in

WSS-ID Community

Indonesian IT-Pro Community discussing almost anything about Windows Server System.

Faisal Susanto

  • Buku Panduan Praktis OCS 2007 R2 telah beredar

    Untuk rekan-rekan IT-Pro yang membutuhkan panduan ringkas implementasi OCS 2007 R2, mungkin dapat menggunakan buku ini.

    OCSR2_Books

    Buku ini berisi petunjuk singkat dan padat mengenai implementasi role-role di OCS 2007 R2, dan juga beberapa fitur dan hal-hal penting antara lain:

    • Hal-hal baru di OCS 2007 R2, baik dari sisi client maupun server
    • Instalasi OCS 2007 R2 diatas windows server 2008 (Berikut pre-requisitenya)
    • Side-by side migrasi dari OCS versi 2007
    • Implementasi Communicator Web Access
    • Implementasi External access dengan menggunakan Access Edge Server
    • Implementasi Director
    • Implementasi response group
    • Implementasi Team Call

    dan banyak hal lainnya. Buku ini dibuat dalam format yang mudah dibawa dan juga tentunya mudah diimplementasikan oleh rekan-rekan IT Pro semua

    Semoga buku ini dapat memperkaya khasanah IT di Indonesia, dan khusus untuk rekan-rekan wss-id, dapatkan diskon 15% dengan memesan langsung melalui saya. Silahkan isi kolom komentar dengan data seperti nama, email dan alamat pengiriman (akan dikirim melalui tiki), saya akan hubungi lebih lanjut untuk detail pemesanan.

    Faisal Susanto

    Share this post: | | | |
  • Integrasi OCS 2007 R2 dengan Tandberg VCS

    Disini saya membahas sedikit mengenai integrasi dua produk diatas,

    Pada dasarnya, karena OCS 2007 (dan juga R2) menggunakan protokol SIP/TCP, maka sebetulnya kita dapat mengintegrasikan produk-produk conferencing yang juga menggunakan protokol tersebut, asalkan codec yang digunakan juga sama. Gambar dibawah ini menunjukkan bagaimana kedua produk dapat diintegrasikan melalui metode SIP trunking

    image

    Satu hal yang menarik yang baru saya temui pada produk tandberg ini adalah SIP trunk disini tidak memerlukan adanya Mediation server. Betul, SIP trunking antara OCS dan Tandberg VCS (Video Conferencing Server) dilakukan langsung antara VCS dengan OCS Front End. Bagaimana caranya? hal ini ditempuh melalui penambahan VCS ke dalam authorized host dari OCS Front End. Ini cukup menarik karena sejauh ini, SIP trunking dengan produk lain hanya dapat dilakukan melalui perantara mediation server.

    image

    Test call antara VCS dengan OCS 2007 R2 dapat dilakukan melalui end point masing-masing produk. Dalam lab ini saya menggunakan sotfphone Mirial.

    image

    Jika rekan-rekan jeli melihat, pada bagian contacts dapat dilihat bahwa status dari contacts ternyata offline. Mengapa demikian? hal ini karena VCS menggunakan protokol SIP SIMPLE untuk aplikasi presencenya, yang saat ini tidak disupport oleh Microsoft OCS 2007 R2. Memang inilah tantangan dalam melakukan integrasi multivendor dimana masing-masing vendor belum tentu menerapkan protokol yang persis sama.

    Share this post: | | | |
  • E-book implementasi komprehensif OCS 2007 R2

    What? another one?. Habis OCS 2007 R2 memiliki banyak server role sih, jadi memang tidak ada habisnya membahas produk Microsoft yang satu ini.

    Dalam e-book ini saya membahas mengenai implementasi beberapa server role di OCS 2007 R2, antara lain Communicator Web Access, Access Edge Server, dan satu lagi server role baru di OCS 2007 R2 yaitu Group Chat. Khusus untuk group chat ini saya menunjukkan langkah-langkah instalasi diatas Server SQL 2008.

    book-480

    E-book ini sarat screenshot sehingga saya harus membaginya menjadi tiga bagian, silahkan klik link dibawah untuk mengakses file-file tersebut. Akhir kata semoga e-book ini dapat membantu rekan-rekan IT-Pro sekalian.

    Salam,

    faisal Susanto

    Implementasi komprehensif OCS 2007 R2 - bagian 1

    Implementasi komprehensif OCS 2007 R2 - bagian 2

    Implementasi komprehensif OCS 2007 R2 - bagian 3

    Share this post: | | | |
  • Double Combo tutorial OCS 2007 R2

    Sebetulnya saya ingin mengupload tutorial ini sebelum acara technet OCS 2007 R2 kemarin, tetapi karena keterbatasan sarana (i-netnya luambaaatt) saya baru bisa menguploadnya sekarang.

    Seperti rekan-rekan telah ketahui sebelumnya, Microsoft baru saja merilis versi terbaru dari Office Communication Server yaitu OCS 2007 R2, ada banyak hal-hal baru disini, tetapi hal yang paling fundamental adalah pada versi ini hanya dapat diinstal pada sistem operasi 64 bit.

    Saya sekaligus membuat dua buah tutorial. Tutorial pertama membahas langkah-langkah instalasi OCS 2007 R2 tanpa ada versi sebelumnya, ini dikenal sebagai green field deployment. Secara spesifik dibahas langkah-langkah instalasi pada sistem operasi Windows Server 2008 versi 64 bit. Tutorial ini dapat ditemukan disini

    ocs-thumbnail

    Tutorial yang kedua adalah Instalasi OCS 2007 R2 di jaringan yang telah ada OCS 2007, disini akan dibahas langkah-langkah yang diperlukan agar dapat dijalankan migrasi secara mulus ke OCS 2007 R2, sistem operasi yang digunakan tentu saja Windows Server 2008 versi 64 bit. Silahkan mendownloadnya disini.

    ocs2-thumbnail

    Awas perhatikan, kedua tutorial ini serupa tapi tak sama, jangan salah pilih ya

    Share this post: | | | |
  • Instalasi OCS 2007 R2 pada Windows Server 2008 64bit

    Rekan-rekan, Microsoft baru saja merilis versi terbaru dari OCS 2007 yaitu OCS 2007 R2. Banyak hal-hal baru yang ada pada versi ini, tetapi mungkin hal yang paling fundamental adalah bahwa OCS 2007 R2 ini telah dapat diinstal pada system operasi Windows 2008.

    e-book ini menunjukkan langkah-langkah instalasi OCS 2007 R2 pada system operasi Windows Server 2008 versi 64bit.

    Tidak perlu banyak kata, silahkan langsung mengunduhnya disini

    Share this post: | | | |
  • Mengaktifkan Windows Mobile Device Center pada Windows Server 2008 (64bit)

    Rekan-rekan tentu sudah lama tahu bahwa laptop saya ini sifatnya bunglon, yaitu menggunakan sistem operasi Windows Server 2008 (64bit) tapi ingin bisa dipakai kerja juga. Di laptop saya sudah terinstall Visual Studio 2008, Office 2007 dan segala macam software lainnya.

    Nah sampai saat ini satu hal yang masih belum bisa saya lakukan adalah mengsync PDA saya dengan laptop. Jadi kalau rekan-rekan lihat, di Control panel Windows server 2008 ada juga Mobile Device Center seperti pada Vista. Tapi setiap kali saya coba sync, bengong aja tuh, udah dicolok-cabut berkali-kali, tetep aja PDA saya tidak terdeteksi

    mob1

    Ternyata lagi-lagi jawabannya ada pada driver update untuk Vista. Yap, Anda hanya perlu mendownload Update terbaru untuk Windows Mobile Device Center dari laman ini http://www.microsoft.com/windowsmobile/en-us/help/synchronize/device-center.mspx, pastikan pilih versi dan bahasa yang sesuai. saya pilih English 64 bit.

    Setelah anda install, selanjutnya kita reboot server kita, colokkan PDA menggunakan cabel sync, dan voila, terdeteksi deh

    mob2

    Nah, kalau seluruh fitur vista bisa digunakan di Windows 2008, jadi mikir nih, jangan2 windows 2008 adalah vista dengan skin longhorn? atau malah kebalik ? who knows, the truth is out there.....

    Share this post: | | | |
  • Artikel - Exchange 2007 Virtualization Guide

    Teknologi virtualisasi telah berkembang sangat pesat dan saat ini memungkinkan kita menjalankan aplikasi yang bersifat mission critical. Hal ini sangat menarik terutama bagi kalangan Small and Medium Enterprise dimana hal ini berarti investasi hardware dapat dimaksimalkan utilisasinya.

    Dari seluruh aplikasi yang ada, mungkin contoh aplikasi yang mission critical salah satunya adalah email, atau yang saat ini lebih popular disebut messaging. Saat ini dapat dikatakan bahwa kita, dan perusahaan, sangat bergantung kepada messaging untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

    Banyak perusahaan (department IT-nya terutama) masih ragu-ragu untuk menjalankan messaging diatas platform virtualization, ada banyak alasan tetapi mungkin yang utama adalah masalah dukungan dari principal aplikasinya. Microsoft sebagai principal aplikasi messaging terkemuka yaitu Microsoft Exchange telah mengeluarkan pernyataan dukungan untuk virtualisasi Microsoft Exchange.

    Artikel ini berusaha menjadi semacam petunjuk (implementation guide) untuk kalangan IT-Pro yang ingin memvirtualkan Microsoft Exchange 2007 mereka. Secara spesifik artikel ini ditujukan untuk kalangan SME atau jaringan dengan jumlah user maksimum 250 orang.  Hal ini karena secara logis topologi jaringan maupun tujuan virtualisasi SME dengan perusahaan besar tentu berbeda.

    Artikel ini dibuat sedapat mungkin menurut Support Policy dari Microsoft mengenai virtualization dan Microsoft Exchange 2007, walaupun demikian apa yang tertulis disini adalah pendapat dari penulis pribadi dan merupakan best effort penulis untuk memenuhi Support Policy tersebut. Penulis menyarankan rekan IT-Pro yang ingin melakukan virtualisasi untuk menghubungi pihak Microsoft ataupun Partnernya untuk implementasi.

    Untuk langsung mendownload materinya dapat mengikuti link dibawah ini:

    http://wss-id.org/files/folders/fsusanto/entry35325.aspx

    semoga berguna

    Share this post: | | | |
  • MSDN & Technet Day @ Bandung

    Acara MSDN & Technet day kali ini mungkin dapat dikatakan yang terbesar (to date), dari jumlah peserta yang mendaftar kurang lebih sekitar 1200 orang, yang muncul sekitar 700-an. Luar biasa sekali atmosfirnya, beda-beda tipis sama konser dewa (halah).

    Dalam acara kali ini lagi-lagi saya tampil bertiga dengan mas Naren dan Raymon. Kami membawakan materi tentang System Center Virtual Machine Manager 2008 yang telah mencapai versi RTM.

    IMG_2241

    Yang menggembirakan adalah selain besarnya jumlah peserta juga besarnya jumlah pembicara. Dapat dikatakan hampir seluruh MVP Indonesia hadir disini. Maklum karena kesibukan masing-masing, susah sekali mengumpulkan mereka

    MSDN Day

    Akhir kata senang sekali bisa berkumpul bersama rekan-rekan dan saling mengupdate ilmu pengetahuan. Salam

    Share this post: | | | |
  • Kenapa saya harus install Exchange 2007 diatas Windows 2008?

    Sebagai seorang IT-Pro  saya sering mendapat pertanyaan diatas. Hal ini karena Exchange 2007 di-release lebih dahulu dari Windows 2008, jadi umumnya instalasi Exchange 2007 yang ada saat ini adalah di atas Windows 2003 X-64, dan karena migrasi dari Exchange 2003 ke 2007 baru saja selesai, tentu ada keengganan untuk melakukan migrasi OSnya.

    Ok, jadi ada beberapa kelebihan atau keuntungan untuk melakukan migrasi atau intalasi Exchange 2007 diatas Windows 2008 dibandingkan diatas Windows 2003, antara lain:

    1. Support untuk failover cluster dengan subnet yang berbeda
      • Seperti kita ketahui, Exchange 2007 SP1 memiliki kemampuan Cluster Continuous Replication dan Single Copy Cluster. Nah jika OSnya Windows 2008, CCR dan SCR dapat dijalankan pada subnet yang berbeda. Hal ini berarti pengaturan dari sisi Wide Area Network untuk clusternya akan jauh lebih mudah, maksudnya begini. Bayangkan anda memiliki kantor pusat di Jakarta, sementara kantor cabang atau Disaster Recovery center dikota lain, misalnya Bogor atau Bandung. Umumnya WAN antar kota akan terletak di subnet yang berbeda. Gak lucu kan kalau kita mau memanfaatkan CCR/SCR tapi musti minta orang network untuk rearrange IP address WAN? apa kata dunia?
    2. Log Shipping yang lebih Cepat
      • Baik CCR maupun SCR menggunakan metode log shipping di5ana log shipping ini dijalankan diatas protocol Server Message Block (SMB). Windows 2008 menggunakan protokol SMB Version 2 yang lebih cepat 30-40% dibandingkan generasi sebelumnya
    3. Kemampuan melayani Client Outlook Anywhere yang lebih banya
      • Hal ini khusus untuk role Client Access Server (CAS). Outlook Anywhere (atau Outlook over Http) di server Windows 2003 memiliki keterbatasan dimana di Windows 2003 CAS hanya dapat melayani maksimum 65,535 koneksi per server. Di Windows 2008, CAS dapat melayani maksimum 65,535 per ip address. Jadi jika server CAS anda memiliki 2 ip address (internal dan external), maka anda dapat memanfaatkan kelebihan ini.
    4. Deployment lebih mudah
      • Windows 2008 sudah memiliki pre-requisite dari Exchange 2007 built-in, misalnya powershell, .NET framework dan MMC 3.0
    5. (Almost) Zero downtime untuk NTFS corruption
      • Korupsi disini ga ada hubungannya dengan KPK, tetapi Windows 2008 memiliki fitur Self Healing NTFS yang memungkinkan server melakukan perbaikan-perbaikan terhadap partisi secara online.

    Selain kelebihan-kelebihan diatas ada beberapa kelebihan lain, tetapi saya kira 5 diatas adalah hal utama yang bisa menjadi alasan untuk migrasi ke Windows 2008.

    Ok, jadi saya kira cukup sampai disini artikel kali ini.... NOT. Ada satu jebakan batman yang harus saya sampaikan sebelum anda menyampaikan ke manajer IT anda untuk segera upgrade, yaitu tidak ada in-place upgrade untuk Exchange 2007 (Baik RTM ataupun SP1) diatas Windows 2003 X-64. Yang dapat dilakukan adalah migrasi seperti yang terjadi saat kita migrate Exchange 2003 ke Exchange 2007 (grrrrrrrr.......)

    Share this post: | | | |
  • Exchange Performance Tuning

    Dalam artikel ini saya akan berbicara mengenai performance tuning untuk Exchange server, terutama Mailbox Server. Hal ini karena dari keseluruhan role di Exchange server, Mailbox server adalah jantung dari sebuah Exchange Organization.

    Sebelumnya, kita telaah sedikit mengenai konfigurasi harddisk yang optimal untuk Exchange mailbox server, kita mengenal 4 konfigurasi raid, yaitu:

    • Raid 0 : Disk Stripping
    • Raid 1 : Disk Mirroring
    • Raid 1+0 : Disk stripping + mirror
    • Raid 5 : Disk Stripping with parity

    Tabel berikut menunjukkan keuntungan/kerugian penggunaan konfigurasi raid

    Jenis Raid

    Keuntungan

    Kerugian

    Raid 0

    Paling cepat, kegiatan tulis memerlukan 1x pass

    Tidak ada fault tolerance

    Raid 1

    1. Cepat, kegiatan tulis memerlukan 2xpass
    2. Fault tolerance

    Kapasitas hard disk yang tersedia hanya 50% (minimum 2 harddisk)

    Raid 1+0

    1. Cepat, kegiatan tulis memerlukan 2xpass
    2. Fault tolerance

    Kapasitas harddisk yang tersedia paling kecil (boros)

    Raid 5

    1. Kapasitas harddisk tersedia paling banyak
    2. Fault tolerance

    Paling lambat, kecepatan tulis memerlukan 4x pass

     

    Secara umum, Jenis raid yang digunakan untuk mailbox server haruslah Raid 1 atau Raid 1+0. Kita sebaiknya tidak menggunakan Raid 0 karena tidak ada fault tolerance, sedangkan Raid 5, walaupun dapat menyediakan space terbesar, umumnya tidak memberikan performance yang baik.

    Nah setelah membicarakan Raid, sekarang mari kita membicarakan Exchange. Seperti kita ketahui, Exchange database terdiri dari dua komponen utama yaitu:

    1. Exchange database yang terdiri dari:
      1. Exchange Jet database (edb file)
      2. Exchange streaming database (stm file), di Exchange 2007 file ini ditiadakan
    2. Transaction log file

    Sekarang mari kita telaah karakteristik dari file-file diatas:

    Jenis File

    Karakteristik kerja I/O

    Exchange database

    • Kegiatan read/write random
    • Ukuran page 4/8KB

    Transaction log

    • Keseluruhan kegiatan sequential baik read (saat recovery) maupung write (saat normal)
    • Ukuran file bervariasi

    Nah jika dilihat dari karakteristiknya saja, jelas bahwa sangatlah tidak dianjurkan untuk menempatkan Exchange database dan Transaction log dalam satu physical disk yang sama. Perlu diperhatikan bahwa walaupun telah dipisahkan dalam partisi yang berbeda, , tetapi jika partisi2 tersebut masih di harddisk yang sama tidaklah menolong, ,misalkan kita memiliki harddisk yang sangat besar (1TB misalnya) dan kita partisi menjadi beberapa partisi, ga ngefek om J

    Selain Exchange database, ada beberapa operasi lain yang secara keseluruhan bermuara pada performance dari mailbox server kita, antara lain:

    • SMTP Queue: Saat email sedang antri, email ini akan disimpan sementara di folder SMTP queue, yang berarti semakin banyak user, maka kenaikan disk I/O semakin besar.
    • Content Indexing: Saat database discan untuk melakukan reindex, kegiatan ini akan menyebabkan kenaikan Disk I/O
    • Disk Paging: Jika exchange kekurangan memory, maka windows akan menggunakan sebagian harddisk untuk menaruh data. Kegiatan ini dikenal sebagai paging. Semakin banyak paging, maka Disk I/O semakin besar.

    Nah, berarti ada 5 buah item yang harus dipikirkan penempatannya di server, yaitu: Exchange Database, Transaction log, folder SMTP queue, folder content indexing, dan disk paging. Bagaimana kita memperoleh performance yang terbaik? Berikut adalah best practice untuk lokasi masing-masing item:

    Jenis file

    Lokasi

    Database file

    Seluruh database file (edb dan stm) sebaiknya diletakkan dalam sebuah volume yang sama. Gunakan disk yang memiliki random acces speed yang tinggi.

    Transaction log file

    Karena sifat penulisan transaction log adalah sequential, maka sebaiknya transaction log diletakkan di hard disk khusus (dedicated). Hal ini untuk mencapai kecepatan yang optimal

    Content Indexing

    Sebaiknya tentu diletakkan terpisah, tetapi sifat content indexing adalah random access sehingga jika diperlukan dapat ditempatkan di harddisk yang sama dengan database file

    SMTP queue

    SMTP queue sebagai folder transit email kurang lebih akan sama sibuknya dengan transaction log, karena itu tentu untuk performa optimal sebaiknya ditempatkan di physical disk tersendiri (Dedicated).

    Page File

    Page file sebaiknya ditempatkan di harddisk dengan fault tolerance (minimum Raid 1). Umumnya page file ditempatkan di physical disk yang sama dengan system partition, tetapi pada volume yang terpisah

    Jadi, apakah cukup sampai disini?. Ternyata tidak. Exchange masih menyediakan satu jurus lagi dimana kita bisa meningkatkan performa hingga 20%. Utility ini dinamakan Diskpart. Dalam artikel selanjutnya kita akan membahas mengenai diskpart ini dan bagaimana menggunakannya.`

    Share this post: | | | |
  • Lebih Dalam tentang Exchange database part 2 - Exchange Maintenance part 2

    Dalam artikel saya sebelumnya, saya telah membahas mengenai Exchange Online maintenance yang terdiri dari 10 task. Biar tidak ngegantung, di artikel ini kita akan mentelaah lebih dalam mengenai ke 10 task tersebut.

    Exchange database secara fisik terdiri dari file .edb. Di exchange 2003 database juga terdiri dari file .stm. Secara logis, database exchange terdiri dari public store dan mailbox store. Kegiatan Online Maintenance sebetulnya hanya mengurusi kedua store tersebut. Adapun kegiatan tersebut adalah:

    1. Check Message Table 
    2. Dumpster clean up
    3. Tombstone maintenance
    4. Purge indices
    5. Cleanup deleted mailbox
    6. Public folder expiry
    7. Update server versions
    8. Cleanup secure folders
    9. Age folder tombstone
    10. Folder conflict aging

    Sekarang mari kita bahas lebih lanjut masing-masing kegiatan

    Check Message Table

    Kegiatan ini akan menscan table message untuk sebuah database dan melihat apakah ada message (email) yang memiliki reference count 0, berarti email tersebut tidak digunakan lagi. Email tersebut akan dihapus. Kegiatan ini dilakukan 1x dalam 24 jam.

    Dumpster Clean up

    Setiap sebuah email didelete dari client (Outlook misalnya), di database email tersebut akan diset flag (ptagMsgDeleted). Email tersebut akan tetap berada di database sampai proses Dumpster clean up menghapusnya.

    Tombstone maintenance

    Kegiatan yang agak menyeramkan ini (tombstone == batu nisan) pada dasarnya akan menghapus entry yang berada di ptagMidsetTombstones. ptagMidsetTombstones adalah pointer yang menunjuk pada email yang didelete dari suatu folder. Saat terjadi replikasi, entry ptagMidsetTombsone akan dimerge dengan entry di ptagMsgDeleted.

    Purge Indices

    ESE atau JET yang digunakan oleh Exchange memiliki kemampuan untuk membuat index secara dinamis saat ada request untuk informasi (misalnya user bisa sort email berdasarkan date atau sender). Jika tidak dimanage, index-index tersebut bisa "meledak" menjadi ribuan banyaknya.

    ESE mengatasi hal ini dengan menset expired time (default 8 hari)untuk masing-masing index. Saat maintenance, index yang telah melewati masa expirednya akan dihapus dari database.

    Cleanup Deleted Mailbox

    Setiap mailbox yang telah dihapus oleh exchange akan tetap berada di dalam database, jika diperlukan administrator dapat mengkoneknya kembali. Mailbox yang telah dihapus akan didelete dari database setelah berusia 30 hari.

    Public Folder Expiry

    Kegiatan ini akan mencheck satu-persatu emai/entry yang ada di public folder dan akan menghapus entry yang telah melewati masa expirednya.

    Update Server Versions

    Disini server akan mengupdate (increment) version dari public folder yang ada di database.

    Cleanup Secure Folders

    Ini hanya ada di Exchange 5.5 kegiatan ini akan menghapus folder yang berada di secure site yang tidak dapat dikontak lagi oleh server

    Age Folder Tombstone

    Disini server akan menghapus public folder yang telah didelete yang melewati masa retention (default 180 hari).

    Folder Conflict Aging

    Conflict yang ada di public folder akan dihapus pada kegiatan ini.

     

    Demikian artikel singkat mengenai kegiatan-kegiatan yang ada di Online Maintenance, semoga berguna bagi rekan-rekan semua

    Share this post: | | | |
  • Lebih Dalam tentang Exchange database part 2 - Exchange Maintenance

    Tulisan ini adalah bagian kedua  dari seri artikel saya mengenai Exchange Database. Seri pertama dapat dibaca disini.

    Microsoft Exchange Mailbox server, baik itu versi Exchange 2003 maupun Exchange 2007 memiliki sebuah routine yang dikenal sebagai Information Store Maintenance, atau disingkat IS Maintenance. IS Maintenance adalah sekumpulan tugas yang dikerjakan secara otomatis oleh server untuk memastikan konsistensi dari database, dimana hal ini dilakukan by default antara pukul 12:00 - 5:00 pagi setiap hari.

    Perlu diingat, pekerjaan maintenance ini dilakukan pada keadaan online atau dimana mailbox store dalam posisi Mounted (makanya dikenal sebagai Online Maintenance). Jika kita ingin melihat progress dari proses online maintenance ini, maka kita harus menset logging dari Exchange Mailbox menjadi Minimum. Setelah itu maka saat online maintenance event id 1208, 1209 dan 1210  akan muncul di event log seperti dibawah ini:

    Event Type: Informational

    Event Source: MSExchangeIS Public / Private

    Event ID: 1208

    User: N/A

    Description:

    Starting the IS Maintenance tasks.

    %n%nFor more information, click http://www.microsoft.com/contentredirect.asp

    Hal yang paling penting yang dilakukan saat online maintenance adalah Online Defrag. Seperti kita ketahui, proses defrag adalah proses dimana file-file yang tersebar (fragmented) akan diatur kembali agar berurut, nah pada proses Online Defrag di exchange, proses ini akan mengatur ulang record-record yang ada di database sehingga terurut, dimana hal ini akan berakibat pada mempercepat proses I/O di database. Hal lain yang dicapai adalah dalam proses ini pages yang ada di database akan direlease sehingga dapat digunakan. Untuk lebih jelasnya, mungkin ilustrasi dibawah ini dapat membantu:

    image

    Misalkan seluruh kotak diatas menggambarkan file database (edb)berukuran 50GB. Warna biru adalah pages yang teratur, warna merah adalah pages yang fragmented. Pada keadaan diatas, jika ada email yang baru masuk, maka file .edb akan berkembang sesuai dengan besaran email yang masuk tersebut. Misalnya email dengan attachment 5MB, maka file edb akan bertambah 5MB. Tentunya dapat dibayangkan bahwa file edb ini akan berkembang tak terkendali jika dibiarkan.

    Nah karena ada proses online maintenance dimana salah satu prosesnya adalah online defrag, setelah proses ini selesai, pages-pages yang tak terpakai akan direlease sehingga dapat digunakan kembali oleh database. Karena itu setelah proses selesai, keadaan dari file edb kurang-lebih akan seperti dibawah ini:

    image

    Free space yang ada akan digunakan oleh Exchange untuk item-item baru (misalnya email). Perlu diperhatikan bahwa ukuran file tidak akan berkurang (tetap 50GB) tetapi jika anda memastikan proses Online Defrag sukses, paling tidak growthnya dapat dikontrol, tentunya dengan asumsi bahwa memang anda cukup agresif dalam memanage mailbox user yang ada.

    Perlu diingat bahwa free space di file edb hanya akan muncul jika ada item (email) yang dipindahkan dari mailbox store tersebut. Kata kunci disini adalah "dipindahkan". Keadaan ini dapat dicapai misalnya jika:

    1. User benar-benar menghapus email
    2. User memindahkan email tersebut ke tempat lain, misalnya ke file PST. Ingat bahwa memindahkan ke folder lain tidak akan membantu karena folder tersebut tetap berada di mailbox store yang sama.
    3. Mailbox user dipindahkan, misalnya ke mailbox store lain ataupun server lainnya.

     

    Memastikan proses Online Defrag sukses

    Ada dua hal yang dapat mengganggu proses Online Defrag ini yaitu:

    1. Maintenance Window terlewatkan
    2. Ada proses backup file database

    Seperti telah dijelaskan diatas, proses Online Defrag hanyalah satu dari 10 proses yang ada dalam Online Maintenance. Jika server kita terlalu sibuk (bahkan pada waktu subuh), bisa jadi proses ini tidak dijalankan.

    Mengenai proses backup, perlu dijelaskan disini bahwa proses backup tidak akan menggangu proses Online Maintenance, dalam arti backup dan Online Maintenance dapat berjalan secara pararel. Tetapi khusus untuk backup database Full, proses backup database akan melock file .edb saat sedang dibackup, karena itu, bisa jadi jika file .edb anda cukup besar, proses backup juga berlangsung lama sehingga maintenance window terlewatkan. Proses backup database secara differential hanya akan mengcopy log file sehingga tidak menggangu proses maintenance.

     

    Kesimpulan

    Proses Online Maintenance adalah proses penting di Microsoft Exchange yang menjaga integritas dari database mailbox. Karena itu penting untuk memantau proses ini berjalan secara sukses.

    Share this post: | | | |
  • Powershell Script untuk monitor Exchange 2003

    Powershell sangat membantu kita IT-Pro untuk memonitor kesehatan server yang berada di jaringan kita. Dalam artikel ini saya akan menunjukan bagaimana menggunakan powershell untuk memonitor status dari Exchange server 2003.

    Tujuan script ini adalah untuk mengautomasikan tugas2 rutin exchange administrator, antara lain: 

    1. Memeriksa jumlah freespace di setiap disk
    2. Menghitung jumlah mailbox yang tersebar di masing-masing database
    3. Memeriksa ukuran dari file database exchange (edb dan stm).
    4. Selain itu, script ini akan menyimpan hasilnya dalam sebuah file dan mengirimkannya melalui email.

    Berikut adalah tampilan hasil jika tidak dikirimkan melalui email

    clip_image002

    Ok, berikut adalah script yang saya buat.

    remove-item -path c:\powershellscript\exreport.txt

    $computers = "server1”,”server2","server3","server4"

    foreach ($computer in $computers)

    {

    echo $computer >> c:\powershellscript\exreport.txt

    Get-Wmiobject -namespace root\MicrosoftExchangeV2 -class Exchange_Mailbox -computer $computer | group-object -property StorageGroupName,StoreName |ft -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt

    Get-WMIObject Win32_LogicalDisk -filter “DriveType=3" -computer $computer | Select SystemName,DeviceID,VolumeName,@{Name=”size(GB)”;Expression={”{0:N1}” -f($_.size/1gb)}},@{Name=”freespace(GB)”;Expression={”{0:N1}” -f($_.freespace/1gb)}} |ft -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt

    get-wmiobject -query "select * from cim_datafile where extension ='edb' or extension ='stm'" -computername $computer|ft -property name,@{label="Size (GB)";expression={[math]::truncate($_.filesize/1GB)}} -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt

    }

    #subroutine untuk mengirimkan email

    $msg = new-object Net.Mail.MailMessage

    $smtpServer = “mail”

    $smtp = new-object Net.Mail.SmtpClient($smtpServer)

    $att = new-object Net.Mail.Attachment("c:\powershellscript\exreport.txt")

    $msg.Attachments.Add($att)

    $msg.From = “automatic-report@gulver.com”

    $msg.To.Add(”faisal_susanto@gulver.com")

    $msg.Subject = “Exchange Mailbox Server Report"

    $msg.Body = “This is the data of exchange mailboxes”

    $smtp.Send($msg)

    exit

     

    Sekarang mari kita telaah script diatas.

    remove-item -path c:\powershellscript\exreport.txt

    Command diatas akan menghapus file exreport.txt, hal ini perlu dilakukan karena script ini dijalankan dengan metode append ke file report sehingga jika tidak dihapus file report akan berisi data2 lama dan diappend terus setiap kali script dijalankan.

    $computers = "server1”,”server2","server3","server4"

    Baris ini mengisi variable $computers dengan array yang berisi nama server.

    foreach ($computer in $computers)

    {

    Baris diatas melakukan pengulangan (looping) untuk setiap member dari array $computers, pengulangan dilakukan mulai dari tanda { sampai tanda } yang ada di akhir looping.

    echo $computer >> c:\powershellscript\exreport.txt

    baris ini sebetulnya hanya memunculkan variable $computer, selanjutnya hasil perintah ini diredirect ke file c:\powershellscript\exreport.txt, dimana disini berguna sebagai pembatas antara hasil report dari server pertama dengan server kedua dan selanjutnya.

    Get-Wmiobject -namespace root\MicrosoftExchangeV2 -class Exchange_Mailbox -computer $computer | group-object -property StorageGroupName,StoreName |ft -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt

    Baris ini menggunakan command get-wmiobject untuk mengambil nilai dari namespace dan class yang disebutkan (yaitu microsoftExchangeV2 dan class Exchange_mailbox). Kita membatasi query dengan variable –computer dan diisi dengan $computer.

    Setelah mendapat hasilnya, selanjutnya kita melakukan summary dari jumlah mailbox yang ada di masing-masing storagegroup dengan perintah | group-object -property StorageGroupName,StoreName

    Selanjutnya kita memformat output dari perintah diatas dan juga meredirectnya ke file report dengan perintah |ft -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt. Perintah ft adalah singkatan dari format-table, sedangkan parameter –autosize adalah agar lebar kolum disesuaikan dengan isi variablenya.

    get-wmiobject -query "select * from cim_datafile where extension ='edb' or extension ='stm'" -computername $computer|ft -property name,@{label="Size (GB)";expression={[math]::truncate($_.filesize/1GB)}} -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt

    Langkah selanjutnya kita menggunakan get-wmiobject juga tetapi namespace yang berbeda yaitu cim_datafile. Jika dijalankan tanpa batasan, maka command ini akan mengembalikan seluruh file yang ada di computer tujuan, karena itu kita membatasi dengan menggunakan kalimat where extension =edb or extension =stm, dimana extension tersebut adalah exchange database.

    Selanjutnya kita memformat output dengan melakukan piping ke command format-table seperti dibawah ini

    |ft -property name,@{label="Size (GB)";expression={[math]::truncate($_.filesize/1GB)}} -autosize>> c:\powershellscript\exreport.txt

    Disini kita batasi tampilan dengan memilih property yang relevan yaitu name. Selain itu kita menggunakan calculated field yaitu kita menampilkan variable filesize ke dalam ukuran 1 GB.

    Selanjutnya kita tutup looping dengan tanda }.

    Setelah kita selesai membuat laporan, langkah selanjutnya adalah mengirimkannya melalui email. Berikut adalah script yang digunakan

    $msg = new-object Net.Mail.MailMessage

    $smtpServer = “mail”

    $smtp = new-object Net.Mail.SmtpClient($smtpServer)

    $att = new-object Net.Mail.Attachment("c:\powershellscript\exreport.txt")

    $msg.Attachments.Add($att)

    $msg.From = “automatic-report@gulver.com”

    $msg.To.Add(”faisal_susanto@gulver.com")

    $msg.Subject = “Exchange Mailbox Server Report"

    $msg.Body = “This is the uncompiled data of exchange mailboxes”

    $smtp.Send($msg)

    exit

    Subroutine diatas sangat mudah dibaca, dimana kita mendefinisikan variable $msg sebagai sebuah object dari Net.Mail.MailMessage (ini sebetulnya adalah class dari .Net, tapi kalau saya pakai istilah ini, saya benar2 tersedot ke dark side nanti).

    $smtpServer = “mail”

    $smtp = new-object Net.Mail.SmtpClient($smtpServer)

    Selanjutnya kita mendefinisikan variable $smtpserver dimana disini kita isikan alamat email server kita. (pastikan bahwa email server yang digunakan tidak diblok).

    Baris kedua kita juga mendefinisikan variable $smtp sebagai object dari class Net.Mail.smtpclient

    Untuk baris-baris selanjutnya saya kira cukup jelas, jadi tidak perlu saya uraikan lebih lanjut.

    Kita save script diatas sebagai file dengan extension .ps1 misalnya script1.ps1, setelah kita buat sebuah file berextension .bat (batch file) dan memasukkan command dibawah ini:

    powershell.exe c:\powershellscript\script1.ps1 -noprofile –noninteractive

    langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah membuat sebuah scheduled task di server/workstation dimana powershell diinstal dan memanggil file .bat yang kita buat tadi

    Setelah melakukan langkah diatas, maka kita tinggal menunggu laporan yang akan dikirimkan oleh script yang kita buat.

     

    Kesimpulan

    Dari artikel ini kita dapat menarik kesimpulan antara lain bahwa ternyata dengan powershell kita dapat melakukan monitoring tidak hanya ke exchange server 2007 tetapi juga ke exchange server 2003.

    Share this post: | | | |
    Posted Oct 16 2008, 06:10 PM by fsusanto with no comments
    Filed under:
  • Lebih dalam tentang Exchange Database

    Microsoft Exchange, baik 2007 maupun versi sebelumnya, bergantung kepada database dan transaction lognya. Karena itu sangat penting bagi IT-Pro terutama yang berperan sebagai messaging administrator untuk memahami teknologi dari database Microsoft Exchange.

    Saat kita menginstal Mailbox Server role, maka Exchange akan membuat beberapa file, yaitu:

    • Mailbox: berakhiran .edb dan .stm
    • Log files: berakhiran .log
    • Check point files : berakhiran .chk
    • Temporary log file : E00tmp.log
    • Reserved log file: berakhiran .jrs

    clip_image001

    Keseluruhan file diatas termasuk dalam sebuah Storage Group. Kita akan menelaah lebih jauh kegunaan dari masing-masing file diatas.

    ESE

    Teknologi yang digunakan oleh Exchange sampai saat ini adalah ESE, atau Extensible Storage Engine, dikenal juga sebagai JET database. Sebagai sebuah database, ESE bekerja berdasarkan transaksi (transaction) yang menggunakan prinsip ACID yaitu:

    • Atomic
    • Consistent
    • Isolated
    • Durable

    Prinsip ACID memungkinkan sebuah transaksi (yang dapat terdiri dari beberapa langkah atau subtransaksi) untuk berjalan secara sempurna atau digagalkan, yang dikenal sebagai rollback. Misalkan anda mengambil uang di ATM, maka jika database bank tersebut mengikuti prinsip ACID, keseluruhan langkah pengambilan uang dari pemasukan PIN, pemilihan jumlah uang sampai anda mengambil uang harus terjadi secara penuh dan sempurna.


    File Mailbox

    File mailbox di Exchange berakhiran .EDB adalah tempat penyimpanan data utama yang berformat MAPI. Selain file EDB, di Exchange 2000/2003 juga ada file berakhiran .STM yang bertugas menyimpan pesan-pesan non MAPI. Jika ada orang yang mengirim email dari client yang tidak menggunakan MAPI (POP3, IMAP4, web) maka email tersebut akan disimpan di .STM dan di file .EDB akan dibuat pointer ke entry tersebut.

    Di Exchange 2007, file .STM ini ditiadakan

    Database Page

    Page adalah unit terkecil dalam Exchange. Exchange 2007 menggunakan page berukuran 8KB, sementara versi sebelumnya berukuran 4KB. Jika file .EDB anda berukuran 10GB misalnya, berarti file tersebut terdiri dari jutaan page berukuran 8KB.

    Apa yang membuat sebuah Exchange Database?

    Dalam suatu waktu, exchange database anda akan terdiri dari data yang ada di:

    1. Server Memory :Disini adalah tempat pemrosesan utama. Jika Exchange membutuhkan sebuah page baru, maka page tersebut akan diambil dari file dan dimuat ke dalam memory.
    2. Log Files Begitu Exchange selesai memproses transaksi dalam sebuah page, transaksi tersebut akan ditulis ke dalam log file yang aktif saat itu, tetapi page tersebut akan ditahan di memory. Log file tersebut adalah E00.log, harap diingat bahwa masing-masing storage group memiliki prefix atau awalan tersendiri untuk log filenya. Saat log file tersebut penuh (batasannya adalah 5MB per file), maka log file tersebut akan ditutup dan dinamai secara incremental, setelah itu Exchange akan membuka log E00.log baru.
    3. Database File Adalah repository terakhir dari seluruh page. Exchange akan “mengembalikan” page ke database file (ingat bahwa exchange lebih *** menyimpan page tersebut dimemory) pada akhirnya. Saat keseluruhan page ini dikembalikan, maka log file yang berhubungan dengan page tersebut menjadi obsolete/tidak diperlukan lagi.
    4. Checkpoint file. E00.chk menyimpan transaksi terakhir yang telah ditulis ke database file..

    Exchange akan berusaha untuk seminimal mungkin melakukan transaksi read/write ke disk, hal ini karena transaksi ini jauh lebih lambat daripada menulisnya ke memory. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan antara data yang ada di .EDB dan data actual yang telah terjadi (yang ditulis di log files), dimana perbedaan tersebut dikenal sebagai checkpoint depth.

    Anda dapat memeriksa besarnya checkpoint depth untuk masing-masing storage group dengan melihatnya melalui performance monitor seperti pada gambar dibawah ini:

    clip_image003

    Umumnya checkpoint depth ini akan bergerak dikisaran angka 5, yang berarti perbedaan antara data actual dan data di .EDB file adalah 5 log terakhir.

    Demikian artikel singkat ini, di bagian selanjutnya kita akan bicara lebih dalam mengenai log files dan utility eseutil.

    Share this post: | | | |
  • Behind the Scene - The First Windows 2008 Hyper-V RTM, IIS 7 and SQL 2008 RTM live on Web-EN

    After Naren tease all of us with his blogs about the first Windows 2008 RTM, IIS 7 and SQL 2008 in the world (well, we claim it first, so...), i decided to put more teaser about it by disclosing a bit about what we actually did in this migration.

    This activity actually started about 3 months ago, where Gulver, a team of select individuals from Indonesian Geek Brigade comprises of myself, naren and MVP raymond were called to action. This time the mission is to migrate our aging community server and leap frog it to present time. This mission is quite compleks since the server uses ancient technology such as IIS 6 and run on top of Windows 2003. We were asked to migrate it to the newest platform such as Windows 2008 (at that time hyper-V was still RC) and off course, IIS7. This task is more challenging since most of our community's website were using Community Server 2007, which at that time, no one said it is capable of running on top of IIS 7/windows 2008.

    To ensure successful migration, we visited the server room several times in order to obtain data so we can do an offline research (geek speak for bashing it out) to map out the necessary steps for migration. Shown below were me and Naren at the crime scene. Fellow MVP Raymon was the one taking the picture :)

    image001

    After obtaining the data, we proceed to perform the testing at one of our secret test lab (location top secret). Shown here is where our new hardware IBM X3200 being setup for testing.

    P7070025

    To cut the story short, the entire website were successfully migrated to the new platform, but why take our word for it? you can do a simple task by performing nslookup on one of the website, say wss-id.org. The result will show the new public ip 202.155.61.90

    image

    Open up a web browser and enter the page, you will see a soon to be familiar welcome message from IIS 7 as shown below

    iis7

    So, is that it? of course not Stay tune for more behind the scene stories which will discuss in the details the steps taken for the migration, exclusive from the Gulver Team, cheers

    GetAttachment

    Share this post: | | | |
More Posts Next page »
Copyright © WSS-ID, 2006. All rights reserved.
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems