System
Restore itu apa ya?????
Berbeda dengan back up
system restore hanya mempengaruhi sistem komputer anda saja, selebihnya tidak.
System restore sangat dapat menjadi jalan alternatif ketika sistem pada
komputer Anda bermasalah.
System Restore bukan fitur baru dalam Windows XP. Bukan
juga fitur yang sangat lama. System Restore sudah mulai diperkenalkan sejak
Windows Me diluncurkan. System Restore memungkinkan seorang administrator untuk
mengmbalikan system pad kondisi sebelumnya tanpa kehilangan data personal.
Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang di berikan/terjadi pada
sistem Anda membuat sistem menjadi tidak stabil atau tidak sebagaimana
mestinya.
System Restore memperhatikan setiap perubahan yang
terjadi sistem. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Selain
mencatat perubahan sistem, System Restore juga melakukan pencatatan sendiri
yang dinamakan Restore Checkpoint.
Restore Checkpoint adalah titik diman pemeriksaan
dilakukan oleh komputer Anda, atau juga dapat dikatakan titik waktu dimana
komputer melakukan Capture terhadap system.
Anda juga dapat mengembalikan kondisi system pada
kondisi-kondisi sebelumnya dimana komputer memiliki catatannya. Catatan
dilakukan sampai tingkat ketelitian detik. Restore Checkpoint juga dapat Anda
lakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri.
System Restore tidak hanya melakukan restorasi harddisk
yang digunakan untuk operating sistem dja, melainkan semua partisi harddisk.
Sebab biasa nya Anda menginstal sebuah program pada partisi yang berbeda dengan
letak oprating sistem Anda.
Pembahasan selanjutnya mengenai System Restore hanya akan
terbatas pada Windows XP saja.
Aktivasi
System Restore
Bagaimana mengaktifkan
system restore?
Sebenarnya secara standar, sytem restore akan aktif
dengan otomatis, segera setelahWindowa berhasil diinstal. Aktifnya system
restore membutuhkan minimal 200 MB pad setiap partisi. Jika ruang yang ada
minimal ada tidak mencukupi maka secara otomatis *** system restore akan
dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi.
Bagaimana bila ingin
mengkontrol (mengaktifkan atau mematikan) System Restore?
Proses kontrol ini dapat
dilakukan secara manual, bila Anda inginkan. Caranya ikuti langkah berikut :
1) Klik kanan
pada My Computer, lalu pilih Propertis
2) Pada
jendela Propertis, pilih halaman System
Restore
3) Pada
halaman ini, Anda dapat mematikan semua Sytem Restore pada partisi dengan
memberikan tanda centrang pad opsi Turn off system restore on all
drives(dibagian paling atas). Atau secara manual mematikan System restore satu
persatu pad masing masing partisi. Caranya :
a) Pilih
partisi yang ada di kolom Available drives. Lalu tekan tombol setting di
sebelah kanan
b) Kemudian
berikan tanda centrang pad opsi turn off System restore on this drive
c)
Sebagai catatan : pada partisi dimana Windows di
instal hal ini dapat dilakukan. Satu-satunya cara mematikan partisi ini adalah
dengan mengikut langkah ketiga dimana system restore pada semua partisi ikut
dimatikan.
Dapatkah kapasitas system
restore di kecilkan?
Dikecilkan tidak mungkin. Namun bisa diperbesar
tergantung pada besar harddisk yang digunakan. Maksimal sampai 12% kapasitas
harddisk. Jika catatan yang dimiliki oleh system restorre terus bertambah maka
secara otomatis system restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada
catatan terbaru akan masuk.
Bila ingin mengatur ruang untuk system restore Anda dapat
melakukannya pada System Restore Setting yang ada pada propertis My Computer
(perhatikan pertanyaan kedua). Berikut langkah detailnya
1) Pilih partisi
(dalam kolom Available drives) yang akan Anda tentukan kapasitas system
restore-nya
2) kemudian
tekan tombol setting. Setelah itu tentukn persentase kapasitas yang diinginkan.
Apakah kerja system
restore dapat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri?
Tidak. System restore tidak bekerja non-stop secara terus
menerus ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk dapat melakukan
pencatatan (system snapshot). Dan pencatatan ini juga dilakukan hanya pada saat
komputer dalam keadaan menyala, namun tidak sedang digunakan.
Siapa saja yang dapat
menggunakan system restore ?
Hanya user yang memiliki hak administrator saja yang
dapat melakukan restorasi sistem. Juga untuk melakukan pengaturan sistem
restore(pertanyaan kedua dan ketiga).
Meskipun demikian pencatatan restore point yang dilakukan
secara otomatis oleh komputer akan tetap berjalan, dengan menggunakan hak login
siapa saja.
Hanya
sistem saja
apa saja yang direstorasi
oleh system restore?
Yang di restorasi oleh system restore hanya file yang ada
pad sistem saja. Selebihnya tidak. Berbeda dengan fitur back-up yang menyimpan
data personal.
Meskipun demikian, bukan berati sistem anda kembali
menjadi nol atau ter-reset. Misalnya saja password pada Windows yang tidak akan
ikut terrestorasi. Begitu *** password yang ada pada cache memory internet
explorer anda.
Namun, lain halnya dengan password yang ada pada
program-program. Misalnya password untuk login ke Yahoo!. Umumnya Anda yang
mengaktifkan fitur remember user name
and password atau automatically login, tidak akan dapat melihat password Anda
masih tertulis disana, kolom password ini kosong.
Jangan panik. Karena password pada aplikasi semacam ini
umumnya disimpan pada server luar komputer Anda, sehingga Anda tidak perlu
khawatir. Cukup masukan login dan password yang sama, Anda pun dapat mengakses
kembali ke Yahoo! Messenger Anda.
Apalagi yang direstorasi
dan yang tidak direstorasi oleh sytem restore?
Berikut adalah data lain yang direstorasi oleh sytem
restore :
1) Perubahan
yang ada dalam registry
2) Profil
local
3) COM + DB
4) WFP.dll
cache
5) WMI DB
6) IIS
Metabase
Dan berikut dalah data lain yang tidak direstorasi dengan
system restore :
1) Setting
pada DRM
2) Setting
pada WPA
3) Data pada
folder redirect program.
Bagaimana dengan
aplikasi?apakah system restore akan melakukan uninstal pada aplikasi tersebut?
Aplikasi yang sudah diinstal tidak di-uninstal oleh
system restore. Apalagi jika aplikasi tersebut memangtidak dimonitor oleh
system restore. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda meng-uninstall terlebih
dahulu aplikasi yang akan dihilangkna, kemudian lakukan system restore.
Pada aplikasi, system restore hanya akan menghilangkan
perubahan-perubahan baik yang terjadi pada sistem karena aplikasi tersebut
maupun pada registry. Serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan
aplikasi tersebut.
Ingat bahwa system
restore berbeda dengan back up
Untuk data personal baik yang tersimpan dalam My Document
setiap profil atau data pada partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan
apapun. Karena memang system restore tidak mengamati file-file seperti
itu.(doc,JPEG, dan sebagainya)
Restore
Point
Pada saat kapan saja
restore point dilakukan?
Tidak ada waktu pasti kapan restore point dilakukan. Yang
pasti pembuatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer
hanya dilakukan bila komputer idle. Dan untuk proses ini komputer akan selalu
stand by. Sehingga kapan saja(setiap hari sekalipun)komputer idle, system
restore baru membuat restore point.
Bagaimana membuat restore
point?
Cara membuat restore point secara manual adalah sebagai
berikut:
1) Tekan menu
start
2) Pilih All
Program, Accecoris, System Tools, System Restore.
3) Setelah
System restore Wizard terbuka berikan tanda pada create a restore point, dan
tekan tombol next
4) berikan nama
pada restore point yang Anda buat, tekan Next
5) kemudian
tekan tombol create. Restore point yang Anda buat akan dicatat sebagai restore
point pada jam dan waktu pembuatan dilakukan.
Bagaimana menghapus
restore point?
Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus
untuk semua restore point kecuali
restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali Anda menonaktifkan system
restore – penonaktifan akan membuat restore point hilang semua. Klik kanan partisi
dimana restore point ingin dihapus, lalu pilih propertis. Kemuadian tekan
tombol Disk Clean Up dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian
System Restore tekan tombol Clean Up.
Bagaimana menjalankan
system restore ?
System restore dapat digunakan baik dalam modul normal
atau safe mode. Untuk mengakses system
restore dari modul normal:
1) Pilih menu
Start, All Program, accessories, System Tools, System Restore.
2) Setelah itu
pada opsi dikanan atas pilih Restore My Computer to an earluer time. Tekan
Next.
3) Tentukan
waktu dimana system ingin dikembalikan.
4) Jika sudah
yakin terus Next, sampai kemudian system restore akan berjalan.
5) Setelah
selesai menjalankan restorasi akan muncul layar memberikan laporan.
Untuk menjalankan system restore pada halaman safe mode,
Anda dapat langsung menekan opsi tersebut pada saat akan masuk dalam safe mode.
System Restore dalam safe mode sangat berguna bila ternyata kerusakan yang ada
membuat Anda tidak dapat melakukan booting sebagaimana normalnya. Sehingga
dapat kembali dengan mudah ke keadaan sebelum booting gagal.
Bagaimana? Sekarang Anda sudah mengetahui apa manfaat
System Restore. Tidak ada salahnya lagi menggunakan System Restore ini dari
pada harus berkali-kali menggunakan opsi repair atau perbaikan yang ada pada
Windows. Proses System Restore hanya memakan waktu sebentar. Setelah System
Restore dijalankan, komputer akan me-restart dan login dalm modul biasa. Bila
sudah seperti ini, maka komputer sudah dapat digunakan kembali.
Catatan :
Setiap kali selesai menyingkirkan sebuah virus, sebaiknya
Anda mereset System Restore Anda. Agar pada saat System Restore dijalankan,
virus tidak tersimpan atau terinstal kembali. Cara me-reset System Restore
adalah dengan cara menonaktifkan sementara lalu mengaktifkannya kembali dengan
segera.
Hal ini dikarenakan untuk virus-virus tertentu, mereka
akan kembali terestorasi begitu System Restore di jalankan. Oleh sebab itu,
harus benar-benar diperhatikan ketika Anda terfikir untuk menjalankan System
Restore.
Manfaat Safe Mode
Dengan masuk dalam safe mode, Anda bayak memperbaiki
komputer Anda yang terluka, baik karena virus atau karena aplikasi yang tidak
benar. Bahkan bila ada kerusakan driver yang membuat Anda tidak dapat booting dengan benar dapat diperbaiki dalam
safe mode.
“Lakukan dalam safe mode” kata-kata ini kerap muncul pada
saat komputer terserang virus-virus kebal yang sulit dibasmi. Seakan-akan dalam
safe mode virus akan kehilangan kekebalannya. Apa benar demikian?
Ya. Dalam safe mode operating system akan berjalan secara
minimalis dan semua aplikasi akan ditidurkan, sehingga dalam safe mode sangat
efektif membasmi virus.
Lebih dari itu safe mode
ternyata memiliki fungsi yang lebih dalam lag. Tidak hanya berkaitan dengan
virus dan kawan-kawannya saja. Dalm safe mode, Anda dapat melakukan banyak
perbaikan yang biasa dilakukan para teknisi komputer.
Oleh sebab itu dengan mempelajari safe mode lebih jauh,
Anda dapat menghemat biaya perbaikan oleh teknisi-teknisi di Mangga Dua.
Masuk dalam safe mode bukankah langkah yang sulit.
Pertama-tama nyalakan komputer atau restart komputer, lalu setelah selesai
loading RAM, tekan F8. Dalam Windows XP, Anda akan diberikan beberapa pilihan
untuk modul safe mode. Yang pertama Sade Mode with Networking, Safe Mode with
Command Prompt dan yang terakhir Safe Mode saja. Bila Anda ingin dapat
terhubung kejaringan tempat komputer terhubung atau ingin menggunakan koneksi
internet ketika berada dalam safe mode, maka pilihlah pilihan pertama. Bila
akan menggunakan safe mode dalam bentuk command prompt seperti layaknya DOS
atau Linux, gunakan Safe Mode with Command Prompt. Namun bila hanya ingin
mengunakan Safe Mode biasa tanpa terhubung dengan jaringan apapun, pilihlah
saja Safe Mode.
Jika Anda ingin menggunakan Windows XP Pro, maka dapat
memilih login yang digunakan asalkan memiliki izin agai admin. Sedangkan, para
pengguna Windows XP Home hanya ada login administrator yang ditawarkan dengan
password yang dikosongkan. Sehingga hanya seseorang yang mengetahui password administrator
utama saja yang dapat masuk dalam Safe
Mode Windows XP Home.
Ketika akan masuk dalam
Safe Mode, Anda akan ditanyakan apakah Anda yakin atau tidak. Jika ya,
maka lanjutkan. Jika tidak lebihbaik mundur. Meskipun sebenarnya tidak akan
berbahaya masuk dalam safe mode. Masuk dalam safe mode sama saja dengan login
sebagai administrator. Tidak ada yang berbeda, selain keminimalisan operating
system, perangkat keras, dan aktifnya aplikasi (perangkat lunak).
Menghilangkan Virus
dalam Safe Mode
Pada awal wacana sempat dikatakan bahwa pembasmian virus
dan kawan-kawannya sering manjadi agenda utama seseorang masuk dalam Safe Mode.
Mungkin sebagian Anda sudah banyak yang mengetahui bagaimana menghapus virus
dan modul biasa. Bagaimana dalam Safe Mode? Lebih mudah. Karena dalam safe mode
tidak banyak pengaturan yang harus dilakukan. Sebagian besar aplikasi virus
ternama pada modul Safe Mode akan otomatis melakukan pemeriksaan secara
menyeluruh. Oleh sebab itu, melakukan scanning pada Safe Mode memang cendrung
lebih lama.
Selain virus yang sulit dibasmi, dalam Safe Mode Anad
juga dapat menghapus adware dan spyware. Caranya sama saja. Jalankan program
anti spyware dan anti adware, seperti halnya
men-scan dengan anti virus. Maka, spyware dan adware pun dapat hilang
layaknya virus.
Mengapa dengan Safe Mode bisa,sedangkan tanpa Safe Mode
tidak? Karena pada umumnya aplikasi perusak sekali mendapat izin untuk aktif,
maka ia akan trus menginstal dirinya setiap kali dihapus atau di-uninstall.
Bahkan ada beberapa aplikasi adware atau spyware yang pada saat aktif memang
tidak dapat dihentikan atau dihapus. Dalam Safe Mode semua aplikasi ini
tertidur , sehingga dapat dimatikan. Dalam modul biasa aplikasi penggangu
umumnya akan aktif pada saat komputer mulai dinyalakan.
Mengakses System Restore
System restore adalah salah satu fitur yang efektif untuk
mengembalikan system Anda pada keadaan dimana kerusakan atau konflik sistem
belum terjadi. Misalnya pemasangan driver yang tidak kompatibel dengan Windows
XP. Dengan system restore, Anda dapat dengan mudah mengembalikan kondisi
komputer kembali ke waktu dimana perangkat tersebut di install.
System
restore dapat diakses melalui system tools, dalam modul normal. Namun
adakalanya dimana kerusakan atau ketidakcocokan alat/driver mengakibatkan user
sulit memasuki modul normal atau dapat disebut juga komputer gagal booting.
Oleh sebab itu, salah satu jalan keluarnya adalah mengakses system restore dari
modul Safe Mode.
Bahkan
setiap kali akan memasuki Safe Mode, Anda akan selalu ditanya oleh komputer
Anda apakah akan bekerja dalam safe mode atau hanya kan menjalankan system
restore. Jika Anda ingin menjalankan system restore, pada saat awal memasuki
safe mode pilih saja No.
Kemudian
Anda dapat menjalankan system restore sebagaimana layaknya menjalankan system
restore pada modul normal. Semua langkah dalam menggunakan system restore tidak
ada yang berbeda, baik dalam Safe Mode
maupun dalam modul normal. Untuk lebih jelas mengenai Safe Mode, bagaimana mengaturnya.
Memperbaiki Komputer
Rusak
Komputer
yang tidak dapat dipergunakan ada banyak sebabnya. Mulai dari aplikasi yang rusak sampai pada kerusakan
fisik Beberapa kerusakan ini sebenarnya dapat dengan mudah diperbaiki dalam
safe mode, ketimbang harus dibawa ke tempat servis yang tidak jarang
membutuhkan waktu dan biaya yang
besar. Beberapa petunjuk di bawah ini nantinya dapat anda pergunakan
untuk memperbaki beberapa kerusakan komputer dengan safe mode. Namun, terlebih dahulu Anda harus
mengenali jenis kerukan apa yang dialami komput Anda.
Cara
mengetahuinya adalah dengan mengidentifikasi di mana kegagalan terjadi.
Jika komputer gagal menjalani proses booting, pada saat sedang loading
Windows atau kemudian diam dan layar menjadi biru, maka kekacauan dat6ing dari
driver atau hardware yang tidak cocok.
Sedangkan
bila yang terjadi adalah system crash pada saat proses loading selesai
dijalankan, atau pada saat Windows sedang melakukan proses star up, maka yang terjadi biang keladinya adalah aplikasi
yang aktif pada saat star up. Baik karena proses instaliasi yang tidak sempuna,
karena kompliknya aplikasi dengan aplikasi lain, atau hardware yang ada.
Semuanya bisa saja menjadi penyebab.
Kerusakan Software
Kerusakan
yang ditimbulkan oleh aplikasi cukup beragam, diantaranya adalah aplikasi
tersebut dapat membuat system mengalami crash baik pada saat komputer selesai
loading antar muka atau pada saat aplikasi dijalankan. Bahkan ada juga beberapa
aplikasi atau service yang membuat system sepenuhnya gagal booting.
Masalah-masalah
yang ditimbulkan oleh aplikasi ini sebenarnya memiliki banyak solusi sebelum
akhirnya diselesaikan dengan safe mode.
Yang
pertma adalah dengan meng-uninstall aplikasi melalui control panel, Add/Remove
Programs. Lalu install ulang. Yang kedua adalah dengan menjalankan system
restore. Jika keduanya berhasil, maka tidak perlu masuk ke dalam Safe
Mode. Namun jika keduanya tidak berhasil
atau tiap kali melakukannya komputer selalu melakukan crash, karena konflik
yang terjadi antara software dan hardware. Maka langkah selanjutnya barulah
menggunakan Safe Mode. Langkah
menggunakan Safe Mode juga akan dengan
sendirinya harus Anda lakukan bila kerusakan membuat Anda sulit masuk dalam
antar muka Windows XP yang normal. Umumnya ditimbulkan oleh aplikasi yang aktif
pada saat startup.
Langkah
awal adalah masuk dalam Safe Mode.
Kemudian lakukan proses uninstall dari
Safe Mode. Cara ini umumnya sangat efektif. Karena kemungkinan system
mengalami konflik sangat minim.
Jika
tidak mengetahui program apa saja pada saat start up, maka Anda dapat
menggunakan bantuan aplikasi khusus (yang dapat mendeteksi auto run aplikasi)
atau dengan menggunakan perintah 'msconfig'. Caranya tekan start kemudian klik
run dan tulis msconfig, kemudian tekan Ok.
Setelah
itu buka halaman start up. Pada halaman ini Anda dapat menandakan mana saja
aplikasi yang ingin Anda pilih untuk tetap diaktifkann dan mana yang tidak.
Lalu jalankan kembali ke Windows dalam modul biasa.
Namun
jika tidak diketahui aplikasi mana yang mengacau, Anda perlu menjalankan trik
berikut :
Jalankan
'msconfig' dalam safe mode lalu pilih bagian start up. Dan langsung tekan
tombol Disable all. Tekan tombol apply lalu booting komputer Anda dalam modul
biasa.
Kemudian
dalam modul biasa, jalankan kembali msconfig dan buka kembali bagian start up.
Setelah
itu, pilih salah satu persatu aplikasi untuk diaktifkan. Setiap kali
mengaktifkan satu aplikasi, booting kembali komputer Anda.
Lakukan
terus sampai Anda mengalami crash atau biasa muncul. Dengan begitu, Anda dapat
mengetahui sebenarnya aplikasi mana yang menjadi gara-gara.
Bila
sudah diketahui, lakukan proses penonaktifan aplikasi tersebut atau
menguninstall secara langsung aplikasi dalam
Safe Mode.
Kerusakan Hardware
Jika
Anda salah meng-update driver, dengan mudah Anda dapat menjalankan Roll Back
Driver. Namun kadang untuk menjalankan rol back driver tidak sesederhana itu.
Sebab bila ternyata terjadi konflik, maka akan ada kemunkian system crash dan
tidak mau booting ke dalam modul normal sehingga proses roll back driver harus
dilakukan dalam Safe Mode.
Proses
roll back driver dapat dilakukan jika memang Anda mengetahui driver mana yang
bermasalah.
Umumnya
permasalahan driver bila tidak karena salah drivernya, maka kesalahan lain
adalah sriver yang rusak tidak dapat diterima oleh operating system. Dalam
Windows XP, Anda boleh mencurigai driver-driver yang tidak memilki sertifikasi
Windows XP. Cara mengetahui driver mana saja yang tidak memiliki sertifikasi
Windows XP adalah dengan menjalankan perintah 'sigverif'.
Namun
bermasalah dengan operating system Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetesnya
satu per satu. Sebelum mengetes, sebaiknya Anada jalankan 'sigserif' tersebut
dalam modul Safe Mode. Lalu setelah Anda
mengetahui driver mana saja yang bukan bersetifikasi Windows cut dan paste file
tersebut dari :C\windows\system32\driver\ ke dalam folder yang Anda buat
sendiri (misalnya diberikan nama back up).
Kemudian
kembalikan (dengan cut dan paste) satu persatu ke dalam driver kedalam folder
:C\windows\system32\driver\ satu per satu sambil me-roboot komputer dalam modul
biasa-pada setiap satu file dipindahkan-sambil Anda mengalami masalah atau
sampai kmputer tidak mau me-reboot tau crash. Dengan begitu, Anda akan
mengetahui driver mana yang bermasalah. Cut dan paste driver tersebut kembali
ke folder yang Anada buat sebelumnya. Lalu cari penggantinya yang lebih baik.
Bila sudah dapat di install kembali drivernya.
Namun,
jangan lakukan hal ini pada driver VGA. Untuk driver VGA caranya cukup dengan
rool back driver atau meng-update drivernya. Dalam mengakses menu driver VGA
dalam Safe Mode adalah sebagai berikut. Setelah jalankan Safe Mode, klik kanan pada dekstop, lalu
pilih properties. Kemudian itu pilih halaman setting, tekan tombol Advance di
bagian bawahnya. Lalu pada halaman adapter tekan tombol Properties. Pada
halaman driver Anda dapat melakukan tindakan-tindakan yang disebutkan tadi.
Bila
ada perangkat yang setelah dipasang justru membuat komputer crash atau membuat
menolak booting, maka Anda harus men-Disable-kan terlebih dahulu perangkat
tersebut dalam modul Safe Mode. Kemudian
cari driver yang benar kemudian install driver tersebut dalam modul normal.
Setelah terinstall dengan benar, barulah enable-kan kembali perangkat Anda
dalam modul normal juga.
Tidak
jarang juga berkaian dengan VGA adlah niladi refresh rate yang tidak sesuai
dengan kemampuan monitor, sehingga kadang monitor tidak mau menampilkan
antarmuka operting system-nya dengan baik. Cara memperbaikinya tekan tombol F8
(seperti akan masuk dalam Safe Mode)
namun jangan plih safe mode, melainkan pilih Enable VGA Mode. Dengan begini
komputer akan me-reset pengaturan VGA pada nilai standard yaitu resolusi
640x480 dengan refresh rate 60 Hz. Untuk mengubahnya tekan menu Start, Control
Panel, Display, Settings, Advance. Kemudian dalam halaman Adaptor tekan tombol
'list all modes'. Cobalah opsi yang Anda inginkann, bila tidak ada keganjilan,
berati cocok. Jika sudah cocok, reboot kembali komputer dalam modul normal.
Banyak
bukan yang dapat Anda lakukan dengan
Safe Mode? Tidak perl lagi terburu-buru ke tukang service. Lain kali
cobalah dulu perbaiki sendiri.