in

WSS-ID Community

Indonesian IT-Pro Community discussing almost anything about Windows Server System.

Faisal Susanto

October 2007 - Posts

  • Hands On Lab NAP DHCP dengan client Windows XP SP2

    Melanjutkan technet session pada hari senin 29 october 2007, berikut adalah e-book saya yang pertama yaitu Hands On Lab NAP dengan DHCP menggunakan client Windows XP SP2.

    e-book ini membahas implementasi Network Access Protection menggunakan metode aksed DHCP. Hal yang baru adalah client yang digunakan adalah Windows XP SP2, dengan tambahan NAP client tentunya.

    Semoga buku ini dapat menjadi sumbangan kecil untuk kemajuan IT Pro indonesia

    http://wss-id.org/files/folders/fsusanto/entry5301.aspx

    Share this post: | | | |
  • Presentasi NAP with DHCP

    Pada tanggal 4 oktober 2007 jam 16:00 di Microsoft BEJ saya mendapat kesempatan untuk mendemokan cara mendeploy Network Access Protection (NAP) dengan menggunakan DHCP di depan rekan-rekan WSS-ID.

     

    me while presenting

     

    Untuk mendeploy NAP pada dasarnya dibutuhkan 3 komponen utama yaitu:

    1. NAP server

    NAP server harus menggunakan Microsoft windows server 2008 (a.k.a longhorn), atau menggunakan solusi dari Cisco.

    1. NAP client

    Client yang akan meminta IP address, baik menggunakan metode DHCP atau metode lain (misalnya wireless). Harus mengirimkan Statement of Health (SoH) saat mengirimkan request. Karena itu client ini harus NAP- aware. Adapun client yang dapat menggunakan NAP adalah

    ·        Windows 2008

    ·        Windows Vista

    ·        Windows XP SP-3, dijadwalkan keluar Q1 2008

    1. Metode akses

    Metode akses yang saat ini didukung oleh NAP ada beberapa antara lain DHCP, wireless, VPN.

     

    Materi demo ini sendiri mengikuti materi step-by-step guide dari Microsoft, yang dapat didownload disini.

     

    Secara umum saya masih kurang puas dengan materi ini, karena client yang tidak compliant masih mendapat IP address yang sama dengan IP address compliant. Hal ini dapat menjadi security risk.

     

    Saya sedang mendalami apakah mungkin diconfigure agar non-compliant client mendapat ip address dari range yang berbeda dengan yang compliant sehingga total isolation, paling tidak dari sisi logical address benar-benar dapat dilakukan. Percobaan dengan menggunakan DHCP superscope menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, tetapi masih saya pelajari lebih lanjut.

     

    *Shameless advertisement

    Jika ingin menghubungi saya, silahkan email ke faisal@e-mobilepro.com, pushed directly to my handphone for only Rp. 99ribu/month, bahkan gratis J

    Bisa untuk handset Windows mobile, Nokia, SonyEricsson dan Motorolla

    .
    Share this post: | | | |
  • Menggunakan Write member property untuk manage membership

    Sebagai seorang administrator, saya seringkali diminta untuk membuat sebuah group, baik itu adalah security maupun distribution group. Untuk mempermudah pekerjaan saya, user yang meminta group itu dibuat saya jadikan sebagai group manager, dan option “manager can update membership saya enablekan”

     

    Tetapi seringkali ada permintaan agar user yang bisa mengupdate membership lebih dari satu orang. Bagaimana caranya?

     

     

    Yang saya sering lihat dilakukan adalah administrator akan meng-add user account orang kedua ke tab security dan menggrant “Full Access”, walaupun hal ini dapat memecahkan masalah, sebetulnya langkah ini bertentangan dengan prinsip “Least Privilege”, dimana seharusnya user diberikan rights yang secukupnya untuk dapat mengerjakan tugasnya.

     

    Untuk dapat memanage membership, maka langkah yang lebih secure adalah dengan menggrant rights untuk “write member”, dimana property ini letaknya cukup tersembunyi.

     

    Untuk menggrant rights write member lakukan langkah berikut:

     

    1.      Buka Active Directory Users and Computers atau ADUC, dan klik kanan di group yang bersangkutan, misalnya helpdesk,dan pilih properties. Pilih security tab dan klik seperti gambar dibawah ini:

     

    2.      Ketikkan username yang akan diberi rights, misalnya dalam contoh ini adalah user1. Klik tombol “check name” untuk memastikan bahwa username yang dimasukkan tidak salah

     

    3.      Pastikan bahwa cursor berada pada user1, dan klik Advanced

     

    4.      Di screen Advanced Settings for Helpdesk, pastikan bahwa cursor berada pada user1, dan klik edit

     


    5.      Selanjutnya di screen Permisson entry for Helpdesk, pastikan bahwa tab yang aktif adalah tab “Properties”, scroll down sampai anda menemukan option “Write Members”. Klik property ini dan selanjutnya klik OK.

     

    User1 akan dapat memanage (add/remove user) dari group Helpdesk, walaupun ia bukan merupakan group manager ataupun digrant Full Access. Selamat mencoba

     

    *shameless advertisement

    Get pushmail for windows mobile 6 devices only for 99ribu/bulan, or free!! find out more www.e-mobilepro.com

    Share this post: | | | |
Copyright © WSS-ID, 2006. All rights reserved.
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems