Pertanyaan pertama yang selalu muncul ketika setiap produk ataupun solusi baru bermunculan yaitu: Apa yang baru? ataupun ada benefit dan fitur apa lagi?
Ya, karena kali ini pembahasannya adalah mengenai Exchange 2010 yang pada saat ini telah memasuki tahap Public Beta, maka saya akan coba kupas disini mengenai apa saja ‘hal’ baru di Exchange 2010 nantinya.
Pertama, Exchange mengikuti komitmen dari Microsoft terhadap Software + Services, dimana sebuah perangkat lunak tidak hanya menjadi perangkat lunak yang ditempatkan di suatu tempat saja (on premise) tetapi juga bisa difungsikan sebagai sebuah layanan publik (online/hosting). Yang pasti, hal ini tidak akan mengganggu di sisi client (user experience).

Kalau kita lihat gambar diatas, itu adalah salah satu sedikit perubahan dari Outlook Web Access, yang mana akan mempunyai nama Outlook Live, dan sudah mendukung “Arrange by Conversation”.
Wizard instalasi, secara umum tidak jauh berbeda dengan Exchange 2007, sehingga tidak akan memberikan kesulitan bagi para implementor.
![clip_image001[7] clip_image001[7]](http://wss-id.org/blogs/raymond/clip_image0017_thumb_2CD2FDD7.jpg)
Exchange Management Consolenya pun tetap berbasis MMC 3.0, sehingga akan memudahkan administrator untuk melakukan administrasi dan maintenance Exchange 2010. Selain itu, Exchange Management Shell juga sudah berbasiskan Windows PowerShell v2.0.
![clip_image001[11] clip_image001[11]](http://wss-id.org/blogs/raymond/clip_image00111_thumb_4EDB599D.jpg)
Masih terlihat biasa saja? Tunggu dulu. Ada hal luar biasa yang merupakan perubahan besar di Exchange 2010 ini, diantaranya:
1. High Availability.
2. MAPI & Client Access.
Dahulu, untuk High Availability kita mengenal sistem clustering dan replikasi. Di Exchange 2007 kita kenal Local Continuous Replication, Cluster Continuous Replication, Single Copy Cluster dan Standby Continuous Replication. Lalu di Exchange 2010 bagaimana? Satu hal penting yang perlu diingat, jangan berpikir lagi soal clustering karena di Exchange 2010 tidak ada lagi dependensi terhadap Windows Clustering. Ya, namanya adalah Database Availability Group (DAG). Detilnya akan saya bahas di blog terpisah. Dengan DAG, diharapkan failover menjadi lebih cepat. Selain itu, Exchange 2010 juga mendukung Online Mailbox Moves, dimana perpindahan mailbox user dari suatu mailbox database ke mailbox database lain, bisa dilakukan secara online (dalam kondisi user sedang bekerja dengan email). Hal ini tentunya akan mengefesiensikan waktu dari seorang administrator, dimana hal ini bisa dilakukan dalam jam kerja (tidak harus diluar jam kerja).
![clip_image001[13] clip_image001[13]](http://wss-id.org/blogs/raymond/clip_image00113_thumb_3AE1C707.jpg)
Kemudian, untuk MAPI dan Client Access, sederhana sekali bahwa ketika user authentikasi ke mailbox nya ataupun melakukan koneksi dari Outlook ke mailbox melalui MAPI, maka koneksi yang dilakukan adalah langsung ke Mailbox Database (Mailbox server). Nah, di Exchange 2010, koneksi dari client (termasuk MAPI), semua diarahkan ke Client Access Role. Hal ini dinamakan Middle Tier, dimana Mailbox role benar-benar berfungsi sebagai Back End dan tidak tersentuh oleh Client, tetapi dijembatani oleh Client Access Role.
Dari sisi client, akses email melalui Outlook, OWA (Outlook Live) serta Windows Mobile ActiveSync, sudah bisa dinikmati. Namun di Exchange 2010, pada masing-masing fitur tersebut, ada penambahan fitur-fitur seperti:
1. MailTips –> Informasi kecil mengenai alamat email tujuan (seperti OOF, Distribution List information, dll) yang bisa berguna bagi user pengirim (sender) untuk menentukan keputusan apakah akan mengirim email atau tidak.
2. Arrange by Conversation view –> mempermudah user dalam menggunakan email.
3. Transkrip voice email –> setiap voice email yang masuk ke inbox akan dibuat transkripnya.
Dari segi Information Control, Exchange tetap bisa berkolaborasi dengan Active Directory Rights Management Services (AD RMS) dari Windows Server 2008 untuk menyediakan layanan enkripsi terhadap email pada level identitas. Selain itu juga, pada Transport Rule, kita bisa menerapkan sistem “Email Approval” dimana setiap email yang akan keluar harus terlebih dahulu di approve oleh Manager dari user bersangkutan.
Untuk helpdesk, fitur Role Based Authentication Control bisa digunakan untuk empower spesifik user untuk melakukan task yang dimana bisa dilakukan oleh user itu sendiri tanpa harus mencari Administrator terlebih dahulu. Kemudian, pada OWA (Outlook Live), kapabilitas self-service bisa digunakan user untuk melakukan task yang ringan sehingga bisa meminimalisir request sederhana terhadap help desk.
![clip_image001[15] clip_image001[15]](http://wss-id.org/blogs/raymond/clip_image00115_thumb_77B648D9.jpg)
Semua yang saya sebutkan diatas, belum mewakili keseluruhan dari new feature & benefit pada Exchange 2010, karena jika kita drill down satu persatu lagi, ada banyak hal yang bisa dibahas. Pada blog-blog selanjutnya, saya akan coba bahas lebih detail terhadap fitur baru, dan juga saya akan buat whitepaper dan mini e-book sebagai panduan dalam memahami Exchange 2010 ini.
Stay Tuned,
-xrays-