Melanjutkan posting [Exchange 2010 Beta] Storage Improvement-Pengantar, saya akan bahas mengenai penggunaan JBOD (Just a Bunch Of Disk) sebagai storage pada Exchange Server 2010. Pertanyaan paling mendasar mungkin adalah “Bagaimana mungkin JBOD bisa digunakan sebagai operasional dari Exchange Server yang bisa disebut Mission Critical?”
Ya, visi dari Exchange Server sendiri terhadap Storage adalah Large, Fast and Low-cost Mailboxes dimana untuk mendukung hal ini, JBOD atau RAID-less storage menjadi salah satu alternatif. Nah, apakah ini berarti kita tidak perlu lagi SAN ataupun SAS? Bukan seperti ini maksudnya. Tentunya kita harus melihat dari sisi kebutuhan dan juga dibandingkan dengan seberapa banyak user yang akan dilayani oleh Exchange Server selain beberapa faktor lain yang perlu digali lebih jauh. Sekedar flashback ke belakang, dahulu ada beberapa anggapan bahwa Exchange Server merupakan solusi mahal terkait beberapa hal termasuk salah satunya adalah requirement dari sisi Storage. Hal ini berdampak pada perusahaan menengah kebawah yang ingin menggunakan solusi Exchange Server pada akhirnya “nekat” menggunakan disk yang tidak direkomendasikan. Hasilnya, performance Exchange jadi bermasalah (lambat ataupun sering hang).
Nah, dengan adanya support terhadap JBOD ini tentunya diharapkan keterbatasan yang pernah ada bisa diminimalisir dimana dengan biaya investasi yang bisa ditekan, performance yang didapat juga tidak buruk. Sebagai contoh, saya melakukan instalasi Exchange 14 diatas server dengan SATA disk, hasilnya instalasi bisa dilakukan dengan cepat (Exchange 14 diatas Windows Server 2008 R2 RC, selesai instalasi dalam 15 menit):

Lalu, sebatas mana JBOD aman untuk digunakan? Perlu diingat, bahwa keterbatasan yang ada bukan karena masalah harga dibandingkan fitur, namun bagaimana kita bisa mengoptimalkan sesuatu meskipun murah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah sizing yang tepat terhadap storage. Kemudian, sizing terhadap jumlah mailbox, ramalan perkembangan jumlah mailbox serta fitur yang akan digunakan. Dan pada akhirnya, lakukan tes terhadap stress dan load performance yang mana diharapkan ada hal yang bisa di review serta optimal ketika masuk ke tahap production. In simple way, jangan perlakukan JBOD layaknya RAID ataupun SAN, dengan artian beda treatment belum tentu beda kinerja.
3 Hal yang mungkin bisa jadi pertimbangan opsi untuk JBOD ini:
- JBOD : 1 disk = 1 database (with logs)
- Requires Exchange Server 2010 (Beta) High Availability (3+ DB Copies)
- Annual Disk Failure Rate (AFR) = 5%
Regards,
Raymond