in

WSS-ID Community

Indonesian IT-Pro Community discussing almost anything about Windows Server System.

Leonardo

Teknologi Virtualisasi

Untuk memahami teknologi virtualisasi atau yang umum disebut virtual machine, sebelumnya mari kita bahas devinisi dari Virtual Machine.


Virtual machine menurut glossary Microsoft artinya :


Essentially a computer within a computer, implemented in software. A virtual machine emulates a complete hardware system, from processor to network card, in a self-contained, isolated software environment, enabling the simultaneous operation of otherwise incompatible operating systems. Each operating system runs in its own isolated software partition.

Secara sederhana adalah computer didalam computer, yang di implementasi kan oleh software. Sebuah virtual machine mengemulasikan keseluruhan system hardware, mulai dari processor sampai network card, memungkinkan operating system  yang berbeda untuk berjalan secara simultan. Setiap operating system berada pada partisi software yang berbeda secara independent.


Perkembangan virtualisasi


60-70an

Dimulai pada  pertengahan  1960an saat IBM mengembangkan CP-40 (versi pertama dari CP/CMS) yang mulai digunakan kalangan industry pada  January 1967. Tahun 70an menandakan era penggunaan mainframe. Dimana mainframe  dibuat menjadi beberapa partisi virtual machine untuk memungkinkan dijalankannya multitasking. Dengan mahalnya biaya yang diperlukan untuk mainframe, virtualisasi dimaksudkan untuk memberikan hasil maksimal pada investasi yang telah dikeluarkan.


80-90an

Pada tahun 1985 Lotus Coputing Corporation berkerja-sama dengan AT&T mengeluarkan Intel 80286 sebuah virtual machine monitor. Era 90 terjadi pergeseran trend yang cukup signifikan dimana para pengguna computer (khususnya perusahaan yang sedang berkembang)  lebih memilih server secara ter-distribusi daripada menjalankan virtualisasi di mainframe, tentunya ini dilakukan dengan pertimbangan biaya ditambah makin tersedianya computer dengan harga yang lebih terjangkau. Tetapi teknologi virtual tetap dikembangkan, ini dibuktikan dengan diluncurkannya VMware pada tahun 1999. Pada era ini juga lah desktop dan server x86 mengukuhkan posisinya sebagai standart server di dunia industry.


2000an

Juni 2001 Connectix mengeluarkan versi pertama dari Virtual PC untuk windows, diikuti VMWare meluncurkan produk virtualisasi untuk server x86 sebulan sesudahnya (juli). Pada Februari 2003 microsoft meluncurkan salah satu produk virtualisasinya: Microsoft virtual server. Dan  November 2003 Microsoft melakukan gebrakan dengan meluncurkan Microsoft Virtual PC, dimana telah menggunakan teknologi virtualisasi di level mesin.


2008

Microsoft meluncurkan Hyper-V codenamed Viridian, teknologi virtualisasi berbasis system x64. Sedangkan bulan April VMWare mengeluarkan VMWare Workstation 6.5 beta

Virtual Machine Server VS Distributed Server

Virtual Machine:

- Optimalisasi biaya:
Dengan virtual server maka jumlah server yang digunakan pun dapat dikurangi, ini akan berpengaruh pada jumlah  ruangan, daya listrik dan pendinginan.

- Optimalisasi Infrastruktur:
Dengan virtualisasi kita dapat memaximalkan kinerja server, dengan demikian hasil dari investasi pun menjadi maximal.

- Flexibilitas dalam maintanace:
Dengan virtualisasi akan memudahkan para admin untuk melakukan maintenance infrastruktur server,ini  berdampak pada waktu yang dibutuhkan untuk maintenance.

- Flexibilitas dalam Downtime Server:
Dengan teknologi Hyper-v, error atau down nya salah satu virtual server tidak berdampak pada virtual server yang lain.  Namun untuk teknologi sebelumnya apabila tejadi error pada Host OS maka akan berdampak pada pada guest OS nya.


Distributed Server:

- Meningkatnya biaya infrastruktur:
Banyaknya jumlah server yang digunakan dalam distributed server berpengaruh juga pada biaya yang harus disediakan.

-Server tidak digunakan secara optimal:
Dengan dijalankan nya satu aplikasi per server, besar kemungkin server akan  tidak gunakan secara maximal.

- Tingginya biaya maintance:
Biaya yang dikeluarkan untuk maintanace pun akan berlipat berdasarkan jumlah server.

- Server independent:
Dengan terdistribusi nya server maka downtime salah satu server tidak akan berpengaruh pada server yang lain.
 

Share this post: | | | |

Comments

No Comments
Copyright © WSS-ID, 2006. All rights reserved.
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems