Minggu kemarin saya, Faisal (Infrastructure Architect MVP), Raymond (Exchange MVP), Ronald (MIC Lead ITB) terlibat dalam sebuah project pembangunan infrastructure IT untuk Latihan Gabungan Tentara Nasional Indonesia. Kita bekerja (bukan bekerja sih, kita menganggap ini main sekalian dapet ilmu) saat long weekend (pokoknya yang ngedrive passion dan semangat untuk membangun bangsa deh). Liat deh om Faisal dan om Raymond dah beberapa hari gak mandi (bau banget).
Secara individu, tentara Nasional kita jauh diatas rata-rata bila dibandingkan dengan Tentara lain, namun bila didukung dengan system infrastruktur IT yang memadai tentu produktivitasnya akan jadi lebih baik.
Sampai saat ini beberapa diantara mereka masih menggunakan free email account (Live, Gmail, Yahoo) dalam berkomunikasi dan beberapa diantaranya menggunakan free messenger account untuk saling bertukar informasi strategis. Sebagai anak bangsa, tentu kita tidak bisa membiarkan semua ini terjadi begitu saja.
Akhirnya kita coba bantu dengan setup Unified Communication dengan DC, Exchange, Mediation, dan OCS on top of Windows Server 2008. Harapannya adalah agar komunikasi dengan HandPhone, Walkie Talky, atau segala media yang sifatnya public bisa dikurangi dalam rangka juga untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas.

Latihan simulasi tahap pertama telah sukses dilaksanakan di Sesko Bandung yang diikuti oleh kurang lebih 220 perwira menengah dan perwira atas dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
Mereka menggunakan Commnicator, Outlook Web Access, dan Live Meeting.
Pengalaman yang sangat menarik bisa menghabiskan waktu kurang lebih satu minggu bersama para tentara, makan dan tidur di barak mereka (jangan tanya masalah mandi, saya pakai baju yang sama selama itu, hahahaha)
Momen yang sangat menarik terjadi pada saat PangKostrad mencoba mengirimkan perintah melalui UC. Terlihat di samping PangKostrad adalah Rene L. Pattidjawarane.
Sebulan sebelum momen ini, saya datang ke Institut Teknologi Bandung untuk menghadiri acara wisuda. Hampir 15 dari 30 orang rekan saya yang diwisuda, memutuskan untuk bekerja di negeri orang, termasuk orang yang saya kasihi! Masalah ini pun pernah diulas oleh Rene L. Pattidjawarane disini.
Bagi saya sendiri, tawaran bekerja di luar memang terkadang cukup menggiurkan. Namun kalo kita tilik lagi, ternyata banyak yang bisa kita lakukan di negeri ini. Klo kita pergi, siapa lagi yang akan membangun bangsa ini.
Semua yang kita lakukan (saya, Pak Rene, Ray, Fai, dan Valens) adalah pure ikhlas demi bangsa dan Negara. Agak melelahkan sih, tapi bisa berbuat sesuatu demi bangsa adalah merupakan sebuah kepuasan yang tidak bisa dinilai dengan uang.
Salam Merdeka,
Narenda Wicaksono
Anak Bangsa