dan password yang digunakan untuk masuk ke Microsoft Project Server 2007 yang ada di komputer server.

Setelah memiliki user name dan password tersebut, baru  Anda buat kembali di komputer local melalui Microsoft Project Professional 2007. Memang untuk masuk ke komputer server akan lebih mudah apabila Anda sebagai Administrator. Tetapi kalau Anda sebagai pemakai atau user tentu harus ada orang lain atau administrator jaringan yang membuatnya.

Untuk menjalankan Microsoft Project Server 2007 harus memiliki otoritas tertentu sehingga tidak semua pengguna bisa dengan mudah masuk ke server ini. Karena ini berhubungan dengan keamanan data dan tingkat kerahasiaan suatu proyek.

Untuk membuat account sebenarnya tidak terlalu sulit, apalagi dengan Microsoft Windows Server 2003 atau 2008, semua bisa dikerjakan dengan mudah dan sudah terintegrasi antara satu account dengan account lainnya. Hanya tentu saja server yang digunakan harus sudah lengkap, misalnya dalam server harus disetup Active Directory, Microsoft Exchange Server, dan lain-lain.

Akan tetapi apabila server yang digunakan masih belum terintegrasi secara sempurna, Anda juga bisa membuat account beberapa kali. Account pertama harus dibuat di Windows Server, Account berikutnya harus dibuat dari Microsoft Project Professional 2007. Account ini dibuat selain untuk menentukan lokasi server juga untuk membuat profile masing-masing user. Sedangkan account lainnya harus dibuat melalui PWA (Project Webb Access)

 

Share this post: | | | |
Buku MS Project 2007

Buku Microsoft Project 2007 ini merupakan buku yang ke 101 yang saya tulis dan merupakan buku pertama yang menjelaskan dan mengupas Microsoft Project. Dalam buku ini dijelaskan berbagai hal yang berhubungan dengan kemampuan Microsoft Project 2007 secara umum, mulai dari proses instalasi Microsoft Project Professional, instalasi Microsoft .Net Framework 3,0, Share Point Server, dan lain-lain.

Di bagian awal buku ini juga menjelaskan mengenai pengertian dari suatu proyek. Memang buku ini bukanlah satu-satunya buku Microsoft Project 2007, tetapi yang mengupas Microsoft Project 2007 Professional dan Microsoft Project 2007 Server mungkin buku ini adalah yang pertama.

Memang buku ini tidak menjelaskan secara keseluruhan dari Project 2007. Karena hanya satu minggu bahkan kurang buku ini saya tulis. Total waktu yang diberikan kepada saya termasuk mulai perencanaan, penuisan, pengeditan di penerbit sampai di percetakan tidak lebih dari satu bulan. Sehingga buku ini merupakan buku tercepat yan saya tulis di tahun 2008 ini.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Share this post: | | | |
More Posts Next page »