Suatu waktu yang sangat tidak dinanti akhirnya datang juga, hari atau tanggal yang sangat tidak saya *** sukai *** yaitu di saat software-software yang ada sudah mulai memasuki masa expired, jika penggunaan software ini ingin terus berlanjut maka mau tidak mau solusinya yaitu dengan renewal subscription, andai kata price licensi per user U$$ 100, mungkin untuk 2 user saja sich nilainya masih ok, tetapi bagaimana kalau memiliki 100 user ? artinya U$$ 100 x 100 = U$$ 10.000 , weleh weleh, itu baru satu software, belum software yang lainnya yang minta jatah renewal tahunan.
Itu pengalaman saya dahulu sebelum beralih dari citrix ke RDS (Remote Desktop Services), dari dulu memang teknologi remote application ini yang saya cari, akhirnya microsoft mengerti juga keinginan saya (entah taunya dari angin mana), maka mulai windows 2008, microsoft memperbaiki teknologi Terminal Servicenya yang sekarang berganti nama menjadi Remote Desktop Services.
Jika dulu untuk licensi citrix per user U$$ xxx , maka untuk RDS cukup U$$ xx saja, artinya bisa saya kalkulasi penghematan yang sangat signifikan, tetapi tidak mengesampingkan kehandalan services ke client tentunya, support dan service ke client tetap menjadi priority utama sebelum saya memutuskan teknologi harus di bawa ke mana.
Wal hasil, sudah setahun lamanya saya memanfaatkan teknologi RDS ini untuk handle 2 factory yang berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur dengan user yang lumayan banyak yang secara simultan dan continue mengakses applikasi ERP secara remote di Head Office (Jakarta), server yang di fungsikan secara fisik cukup 2 server saja, tetapi masing-masing server fisik di dalamnya saya aktifkan roles Hypervisor (Hyper-V) untuk hosting beberapa VM (Virtual Machine), hasilnya untuk handle 20 sampai 30 user secara bersamaan dapat di handle dengan mudah dan ringan.
Untuk RD Gateway saya cukup aktifkan di salah satu fisik server, dan untuk Terminal Servicenya (RD Session Host) di aktifkan di tiap VM di mana load balancing beban di atur oleh RD Session Broker, pokoknya sangat lengkap fitur Terminal Services di Win 2008 R2 ini.
Satu lagi, teknologi hypervisor juga sudah saya terapkan untuk beberapa roles penting infrastructure lainnya, diantaranya untuk DHCP server, bayangkan saja jika suatu DHCP server yang ada di server fisik tewas, jika ganti hardware maka mau tidak mau DHCP server yang sudah authorize di Active Directory harus dibersihkan dulu supaya DHCP server yang baru ini bisa di terima di Domain, dan ini bukan perkara mudah, jika kita bangun DHCP server dengan teknologi Hypervisor yaitu under VM (Virtual Mesin), maka jangan repot-repot, cukup import DHCP server tersebut ke server lain yang sudah terinstall hypervisor, langsung up and run dalam hitungan menit saja, karena server Active Directory akan mengenali DHCP server yang di import tersebut sebagai mesin sama dengan yang tewas tadi.
Ada satu petuah dari orang bijak, anak ayam bisa kita jadikan elang jika kita bisa memperlakukannya seperi elang, artinya, OS (Operating System) apapun yang kita gunakan, asalkan kita mau explore isinya, maka akan menjadi kendaraan hebat untuk kita jadikan teman ataupun alat perang di dunia IT.
Gb. 1 Contoh Screen Capture Untuk Login ke Portal RDS :

Gb. 2 Contoh Screen Capture Remote Application yang telah di publish ke Portal RDS :

Demikian, semoga bermanfaat.
Best Regards ,
Slamet Raharjo, MVP