November 2008 - Posts
Selasa dan Rabu adalah hari-hari penuh refreshing. Setelah kehabisan jatah cuti (udah minus), akhirnya dapat juga kesempatan jalan-jalan ke Jakarta. Bahasa resminya sih mengikuti basic training SCM di salah satu customer pabrik.
Ndilalah pas mampir ke MS untuk"urusan" tertentu, ketemu langsung ama petinggi WSS-ID, Mas Naren. Juga ketemu bu Fit yang eheemmm.....
Ndilalah juga, mas Naren nawarin ikut acara tentang virtualization. Acara yang dibawakan oleh mas adrian dan mas naren berlangsung menarik. Membahas tentang virtualzation dari sisi non teknis sampai teknis. Sangat membantu untuk membuat saya semakin memahami Virtualization.
Dioleh-olehi segepok brosur tentang virtualization dan kaos tentu saja serta jamuan makan yang yahudd terutama soto lamongannya :)
Hmm terima kasih deh udah diundang acara yang menarik dan disuguhi jamuan yang menggiurkan.
Sekian OOT hari ini :)
Masih belajar Virtualization, walau belum punya mesin untuk mencoba, namun engga ada salahnya kalo saya share dari apa yang saya baca tentang Virtualization. Silahkan dinikmati dengan pikiran terbuka :)
Jika ingin menerapkan virtualization, salah satu faktor yang cukup penting diperhatikan adalah mampu engga si mesin "menerima" beban kerja dan sanggup engga si mesin "jalan terus" menjalankan mission critical application ?
Mengapa demikina ? Karena virtualization adalah salah satu solusi yang benar-benar akan "memeras" kemampuan mesin sampai maksimal. Sehingga dibutuhkan mesin yang scalability nya tinggi dan availability nya mantab. Hmm solusi apa yang cocok untuk mengimplementasikan server yang memiliki scalability dan availability yang tinggi ?
Pada Windows 2008 ada istilah Network Load Balancing dan Failover Clustering. Network Load Balancing (NLB) ditujukan untuk mendistribusikan TCP/IP request pada multiple system. Dilakukan untuk meng-optimasi resource pada server dan menurunkan waktu proses. Failover clustering membantu kita untuk memastikan bahwa mission critical application kita berjalan dan tersedia sepanjang kita membutuhkan.
Apa itu scalability dan availability ?
Scalability digunakan untuk membantu mengukur kemampuan suatu mesin dalam menghandle kenaikan load kerja server. Ada dua jenis :
- Scale Up : Menggunakan satu server dan menambahkan processor atau memory untuk menaikan performance server.
- Scale Out : Menambah kemampuan kapasitas dengan menambah mesin baru
Availability adalah ketersediaan mesin untuk selalu menyala. Jadi availability yang tinggi berarti mempunyai nilai minimal downtime. Untuk memiliki availability, salah satu cara adalah mengimplementasikan mekanisme fault tolerance.
Makan dulu ahhh.....
Banyak istilah yang perlu dipahami pada virtualization ini. Nah berikut adalah istilah-istilah yang umum dan biasa terdengar :
Hypervisor :
Sebuah platform virtualisasi yang dapat menjalankan beberapa sistem operasi sekaligus dalam satu komputer. Dikenal juga dengan istilah Virtual Machine Monitor
Hosted Hypervisor :
Software virtualisasi yang jalan di dalam host sistem operasi dimana si virtual mesin berjalan. Contoh : Microsoft Virtual PC dan Server, VMWare Server atau VMWare Workstation.
Bare Metal Hypervisor :
Platform virtualisasi yang jalan langsung berhubungan dengan hardware tanpa membutuhkan sistem operasi diatasnya. Contoh : Hyper-V, ESX Server dan Citrix XenServer
Virtual Machine :
Implementasi software yang menampilan seolah-olah mesin itu merupakan physical machine (duh angel banget istilahnya).
Host Operating System :
Merupakan "base operating system" yang diinstal pada komputer. Ini secara fisik terinstalnya. Nah diatas host ini bisa dipasang guest operating system yang terinstall pada virtual machine.
Guest atau Child Operating System :
Sistem operasi yang diinstall dalam virtual machine
Virtual Hard Disk :
Format file yang dipakai oleh Microsoft untuk menaruh data dari virtual machine (guest ataupun child)
Selain Hyper-V yang merupakan Server Virtualization, ternyata masih ada beberapa keluarga virtualization lainnya dalam keluarga besar virtualization di MS.
Sebut saja :
Presentation Virtualization : Kita kenal dan sering pakai mungkin. Yaitu Terminal Services (Citrix dkk)
Desktop Virtualization : Virtual PC
Storage Virtualization : ada Data Protection Manager dan Windows Storage Server
Application Virtualization : Microsoft Application Virtualization (utk developer kayaknya)
Hmmm semoga mesin baru bisa digunakan untuk explore hal-hal diatas. Terutama Windows Storage Server. Tak sabar rasanya untuk mencoba install Windows Storage Server dan melihat isinya.
Saat ini sedang menikmati Windows Server 2008 Hyper-V Unleashed sambil ditemani secangkir kopi instan. Buku ini baru saya baca dibagian overview. Hmm ada bagian menarik tentang strategi Microsoft Virtualization. Apa saja itu ?
Berikut ringkasannya :
Semua ini bermula ketika MS mulai masuk ke pasar dunia virtualization. Berhadapan dengan pesaing yang sudah lama ada. Tentu saja masa-masa awal itu, Virtualization di platform Windows belum "berbunyi".
Kapan Microsoft mulai masuk ke bisnis ini ? Semua ini bermula ketika MS mengakuisisi sebuah perusahaan bernama Connectix di tahun 2003. Produk dari perusahaan ini adalah Virtual PC yang berjalan diatas windows system atau Macintosh. Saat itu Virtual PC hanya digunakan sebagai tempat test untuk development aplikasi ataupun sistem operasi. Selain itu paling hanya digunakan untuk demo-demo an.
Kemudian Microsoft mulai lebih serius didunia virtualization ini dengan meluncurkan MS Virtual PC 2007. Pada model ini Windows XP dan Windows Vista bisa diinstall Windows Server sebagai virtual guest. Bahkan bisa diinstall sistem operasi non-windows. Pada periode ini juga saya selalu gagal menginstall UBuntu di MS VPC 2007 :)
Saat diakuisisi, Connectix sedang mengembangkan Virtual Server yang bisa dihost pada Windows Server 2003. Ini tak lain dan tak bukan karena kemampuan dari Windows Server 2003 dalam mengelola RAM dan processor yang lebih baik. Saat itu kemudian hadirlah MS Virtual Server 2005.
Perkembangan hardware yang begitu pesat, memaksa diluncurkannya MS Virtual Server 2005 R2. Dengan segala tambahan kemampuan yang mendukung perkembangan hardware seperti jalan di 64 bit, mendukung AMD-V (processor yang didayagunakan untuk mendukung teknologi vistualisasi), iSCSI support dan lain-lain.
Saat Windows Server 2008 mulai dijual, Microsoft mulai memasang core technology yang dikenal dengan istilah Hypervisor. Core teknologi ini memungkinkan sebagai layer antara host sistem operasi dengan dan guest sistem operasi lainnya. Oleh MS teknologi ini diberi nama Hyper-V.
Biar lebih jelas, coba lihat gambar dari dari blog Mas Naren :
Hmm menarik bukan ? Akankah Hyper-V ini bisa bersaing dengan teknologi virtualization lain yang sudah mapan seperti VMWare dan XenServer ? Hanya waktulah yang akan menjawab.
Saya benar-benar tertarik untuk membaca buku ini lebih jauh dan semoga bisa segera mencoba. Terutama untuk mencoba, mungkinkah File Server di-virtualization-kan ?
Kata mas X-Rays, kagak asik kalo engga ngambil screenshot dari mesin sendiri :)