kunto h baiquni

independent it consultant

Disclaimer:
All postings are provided "AS IS" with no warranties, and confer no rights.
This weblog does not represent the thoughts, intentions, plans or strategies of Microsoft.
Because a weblog is intended to provide a semi-permanent point-in-time snapshot,
therefor you should not consider outdated posts to reflect current thoughts and opinions. 

April 2009 - Posts

Karena ada yang berbaik hati meminjamkan 2 buah Computer dengan konfigurasi yang identik, saya berusaha untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin dari berbagai teknologi virtualisasi yang saat ini tersedia di lapangan.

Adapun spesifikasi dari kedua Computer tersebut adalah sebagai berikut:

  • ASUS P5Q Deluxe (Dual Gigabit Ethernet, 6x SATA II, 2x Drive Xpert SATA II, 1x IDE)
  • Intel Core 2 Quad Q6600 2.4GHz
  • Corsair 8GB DDRII RAM
  • 2x Western Digital 640GB SATA II

Catatan: 2x Western Digital 640GB SATA II terpasang pada Marvell Drive Xpert port dan dikonfigurasi sebagai Striped Drive sehingga kapasitas Hard Disk menjadi 1,2 TB.

Setelah melakukan pengamatan dan membaca beberapa artikel yang ada, saya dihadapkan pada beberapa teknologi virtualisasi dan produk. Untuk memenuhi kebutuhan, akhirnya pilihan jatuh pada teknologi Hypervisor yang bisa didapat secara cuma-cuma, yaitu:

  1. Microsoft Hyper-V Server 2008 (stand-alone, bukan Hyper V role Server 2008).
  2. Citrix XenSource.
  3. Kernel-based Virtual Machine, KVM.

Lab Config 1

 Lab Config 1

Latar belakang:

Kenapa Citrix XenSource, salah satu alasannya karena Microsoft dan Citrix melakukan kolaborasi yang mendukung interoperabilitas antara Linux yang sudah dimodifikasi menjadi Xen-enabled dan Windows hypervisor.

Kenapa KVM, karena kecepatan dan kemudahan dalam operasi. Bagian ini akan saya bahas dan tunjukkan di bagian terakhir dari serial weblog ini.

Istilah/Akronim:

Demi kenyamanan bersama, saya akan memperkenalkan beberapa akronim yang akan seterusnya dipergunakan dalam penulisan:

CPU: Central Processing Unit (Processor)
Gbe: Gigabit Ethernet
HDD: Hard Disk Drive
NIC: Network Interface Card (Ethernet)
O/S: Operating System
PM: Physical Machine
RAM: Random Access Memory (Memory)
VM: Virtual Machine
VMM: Virtual Machine Monitor

Hypervisor:

Pada umumnya, O/S memiliki hak akses eksklusiv terhadap Processor, ini dikenal dengan istilah Supervisor. Bagaimana caranya supaya O/S tetap memiliki hak akses yang “seolah-olah” eksklusiv terhadap Processor, tetapi Processor tetap bisa dipergunakan secara bersama-sama oleh beberapa O/S, dibuatlah Hypervisor dan teknologi virtualisasi yang lazim disebut sebagai Paravirtualization. Untuk dapat menjalankan Guest O/S yang proprietary seperti Windows, dibutuhkan bantuan virtualisasi pada level Hardware dan Processor yang kita kenal sekarang sebagai teknologi Intel VT dan AMD-V.

Supervisor Hypervisor

Kedua gambar di atas memperjelas apa bedanya antara Supervisor di sebelah kiri dan Hypervisor di sebelah kanan.

Perjuangan belum selesai di sini, untuk bisa melakukan emulasi hardware yang ada di bawah Hypervisor, kita masih membutuhkan apa yang disebut sebagai “The real emulator”, karena Hypervisor sebenarnya “hanya” Virtual Machine Monitor (VMM).

Arsitektur Hyper-V bertumpu kepada hypercall API, logical Synthetic Interrupt Controller (SynIC), I/O Memory Management Unit (IOMMU), Virtualization Service Provider (VSP) dan Virtualization Service Client (VSC) serta Virtual Machine BUS (VMbus) yang berfungsi sebagai jalur logis untuk komunikasi antar partisi (VM ke VM dan VM ke root).

Microsoft Hyper-V Architecture

Instalasi:

1a. Microsoft Hyper-V Server 2008:

Karena bulan Desember 2006 menjadi peserta Longhorn Touchdown training, di situ secara kebetulan saya mendapat info dari insider mengenai fitur-fitur yang nantinya tersedia di Hyper-V Server, hal tersebut membuat saya penasaran untuk mencoba kebolehan hypervisor made in Seattle yang bisa didownload gratis dari sini.

Instalasi berjalan cukup lancar dengan syarat Processor, BIOS dan Motherboard mendukung teknologi Intel VT atau AMD-V dan harus di ENABLE, selain itu Execute Disable Bit juga harus di ENABLE di BIOS.

Waktu yang dibutuhkan untuk instalasi adalah sekitar 20 Menit, sedangkan waktu instalasi untuk Guest/Child Partition O/S bisa dilihat pada tabel berikut:

Guest/Child Partition O/S Waktu (Menit)
Server 2003 R2 SP2 Enterprise edition x86 24
Server 2003 R2 SP2 Enterprise edition x64 27

Alokasi Memory adalah 1024MB untuk x86 dan 2048MB untuk x64 dan masing-masing Guest O/S mendapat 32GB IDE HDD.

Koleksi gambar di bawah ini adalah screenshots dari instalasi Hyper-V Server 2008 di atas:

1b. Microsoft Hyper-V Server 2008 R2 Beta:

Karena pada saat tulisan dibuat, Hyper-V Server 2008 R2 Beta sudah tersedia dan bisa didapat di sini, tidak ada salahnya untuk melakukan pengamatan dan mencoba melakukan instalasi. Di samping itu juga untuk mendapatkan statistik kecepatan Hypervosor versi 2 dari Seattle ini.

Beberapa fitur barunya yang sangat menarik adalah:

  • Failover Clustering.
  • Quick/Live migration.
  • Maximum 8 physical Processor Sockets atau 32 logical core.
  • Maximum 1 Tera Bytes RAM.

Karena terbatasnya waktu dan resources yang tersedia, fitur-fitur baru di atas tidak dapat dicoba.

Instalasi berjalan sangat lancar dengan syarat-syarat seperti pada 1a, sementara itu waktu yang dibutuhkan untuk instalasinya adalah sekitar 20 Menit, sedangkan waktu instalasi untuk Guest/Child Partition O/S bisa dilihat pada tabel berikut:

Guest/Child Partition O/S Waktu (Menit)
Server 2003 R2 SP2 Enterprise edition x86 21
Server 2003 R2 SP2 Enterprise edition x64 24

Alokasi Memory adalah 1024MB untuk x86 dan 2048MB untuk x64 dan masing-masing Guest O/S mendapat 32GB IDE HDD.

Berikut ini adalah screenshots dari instalasi Hyper-V Server 2008 R2 Beta:

Weblog ini akan dilanjutkan ke bagian 2 yang akan membahas virtualisasi berbasis Xen.

Share this post: | | | |
Posted by kunto | with no comments
Filed under: