March 2009 - Posts
File Server digunakan untuk menyimpan file dan berbagi pakai dengan pengguna di sebuah jaringan. File tersebut bisa diakses secara bersama-sama dan diakses secara remote dari komputer lain.
Role pada File Services terdiri dari services :
· Share and Storage Management
· Distributed File System (DFS)
· File Server Resource Manager (FSRM)
· Services for Network File System (NFS)
· Windows Search Service
· Windows Server 2003 File Services
Fitur tambahan yang bisa digunakan :
· Windows Server Backup
· Storage Manager for SANs
· Failover Clustering
· Multipath I/O
Tampilan instalasi saat mengaktifkan role File Services :

Akhirnya keturutan juga nyoba virtualization di Windows Server 2008 R2. Walau sangat terlambat dibanding “anak-anak Jakarta'” bahkan jika dibandingkan “anak-anak Batam” atau “anak-anak Bandung “ :)
Namun, kita nikmati saja petualangan ber-virtualisasi a la “anak-anak Semarang”. Alon-Alon asal kelakon ndaa…..
Ok berikut adalah screenshot dari Hyper-V Role yang telah terpasang :

Sepertinya saya akan mencoba “memperkosa” ML 110 ini dengan beban bikin AD, DNS, File Sharing, Web Server dan lain-lain di Hyper-V. Walau HW katanya tidak memungkinkan, namun tetap njajal dulu deh.
Target utama yang harus bisa dijalankan pada model virtualization ini adalah terminal services dan hyper-v role.
Si Hyper-V udah ketemu role nya, namun si terminal services ntah ngumpet kemana. Setelah ubek-ubek, ternyata berganti nama dan dimasukan dalam Remote Desktop Services Role.
Mulai hari ini, saya siap instalasi Windows Server 2008 Enterprise Edition yang berumur 120 hari. Dilanjutkan dengan Windows Server 2008 Core dan tentu saja Windows Server 2008 R2.
Masih mikir, enaknya yang jadi AD apa ya ? Windows Server 2003, Windows Server 2008 atau Windows Server 2008 R2.
Berhubung lagi ngoprek Hyper-V, maka perlu ganti kostum ke kaos Hyper-V hehehehehhe
Windows Powershell adalah sebuah alat berbentuk command-line shell dan scripting language yang didesain untuk meng-administrasi sistem server. Windows Poweshell dibangun diatas Microsoft .NET Framework.
Cmdlets adalah tools sederhana dalam Windows Powershell dapat digunakan untuk memanage dan mengotomatisasi server.
Nah apa saja yang berubah pada Windows Powershell pada Windows Server 2008 R2 ?
- New cmdlets. lebih dari 100 cmdlets baru, antara lain Get-Hotfix, Send-MailMessage, Get-ComputerRestorePoint, New-WebServiceProxy, Debug-Process, Add-Computer, Rename-Computer dan Reset-ComputerMachinePassword.
- Remote management. Menjalankan commands pada satu komputer atau ratusan komputers dengan menggunakan single command.
- Windows PowerShell Integrated Scripting Environment (ISE). Windows PowerShell ISE adalah graphical user interface (GUI) untuk Windows PowerShell. Lewat GUI ini bisa dijalankan commands untuk menulis, mengedit, menjalankan, test dan debug scripts di window.
- Background jobs. Pada background jobs, dapat menjalankan commands asynchronously dan "in the background" jadi kita dapat melanjutkan session lainnya.
- Debugger. Windows PowerShell debugger digunakan untuk melakukan debug pada function dan script.
- Modules. Windows PowerShell module digunakan untuk mengorganisasikan Windows PowerShell script dan function pada suatu package.
- Transactions.
- Events.
- Advanced functions.
- Script internationalization.
- Online Help.
Cmdlets apa saja yang disediakan oleh Windows Server 2008 R2 ?
Mari kita explore lebih dalam :)
Windows Server Backup adalah fitur pada Windows Server 2008 R2 yang merupakan alat untuk melakukan backup dan restore server yang terinstal. Tools ini menggantikan aplikasi NTBackup.exe pada versi sebelumnya.
Windows Server Backup bisa dijalankan melalui Microsoft Management Console (MMC) Snap-in maupun via command tools (prompt kelap-kelip).
Berikut tampilan Windows Backup :
Informasi lengkap tentang fitur ini bisa didapatkan di :
For technical information, http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=93236
For information about the Wbadmin command, http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=93131
For more information about Windows PowerShell commands (cmdlets) for Windows Server Backup, http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=93317
For more in-depth troubleshooting information, http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=93294
Nama Windows Server 2008 R2 sepertinya “meniru” dari kakak sebelumnya, Windows Server 2003 R2. Ditengarai dihadirkan untuk mendukung penuh sistem operasi terbaru dari Windows 7. Kira-kira jalan panjang apa yang akan ditempuh ? Berikut adalah roadmap Windows Server 2008 R2 yang saat ini masih Beta :
Apa sih beda dengan Windows Server 2008 ? Berikut adalah beberapa peningkatan kemampuan yang ditawarkan. Ingat, bisa jadi bertambah atau berubah sampai benar-benar release.
Jadi ada lima komponen utama yang membawa angin perubahan.
- Virtualization
- Management
- Web
- Scalability and Reliability
- Better Together With Windows 7
Jadi ada bedanya dengan Windows Server 2008 engga ? Ya… beda pada peningkatan dan penambahan fitur. Semakin diperbaiki dan dilengkapi dan mendukung penuh Windows 7 :)
Server Manager di Windows Server 2008 R2 menggantikan manajemen console Configure Your Server dan Manage Your Server. Tentu saja hal ini akan mempermudah admin dalam mengelola server berbasis Windows Server 2008 R2.
Pada server manager ini kita bisa mengatur role dan feature yang akan dipasang pada server.
Apa itu Role ?
Bahasa gampangnya adalah sebuah software yang diinstal dan dikonfigurasi pada server untuk menjalankan fungsi yang spesifik dan menangani multi user atau komputer dalam sebuah network. Misal role sebagai DNS atau Remote Desktop Services.
Apa itu Role Services ?
Software yang merupakan pendukung atau penambah fungsionalitas suatu role. DNS tidak mempunyai role services karena hanya mempunyai satu fungsi. Remote Desktop Services mempunya beberapa role services yang bisa ditambahkan atau dikurangi sesuai kebutuhan.
Apa itu Feature ?
Sebuah software yang bukan merupakan bagian langsung sebuah role. Namun software tersebut dapat menjadi pendukung satu atau beberapa role. Misal Failover Clustering bisa digunakan untuk mendukung role File Services dan DHCP.
Semoga bisa dipahami :)
Setelah kedatangan server ML 110 G5 (walau kelas UKM), hati ini merasa senang. Karena saya bisa install Windows Server 2008 R2 Beta di mesin itu.
Saya merencakan uji coba server ini dalam beberapa tahap :
- Tahap Menikmati GUI (tentu saja yang diinstall Windows Server secara full GUI)
- Tahap Menikmati Virtualization.
- Tahap menikmati Windows Server Core
Ada yang mengatakan GUI itu tidak perlu bagi server, yang dibutuhkan adalah robust, stability dan lain-lain. Jelas itu merupakan hal yang utama, namun tidak ada salahnya kalo selain memenuhi kriteria sebagai server yang tangguh, kita bisa juga menikmati GUI yang nyaman dan enak diklik.
Baiklah untuk tahap awal ini, kita lihat aja gambar-gambar narsis dari Windows Server 2008 R2 Beta :
Gbr 1. Tampilan bersih dengan 3 icon penting di Task Bar
Gbr 2. Aplikasi yang sudah ber-ribbon dan IE 8 Beta
Gbr 3. Tinggal pilih..command prompt atau klak-klik-kluk
Gbr 4. Tampilan Menu
Gbr 5. Ini yang masih bikin bingung, emang admin butuh naruh music dan video di folder ini ?
Itulah gambaran Windows Server 2008 R2 Beta. Semoga bisa menjadi server yang lebih baik lagi saat di release.