DHCP Static dan Alokasi IP

Beberapa saat yang lalu, kami pernah di tanya oleh suatu perusahaan yang memiliki spesifikasi jaringan yang terdiri atas 6 segment IP.  Perusahaan tersebut ternyata ingin mengalokasikan IP untuk setiap segment dengan spesifikasi dan persyaratan sebagai berikut :

  1. Untuk IP dengan nomor depan 1 sampai 10 dikhususkan kepada para manager keatas
  2. IP dengan nomor antara 11 sampai 100 ditujukan untuk para staff
  3. IP dengan nomor antara 101 sampai dengan 255 dialokasikan untuk tamu yang masuk dalam perusahaan tersebut
  4. Setiap  IP yang dialokasikan tersebut tidak berubah dan setiap tamu yang bermaksud mengunjungi perusahaan tersebut harus meregistrasikan komputernya ke departemen MIS untuk mendapatkan alokasi IP, sehingga IP yang dialokasikan tersebut ternyata harus bersifat statik. 
  5. Perusahaan memiliki 310 unit komputer yang tersebut dalam beberapa gedung

Menjawab permasalahan yang diberikan oleh perusahaan tersebut, kami menyarankan penggunaan fasilitas DHCP static dengan memanfaatkan Address Pool dan Reservation untuk mengalokasikan IP yang bersifat statis di perusahaan tersebut.

Adapun cara pendefinisian DHCP Static adalah sebagai berikut :

  1. Pada tombol start sorotlah Administrative Tools yang tersedia dan pilih DHCP
  2. Setelah jendela DHCP terbuka pilih tombol Action di menu dan klik Add Server, atau dengan cara menyorot icon DHCP, klik tombol kanan mouse dan pilih Add Server
  3. Setelah jendela Add Server terbuka, pada kolom this server tulis nama server yang akan dijadikan sebagai server DHCP, klik OK
  4. Pilih menu Action dan klik new scope, setelah muncul Jendela New Scope Wizard yang diawali dengan welcome message klik tombol Next
  5. Isi scope name dan description untuk menunjukan nama DHCP yang ada
  6. Isi  IP Address Range yang di mulai dari start IP Address dan end IP Address, length dan subnet mask, klik next
  7. Isi Add Exclusions yang ada dengan IP yang sama seperti pada IP Address Range, misalnya antara 192.168.1.1 sampai dengan 192.168.1.254 (tidak ada ip yang di distribusikan), tekan tombol Add dan klik tombol Next
  8. Isi Lease Duration dari IP tersebut di ganti setiap berapa hari sekali (lewatkan jendela ini jika ingin menset secara default), klik Next
  9. Isi Configure DHCP Options dengan memillih opsi Yes, I want to Configure these options now, klik Next
  10. Isi IP Router (Default Gateway), misalnya dengan IP 192.168.1.0, Klik Next
  11. Isi Domain Name and DNS Servers, klik Next
  12. Abaikan Win Server jika semua komputer menggunakan sistem operasi Windows 2000 atau yang versi lebih baru, klik Next
  13. Pilih Yes, pada Activate Scope, klik Next dan Tekan tombol Finish
  14. Setelah DHCP dijalankan cek Address Pool dari DHCP tersebut, jika sudah nilai IP Address Exclusion yang menandakan IP tersebut tidak di distribusikan maka klik tombol reservations, pada menu action pilih new reservation
  15. Setelah jendela New Reservation muncul isi kolom reservation name dengan nama komputer yang diset secara static misal Manager IT untuk kolom reservation name, karena nomor IP yang di rencanakan bagi kalangan manager adalah nomor IP dari 1 sampai dengan 10 maka seting nomor IP tersebut dengan range IP tersebut.
  16. Isi nomor MAC Address dari komputer yang dimiliki oleh Manager IT tersebut, isi description dan pilih supported type yang sesuai, diakhiri dengan tombol Add
  17. Ulangi urutan nomor 15, berulang untuk menset semua komputer yang ada dengan Ip yang bersifat static

Setelah tata cara tersebut di atas di jalankan, jalan lupa untuk melepas setiap IP di komputer client secara automatis.

Sampai dengan hari ini, Alhamdulillah semua komputer yang ada di perusahaan tersebut dapat berjalan dengan baik.

 

Share this post: | | | |

Comments

# re: DHCP Static dan Alokasi IP

Tuesday, March 13, 2007 1:10 PM by tutang

Great....... Good article. Update your profile Bos