Memahami Strategi Microsoft Virtualization
Saat ini sedang menikmati Windows Server 2008 Hyper-V Unleashed sambil ditemani secangkir kopi instan. Buku ini baru saya baca dibagian overview. Hmm ada bagian menarik tentang strategi Microsoft Virtualization. Apa saja itu ?
Berikut ringkasannya :
Semua ini bermula ketika MS mulai masuk ke pasar dunia virtualization. Berhadapan dengan pesaing yang sudah lama ada. Tentu saja masa-masa awal itu, Virtualization di platform Windows belum "berbunyi".
Kapan Microsoft mulai masuk ke bisnis ini ? Semua ini bermula ketika MS mengakuisisi sebuah perusahaan bernama Connectix di tahun 2003. Produk dari perusahaan ini adalah Virtual PC yang berjalan diatas windows system atau Macintosh. Saat itu Virtual PC hanya digunakan sebagai tempat test untuk development aplikasi ataupun sistem operasi. Selain itu paling hanya digunakan untuk demo-demo an.
Kemudian Microsoft mulai lebih serius didunia virtualization ini dengan meluncurkan MS Virtual PC 2007. Pada model ini Windows XP dan Windows Vista bisa diinstall Windows Server sebagai virtual guest. Bahkan bisa diinstall sistem operasi non-windows. Pada periode ini juga saya selalu gagal menginstall UBuntu di MS VPC 2007 :)
Saat diakuisisi, Connectix sedang mengembangkan Virtual Server yang bisa dihost pada Windows Server 2003. Ini tak lain dan tak bukan karena kemampuan dari Windows Server 2003 dalam mengelola RAM dan processor yang lebih baik. Saat itu kemudian hadirlah MS Virtual Server 2005.
Perkembangan hardware yang begitu pesat, memaksa diluncurkannya MS Virtual Server 2005 R2. Dengan segala tambahan kemampuan yang mendukung perkembangan hardware seperti jalan di 64 bit, mendukung AMD-V (processor yang didayagunakan untuk mendukung teknologi vistualisasi), iSCSI support dan lain-lain.
Saat Windows Server 2008 mulai dijual, Microsoft mulai memasang core technology yang dikenal dengan istilah Hypervisor. Core teknologi ini memungkinkan sebagai layer antara host sistem operasi dengan dan guest sistem operasi lainnya. Oleh MS teknologi ini diberi nama Hyper-V.
Biar lebih jelas, coba lihat gambar dari dari blog Mas Naren :
Hmm menarik bukan ? Akankah Hyper-V ini bisa bersaing dengan teknologi virtualization lain yang sudah mapan seperti VMWare dan XenServer ? Hanya waktulah yang akan menjawab.
Saya benar-benar tertarik untuk membaca buku ini lebih jauh dan semoga bisa segera mencoba. Terutama untuk mencoba, mungkinkah File Server di-virtualization-kan ?
Kata mas X-Rays, kagak asik kalo engga ngambil screenshot dari mesin sendiri :)