kunto h baiquni

independent it consultant

Disclaimer:
All postings are provided "AS IS" with no warranties, and confer no rights.
This weblog does not represent the thoughts, intentions, plans or strategies of Microsoft.
Because a weblog is intended to provide a semi-permanent point-in-time snapshot,
therefor you should not consider outdated posts to reflect current thoughts and opinions. 

October 2010 - Posts

Senin dan Selasa, 25 dan 26 Oktober 2010 yang baru lalu, Microsoft Indonesia mengadakan sebuah Advanced Workshop dengan tema Dynamic Data Center dengan Narenda Wicaksono sebagai pembicara.

Adapun agenda dari Advanced Workshop tersebut adalah sebagai berikut:

Day 1

  • Virtualization 360 Overview
  • Lab: Working with MAP Toolkit
  • Hyper-V Architecture and Implementation
  • High Availability
  • Lab: Setup a 2-Node Hyper-V Cluster
  • System Center Virtual Machine Manager (SCVMM)

Day 2

  • System Center Operations Manager (SCOM)
  • Lab: Setup SCVMM, SCOM, and Pro-Pack
  • System Center Data Protection Manager (SCDPM)
  • Lab: Setup SCDPM and Backup Virtual Machines
  • Architecture Considerations and Best Practices
  • Virtual Machine Manager Self Service Portal (VMMSSP)
  • Lab: Deploy, Configure, and use VMMSSP

Masing-masing peserta dibekali sebuah Host yang memiliki 8 GB RAM,  Xeon 5160, dan sebuah Storage Area Network (iSCSI). Dalam waktu yang relativ singkat kami telah menyelesaikan 5 (lima) Hands-on Labs yang secara detail telah mampu membawa kami kepada pengertian yang sangat mendalam akan konsep dan pengertian serta pentingnya Dynamic Data Center pada masa-masa yang akan datang terutama dalam menunjang Infrastruktur Cloud Computing.

Berikut adalah tautan dari situs resmi Microsoft untuk Dynamic Data Center:

Microsoft Dynamic Data Center

Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih untuk event tersebut di atas.

Share this post: | | | |

Hari ini divisi Windows Server telah merilis Windows 7 dan Windows Server 2008 R2 Service Pack 1 Release Candidate (RC). Release Candidate adalah versi terakhir dari public beta yang dapat diunduh sebelum Release to Manufacturing (RTM) yang  akan dirilis pada kuartal I tahun 2011.

Seperti sudah dijelaskan pada weblog sebelumnya, fitur-fitur tambahan yang ada pada SP1 hanya berkisar pada teknologi virtualisasi Windows Server 2008 R2 saja, yaitu Dynamic Memory dan RemoteFX, untuk lebih jelasnya silahkan membaca Weblog dari Windows Server Division.

Service Pack 1 Release Candidate dapat diunduh dari tautan berikut ini:

http://www.microsoft.com/windowsserver2008/en/us/sp1.aspx 

Selamat mencoba semoga bermanfaat bagi kita semua.

Share this post: | | | |

Hari ini, 1 Tahun silam, adalah hari lahirnya Windows 7 yang ditandai dengan penjualan Windows 7 kepada publik secara resmi. Hingga saat ini sudah 240 Juta lisensi Windows 7 yang terjual.

Tepat pada hari ini, Microsoft secara resmi menghentikan penjualan Windows Vista dan Windows XP. Meskipun demikian dukungan terhadap XP akan berjalan hingga 2014 dan Vista sampai dengan 2012, sedangkan untuk edisi Business dan Enterprise hingga 2017.blue

Share this post: | | | |

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 1

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 3

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 4

Jika Weblog sebelumnya sudah membahas iSCSI dan memberikan panduan untuk mempersiapkan sebuah Cluster pada Windows Server 2008 R2, setelah melalui konfigurasi yang cukup panjang, sekarang tibalah saatnya untuk membangun Cluster yang sebenarnya.

Sedikit tambahan informasi, membangun Cluster dengan Windows Server, sebaiknya dilakukan di dalam satu jaringan yang memiliki Active Directory Domain Controller seperti pada diagram berikut ini:

Clustering Windows Server 2008 R2 - 2

Setelah logon ke dalam Cluster Node 1 (CL01) sebagai Administrator, yang pertama-tama harus kita kerjakan adalah melakukan konfigurasi iSCSI Initiator supaya terhubung ke iSCSI Sofware Target yang berada di dalam Cluster Storage:

Lakukan hal yang serupa pada Cluster Node 2 (CL02) seperti pada screenshots berikut ini:

Masih dari dalam Cluster Node 2 (CL02), sebelum Cluster Quorum Disc (Cluster Witness Disc) dapat dimanfaatkan oleh Cluster, harus dibuat sebuah partisi, kemudian di format dan akhirnya di assign sebuah drive letter terlebih dahulu, seperti pada screenshots berikut ini:

Sebelum melakukan hal yang serupa pada Cluster Node 1 (CL01), Cluster Quorum Disc harus dibuat Offline terlebih dahulu dengan melakukan hal berikut ini pada Cluster Node 2 (CL02):

Setelah Cluster Quorum Disc dibuat Offline pada Cluster Node 2 (CL02), lakukan hal-hal berikut ini pada Cluster Node 1 (CL01) seperti pada screenshots:

Selanjutnya adalah mempersiapkan Cluster Nodes kita dengan melakukan instalasi fitur Failover Clustering pada masing-masing Cluster Node dengan cara seperti pada screenshots berikut ini:

Untuk memastikan bahwa semua persiapan sudah lengkap dan benar, kita harus melakukan validasi terhadap konfigurasi Cluster, lakukan hal ini dari salah satu Cluster Node (dari CL01) dengan cara seperti pada screenshots berikut ini:

Setelah memastikan bahwa Cluster Validation Report tidak mengandung error, lanjutkan dengan membuat Cluster dari salah satu Cluster Node (dari CL01) seperti pada screenshots berikut ini:

Pastikan tidak ada error pada Create Cluster Report, jika semua berjalan dengan baik dan benar, akan kita dapati sebuat Cluster Manager seperti berikut ini:

Bersambung ke Part 3 dengan membangun Layanan (Services) di atas Cluster kita. Selamat berkarya dan mencoba semoga bermanfaat.

Share this post: | | | |

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 2

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 3

Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 4

Menyikapi kebutuhan bisnis akhir-akhir ini yang semakin hari semakin kritis, terutama dalam hal Service Level Agreement (SLA), diperlukan sebuah strategi yang jitu dan matang. Dalam rangkaian Weblog ini akan diketengahkan tehnik yang dipakai untuk mempersiapkan dan melakukan setup sebuah Cluster yang dibangun di atas teknologi Windows Server 2008 R2 atau Windows Server 2008 dengan bantuan iSCSI Software Target dan iSCSI Initiator dari Microsoft.

iSCSI adalah singkatan dari Internet SCSI, sebuah standard yang digunakan untuk menghubungkan fasilitas penyimpan data (storage facility) yang berbasis IP. Karena perintah-perintah SCSI dikirim melalui jaringan IP, iSCSI dapat digunakan untuk memfasilitasi pengiriman data melalui intranet dan melakukan manajemen terhadap alat penyimpan data (storage) dari jarak jauh. Protokol iSCSI memungkinkan Client (disebut sebagai Initiator), mengirim perintah-perintah SCSI kepada alat penyimpan data/storage (disebut sebagai Target). Adalah protokol yang lazim digunakan oleh Storage Area Network (SAN). Memberi kemudahan dalam melakukan konsolidasi alat penyimpan data ke dalam satu Central Storage Array yang mana kemudian memberikan layanannya dalam bentuk tempat untuk menyimpan data kepada Server-Server di dalam Data Center yang seolah-olah adalah Hard Disc lokal yang berada di dalam masing-masing Server tersebut.

Panduan ini dapat diterapkan pada sistem operasi Windows Server 2008 atau Windows Server 2008 R2 dan hanya pada edisi Enterprise atau Datacenter saja. Demi keseragaman, di sini kita gunakan sistem operasi Windows Server 2008 R2.

Berikut adalah diagram dan tabel dari Cluster yang akan kita bangun:

Clustering Windows Server 2008 R2

Untuk membangun Cluster seperti di atas, diperlukan:

  1. Microsoft Windows Server 2008 x64 atau Windows Server 2008 R2.
  2. Microsoft iSCSI Software Target versi 3.2 atau 3.3.

Setelah keduanya kita unduh, lalu kita lakukan instalasi sistem operasi pada server Cluster Node 1, Cluster Node 2, dan Cluster Storage. Selesai dengan instalasi sistem operasi kita lanjutkan dengan konfigurasi IP pada setiap server yang masing-masing memiliki 3 ethernet card (NIC), kecuali Cluster Storage sesuai dengan tabel di atas, kemudian menghubungkannya ke switch seperti diagram di atas. Panduan ini dibuat dengan bantuan Virtual Machine yang berjalan di atas Hyper-V Host, namun demikian untuk instalasi yang sesungguhnya diperlukan 3 ethernet card pada setiap server dan 2 buah switch, kecuali Cluster Storage yang hanya membutuhkan 2 ethernet card. Berikut ini adalah screenshots dari konfigurasi ketiga NIC pada Cluster Node 1:

Setelah konfigurasi ethernet card (NIC) selesai, kita lanjutkan dengan instalasi iSCSI Software Target pada Cluster Storage. Pada saat melakukan instalasi iSCSI Software Target, akan tampil sebuah pesan seperti berikut ini:

20101014_031214

Hal ini terjadi karena kita melalukan instalasi iSCSI Software Target pada sistem operasi yang tidak didukung, meskipun demikian untuk keperluan development atau eksperimen, sebuah ‘workaround’ yang TIDAK didukung dan TIDAK disarankan untuk dilakukan pada mesin-mesin produksi dapat kita lakukan. Sekali lagi JANGAN sekali-kali melakukan hal ini untuk kepentingan produksi.

Dengan bantuan orca atau superorca workaround dilakukan dengan membuka berkas instalasi yang sebelumnya telah kita copy terlebih dahulu dari berkas yang asli, yang terdapat di dalam folder x64, kemudian lakukan aksi ‘Drop Row’ pada Tabel LaunchCondition, setelah itu berkas kita simpan dengan nama lain seperti pada screenshots di bawah:

Setelah workaround dilakukan, instalasi iSCSI Software Target akan berjalan dengan mulus seperti pada screenshots berikut:

Kemudian kita lanjutkan dengan melakukan konfigurasi iSCSI Software Target pada Cluster Storage supaya iSCSI service hanya berjalan dan dapat diakses melalui Storage Network saja seperti gambar berikut:

Layanan iSCSI Target pada dasarnya menunggu perintah pada TCP port 3260, oleh karena itu kita harus membuat sebuah firewall rule yang memperbolehkan TCP port 3260 untuk diakses oleh Cluster Node kita. Lakukan hal berikut ini untuk membuat rule tersebut pada Cluster Storage firewall:

Berikutnya adalah mempersiapkan sebuah Target pada Cluster Storage kita yang nantinya akan digunakan oleh Cluster sebagai Cluster Witness Disc atau lazim disebut sebagai Cluster Quorum, adalah bagian yang terpenting dalam membangun sebuah Cluster. Menurut rekomendasi, kapasitasnya tidak kurang dari 50 MB dan sebaiknya dibuat 500 MB atau lebih guna mengantisipasi kebutuhan dimasa yang akan datang. Ikuti caranya dari screenshots berikut ini:

Setelah Target selesai dibuat, kita harus membuat Virtual Disc untuk Target tersebut, karena Target hanya bersifat sebagai Container saja dengan bantuan screenshots ini:

Dilanjutkan ke Part 2 dengan konfigurasi Cluster Node.

Share this post: | | | |

Test drive Dynamic Memory on Windows Server 2008 R2 SP1 Beta – Part 1

Melanjutkan weblog sebelumnya yang sudah mengulas Dynamic Memory, sekarang tibalah saatnya untuk menguji coba kebolehannya. Bagaimana caranya supaya Memory pada Hyper-V Host yang jumlahnya terbatas dapat digunakan semaksimal mungkin, akan kita bahas di sini dengan bantuan 10 VM dan screenshots.

Setelah Dynamic Memory kita aktivkan pada VM dengan membuka Settings pada Hyper-V Management Console –> Memory –> pilih Dynamic, kemudian OK, lalu kita Start VM tersebut, setelah login ke dalam VM, kemudian membuka Device Manager dari Control Panel, akan kita dapati sebuah device baru yang tidak dikenal (unknown device) seperti pada screenshots berikut:

Pada dasarnya, Sistem Operasi di dalam VM tidak tahu menahu tentang Dynamic Memory. Untuk dapat memanfaatkannya, kita harus melakukan instalasi atau aktualisasi (upgrade) terhadap Integration Services pada VM tersebut. Setelah instalasi Integration Services selesai dan VM sudah melakukan restart, Dynamic Memory akan dikenal oleh Sistem Operasi sebagai sebuah System Device yaitu Virtual Dynamic Memory.

Setelah mencari kesana kemari akhirnya ditemukan sebuah aplikasi yang cocok dipakai untuk membebani VM, yaitu Prime95, adalah aplikasi untuk menemukan bilangan prima, memiliki fitur stress test yang sangat kita perlukan dalam melakukan uji coba Dynamic Memory. Hyper-V Host memiliki memory 8 GB dan sebuah processor Core 2 Quad (Q6600). Dengan berbekal 10 VM masing-masing berisi Sistem Operasi Windows 7 32-bit dan memory 512 MB serta aplikasi Prime95 dimulailah dengan melakukan uji coba.

Karena jumlah dan kecepatan hard disc pada Hyper-V Host yang terbatas, ke 10 VM akan dihidupkan (start) dalam 2 tahap. Pada saat 10 VM tersebut sudah berjalan (running), Taskmanager dan Hyper-V Management Console pada Hyper-V Host akan tampak seperti ini:

Kemudian aplikasi Prime95 dijalankan pada 10 VM secara bertahap. Setelah beberapa saat, Taskmanager dan Hyper-V Management Console pada Hyper-V Host akan terlihat seperti pada sreenshots berikut ini:

Jika kita bandingkan kedua album screenshots di atas, di bawah kolom Memory Available pada Hyper-V Management Console, pada saat 10 VM sudah berjalan terlihat angka-angka positiv 24% – 40%, namun pada saat aplikasi Prime95 sudah berjalan terlihat angka-angka negativ 30% – 110%. Hal ini terjadi karena aplikasi Prime95 yang berjalan di masing-masing VM membutuhkan memory lebih besar dari yang tersedia, untuk dapat memenuhi kebutuhan yang lebih besar tersebut, di dalam masing-masing VM terjadi swapping, yaitu sebagian memory pages yang tidak sedang digunakan oleh VM akan disimpan ke hard disc sebagai pagefile, hal ini juga lazim dikenal dengan sebutan memory paging.

Sebagai penutup dari tulisan ini adalah sreenshot dari 10 VM yang sedang berjalan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan selamat mencoba Service Pack 1 Beta untuk Windows 7 dan Windows Server 2008 R2.

Share this post: | | | |