Dalam artikel ini saya akan berbicara mengenai performance tuning untuk Exchange server, terutama Mailbox Server. Hal ini karena dari keseluruhan role di Exchange server, Mailbox server adalah jantung dari sebuah Exchange Organization.
Sebelumnya, kita telaah sedikit mengenai konfigurasi harddisk yang optimal untuk Exchange mailbox server, kita mengenal 4 konfigurasi raid, yaitu:
- Raid 0 : Disk Stripping
- Raid 1 : Disk Mirroring
- Raid 1+0 : Disk stripping + mirror
- Raid 5 : Disk Stripping with parity
Tabel berikut menunjukkan keuntungan/kerugian penggunaan konfigurasi raid
| Jenis Raid | Keuntungan | Kerugian |
| Raid 0 | Paling cepat, kegiatan tulis memerlukan 1x pass | Tidak ada fault tolerance |
| Raid 1 | - Cepat, kegiatan tulis memerlukan 2xpass
- Fault tolerance
| Kapasitas hard disk yang tersedia hanya 50% (minimum 2 harddisk) |
| Raid 1+0 | - Cepat, kegiatan tulis memerlukan 2xpass
- Fault tolerance
| Kapasitas harddisk yang tersedia paling kecil (boros) |
| Raid 5 | - Kapasitas harddisk tersedia paling banyak
- Fault tolerance
| Paling lambat, kecepatan tulis memerlukan 4x pass |
Secara umum, Jenis raid yang digunakan untuk mailbox server haruslah Raid 1 atau Raid 1+0. Kita sebaiknya tidak menggunakan Raid 0 karena tidak ada fault tolerance, sedangkan Raid 5, walaupun dapat menyediakan space terbesar, umumnya tidak memberikan performance yang baik.
Nah setelah membicarakan Raid, sekarang mari kita membicarakan Exchange. Seperti kita ketahui, Exchange database terdiri dari dua komponen utama yaitu:
- Exchange database yang terdiri dari:
- Exchange Jet database (edb file)
- Exchange streaming database (stm file), di Exchange 2007 file ini ditiadakan
- Transaction log file
Sekarang mari kita telaah karakteristik dari file-file diatas:
| Jenis File | Karakteristik kerja I/O |
| Exchange database | - Kegiatan read/write random
- Ukuran page 4/8KB
|
| Transaction log | - Keseluruhan kegiatan sequential baik read (saat recovery) maupung write (saat normal)
- Ukuran file bervariasi
|
Nah jika dilihat dari karakteristiknya saja, jelas bahwa sangatlah tidak dianjurkan untuk menempatkan Exchange database dan Transaction log dalam satu physical disk yang sama. Perlu diperhatikan bahwa walaupun telah dipisahkan dalam partisi yang berbeda, , tetapi jika partisi2 tersebut masih di harddisk yang sama tidaklah menolong, ,misalkan kita memiliki harddisk yang sangat besar (1TB misalnya) dan kita partisi menjadi beberapa partisi, ga ngefek om J
Selain Exchange database, ada beberapa operasi lain yang secara keseluruhan bermuara pada performance dari mailbox server kita, antara lain:
- SMTP Queue: Saat email sedang antri, email ini akan disimpan sementara di folder SMTP queue, yang berarti semakin banyak user, maka kenaikan disk I/O semakin besar.
- Content Indexing: Saat database discan untuk melakukan reindex, kegiatan ini akan menyebabkan kenaikan Disk I/O
- Disk Paging: Jika exchange kekurangan memory, maka windows akan menggunakan sebagian harddisk untuk menaruh data. Kegiatan ini dikenal sebagai paging. Semakin banyak paging, maka Disk I/O semakin besar.
Nah, berarti ada 5 buah item yang harus dipikirkan penempatannya di server, yaitu: Exchange Database, Transaction log, folder SMTP queue, folder content indexing, dan disk paging. Bagaimana kita memperoleh performance yang terbaik? Berikut adalah best practice untuk lokasi masing-masing item:
| Jenis file | Lokasi |
| Database file | Seluruh database file (edb dan stm) sebaiknya diletakkan dalam sebuah volume yang sama. Gunakan disk yang memiliki random acces speed yang tinggi. |
| Transaction log file | Karena sifat penulisan transaction log adalah sequential, maka sebaiknya transaction log diletakkan di hard disk khusus (dedicated). Hal ini untuk mencapai kecepatan yang optimal |
| Content Indexing | Sebaiknya tentu diletakkan terpisah, tetapi sifat content indexing adalah random access sehingga jika diperlukan dapat ditempatkan di harddisk yang sama dengan database file |
| SMTP queue | SMTP queue sebagai folder transit email kurang lebih akan sama sibuknya dengan transaction log, karena itu tentu untuk performa optimal sebaiknya ditempatkan di physical disk tersendiri (Dedicated). |
| Page File | Page file sebaiknya ditempatkan di harddisk dengan fault tolerance (minimum Raid 1). Umumnya page file ditempatkan di physical disk yang sama dengan system partition, tetapi pada volume yang terpisah |
Jadi, apakah cukup sampai disini?. Ternyata tidak. Exchange masih menyediakan satu jurus lagi dimana kita bisa meningkatkan performa hingga 20%. Utility ini dinamakan Diskpart. Dalam artikel selanjutnya kita akan membahas mengenai diskpart ini dan bagaimana menggunakannya.`