Dengan sangat menyesal saya mengumumkan bahwa saudara NARENDA WICAKSONO sudah tidak menjadi bagian dari Microsoft Indonesia efektif akhir November 2010. Namun Narenda akan tetap menjadi bagian dari komunitas WSS-ID, INDC, MUGI, maupun SQL Server Indonesia.
Narenda adalah salah satu contoh tentang kegigihan seorang mahasiswa yang mungkin patut dicontoh oleh para generasi muda.Saat masih menjadi mahasiswa, selain menjadi Ketua Himpunan Informatika ITB dan Microsoft Student Partners, Narenda juga sempat memenangkan berbagai lomba IT seperti Imagine Cup 2006, LCEN 2006, dan Lomba Riset ITB 2006 seperti dapat kita lihat di majalah SWA.Tak heran setelah lulus pada Maret 2007, satu bulan kemudian dia langsung mendapatkan penghargaan Microsoft Most Valuable Professional, satu bulan berikutnya pada Mei 2007 Narenda mengawali karir di Microsoft Indonesia sebagai IT Pro Evangelist.



Saya masih ingat 3.5 tahun yang lalu hidup saya masih tenang sebagai seorang IT Pro, kebetulan saya sudah sempat mengikuti milis wss-id dan menerima undangan “launching” produk baru, lupa namanya. Saya sengaja menyebut undangan launching karena selama ini ya acaranya hanya itu-itu saja, beberapa slide, Tanya jawab, dapat souvenir, pulang deh.Tetapi mas satu ini memang lain. Ditangan dia, komunitas kita lebih hidup. Kami sebagai “yang dianggap lebih senior” ditantang untuk membuktikan kesenioritasan itu secara halus dan tanpa kami sadari. Live Deployment, coding on the fly, no slide adalah istilah-istilah yang menunjukkan militansi dan antusiasme dari rekan kita yang satu ini. Dan saya yakin banyak rekan-rekan kita di komunitas yang entah terpaksa atau tidak, menjadi ikut2an ngoprek, pulang pagi dan sebagainya.
Ada satu kejadian lucu yang akan selalu saya ingat. Kami sedang berusaha mendeploy Infrastruktur UC menggunakan Windows 2008 (beta) untuk keperluan salah satu satuan elit di TNI. Karena yang menggunakan tentara Indonesia, sepantasnya kami memilih menggunakan Bahasa Indonesia saat memilih menu bahasa yang akan digunakan. Ternyata setelah selesai di deploy, OSnya error, blue screen. Walah, kami sempat tidak pulang saat itu. Usut punya usut ternyata karena masih beta maka XML file untuk bahasa selain Inggris tidak ada. Hal-hal seperti ini, yang kita istilahkan Jebakan Betmen, tidak akan pernah kita ketahui jika kita tidak mau mengeluarkan extra effort untuk belajar.
Narenda adalah sosok yang selalu berusaha untuk terdepan dalam melakukan inovasi. Kita tentu masih ingat saat Narenda menggabungkan kemampuan server dan coding menjadi sebuah Terminal Services Web Access yang akhirnya menjadi bahan demo Steve Ballmer pada saat peluncuran Windows Server 2008. Kita tentu juga masih ingat ultimate geek wedding yang bisa disaksikan melalui Silverlight atau OCS, dimana saya dan beberapa rekan lain mensetup seluruh infrastruktur dalam satu hari . Momen yang saya sangat ingat adalah ketika kita melakukan UC in the box di Jakarta, Bandung, dan Batam yang menyajikan live demo deployment UC dalam satu hari. Saya juga mendengar bagaimana antusiasnya developer di Balikpapan saat disajikan sesi live coding on the fly. Narenda selalu berusaha menciptakan standar yang pada akhirnya menjadi referensi semua leader dan MVP.



Sudah banyak sekali hal yang beliau torehkan untuk komunitas sebagai kapasitas beliau di Microsoft Indonesia. Saat pertama Narenda bergabung dengan Microsoft Indonesia, saat itu komunitas yang ada hanya INDC, itu pun anggotanya hanya kurang dari 2000 orang. WSS-ID ada tetapi hanya sebatas milis. Namun saat ini, jumlah semua anggota komunitas sudah mencapai 100.000 orang, jumlah yang lebih dari cukup untuk membentuk sebuah partai politik. Kita bisa lihat sumber daya pembelajaran yang sangat melimpah dari mulai blogs, ebooks, kurikulum, TechNet, MSDN, Newsletter, hingga artikel-artikel yang semua disajikan dalam Bahasa Indonesia. Semua sumber daya yang tersedia secara gratis tersebut tentu menjadi magnet bagi IT Pro dan Developer untuk berkumpul di INDC, WSS-ID, SQLServer Indo, dan MUGI.
Bukan hanya kuantitas yang menjadi tolak ukur, karena kualitas dari komunitas adalah sesuatu yang jauh lebih penting. Bila kita lihat lebih jauh, secara tidak sadar kita telah disajikan oleh semangat untuk berbagi yang sangat luar biasa. Tak ada dikomunitas lain dimana anggota komunitas beramai-ramai membuat eBook, blogs, dan artikel yang dapat bermanfaat. Para pemimpin komunitas dan MVP mau untuk meluangkan waktu untuk berbicara dan berbagi ilmunya di berbagai acara komunitas tanpa pamrih. Microsoft User Group Indonesia berkembang di lebih dari 21 kota di Indonesia dalam 2 tahun terakhir dan melakukan lebih dari 78 acara sharing komunitas pertahunnya. Iklim berbagi ini sudah mengalir disetiap darah anggota komunitas Microsoft dan hal yang mengagumkan bagi saya adalah ini semua dimulai oleh seorang Narenda Wicaksono. Kalau ada istilah webspark dan bizspark, saya kira tidak salah jika saya mengatakan Narenda telah membuat community spark. Sekarang member wss-id siapa yang tidak kenal dengan mas Slamet Raharjo, misalnya.
Microsoft Indonesia mungkin telah kehilangan seorang arsitek komunitas,tetapi saya sangat yakin bahwa seorang Narenda Wicaksono tidak akan meninggalkan komunitas yang telah dibangunnya dalam beberapa tahun terakhir ini, sehingga rekan-rekan WSS-ID, INDC, MUGI, maupun SQL Server Indotidak perlu kuatir. Mari kita simak perjalanan beliau selanjutnya disini.