kunto h baiquni

independent it consultant

Disclaimer:
All postings are provided "AS IS" with no warranties, and confer no rights.
This weblog does not represent the thoughts, intentions, plans or strategies of Microsoft.
Because a weblog is intended to provide a semi-permanent point-in-time snapshot,
therefor you should not consider outdated posts to reflect current thoughts and opinions. 

November 2010 - Posts

Installing Lync Server 2010 - Part 1

Installing Lync Server 2010 - Part 3

Installing Lync Server 2010 - Part 4

Melanjutkan Blog post sebelumnya yang sudah menjelaskan 2 tahap awal dari instalasi, marilah kita lanjutkan dengan membuat topologi dan menerbitkan topologi sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan deployment Standard Edition Server.

3. Membuat dan menerbitkan topologi:

Setelah logon sebagai DOMAIN\Administrator ke dalam Standard Edition Server (LYNC2010), mulailah dengan melakukan instalasi Topology Builder seperti pada screenshots berikut ini.

Setelah instalasi Topology Builder selesai, lanjutkan dengan melakukan persiapan Standard Edition Server, tahap ini hanya diperlukan supaya Central Management Store terinstal pada Standard Edition Server, sehingga Central Management Service dapat diakses, seperti pada screenshots berikutnya.

Kemudian kita teruskan dengan membuat topologi dengan bantuan Topology Builder seperti pada screenshots berikutnya dan informasi yang diambil dari tabel yang berada di Blog post sebelumnya.

Setelah membuat dan menyimpan berkas topologi seperti di atas, teruskan dengan melakukan perubahan pada topologi untuk mengakomodasi URL dari Central Management Service dengan bantuan Topology Builder dan screenshots yang berikut ini.

Setelah memasukkan URL dari Central Management Service ke dalam topologi, kemudian kita lanjutkan dengan menerbitkan topologi tentunya dengan bantuan Topology Builder dan screenshots berikut ini.

Dengan demikian selesailah sudah seluruh tahap persiapan kita. Bersambung ke Part 3 dengan Deployment dan Validasi dari sebuah Standard Edition Server.

Share this post: | | | |

Senin dan Selasa, 22 dan 23 November 2010, Microsoft Indonesia mengadakan sebuah Advanced Workshop dengan tema Dynamic Data Center, adalah teknologi paling mutakhir dari Microsoft untuk mendukung segala aspek yang diperlukan oleh sebuah Data Center moderen.

Dalam 2 hari tersebut, 26 peserta telah melakukan 5 hands-on lab yang sangat lengkap dengan satu tujuan, yaitu membangun sebuah Data Center yang dinamis, efisien, hemat enerji, murah, aman, dan mudah dioperasikan.

Terima kasih kepada 26 peserta yang telah memberikan komitmennya untuk mengikuti Workshop selama 2 hari berturut-turut dan kepada Microsoft Indonesia yang telah memberikan kepercayaannya kepada saya sebagai pembicara.

Share this post: | | | |

20 November 1985, untuk pertama kalinya Microsoft meluncurkan produk Windows ke Pasar, yaitu Windows 1.0. Tak seorangpun, pada saat itu tahu, bahwa Windows akan menjadi Sistem Operasi yang paling sukses dalam sejarah global dunia industri TI.

25 Years Windows

Angka penjualan Windows 1.0 - 2.0 di waktu itu sangat buruk, karena harganya relativ mahal, hal ini berubah dengan drastis di tahun 1988 setelah Microsoft merilis Windows 2.03 sebagai add-on gratis untuk setiap pembelian Sistem Operasi MS DOS. Sejak saat itu penjualan Windows semakin marak hingga mampu mengantar Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia setelah merilis Windows 3.0 pada 22 Mei 1990.

Share this post: | | | |
Posted by kunto | with no comments

Installing Lync Server 2010 - Part 2

Installing Lync Server 2010 - Part 3

Installing Lync Server 2010 - Part 4

Office Communication Server (OCS) sudah barang tentu kita semua kenal. Microsoft baru-baru ini secara resmi telah merubah namanya menjadi Lync Server. Microsoft Office Communications berubah menjadi Microsoft Lync.

Untuk lebih jelasnya, silahkan dilihat pada tabel berikut:

Product

2007 Release

2010 Release

Familiy

Microsoft Office Communications

Microsoft Lync

Server

Microsoft Office Communications Server 2007 R2

Microsoft Lync Server 2010

Client

Microsoft Office Communicator 2007 R2

Microsoft Lync 2010

Service

Microsoft Office Communications Online

Microsoft Lync Online

Web Client

Microsoft Office Communicator Web Access

Microsoft Lync Web App

Pada dasarnya, instalasi tunggal (single) dari sebuah Lync Server 2010 Standard Edition mencakup 5 tahap, yaitu:

1. Instalasi komponen pendukung (prerequisites) yang mencakup:

  • Sistem Operasi Windows Server 2008 R2 di semua Server.
  • Sistem Operasi Windows 7 x86 di semua Client.
  • .Net 3.5 SP1 di semua Server.
  • Microsoft Silverlight browser plug-in di Standard Edition Server.
  • Fitur Active Directory Administration Tools di Standard Edition Server.
  • Domain Controller adalah Server yang dibangun di atas Windows Server 2008 R2 yang dikonfigurasi sebagai Domain Controller, DNS Server, dan Certification Authority (CA).
  • Standard Edition Server dibangun dengan Windows Server 2008 R2 adalah Server di mana kita akan melakukan instalasi Lync Server 2010.
  • Dua Client Computer masing-masing dibangun dengan Windows 7 x86 dan Lync 2010 sebagai client untuk keperluan testing.
  • Untuk keperluan logon, credential yang digunakan adalah COMPUTER\Administrator dan DOMAIN\Administrator setelah join ke domain, sedangkan password yang digunakan adalah Passw0rd (angka 0 bukan huruf O).
  • Semua Server dan Client dibangun dengan Virtual Machine (VM) di atas Windows Server 2008 R2 Hyper-V.

Adapun topologi yang dipilih untuk melakukan percobaan ini adalah sebagai berikut:

Topology

Sedangkan konfigurasi dan role dari masing-masing Server dan Client dapat disalin dari tabel di bawah ini:

Role

FQDN

IP Address

Domain Controller

dc01.kunto.local

192.168.252.20

Standard Edition Server

lync2010.kunto.local

192.168.252.70

Client 1

lc01.kunto.local

192.168.252.71

Client 2

lc02.kunto.local

192.168.252.72

Untuk mempersingkat, kita mulai melakukan deployment topologi dengan mengikuti langkah-langkah dan bantuan screenshots berikut.

Setelah instalasi Sistem Operasi pada kedua Server dan kedua Client selesai, lanjutkan dengan Setup dan konfigurasi Domain Controller, DNS Server dan Certification Authority (CA).

Kemudian join Standard Edition Server (LYNC2010) dan kedua Client ke Domain.

Setelah Standard Edition Server dan kedua Client join ke Domain, logon dengan mempergunakan credential DOMAIN\Administrator.

2. Mempersiapan lingkungan:

Sebelum melakukan deployment, kita harus memastikan bahwa seluruh persyaratan yang dibutuhkan oleh Lync Server 2010 sudah terpenuhi.

Bagian berikutnya adalah melakukan instalasi IIS (Web Server) pada Standard Edition Server dengan mengikuti screenshots berikut:

Kemudian kita lanjutkan dengan instalasi Active Directory Administrative Tools:

Selanjutnya adalah instalasi SQL Server Native Client:

Lanjutkan konfigurasi DNS Server pada Domain Controller dengan informasi yang ada pada tabel berikut:

Keterangan

FQDN

IP Address

Dial-in URL

dialin.kunto.local

192.168.252.70

Meeting URL

meet.kunto.local

192.168.252.70

Administration URL

admin.kunto.local

192.168.252.70

DNS SRV record

_sipinternaltls

Port Number: 5061

Protocol: _tcp

FQDN: lync2010.kunto.local.

dan screenshots berikut:

Setelah persiapan DNS selesai, lanjutkan dengan membuat File Share pada Standard Edition Server:

Sementara masih logon di dalam Standard Edition Server, lanjutkan dengan menjalankan setup Lync Server 2010 dengan cara berikut:

Lanjutkan dengan tahap berikut ini untuk mempersiapkan Active Directory, dimulai dengan menjalankan Schema Prep, lanjutkan dengan menjalankan Forest Prep, akhiri dengan menjalankan Domain Prep:

Setelah selesai dengan mempersiapkan Active Directory di atas, teruskan dengan melakukan update Security Group Membership supaya user DOMAIN\Administrator dapat melakukan instalasi/deployment Lync Server:

Bersambung ke Part 2 dengan membuat dan menerbitkan topologi.

Share this post: | | | |

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 1

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 2

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 3

Tiga Weblog sebelumnya yang telah memandu kita menuju jenjang High Availability sudah selesai ditulis. Bagian terakhir dari rangkaian penulisan Weblog ini akan memandu kita dalam melakukan instalasi sebuah instan SQL Server yang mampu melakukan Failover di atas Cluster yang High Available.

Prasyarat untuk dapat melakukan instalasi instan SQL Server di atas Cluster yang menjadi anggota (member) dari Active Directory Domain Controller (AD DC) adalah membuat sebuah Service Account pada AD DC.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Active Directory Domain Controller (AD01) untuk membuat sebuah Service Account dengan informasi berikut, user logon name: SQL_Service dan password: Passw0rd (angka nol).

Setelah Service Account dibuat pada AD DC, Service Account tersebut harus dibuat menjadi anggota dari Local Administrators Group pada masing-masing Cluster Node.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.

Setelah konfigurasi Service Account selesai, kita lanjutkan dengan membuat sebuah Firewall Exception Rule untuk TCP port 1433 pada masing-masing Cluster Node, supaya instan SQL Server kita dapat diakses dan digunakan melalui jaringan TCP/IP.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.

Selesai dengan melakukan konfigurasi Firewall, kita lanjutkan dengan membuat iSCSI Target untuk instan SQL Server kita pada Cluster Storage (SS01).

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Storage (SS01) kemudian ikutilah screenshots berikut ini untuk membuat iSCSI Target instan SQL Server (MSSQL).

Setelah iSCSI Target instan SQL Server (MSSQL) selesai dibuat, kita lanjutkan dengan malakukan konfigurasi iSCSI Initiator pada masing-masing Cluster Node dengan langkah-langkah berikut ini.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.

Setelah selesai dengan melakukan konfigurasi iSCSI Initiator, kita lanjutkan dengan membuat partisi dan melakukan format filesystem tipe NTFS pada iSCSI Target MSSQL pada Cluster Node 1 (CL01).

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.

Setelah selesai membuat partisi, melakukan format dan memberi drive letter, tibalah saatnya untuk menambahkannya ke dalam Cluster sebagai Cluster Storage Disk dengan cara seperti berikut ini.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Setelah selesai menambahkan MSSQL Disk ke dalam Cluster sebagai Cluster Storage, kita lanjutkan dengan melakukan instalasi instan SQL Server ke dalam Cluster sebagai Service yang High Available dengan cara berikut ini.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.

Setelah selesai dengan instalasi pada kedua Cluster Node, marilah kita coba lakukan failover dari Cluster Node 1 (CL01) ke Cluster Node 2 (CL02).

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Dengan demikian kita sudah berhasil melakukan instalasi sebuah instan SQL Server di atas Cluster yang High Available dan mampu melakukan Failover dari Cluster Node 1 ke Cluster Node 2.

Sebagai penutup saya ucapkan selamat mencoba semoga berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

Share this post: | | | |

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 1

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 2

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 4

Setelah membaca kedua Weblog di atas (Part 1 & Part 2), kemudian timbul pertanyaan di dalam benak kita, keuntungan apa saja yang akan diperoleh dengan melakukan Clustering? Weblog ini akan mencoba menjawab pertanyaan itu dengan membangun layanan/service di atas Cluster, sehingga layanan/service tersebut menjadi High Available, singkatnya hampir tidak pernah mati, no down time.

Dengan melakukan Clustering layanan/service yang kita bangun di atasnya akan menjadi High Available dan bahkan mempermudah dalam melakukan maintenance, karena layanan/service yang berjalan di atas Cluster dapat dipindah ke Cluster Node yang aktiv, membuat Cluster Node yang pasiv bisa dimatikan untuk melakukan maintenance pada perangkat keras maupun lunak.

Pertama-tama kita buat sebuah layanan/service standard yang sudah tersedia di Windows Server menjadi High Available, kandidat yang sangat cocok untuk ini adalah Distributed Transaction Coordinator (DTC), karena diperlukan untuk membangun SQL Server Cluster.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Storage (SS01) kemudian ikuti screenshots berikut ini guna membuat iSCSI Target untuk DTC.

Selesai membuat iSCSI Target untuk DTC, kita lanjutkan dengan konfigurasi iSCSI Initiator pada masing-masing Cluster Node dengan cara berikut ini.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.

Setelah selesai dengan konfigurasi di atas lanjutkan dengan membuat partisi dan melakukan format dengan filesystem NTFS di dalamnya.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.

Setelah selesai membuat partisi, format dan memberi drive letter, sekarang tiba saatnya untuk menambahkannya ke dalam Cluster sebagai Cluster Storage Disk dengan cara seperti berikut ini.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Setelah menambahkan Cluster Storage Disk ke dalam Cluster, kita lakukan instalasi Distributed Transaction Coordinator (DTC) ke dalam Cluster sebagai Service yang High Available dengan cara berikut ini.

Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.

Dengan demikian kita sudah berhasil menyelesaikan instalasi sebuah layanan/service yang High Available di atas Cluster, dalam hal ini adalah Distributed Transaction Coordinator (DTC).

Bersambung ke Part 4 yang akan menunjukkan bagaimana caranya membangun sebuah instan SQL Server di atas Cluster yang High Available.

Share this post: | | | |