Berbicara tentang infrastruktur TI, salah satu hal yang sekarang dianggap penting adalah Planning mengenai Failover dan Disaster Recovery. Di lingkungan Windows server, kita mengenal sebuah fitur yang disebut Windows Clustering. Lalu bagaimana di level Aplikasi?
Beberapa aplikasi memang support untuk metode clustering berbasis Windows Clustering, contohnya SQL Server. Nah, disini yang akan saya ulas sedikit adalah metode-metode High Availability pada Exchange Server 2007 SP1. O iya, sebelumnya, High Availability itu kalau kita terjemahkan secara gamblang, artinya adalah "Selalu Tersedia", nah Sistem infrastruktur IT pun begitu, ingin "Selalu Tersedia" dikarenakan padatnya lalu lintas informasi di jaman penuh teknologi saat ini. Coba bayangkan di saat ini banyak transaksi, pesan, berita yang secara realtime harus tetap online. 1 detik downtime, bisa berpengaruh sangat besar (coba perhatikan lantai bursa saham :) ).
OK supaya tidak panjang lebar basa-basinya, langsung kita masuk ke topik saja. High Availability pada Exchange 2007 SP1 mempunyai beberapa metode, tergantung pada Role yang bersangkutan. Berikut untuk masing-masing role, metode high availabilitynya adalah:
1. Client Access Role
--> Menggunakan Windows Network Load Balancing
2. Hub Transport Role
--> Dengan cara mendeploy multiple Hub Transport di dalam infrastruktur Mail Server
3. Edge Transport Role
--> Dengan menggunakan metode DNS Round Robin (MX Balance)
4. Unified Messaging Role
--> Dengan menggunakan metode VoIP Gateway Round Robin
5. Mailbox Role
--> Ada 4 metode yang bisa diterapkan yaitu:
* Local Continuous Replication (LCR)
Metode ini diterapkan dalam satu mailbox server yang sama, dimana saat kita mengaktifkan fitur ini, kita akan membuat satu buah backup database mailbox yang merupakan replika secara realtime dari database mailbox yang sedang running (production). Beberapa pertimbangan yang harus diambil jika kita memilih fitur ini adalah : 1 LCR berlaku untuk 1 Storage Group dengan 1 Database, Lalu 1 LCR juga memakan proses memory yang sangat besar.
* Single Copy Cluster (SCC)
Metode ini merupakan metode yang sudah ada sejak Exchange 2003, yaitu dengan memanfaatkan clustering dari Windows serta menggunakan shared storage yang terpisah dari local.
* Cluster Continuous Replication (CCR)
Agak mirip dengan SCC, namun storage tidak di shared melainkan berdiri sendiri-sendiri, namun storage di active cluster akan tetap selalu mereplikasi ke storage di passive cluster sehingga database di passive cluster tetap up to date ketika terjadi failover.
* Standby Continuous Replication (SCR)
Fitur yang ada semenjak SP1 ini menawarkan cluster antar DataCenter. Untuk GeoClustering, sebenarnya CCR bisa diterapkan, namun kendala paling utamanya adalah bandwith yang tersedot sangat besar. SCR diciptakan untuk meminimalisasi masalah itu sehingga bandwith yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
Akhir kata, ini hanya sekedar overview mengenai High Availability. Intinya kalau kita sudah mengetahui metode mana yang cocok diterapkan, selebihnya adalah mendalami metode tersebut serta mengimplementasikannya.
Raymond E.
Technorati Tags:
Exchange 2007 SP1