Lutfie Royan

Antara Semarang dan Jakarta

Penerapan App-V Sequencer Pada Korporasi

lutfie royan – infokomputer

Desain Application Virtualization

Desain adalah hal mutlak yang harus dilakukan untuk membangun solusi berbasis Microsoft Application Virtualization (App-V). Desain yang terbaik bukan berarti harus menginstalasi semua aplikasi atau perangkat keras yang dibutuhhkan oleh App-V. Namun lebih ditujukan pada pemenuhan kebutuhan bisnis dari perusahaan.

Penggunaan desain yang tepat akan berimbas pada pengurangan Total Cost of Ownership (TCO) pada pengadaan infrastruktur teknologi informasi. Hal ini terjadi karena Microsoft App-V melakukan virtualisasi pada level aplikasi. Sehingga server yang didedikasikan untuk sebuah aplikasi, bisa diringkas dan dijadikan satu server atau beberapa server. Disinilah dibutuhkan desain yang sesuai untuk masing-masing organisasi.

Sebagian besar pertanyaan yang menyangkut desain App-v adalah seberapa luas pemahaman tentang arsitektur App-v itu sendiri. Implementasi App-V secara detail tidak bisa dilakukan jika tidak memahami dasar-dasar arsitektur App-V. Contoh, pemahaman tentang komponen yang ada pada App-V dan modul-modul apa saja yang saling berinteraksi atau saling berkaitan. Penggunaan bandwith pada jaringan atau bahkan tentang optimasi App-V client.

Menurut Aprizon, pemegang MVP Virtual Machine dan seorang implementor solusi Microsoft berbasis private cloud mengatakan, “Desain yang tidak tepat akan mengakibatkan implementasi yang cenderung merugikan. Bisa menjadi tidak maksimal atau bahkan bisa menjadi over kill”.

Seperti diketahui, ada beberapa model untuk mengimplementasikan App-V, yaitu :

· App-V Standalone

· App-V Streaming

· App-V Full Infrastructure

App-V Standalone biasanya digunakan untuk sebuah organisasi yang relatif kecil dan tidak membutuhkan aplikasi yang rumit. Hanya komponen utama App-V yang perlu disiapkan. Pada model ini manajemen server tidak dibutuhkan.

App-V Streaming pada dasarnya mirip dengan App-V Standalone. Namun pada model ini ada sebuah perbedaan. Yaitu adanya streaming server. Streaming dalam hal ini adalah pengguna akan mendapatkan aplikasi dari server secara berurutan paket demi paket. Model ini cocok digunakan untuk jika memiliki keterbatasan bandwith dan memiliki banyak cabang dibeberapa kota.

App-V Full Infrastructure Model digunakan jika perusahaan memiliki beberapa cabang, aplikasi yang digunakan beragam serta pengguna yang banyak. Sehingga dibutuhkan manajemen server untuk mengelola app-v tersebut.

Model tersebut dibangun berdasarkan komponen-komponen utama. Yaitu :

- App-V Management Server

- App-V Management System

- App-V Streaming Server

- App-V Client

- App-V Sequencer

App-V Management Server digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi. Misal aplikasi apa saja yang ada, lisensi, pengaturan hak akses dan lain-lain. Tentu saja pada implementasi yang lebih komplek, management server berkaitan dengan active directory.

App-V Management System merupakan management console dan management service. Berupa web service yang menjadi “perantara” antara Microsoft Management Console (MMC) dan SQL Data store.

App-V Streaming Server akan menjadi komponen yang diperlukan jika klien tidak memiliki akses langsung ke management server. Terutama jika klien berada di kantor cabang.

App-V Client adalah komponen yang diinstal pada komputer klien. Komponen ini yang mengatur interaksi antara sistem operasi pada klien dengan App-V Server. Manajemen streaming dan melakukan cache juga dilakukan oleh komponen ini.

App-V Sequencer merupakan komponen yang melakukan konversi aplikasi agar bisa digunakan oleh app-v server dan app-v client. Bisa dikatakan merupakan komponen yang membuat App-V application.

Secara garis besar arsitektur dan komponen App-V bisa digambarkan sebagai berikut:

clip_image002

Gambar 1. Arsitektur dan Komponen Pendukung Microsoft App-V

Jika arsitektur pada gambar 1 diterapkan dengan model full infrastructure, maka hasilnya bisa dilihat pada gambar 2 sebagai berikut :

clip_image004

Gambar 2. Penerapan model App-V Full Infrastructure

Dari semua model yang dapat diimplementasikan, dibutuhkan sebuah komponen utama yang harus selalu ada. Komponen tersebut merupakan salah satu bagian penting untuk membangun solusi Microsoft Application Virtualization. Komponen tersebut adalah App-V Sequencer.

Mengenal App-V Sequencer

Microsoft Application Virtualization (App-V) Sequencer adalah komponen yang digunakan untuk membuat paket aplikasi sehingga bisa digunakan oleh sistem yang menggunakan App-V Client. Desain dan penggunaan App-V Sequencer secara benar akan menjadi kunci sukses bagi implementasi application virtualization secara global.

Dalam bahasa sederhana, aplikasi bisnis atau aplikasi produktivitas seperti MS Office dibungkus dalam satu paket. Kemudian paket ini didistribusikan secara virtual pada komputer yang sudah terinstal App-V Client agent. Komputer tersebut tidak perlu melakukan instalasi. Langsung menjalankan aplikasi yang sudah dipublish oleh server.

Rilis terbaru yang sudah bisa digunakan adalah Microsoft App-V 4.6 SP1 Sequencer. Tentu saja adanya rilis baru selalu menambahkan fitur-fitur baru.

“Fitur-fitur yang dibenamkan pada App-V 4.6 SP1 Sequencer antara lain, Package Accelerator , Setting Templates dan built-in diagnostics. Semua ini didesain agar proses sequencing berjalan lebih cepat dan mudah”, tutur Bobby Suandi, Windows Business Group Lead, Microsoft Indonesia.

Pada Microsoft App-V Sequencer ini aplikasi yang akan dikonsumsi oleh App-V Client disiapkan. Langkah-langkah pembuatan paket dipermudah dengan adanya wizard.

Hasil dari pembuatan paket di App-V Sequencer akan didistribusikan pada SCCM Distribution point, App-V Management Server, App-V Streaming Server atau dalam bentuk MSI yang sudah dipaket ke dalam CD/DVD. Setelah itu pengguna dapat menjalankan paket tersebut sesuai dengan model yang digunakan.

Gambar berikut menjelaskan pendistribusian App-V Sequencer pada arsitektur Microsoft App-V.

clip_image006

Gambar 3. Arsitektur Microsoft App-V Sequencer

Langkah-Langkah Mempersiapkan App-V Sequencer

Bagaimana menyiapkan perangkat App-V Sequencer secara maksimal ? Ada beberapa “best practices” yang bisa dilaksanakan.

Persiapan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak

- Minimum menggunakan Intel Pentium 1 Ghz dengan memory 2 GB dan hard disk 55 GB dengan dua partisi.

- Sistem operasi yang digunakan adalah Windows XP Profesional SP3, Windows Vista (Business, Enterprise atau Ultimate) atau Windows 7 (professional, Enterprise atau Ultimate)

- Sistem operasi tidak boleh diinstal App-V client atau anti virus. Karena bisa menyebabkan paket hasil proses menjadi rusak.

- Sistem operasi sebaiknya disesuaikan dengan aplikasi yang akan dilakukan pemaketan. Jika aplikasi menggunakan Windows XP, maka App-V Sequencer diinstal pada Windows XP.

Instalasi App-V Sequencer

Instalasi yang dilakukan cukup mudah. Cukup mengikuti petunjuk pada Wizard, App-V akan terinstal. Tentu saja setelah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan oleh App-V Sequencer.

Proses Pembuatan Paket

Jalankan App-V Sequencer dan Create a package serta tentukan aplikasi apa saja yang akan diakses melalui App-V Client. Misal : MS Office 2010. Ikuti langkah demi langkah dari wizard yang muncul.

clip_image008

Gambar 4. Layar pembuka App-V Sequencer

Terlampir adalah proses pembuatan paket pada App-V Sequencer yang diambil berdasarkan panduan App-V dari Microsoft.

clip_image010

Gambar 5. Proses Pembuatan Paket Aplikasi

Paket yang sudah jadi akan menghasilkan file sebagai berikut :

- File SFT, merupakan aplikasi asli yang dipaket menjadi satu file.

- File OSD, merupakan pengontrol aplikasi yang dijalankan. Penghubung antara client dan file SFT.

- File SPRJ, digunakan untuk perubahan aplikasi dimasa depan dan untuk diimpor ke Management Server.

- File XML, sebagai manifest atau berisi link file-file yang saling terkait.

- File ICO, merupakan file ikon dari aplikasi.

- File MSI, digunakan untuk model App-V Standalone. Berisi file XML, OSD dan ICO.

Proses Menjalankan Paket Aplikasi

Setelah proses pemaketan, langkah selanjutnya adalah menjalankan paket aplikasi. Proses tersebut secara garis besar dapat dilihat pada gambar berikut.

clip_image011

Gambar 6. Proses Menjalankan Paket Aplikasi.

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai App-V Sequencer. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah masih ada beberapa keterbatasan. Misalkan tidak semua aplikasi bisa dijalankan dengan metode ini. Selain itu butuh kesabaran dan rajin mencari informasi diinternet tentang bagaimana sebaiknya mengkonfigurasi App-V Sequencer.

Lutfie Royan

Share this post: | | | |

Comments

No Comments