Windows Server 2008 menggunakan model virtualisasi microkernelized dimana satu VM adalah partisi parent sedangkan yang lain adalah partisi child. Sebuah partisi adalah basic unit yang disupport oleh hypervisor. Sebuah partisi dibuat oleh sebuah physical address space dengan satu atau lebih virtual prosesor sehingga kita dapat meng-assign CPU cycles, memory, dan devices ke partisi tersebut. Partisi parent adalah partisi yang membuat dan mengorganisasi partisi child dan partisi ini memiliki virtualization stack yang digunakan oleh partisi child. Partisi parent juga menjadi default owner dari semua hardware resources sehingga bertanggung jawab terhadap misalnya power management, plug and play, loading, dan booting hypervisor. Berikut adalah gambar arsitekturnya:

Windows Server Virtualization hanya mendukung x64 Edition technology dan tidak bisa diinstall di arsitektur x86. Dia butuh hardware processor dengan hardware-assisted virtualization support, jadi cuma processor AMD-V dan Intel VT support. Extension itu memang dibutuhkan karena hypervisor berjalan di luar context ( efektif di ring 1), yang artinya data dan code untuk hypervisor tidak di mapped ke dalam address space guest. Hasilnya, hypervisor di proses di processor untuk mendukung berbagai intercepts. Teknologi ini membutuhkan processor yang support hardware Data Execution Preventation (DEP), dimana Intel punya XD (eXecute Disable) dan AMD punya NX (No eXecute). Windows Server Virtualization nanti akan menjadi roles dari operating system.