Implementasi NAP, bagian 1-skenario Lab
Disini saya menulis mengenai implementasi NAP di salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Implementasi ini menarik dan cukup rumit karena ternyata printer-printer di dalam network menggunakan ip address yang diassign oleh DHCP tetapi direserve. Hal ini memperumit implementasi karena :
- Printer bukanlah computer yang dapat diinstal client. Seperti kita ketahui Microsoft merilis NAP client untuk Windows XP (dalam SP3) dan Windows Vista. Selain itu untuk linux juga disediakan NAP client dari Avenda systems. Saya telah membahas mengenai NAP dalam blog saya disini
- Metode yang umum misalnya dengan mereserve IP address tertentu untuk printer tidak dapat digunakan disini karena IP address yang digunakan tersebar (tidak dibatasi misalnya dari range 200 ke atas).
Untuk melakukan implementasi akan dilakukan simulasi menggunakan virtualization technology. Disini kita menggunakan 4 buah guest OS yaitu:
- DHCP-serverLama : Menggunakan OS windows 2003, berfungsi sebagai DC dan juga DHCP server
- DHCP-serverbaru: OS Windows 2008 RC1, sebagai member server dan tentu NAP server
- NAP-WindowsXP-SP3: gunanya adalah sebagai client
- Linux: disini digunakan untuk mensimulasikan Printer client.
Skenarionya adalah kita akan mengexport konfigurasi dari DHCP-serverLama ke DHCP-serverBaru, selanjutnya di DHCP server baru akan diaktifkan berdasarkan subnet. Diharapkan NAP-windowsXP-SP3 akan mendapat IP dari DHCP-serverBaru sedangkan Linux, karena ditolak oleh DHCP-serverBaru akan mendapat IP dari DHCP-serverLama.
Di bagian selanjutnya saya akan menuliskan hasil dari scenario diatas.