Rahmat Hidayat

Halo IT Pro dan End User Surabaya Gabung ke WSS-ID

Aplikasi Fungsi Mode dan Frequency dalam Microsoft Excel

Kadang kita mengalami kesulitan dengan bagaimana kita dapat menemukan nilai yang sering muncul dan berapa kali frekwensi nilai yang sering muncul itu tampak. Bayangkan ini apabila terjadi terhadap kita dalam menghitung dalam sebuah table. Ms- Excel memiliki kemampuan untuk memecahkan model soal diatas.

 

Tujuan :

 

Sebagai metode menghitung mode dan frekwensi secara cepat dan tepat data-2 yg ada dalam sebuah tabel, sehingga dapat di pertanggungjawabkan secara logika.

 

Lihat contoh di bawah ini.

 

Pertama buatlah lebih dahulu tabel seperti dibawah ini dalam lembar kerja di Ms. Excel.

 

 

Kalau di lihat sepintas dg contoh tabel di mana hanya terdiri dari 5 item pelajaran dan hanya 10 orang siswa sehingga data keseluruhan hanya ber jumlah 50  angka, maka mudah bagi kita untuk menghitung secara manual, namun bagaimana apabila kondisi tabel diatas ber jumlah 2 kali lipatnya atau lebih tentu agak merepotkan bagi kita karena membutuhkan ketelitian yang tinggi.

 

Kemudian lakukan pencarian nilai yang sering muncul, untuk itu lakukan dg fungsi =mode(batas array) dimana di sini kita menggunakan fungsi dg perintah =mode(c4:g13) diletakan di K2 hasilnya adalah 7, silahkan untuk dibuktikan dg penghitungan manual ingat nanti setelah ini kita akan membuat tabel dg 3 kolom jadi aturlah agar tabel bisa dibaca dg mudah. Lihat dibawah ini dan perhatikan di bagian Formula Bar.

 

Cukup mudah bukan ? nach pastinya apabila kita memasukan data dg benar maka hasilnya pasti akan akurat, ketelitian anda hanya dibutuhkan ketika memasukan batas awal data dan batas akhir data yg akan di olah, selanjutnya biarkan Ms Excel menyelesaikan perhitungannya.

 

Selanjutnya lakukan tahap berikut yaitu menghitung frekwensi

 

Untuk menghitung frekwensi maka anda tdk bisa semudah melakukannya seperti menggunakan fungsi mode. Untuk hal ini anda harus membuat sebuah tabel yang dinamakan dengan Tabel Bantu. Dimana tabel ini memilki 3 kolom, kita urut mulai dari kiri ke kanan.

 

Pertama kolom Interval, kolom ini ber isi nilai-nilai yang mewakili nilai-nilai yang ada dalam tabel pertama, anda masukan saja dari mulai angka 0 (nol) s/d 10 (sepuluh). Padahal kita semua tahu bahwa angka 0 s/d 4 tidak terdapat dalam tabel pertama begitupun angka 10, tapi sekali lagi ini hanya mewakili saja sebagai kolom Interval. Untuk lihat  gambar 3.1 di bawah ini

 

Kedua kolom Frekwensi Interval.  Di kolom ini kita sudah masuk dalam fungsi Frequency dimana ketentuan umumnya adalah =Frequency(batas awal s/d batas akhir data pada tabel pertama,nilai yang dicari) sehingga anda akan lihat mulai dari alamat sel J4 akan terlihat =frequency(c4:g13,i4) hasilnya adalah 0 dg ketentuan dimana untuk value (nilai) batas awal s/d akhir adalah memiliki batasan yg tetap yaitu c4:g13, sedangkan I4 akan berubah mengikuti angka 0 s/d 10 dimana angka 10 adalah alamat sel terakhir yaitu  i14 . Hasilnya tampak pada Gb 3.2

 

Sebelumnya jangan di asumsikan bahwa kolom ini telah menggambarkan hasil akhir sehingga spt angka 9 muncul 50 kali, sekali ini belum selesai, sabaaar.

 

Perhatikan tanda panah di bagian formula bar di atas.

 

Pada kolom Kalkulasi. Nach inilah kolom ke 3 dan kolom terakhir, pada kolom ini akan ada perhitungan dengan mengunakan operasi matematika biasa yaitu  menggunakan pengurangan, sebaiknya nanti gunakan dg alamat sel saja. Perhatikan aturannya yaitu mengurangi nilai sel bawah di kurangi nilai sel atas apabila nilai atas tdk memungkin maka di kurangi dirinya sendiri. Untuk isi dari alamat sel K4 adalah menghitung pengurangan alamat sel =J4-J4 hasilnya adalah 0, kenapa ? Ingat aturan mainnya adalah karena tdk memungkin melakukan perhitungan =J4-J3, karena J3 merupakan judul kolom sehingga harus di kurangi oleh dirinya sendiri. Sedangkan untuk alamat sel K5 maka di isikan  =J5-J4 hasilnya 0 dstnya hingga terakhir adalah =J14-J13, karena memungkin. Lihat di Gambar 3.3 dibawah nanti.

 

Lihat hasilnya dg seksama anda akan mendapatkan bahwa dg metode ini akan terlihat bahwa ternyata angka 5 (dikolom Interval) muncul 2 kali di tabel pertama, angka 6 muncul 16 kali, angka 7 muncul 22 kali merupakan angka yang sering muncul, berarti selain dg fungsi mode telah di buktikan kembali secara kuat  bahwa angka 7 adalah angka yg sering muncul sebanyak 22 kali dst nya sehingga angka 9 adalah angka terakhir yg muncul sebanyak 2 kali, sedangkan angka 10 tdk pernah muncul (alias nol). Buktikan dg perhitungan manual bila anda kurang yakin.


Apa yang bisa dipetik dalam aplikasi ini ternyata dengan metode ini memungkinkan untuk kita mengaplikasikannya untuk event-2 spt untuk menentukan nilai undian dll

Share this post: | | | |
Posted: Jun 25 2007, 07:16 PM by rahmat | with no comments
Filed under:

Comments

No Comments

Leave a Comment

(required) 

(required) 

(optional)

(required)