Mana yang kau pilih ? Madu atau Racun
Alangkah baiknya dalam memilih suatu hardware, dipertimbangkan masak-masak. Baik dari segi harga hardware itu sendiri maupun implementasinya dilapangan. Bisa jadi saat diimplementasikan dilapangan, bukannya malah menghemat tapi malah keblondrok (gaya semarangan:rugi besar). Bahkan malah menghambat pekerjaan user lain.
Suatu contoh dari perusahaan antah berantah :
Perusahaan membutuhkan puluhan PC untuk pekerjaan user. Kemudian datang vendor yang menawarkan solusi murah dengan model a la "Terminal Server". Jadi user cukup beli alat dan alat itu akan connect ke server dan menjalankan mesin secara virtual di server yang menjadi host. Sekilas solusi ini cukup murah dan meriah. Dalam arti, user tidak membutuhkan PC. Cukup alat itu dan Monitor plus Keyboard. Istilah kerennya sih Windows Over IP (katanya) hehehehe....
Mari kita urai satu per satu masalah yang mungkin timbul :
- Butuh spesifikasi hardware yang cukup tinggi untuk server (bohong kalo spek engga perlu tinggi-tinggi). Kecuali kalo engga pake windows hehehehe
- Kalau jalan di LAN yang banyak user dan ber-domain, akan lambrettaa. Bahkan perlu pake dua network card untuk mengurangi "kemacetan" dalam domain
- Jika sudah begitu, pengaturan hak akses menjadi ribet
- Jika server bermasalah, maka masalah pulalah semua client yang connect. Berarti masalah pulalah bagi orang IT karena bisnis jadi mandeg
- Jika alat itu terdiri dari beberapa merk dan tipe, maka musibahlah. Karena banyak yang tidak compatible
- Siap-siaplah menghadapi kerumitan dalam urusan print nge-print
- Soal Lisensi nya bagaimana ? Sepertinya MS sudah jelas mengatakan lisensi tetap dihitung berdasarkan jumlah client yang connect ke server itu. Jadi jika ada 3 client yang connect, maka butuh 3 lisensi untuk windows xp (jika menggunakan win xp sebagai host).
- dan lain-lain
Jadi kesimpulannya :
- Alat semacam itu hanya cocok untuk home networking atau small office yang cuma membutuhkan file sharing doang
- Biaya yang dikeluarkan plus maintenance ternyata tidak significant lebih murah jika dibandingkan PC biasa
- Amati dan perhatikan pola kerja user. Apakah cocok menggunakan alat itu atau engga. Jika user intensif melakukan entry data kedalam aplikasi bisnis, sebaiknya jangan menggunakan alat itu.
- Alat itu cocok jika pemakaian aplikasi oleh user seragam. Misal hanya menggunakan aplikasi MS Office saja. Jika masing-masing user menggunakan aplikasi tersendiri maka repot datang menjelang hehehehe...
Bisa jadi apa yang saya tulis tidak sama dengan apa yang Anda alami. Jika Anda merasa, alat itu sangat bagus dan berguna sekali, boleh lah kirim tips dan tricknya ke alamat email saya lutfie dot royan at gmail dot com. Saya dengan senang hati akan menerimanya.