January 2008 - Posts
Seorang user tidak menggunakan user name untuk login ke domain controller. Dia menggunakan user local dari komputernya. Hal ini mengakibatkan user tidak mendapatkan mapping folder dari login script domain. Akibatnya sang user mencoba mapping folder sharing dengan cara manual dari explorer.
Pada saat mapping, tampil layar untuk mengisi user name domain dan password. Secara "tidak sengaja" seorang personel IT menuliskan user name administrator dan passwordnya. Tidak lupa dia mencentang reconnect at logon. Mapping sudah terbentuk dan user dapat melakukan browsing ke folder yang disharing.
Namun apa akibatnya ? karena "keteledoran" memberikan user administrator saat membuat mapping, sang user dapat dengan seenaknya membrowse folder-folder yang bukan haknya. Kenapa ? Jelas....saat mapping, hak user adalah sebagai administrator. Maka habislah diobok-obok tuh folder gaji dan lain-lain hehehehe....
Moral cerita :
- Pastikan selalu user melakukan login ke domain secara benar
- Janganlah melakukan mapping manual, lebih baik buatlah login script
- Jangan asal isi user name atau password pada saat butuh verifikasi tertentu
Tadi pagi ada komputer user yang tidak sempurna saat join domain ke windows server. Akibatnya dia tidak bisa connect dan memanfaatkan login script yang dibuat.
Berikut adalah langkah sederhana untuk join domain. Join domain di windows memerlukan langkah demi langkah yang harus dipatuhi :
Skenario :
Jika ingin join domain untuk menggantikan komputer lama dengan komputer baru dengan model :
- Nama komputer dan IP yang sama
- Nama komputer berbeda dan IP sama
- Nama komputer sama dan IP berbeda
- Disjoin komputer lama dari domain
- Masukkan IP DNS Server ke Network Properties komputer baru
- Join domain bagi komputer baru
- Cek dengan cara login ke domain, lihat script folder sharing dan browse My Network Places. Jika lancar...selamat anda telah join domain
Jika hal itu tidak dilakukan dengan benar, maka join domain tidak berjalan sempurna. Efeknya antara lain, mapping ke folder sharing berjalan tidak sempurna dan lain-lain
Jika join domain dengan nama dan ip komputer yang berbeda, maka tidak perlu melakukan hal-hal diatas.
Remote seolah menjadi makanan wajib bagi administrator maupun technical support. Remote sangat diperlukan untuk mempermudah pekerjaan. Jadi sang admin maupun tech support tidak perlu "berjalan-jalan" menuju komputer client yang bermasalah.
Namun untuk melakukan remote, kita perlu melakukan "kulonuwun" alias permisi dulu ke client. Sebab jika tidak, sebagian besar client tidak rela kalo PC nya di remote tanpa permisi. Ini juga merupakan tantangan bagi admin dan tech support untuk tidak meremote sembarangan PC tanpa permisi. Jika terjadi begitu, siap-siaplah menuai protes.
Nah bagaimana kita menerapkan kebijakan remote yang win-win solution ?
Alat untuk melakukan remote cukup banyak. Bahkan MS sudah menyediakan built-in tools untuk meremote server maupun workstation berbasis windows xp. Namun saya paling *** untuk melakukan remote dengan menggunakan RAdmin. Paling sip menurut saya hehehehe...
Dengan RAdmin, kita bisa mengatur remote secara silent maupun terang-terangan. Bisa mengirim file langsung ke PC client. Bisa menjalankan service di PC secara diam-diam dan banyak lagi. Itu keuntungan dari sisi admin. Bagaimana pengaturan dari sisi client ?
Client bisa berperan aktif untuk menentukan siapa saja yang boleh meremote. Bisa mencatat siapa saja yang meremote. Bahkan bisa menentukan boleh engga si admin meremote saat ini.
Dengan model diatas, maka akan ada win-win solution antara admin/tech support dan client. Jika anda menggunakan RAdmin, pengaturan hal seperti diatas bisa dilakukan dari command promt dengan cara :
c:\>r_server /setup
Alangkah baiknya dalam memilih suatu hardware, dipertimbangkan masak-masak. Baik dari segi harga hardware itu sendiri maupun implementasinya dilapangan. Bisa jadi saat diimplementasikan dilapangan, bukannya malah menghemat tapi malah keblondrok (gaya semarangan:rugi besar). Bahkan malah menghambat pekerjaan user lain.
Suatu contoh dari perusahaan antah berantah :
Perusahaan membutuhkan puluhan PC untuk pekerjaan user. Kemudian datang vendor yang menawarkan solusi murah dengan model a la "Terminal Server". Jadi user cukup beli alat dan alat itu akan connect ke server dan menjalankan mesin secara virtual di server yang menjadi host. Sekilas solusi ini cukup murah dan meriah. Dalam arti, user tidak membutuhkan PC. Cukup alat itu dan Monitor plus Keyboard. Istilah kerennya sih Windows Over IP (katanya) hehehehe....
Mari kita urai satu per satu masalah yang mungkin timbul :
- Butuh spesifikasi hardware yang cukup tinggi untuk server (bohong kalo spek engga perlu tinggi-tinggi). Kecuali kalo engga pake windows hehehehe
- Kalau jalan di LAN yang banyak user dan ber-domain, akan lambrettaa. Bahkan perlu pake dua network card untuk mengurangi "kemacetan" dalam domain
- Jika sudah begitu, pengaturan hak akses menjadi ribet
- Jika server bermasalah, maka masalah pulalah semua client yang connect. Berarti masalah pulalah bagi orang IT karena bisnis jadi mandeg
- Jika alat itu terdiri dari beberapa merk dan tipe, maka musibahlah. Karena banyak yang tidak compatible
- Siap-siaplah menghadapi kerumitan dalam urusan print nge-print
- Soal Lisensi nya bagaimana ? Sepertinya MS sudah jelas mengatakan lisensi tetap dihitung berdasarkan jumlah client yang connect ke server itu. Jadi jika ada 3 client yang connect, maka butuh 3 lisensi untuk windows xp (jika menggunakan win xp sebagai host).
- dan lain-lain
Jadi kesimpulannya :
- Alat semacam itu hanya cocok untuk home networking atau small office yang cuma membutuhkan file sharing doang
- Biaya yang dikeluarkan plus maintenance ternyata tidak significant lebih murah jika dibandingkan PC biasa
- Amati dan perhatikan pola kerja user. Apakah cocok menggunakan alat itu atau engga. Jika user intensif melakukan entry data kedalam aplikasi bisnis, sebaiknya jangan menggunakan alat itu.
- Alat itu cocok jika pemakaian aplikasi oleh user seragam. Misal hanya menggunakan aplikasi MS Office saja. Jika masing-masing user menggunakan aplikasi tersendiri maka repot datang menjelang hehehehe...
Bisa jadi apa yang saya tulis tidak sama dengan apa yang Anda alami. Jika Anda merasa, alat itu sangat bagus dan berguna sekali, boleh lah kirim tips dan tricknya ke alamat email saya lutfie dot royan at gmail dot com. Saya dengan senang hati akan menerimanya.
Lagi iseng nyoba Photoshop CS3 yang baru dibeli kantor. Saya memang bukan graphics designer, namun kadang-kadang saya pengen tampilan wallpaper buatan sendiri. Akhirnya, saya buat wallpaper dalam rangka menyambut era 2008. Selamat datang Windows 2008 Server, MS SQL Server 2008 dan Visual Studio 2008 :)
Jika Anda berminat dengan wallpaper tersebut, silahkan download di sini
Tadi malam sehabis instal Windows Server 2008 Full dan Windows Server 2008 Core di VPC, saya iseng menggunakan MS Office 2007 hadiah dari om dondy. Barang ini engga pernah kesentuh babar blass. Saya terpaksa mulai menggunakan gara-gara mau bantu Om Agus AK mewujudkan impian tentang project Otak yang pengen nge-windows server 2008.
Rada gaptek juga saya saat mulai ngetik dan main klak klik si office 2007. Namun dengan semangat nekat, mulai deh pake. Rada nyaman juga dengan beberapa fasiltas dan fitur yang ada. Dan bencana pun tiba...
Tulisan untuk om Agus hanya berhasil diselesaikan satu paragraf doang. Malah saya terjebak keasyikan maen office 2007. Bahkan untuk uji coba, saya malah mencoba nulis ebook format pdf tentang Windows Server 2008 Core. Ya sutralah... masih ada malam-malam berikutnya untuk menyelesaikan proyek om Agus AK.
Mudah-mudahan kedua "kerjaan" itu bisa diselesaikan tepat waktu :)