Manajemen App-V untuk Korporasi
Lutfie Royan – infokomputer
Application Virtualization (App-V) yang diimplementasikan untuk keperluan bisnis akan memberikan manfaat besar bagi korporasi. App-V dapat menjadi host bagi aplikasi bisnis yang dgunakan oleh korporasi. Aplikasi bisnis akan dijalankan secara virtual dari komputer pengguna. Model App-V akan memberi dampak ketersediaan aplikasi bisnis secara cepat. Bahkan saat pengguna berganti komputer, aplikasi bisnis dapat dengan cepat digunakan tanpa instalasi.
Selain menguntungkan pengguna, ti m teknologi informasi pada perusahaan juga diuntungkan. Semua aplikasi bisnis akan tersentralisasi. Sehingga manajemen aplikasi seperti perbaikan kesalahan program, update aplikasi terbaru, penambahan pengguna dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.
Tim teknologi informasi tidak perlu melakukan instalasi pada masing-masing komputer pengguna. Bayangkan jika komputer pengguna tersebar diseluruh pelosok Indonesia bahkan manca negara. Tentu akan membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Model App-V dapat mengatasi hal tersebut. Jika App-V diterapkan, akan banyak sumber daya yang bisa dihemat.
Secara garis besar keuntungan dan manfaat App-V bagi korporasi adalah :
1. App-V mudah digunakan. Baik pengguna maupun tim teknologi informasi perusahaan dapat dengan mudah mengimplementasikan dan menggunakan App-V. Pengguna cukup mengklik untuk menjalankan aplikasi. Tidak perlu melakukan instalasi dan merestart komputer. Tim TI cukup menyediakan minimal satu server untuk App-V. Semua aplikasi bisnis diinstal pada server tersebut. Komputer pengguna tidak perlu diinstal aplikasi karena semua dijalankan dari server.
2. Manajemen yang fleksibel. Untuk manajemen App-V, telah disediakan fitur untuk mengelola aplikasi yang dipasang pada App-V. Pengguna dapat melakukan update dengan cepat dan mudah. Bahkan bisa diintegrasikan dengan Active Directory. Sebagai salah satu bagian dari teknologi virtualisasi Microsoft, App-V dapat diintegrasikan dengan System Center Configuration Manager (SCCM).
3. Dapat menjalankan dua aplikasi yang berbeda yang diimplementasikan pada satu server.
4. App-V sudah terbukti dan digunakan untuk keperluan bisnis oleh perusahaan diseluruh dunia.
Agus Kurniawan, dosen ilmu komputer sebuah universitas terkemuka di Indonesi a mengatakan, “Implementasi aplikasi menjadi lebih mudah. Cukup terpusat pada sebuah server dan pengguna tinggal mengakses server itu. Jika ada perubahan model bisnis pada aplikasi, cukup dilakukan update pada server”.
Kapan saatnya perusahaan membutuhkan App-V sebagai tulang punggung bisnis ? Apa model App-V yang cocok untuk perusahaan ? Pertanyaan umum yang selalu muncul jika ingin mengimplementasikan App-V.
Seperti diketahui bahwa untuk melakukan implementasi App-V ada dua model. Masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Metode yang paling mendekati kebutuhan perusahaan sebaiknya yang dipilih.
Model implementasi App-V adalah :
- Standalone, model ini tidak membutuhkan infrastruktur yang rumit. Cukup komputer yang dijadikan rujukan klien App-V untuk menjalankan aplikasi. Biasanya digunakan oleh perusahaan dengan jumlah karyawan yang tidak terlalu banyak.
- Streaming Mode, model ini sama seperti standalone, namun ada tambahan server untuk melakukan streaming aplikasi. Cocok digunakan untuk perusahaan yang memiliki cabang dikota lain dan memiliki keterbatasan bandwidth internet.
- Full Infrastructure, model yang mengimplementasikan App-V secara lengkap. Selain ada streaming server juga disediakan management server. Bahkan model ini bisa diintegrasikan dengan System Center Configuration Manager (SCCM) 2007 R2.
Untuk memilih model yang cocok bagi perusahaan, gunakan langkah-langkah sebagai berikut :
Langkah 1: Tentukan tujuan proyek virtualisasi yang akan dicapai
Langkah 2: Tentukan model yang dibutuhkan
Langkah 3: Tentukan berapa banyak model atau ganbungan model yang dibutuhkan
Langkah 4: Tentukan cara pengguna mengakses dan melakukan metode sequencer
Langkah 5: Desain untuk model infrastruktur streaming
Langkah 6: Desain model full infrastructure
Alur data secara lebih lengkap bisa dilihat pada gambar berikut :

Gambar 1. Diagram alur perancangan model App-V.
Model Full Infrastructure
Jika kebutuhan perusahaan sangat komplek dan memiliki puluhan bahkan ratusan komputer yang harus dikelola, model implementasi yang paling cocok adalah Full Infrastructure. Model ini akan memberi kemudahan karena dilengkapi dengan manajemen App-V Server.
Penerapan model full infrastructure dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2. Model full infrastructure
Berdasarkan gambar terlihat model full infrastructure dibangun berdasar komponen sebagai berikut :
- App-V Management Server
- App-V Management System
- App-V Streaming Server
- App-V Client
- App-V Sequencer
Model full infrastructure membutuhkan server untuk manajemen. Ada dua manajemen App-V yang dibutuhkan. Yaitu App-V Management Server dan App-V Management System.
App-V Management Server
App-V Management Server digunakan untuk menyimpan data lisensi, penempatan aplikasi, hak akses pengguna dan integrasi dengan Active Directory. App-V management server inilah yang mengatur dan melayani kebutuhan pengguna saat mengakses aplikasi. Karena posisi strategis yang dimiliki oleh server ini, dibutuhkan koneksi LAN yang cepat dan satu lokasi dengan server database yang digunakan untuk menyimpan data.
App-V Management System
App-V Manajemen System terdiri dari dua bagian, yaitu App-V Management Console dan App-V Management Service. Merupakan web service yang menjadi jembatan komunikasi pada saat proses baca tulis antara MMC dan SQL Server tempat data App-V berada. Web service ini membaca dan menyimpan informasi dan dapat digunakan untuk membentuk laporan aktifitas App-V.
Kebutuhan Perangkat Keras
Agar penggunaan App-V Management Server dan App-V Management System bisa efektif, diperlukan perangkat keras dengan spesifikasi sebagai berikut :
- Minimal Prosesor Intel Pentium 1 Ghz
- Memori 2 GB
- Harddisk minimal 300 GB
Sedangkan untuk perangkat lunak yang digunakan adalah :
- Internet Information Services 7 dengan mengaktifkan ASP.NET
- Microsoft NET Framework 3.5
- Microsoft Management Console 3.0
- Application Server Role diaktifkan
- Mesin menjadi bagian dari domain Active Directory
- MS SQL Server sebagai tempat penyimpanan data.
Sistem Operasi yang digunakan :

Gambar 3. Sistem operasi yang bisa digunakan untuk App-V Management Server
Proses instalasi cukup mudah dilakukan. Secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut :
- Siapkan Web Server dengan melakukan instalasi IIS dan mengaktifkan ASP.NET.
- Konfigurasi database. Bisa dilakukan pada mesin tersendiri atau dijadikan satu dengan App-V Management Server.
- Lakukan instalasi App-V Management Server .
- Pastikan Application Virtualization Management Server Service dalan keadaan aktif pada service manager.
- Buka port yang dibutuhkan oleh App-V.
Berikut adalah tampilan App-V Management

Gambar 4. App-V Management
“Saat ini Microsoft telah meluncurkan Microsoft Application Virtualization 4.6. Manajemen Server yang lebih baik serta terintegrasi dengan Active Directory akan memberi kemudahan bagi korporasi untuk mengimplementasikan App-V sebagai tulang punggung bisnis.”, tutur Bobby Suadi, Windows Business Group Lead, Microsoft Indonesia.
Kesimpulan
Pemilihan model App-V yang akan digunakan oleh perusahaan ditentukan oleh kebutuhan itu sendiri. Jika digunakan untuk kebutuhan yang besar, sebaiknya menggunakan model full infrastructure. Model ini dilengkapi dengan App-V Management Server dan App-V Management System.
Kedua fitur ini berguna untuk mengelola App-V, baik manajemen console maupun untuk keperluan pelaporan seperti aktifitas aplikasi yang digunakan, lisensi dan lain-lain.
Proses instalasi App-V Management ini cukup mudah dilakukan. Petunjuk yang jelas serta fasilitas “wizard” yang informatif akan memberi kemudahan bagi tim teknologi informasi perusahaan.