in

WSS-ID Community

Indonesian IT-Pro Community discussing almost anything about Windows Server System.

Faisal Susanto

  • Kenapa saya harus install Exchange 2007 diatas Windows 2008?

    Sebagai seorang IT-Pro  saya sering mendapat pertanyaan diatas. Hal ini karena Exchange 2007 di-release lebih dahulu dari Windows 2008, jadi umumnya instalasi Exchange 2007 yang ada saat ini adalah di atas Windows 2003 X-64, dan karena migrasi dari Exchange 2003 ke 2007 baru saja selesai, tentu ada keengganan untuk melakukan migrasi OSnya.

    Ok, jadi ada beberapa kelebihan atau keuntungan untuk melakukan migrasi atau intalasi Exchange 2007 diatas Windows 2008 dibandingkan diatas Windows 2003, antara lain:

    1. Support untuk failover cluster dengan subnet yang berbeda
      • Seperti kita ketahui, Exchange 2007 SP1 memiliki kemampuan Cluster Continuous Replication dan Single Copy Cluster. Nah jika OSnya Windows 2008, CCR dan SCR dapat dijalankan pada subnet yang berbeda. Hal ini berarti pengaturan dari sisi Wide Area Network untuk clusternya akan jauh lebih mudah, maksudnya begini. Bayangkan anda memiliki kantor pusat di Jakarta, sementara kantor cabang atau Disaster Recovery center dikota lain, misalnya Bogor atau Bandung. Umumnya WAN antar kota akan terletak di subnet yang berbeda. Gak lucu kan kalau kita mau memanfaatkan CCR/SCR tapi musti minta orang network untuk rearrange IP address WAN? apa kata dunia?
    2. Log Shipping yang lebih Cepat
      • Baik CCR maupun SCR menggunakan metode log shipping di5ana log shipping ini dijalankan diatas protocol Server Message Block (SMB). Windows 2008 menggunakan protokol SMB Version 2 yang lebih cepat 30-40% dibandingkan generasi sebelumnya
    3. Kemampuan melayani Client Outlook Anywhere yang lebih banya
      • Hal ini khusus untuk role Client Access Server (CAS). Outlook Anywhere (atau Outlook over Http) di server Windows 2003 memiliki keterbatasan dimana di Windows 2003 CAS hanya dapat melayani maksimum 65,535 koneksi per server. Di Windows 2008, CAS dapat melayani maksimum 65,535 per ip address. Jadi jika server CAS anda memiliki 2 ip address (internal dan external), maka anda dapat memanfaatkan kelebihan ini.
    4. Deployment lebih mudah
      • Windows 2008 sudah memiliki pre-requisite dari Exchange 2007 built-in, misalnya powershell, .NET framework dan MMC 3.0
    5. (Almost) Zero downtime untuk NTFS corruption
      • Korupsi disini ga ada hubungannya dengan KPK, tetapi Windows 2008 memiliki fitur Self Healing NTFS yang memungkinkan server melakukan perbaikan-perbaikan terhadap partisi secara online.

    Selain kelebihan-kelebihan diatas ada beberapa kelebihan lain, tetapi saya kira 5 diatas adalah hal utama yang bisa menjadi alasan untuk migrasi ke Windows 2008.

    Ok, jadi saya kira cukup sampai disini artikel kali ini.... NOT. Ada satu jebakan batman yang harus saya sampaikan sebelum anda menyampaikan ke manajer IT anda untuk segera upgrade, yaitu tidak ada in-place upgrade untuk Exchange 2007 (Baik RTM ataupun SP1) diatas Windows 2003 X-64. Yang dapat dilakukan adalah migrasi seperti yang terjadi saat kita migrate Exchange 2003 ke Exchange 2007 (grrrrrrrr.......)

    Share this post: | | | |
  • Exchange Performance Tuning

    Dalam artikel ini saya akan berbicara mengenai performance tuning untuk Exchange server, terutama Mailbox Server. Hal ini karena dari keseluruhan role di Exchange server, Mailbox server adalah jantung dari sebuah Exchange Organization.

    Sebelumnya, kita telaah sedikit mengenai konfigurasi harddisk yang optimal untuk Exchange mailbox server, kita mengenal 4 konfigurasi raid, yaitu:

    • Raid 0 : Disk Stripping
    • Raid 1 : Disk Mirroring
    • Raid 1+0 : Disk stripping + mirror
    • Raid 5 : Disk Stripping with parity

    Tabel berikut menunjukkan keuntungan/kerugian penggunaan konfigurasi raid

    Jenis Raid

    Keuntungan

    Kerugian

    Raid 0

    Paling cepat, kegiatan tulis memerlukan 1x pass

    Tidak ada fault tolerance

    Raid 1

    1. Cepat, kegiatan tulis memerlukan 2xpass
    2. Fault tolerance

    Kapasitas hard disk yang tersedia hanya 50% (minimum 2 harddisk)

    Raid 1+0

    1. Cepat, kegiatan tulis memerlukan 2xpass
    2. Fault tolerance

    Kapasitas harddisk yang tersedia paling kecil (boros)

    Raid 5

    1. Kapasitas harddisk tersedia paling banyak
    2. Fault tolerance

    Paling lambat, kecepatan tulis memerlukan 4x pass

     

    Secara umum, Jenis raid yang digunakan untuk mailbox server haruslah Raid 1 atau Raid 1+0. Kita sebaiknya tidak menggunakan Raid 0 karena tidak ada fault tolerance, sedangkan Raid 5, walaupun dapat menyediakan space terbesar, umumnya tidak memberikan performance yang baik.

    Nah setelah membicarakan Raid, sekarang mari kita membicarakan Exchange. Seperti kita ketahui, Exchange database terdiri dari dua komponen utama yaitu:

    1. Exchange database yang terdiri dari:
      1. Exchange Jet database (edb file)
      2. Exchange streaming database (stm file), di Exchange 2007 file ini ditiadakan
    2. Transaction log file

    Sekarang mari kita telaah karakteristik dari file-file diatas:

    Jenis File

    Karakteristik kerja I/O

    Exchange database

    • Kegiatan read/write random
    • Ukuran page 4/8KB

    Transaction log

    • Keseluruhan kegiatan sequential baik read (saat recovery) maupung write (saat normal)
    • Ukuran file bervariasi

    Nah jika dilihat dari karakteristiknya saja, jelas bahwa sangatlah tidak dianjurkan untuk menempatkan Exchange database dan Transaction log dalam satu physical disk yang sama. Perlu diperhatikan bahwa walaupun telah dipisahkan dalam partisi yang berbeda, , tetapi jika partisi2 tersebut masih di harddisk yang sama tidaklah menolong, ,misalkan kita memiliki harddisk yang sangat besar (1TB misalnya) dan kita partisi menjadi beberapa partisi, ga ngefek om J

    Selain Exchange database, ada beberapa operasi lain yang secara keseluruhan bermuara pada performance dari mailbox server kita, antara lain:

    • SMTP Queue: Saat email sedang antri, email ini akan disimpan sementara di folder SMTP queue, yang berarti semakin banyak user, maka kenaikan disk I/O semakin besar.
    • Content Indexing: Saat database discan untuk melakukan reindex, kegiatan ini akan menyebabkan kenaikan Disk I/O
    • Disk Paging: Jika exchange kekurangan memory, maka windows akan menggunakan sebagian harddisk untuk menaruh data. Kegiatan ini dikenal sebagai paging. Semakin banyak paging, maka Disk I/O semakin besar.

    Nah, berarti ada 5 buah item yang harus dipikirkan penempatannya di server, yaitu: Exchange Database, Transaction log, folder SMTP queue, folder content indexing, dan disk paging. Bagaimana kita memperoleh performance yang terbaik? Berikut adalah best practice untuk lokasi masing-masing item:

    Jenis file

    Lokasi

    Database file

    Seluruh database file (edb dan stm) sebaiknya diletakkan dalam sebuah volume yang sama. Gunakan disk yang memiliki random acces speed yang tinggi.

    Transaction log file

    Karena sifat penulisan transaction log adalah sequential, maka sebaiknya transaction log diletakkan di hard disk khusus (dedicated). Hal ini untuk mencapai kecepatan yang optimal

    Content Indexing

    Sebaiknya tentu diletakkan terpisah, tetapi sifat content indexing adalah random access sehingga jika diperlukan dapat ditempatkan di harddisk yang sama dengan database file

    SMTP queue

    SMTP queue sebagai folder transit email kurang lebih akan sama sibuknya dengan transaction log, karena itu tentu untuk performa optimal sebaiknya ditempatkan di physical disk tersendiri (Dedicated).

    Page File

    Page file sebaiknya ditempatkan di harddisk dengan fault tolerance (minimum Raid 1). Umumnya page file ditempatkan di physical disk yang sama dengan system partition, tetapi pada volume yang terpisah

    Jadi, apakah cukup sampai disini?. Ternyata tidak. Exchange masih menyediakan satu jurus lagi dimana kita bisa meningkatkan performa hingga 20%. Utility ini dinamakan Diskpart. Dalam artikel selanjutnya kita akan membahas mengenai diskpart ini dan bagaimana menggunakannya.`

    Share this post: | | | |
  • Lebih Dalam tentang Exchange database part 2 - Exchange Maintenance part 2

    Dalam artikel saya sebelumnya, saya telah membahas mengenai Exchange Online maintenance yang terdiri dari 10 task. Biar tidak ngegantung, di artikel ini kita akan mentelaah lebih dalam mengenai ke 10 task tersebut.

    Exchange database secara fisik terdiri dari file .edb. Di exchange 2003 database juga terdiri dari file .stm. Secara logis, database exchange terdiri dari public store dan mailbox store. Kegiatan Online Maintenance sebetulnya hanya mengurusi kedua store tersebut. Adapun kegiatan tersebut adalah:

    1. Check Message Table 
    2. Dumpster clean up
    3. Tombstone maintenance
    4. Purge indices
    5. Cleanup deleted mailbox
    6. Public folder expiry
    7. Update server versions
    8. Cleanup secure folders
    9. Age folder tombstone
    10. Folder conflict aging

    Sekarang mari kita bahas lebih lanjut masing-masing kegiatan

    Check Message Table

    Kegiatan ini akan menscan table message untuk sebuah database dan melihat apakah ada message (email) yang memiliki reference count 0, berarti email tersebut tidak digunakan lagi. Email tersebut akan dihapus. Kegiatan ini dilakukan 1x dalam 24 jam.

    Dumpster Clean up

    Setiap sebuah email didelete dari client (Outlook misalnya), di database email tersebut akan diset flag (ptagMsgDeleted). Email tersebut akan tetap berada di database sampai proses Dumpster clean up menghapusnya.

    Tombstone maintenance

    Kegiatan yang agak menyeramkan ini (tombstone == batu nisan) pada dasarnya akan menghapus entry yang berada di ptagMidsetTombstones. ptagMidsetTombstones adalah pointer yang menunjuk pada email yang didelete dari suatu folder. Saat terjadi replikasi, entry ptagMidsetTombsone akan dimerge dengan entry di ptagMsgDeleted.

    Purge Indices

    ESE atau JET yang digunakan oleh Exchange memiliki kemampuan untuk membuat index secara dinamis saat ada request untuk informasi (misalnya user bisa sort email berdasarkan date atau sender). Jika tidak dimanage, index-index tersebut bisa "meledak" menjadi ribuan banyaknya.

    ESE mengatasi hal ini dengan menset expired time (default 8 hari)untuk masing-masing index. Saat maintenance, index yang telah melewati masa expirednya akan dihapus dari database.

    Cleanup Deleted Mailbox

    Setiap mailbox yang telah dihapus oleh exchange akan tetap berada di dalam database, jika diperlukan administrator dapat mengkoneknya kembali. Mailbox yang telah dihapus akan didelete dari database setelah berusia 30 hari.

    Public Folder Expiry

    Kegiatan ini akan mencheck satu-persatu emai/entry yang ada di public folder dan akan menghapus entry yang telah melewati masa expirednya.

    Update Server Versions

    Disini server akan mengupdate (increment) version dari public folder yang ada di database.

    Cleanup Secure Folders

    Ini hanya ada di Exchange 5.5 kegiatan ini akan menghapus folder yang berada di secure site yang tidak dapat dikontak lagi oleh server

    Age Folder Tombstone

    Disini server akan menghapus public folder yang telah didelete yang melewati masa retention (default 180 hari).

    Folder Conflict Aging

    Conflict yang ada di public folder akan dihapus pada kegiatan ini.

     

    Demikian artikel singkat mengenai kegiatan-kegiatan yang ada di Online Maintenance, semoga berguna bagi rekan-rekan semua

    Share this post: | | | |
  • Lebih Dalam tentang Exchange database part 2 - Exchange Maintenance

    Tulisan ini adalah bagian kedua  dari seri artikel saya mengenai Exchange Database. Seri pertama dapat dibaca disini.

    Microsoft Exchange Mailbox server, baik itu versi Exchange 2003 maupun Exchange 2007 memiliki sebuah routine yang dikenal sebagai Information Store Maintenance, atau disingkat IS Maintenance. IS Maintenance adalah sekumpulan tugas yang dikerjakan secara otomatis oleh server untuk memastikan konsistensi dari database, dimana hal ini dilakukan by default antara pukul 12:00 - 5:00 pagi setiap hari.

    Perlu diingat, pekerjaan maintenance ini dilakukan pada keadaan online atau dimana mailbox store dalam posisi Mounted (makanya dikenal sebagai Online Maintenance). Jika kita ingin melihat progress dari proses online maintenance ini, maka kita harus menset logging dari Exchange Mailbox menjadi Minimum. Setelah itu maka saat online maintenance event id 1208, 1209 dan 1210  akan muncul di event log seperti dibawah ini:

    Event Type: Informational

    Event Source: MSExchangeIS Public / Private

    Event ID: 1208

    User: N/A

    Description:

    Starting the IS Maintenance tasks.

    %n%nFor more information, click http://www.microsoft.com/contentredirect.asp

    Hal yang paling penting yang dilakukan saat online maintenance adalah Online Defrag. Seperti kita ketahui, proses defrag adalah proses dimana file-file yang tersebar (fragmented) akan diatur kembali agar berurut, nah pada proses Online Defrag di exchange, proses ini akan mengatur ulang record-record yang ada di database sehingga terurut, dimana hal ini akan berakibat pada mempercepat proses I/O di database. Hal lain yang dicapai adalah dalam proses ini pages yang ada di database akan direlease sehingga dapat digunakan. Untuk lebih jelasnya, mungkin ilustrasi dibawah ini dapat membantu:

    image

    Misalkan seluruh kotak diatas menggambarkan file database (edb)berukuran 50GB. Warna biru adalah pages yang teratur, warna merah adalah pages yang fragmented. Pada keadaan diatas, jika ada email yang baru masuk, maka file .edb akan berkembang sesuai dengan besaran email yang masuk tersebut. Misalnya email dengan attachment 5MB, maka file edb akan bertambah 5MB. Tentunya dapat dibayangkan bahwa file edb ini akan berkembang tak terkendali jika dibiarkan.

    Nah karena ada proses online maintenance dimana salah satu prosesnya adalah online defrag, setelah proses ini selesai, pages-pages yang tak terpakai akan direlease sehingga dapat digunakan kembali oleh database. Karena itu setelah proses selesai, keadaan dari file edb kurang-lebih akan seperti dibawah ini:

    image

    Free space yang ada akan digunakan oleh Exchange untuk item-item baru (misalnya email). Perlu diperhatikan bahwa ukuran file tidak akan berkurang (tetap 50GB) tetapi jika anda memastikan proses Online Defrag sukses, paling tidak growthnya dapat dikontrol, tentunya dengan asumsi bahwa memang anda cukup agresif dalam memanage mailbox user yang ada.

    Perlu diingat bahwa free space di file edb hanya akan muncul jika ada item (email) yang dipindahkan dari mailbox store tersebut. Kata kunci disini adalah "dipindahkan". Keadaan ini dapat dicapai misalnya jika:

    1. User benar-benar menghapus email
    2. User memindahkan email tersebut ke tempat lain, misalnya ke file PST. Ingat bahwa memindahkan ke folder lain tidak akan membantu karena folder tersebut tetap berada di mailbox store yang sama.
    3. Mailbox user dipindahkan, misalnya ke mailbox store lain ataupun server lainnya.

     

    Memastikan proses Online Defrag sukses

    Ada dua hal yang dapat mengganggu proses Online Defrag ini yaitu:

    1. Maintenance Window terlewatkan
    2. Ada proses backup file database

    Seperti telah dijelaskan diatas, proses Online Defrag hanyalah satu dari 10 proses yang ada dalam Online Maintenance. Jika server kita terlalu sibuk (bahkan pada waktu subuh), bisa jadi proses ini tidak dijalankan.

    Mengenai proses backup, perlu dijelaskan disini bahwa proses backup tidak akan menggangu proses Online Maintenance, dalam arti backup dan Online Maintenance dapat berjalan secara pararel. Tetapi khusus untuk backup database Full, proses backup database akan melock file .edb saat sedang dibackup, karena itu, bisa jadi jika file .edb anda cukup besar, proses backup juga berlangsung lama sehingga maintenance window terlewatkan. Proses backup database secara differential hanya akan mengcopy log file sehingga tidak menggangu proses maintenance.

     

    Kesimpulan

    Proses Online Maintenance adalah proses penting di Microsoft Exchange yang menjaga integritas dari database mailbox. Karena itu penting untuk memantau proses ini berjalan secara sukses.

    Share this post: | | | |
  • Powershell Script untuk monitor Exchange 2003

    Powershell sangat membantu kita IT-Pro untuk memonitor kesehatan server yang berada di jaringan kita. Dalam artikel ini saya akan menunjukan bagaimana menggunakan powershell untuk memonitor status dari Exchange server 2003.

    Tujuan script ini adalah untuk mengautomasikan tugas2 rutin exchange administrator, antara lain: 

    1. Memeriksa jumlah freespace di setiap disk
    2. Menghitung jumlah mailbox yang tersebar di masing-masing database
    3. Memeriksa ukuran dari file database exchange (edb dan stm).
    4. Selain itu, script ini akan menyimpan hasilnya dalam sebuah file dan mengirimkannya melalui email.

    Berikut adalah tampilan hasil jika tidak dikirimkan melalui email

    clip_image002

    Ok, berikut adalah script yang saya buat.

    remove-item -path c:\powershellscript\exreport.txt

    $computers = "server1”,”server2","server3","server4"

    foreach ($computer in $computers)

    {

    echo $computer >> c:\powershellscript\exreport.txt

    Get-Wmiobject -namespace root\MicrosoftExchangeV2 -class Exchange_Mailbox -computer $computer | group-object -property StorageGroupName,StoreName |ft -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt

    Get-WMIObject Win32_LogicalDisk -filter “DriveType=3" -computer $computer | Select SystemName,DeviceID,VolumeName,@{Name=”size(GB)”;Expression={”{0:N1}” -f($_.size/1gb)}},@{Name=”freespace(GB)”;Expression={”{0:N1}” -f($_.freespace/1gb)}} |ft -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt

    get-wmiobject -query "select * from cim_datafile where extension ='edb' or extension ='stm'" -computername $computer|ft -property name,@{label="Size (GB)";expression={[math]::truncate($_.filesize/1GB)}} -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt

    }

    #subroutine untuk mengirimkan email

    $msg = new-object Net.Mail.MailMessage

    $smtpServer = “mail”

    $smtp = new-object Net.Mail.SmtpClient($smtpServer)

    $att = new-object Net.Mail.Attachment("c:\powershellscript\exreport.txt")

    $msg.Attachments.Add($att)

    $msg.From = “automatic-report@gulver.com”

    $msg.To.Add(”faisal_susanto@gulver.com")

    $msg.Subject = “Exchange Mailbox Server Report"

    $msg.Body = “This is the data of exchange mailboxes”

    $smtp.Send($msg)

    exit

     

    Sekarang mari kita telaah script diatas.

    remove-item -path c:\powershellscript\exreport.txt

    Command diatas akan menghapus file exreport.txt, hal ini perlu dilakukan karena script ini dijalankan dengan metode append ke file report sehingga jika tidak dihapus file report akan berisi data2 lama dan diappend terus setiap kali script dijalankan.

    $computers = "server1”,”server2","server3","server4"

    Baris ini mengisi variable $computers dengan array yang berisi nama server.

    foreach ($computer in $computers)

    {

    Baris diatas melakukan pengulangan (looping) untuk setiap member dari array $computers, pengulangan dilakukan mulai dari tanda { sampai tanda } yang ada di akhir looping.

    echo $computer >> c:\powershellscript\exreport.txt

    baris ini sebetulnya hanya memunculkan variable $computer, selanjutnya hasil perintah ini diredirect ke file c:\powershellscript\exreport.txt, dimana disini berguna sebagai pembatas antara hasil report dari server pertama dengan server kedua dan selanjutnya.

    Get-Wmiobject -namespace root\MicrosoftExchangeV2 -class Exchange_Mailbox -computer $computer | group-object -property StorageGroupName,StoreName |ft -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt

    Baris ini menggunakan command get-wmiobject untuk mengambil nilai dari namespace dan class yang disebutkan (yaitu microsoftExchangeV2 dan class Exchange_mailbox). Kita membatasi query dengan variable –computer dan diisi dengan $computer.

    Setelah mendapat hasilnya, selanjutnya kita melakukan summary dari jumlah mailbox yang ada di masing-masing storagegroup dengan perintah | group-object -property StorageGroupName,StoreName

    Selanjutnya kita memformat output dari perintah diatas dan juga meredirectnya ke file report dengan perintah |ft -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt. Perintah ft adalah singkatan dari format-table, sedangkan parameter –autosize adalah agar lebar kolum disesuaikan dengan isi variablenya.

    get-wmiobject -query "select * from cim_datafile where extension ='edb' or extension ='stm'" -computername $computer|ft -property name,@{label="Size (GB)";expression={[math]::truncate($_.filesize/1GB)}} -autosize >> c:\powershellscript\exreport.txt

    Langkah selanjutnya kita menggunakan get-wmiobject juga tetapi namespace yang berbeda yaitu cim_datafile. Jika dijalankan tanpa batasan, maka command ini akan mengembalikan seluruh file yang ada di computer tujuan, karena itu kita membatasi dengan menggunakan kalimat where extension =edb or extension =stm, dimana extension tersebut adalah exchange database.

    Selanjutnya kita memformat output dengan melakukan piping ke command format-table seperti dibawah ini

    |ft -property name,@{label="Size (GB)";expression={[math]::truncate($_.filesize/1GB)}} -autosize>> c:\powershellscript\exreport.txt

    Disini kita batasi tampilan dengan memilih property yang relevan yaitu name. Selain itu kita menggunakan calculated field yaitu kita menampilkan variable filesize ke dalam ukuran 1 GB.

    Selanjutnya kita tutup looping dengan tanda }.

    Setelah kita selesai membuat laporan, langkah selanjutnya adalah mengirimkannya melalui email. Berikut adalah script yang digunakan

    $msg = new-object Net.Mail.MailMessage

    $smtpServer = “mail”

    $smtp = new-object Net.Mail.SmtpClient($smtpServer)

    $att = new-object Net.Mail.Attachment("c:\powershellscript\exreport.txt")

    $msg.Attachments.Add($att)

    $msg.From = “automatic-report@gulver.com”

    $msg.To.Add(”faisal_susanto@gulver.com")

    $msg.Subject = “Exchange Mailbox Server Report"

    $msg.Body = “This is the uncompiled data of exchange mailboxes”

    $smtp.Send($msg)

    exit

    Subroutine diatas sangat mudah dibaca, dimana kita mendefinisikan variable $msg sebagai sebuah object dari Net.Mail.MailMessage (ini sebetulnya adalah class dari .Net, tapi kalau saya pakai istilah ini, saya benar2 tersedot ke dark side nanti).

    $smtpServer = “mail”

    $smtp = new-object Net.Mail.SmtpClient($smtpServer)

    Selanjutnya kita mendefinisikan variable $smtpserver dimana disini kita isikan alamat email server kita. (pastikan bahwa email server yang digunakan tidak diblok).

    Baris kedua kita juga mendefinisikan variable $smtp sebagai object dari class Net.Mail.smtpclient

    Untuk baris-baris selanjutnya saya kira cukup jelas, jadi tidak perlu saya uraikan lebih lanjut.

    Kita save script diatas sebagai file dengan extension .ps1 misalnya script1.ps1, setelah kita buat sebuah file berextension .bat (batch file) dan memasukkan command dibawah ini:

    powershell.exe c:\powershellscript\script1.ps1 -noprofile –noninteractive

    langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah membuat sebuah scheduled task di server/workstation dimana powershell diinstal dan memanggil file .bat yang kita buat tadi

    Setelah melakukan langkah diatas, maka kita tinggal menunggu laporan yang akan dikirimkan oleh script yang kita buat.

     

    Kesimpulan

    Dari artikel ini kita dapat menarik kesimpulan antara lain bahwa ternyata dengan powershell kita dapat melakukan monitoring tidak hanya ke exchange server 2007 tetapi juga ke exchange server 2003.

    Share this post: | | | |
    Posted Oct 16 2008, 06:10 PM by fsusanto with no comments
    Filed under:
  • Lebih dalam tentang Exchange Database

    Microsoft Exchange, baik 2007 maupun versi sebelumnya, bergantung kepada database dan transaction lognya. Karena itu sangat penting bagi IT-Pro terutama yang berperan sebagai messaging administrator untuk memahami teknologi dari database Microsoft Exchange.

    Saat kita menginstal Mailbox Server role, maka Exchange akan membuat beberapa file, yaitu:

    • Mailbox: berakhiran .edb dan .stm
    • Log files: berakhiran .log
    • Check point files : berakhiran .chk
    • Temporary log file : E00tmp.log
    • Reserved log file: berakhiran .jrs

    clip_image001

    Keseluruhan file diatas termasuk dalam sebuah Storage Group. Kita akan menelaah lebih jauh kegunaan dari masing-masing file diatas.

    ESE

    Teknologi yang digunakan oleh Exchange sampai saat ini adalah ESE, atau Extensible Storage Engine, dikenal juga sebagai JET database. Sebagai sebuah database, ESE bekerja berdasarkan transaksi (transaction) yang menggunakan prinsip ACID yaitu:

    • Atomic
    • Consistent
    • Isolated
    • Durable

    Prinsip ACID memungkinkan sebuah transaksi (yang dapat terdiri dari beberapa langkah atau subtransaksi) untuk berjalan secara sempurna atau digagalkan, yang dikenal sebagai rollback. Misalkan anda mengambil uang di ATM, maka jika database bank tersebut mengikuti prinsip ACID, keseluruhan langkah pengambilan uang dari pemasukan PIN, pemilihan jumlah uang sampai anda mengambil uang harus terjadi secara penuh dan sempurna.


    File Mailbox

    File mailbox di Exchange berakhiran .EDB adalah tempat penyimpanan data utama yang berformat MAPI. Selain file EDB, di Exchange 2000/2003 juga ada file berakhiran .STM yang bertugas menyimpan pesan-pesan non MAPI. Jika ada orang yang mengirim email dari client yang tidak menggunakan MAPI (POP3, IMAP4, web) maka email tersebut akan disimpan di .STM dan di file .EDB akan dibuat pointer ke entry tersebut.

    Di Exchange 2007, file .STM ini ditiadakan

    Database Page

    Page adalah unit terkecil dalam Exchange. Exchange 2007 menggunakan page berukuran 8KB, sementara versi sebelumnya berukuran 4KB. Jika file .EDB anda berukuran 10GB misalnya, berarti file tersebut terdiri dari jutaan page berukuran 8KB.

    Apa yang membuat sebuah Exchange Database?

    Dalam suatu waktu, exchange database anda akan terdiri dari data yang ada di:

    1. Server Memory :Disini adalah tempat pemrosesan utama. Jika Exchange membutuhkan sebuah page baru, maka page tersebut akan diambil dari file dan dimuat ke dalam memory.
    2. Log Files Begitu Exchange selesai memproses transaksi dalam sebuah page, transaksi tersebut akan ditulis ke dalam log file yang aktif saat itu, tetapi page tersebut akan ditahan di memory. Log file tersebut adalah E00.log, harap diingat bahwa masing-masing storage group memiliki prefix atau awalan tersendiri untuk log filenya. Saat log file tersebut penuh (batasannya adalah 5MB per file), maka log file tersebut akan ditutup dan dinamai secara incremental, setelah itu Exchange akan membuka log E00.log baru.
    3. Database File Adalah repository terakhir dari seluruh page. Exchange akan “mengembalikan” page ke database file (ingat bahwa exchange lebih *** menyimpan page tersebut dimemory) pada akhirnya. Saat keseluruhan page ini dikembalikan, maka log file yang berhubungan dengan page tersebut menjadi obsolete/tidak diperlukan lagi.
    4. Checkpoint file. E00.chk menyimpan transaksi terakhir yang telah ditulis ke database file..

    Exchange akan berusaha untuk seminimal mungkin melakukan transaksi read/write ke disk, hal ini karena transaksi ini jauh lebih lambat daripada menulisnya ke memory. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan antara data yang ada di .EDB dan data actual yang telah terjadi (yang ditulis di log files), dimana perbedaan tersebut dikenal sebagai checkpoint depth.

    Anda dapat memeriksa besarnya checkpoint depth untuk masing-masing storage group dengan melihatnya melalui performance monitor seperti pada gambar dibawah ini:

    clip_image003

    Umumnya checkpoint depth ini akan bergerak dikisaran angka 5, yang berarti perbedaan antara data actual dan data di .EDB file adalah 5 log terakhir.

    Demikian artikel singkat ini, di bagian selanjutnya kita akan bicara lebih dalam mengenai log files dan utility eseutil.

    Share this post: | | | |
  • Behind the Scene - The First Windows 2008 Hyper-V RTM, IIS 7 and SQL 2008 RTM live on Web-EN

    After Naren tease all of us with his blogs about the first Windows 2008 RTM, IIS 7 and SQL 2008 in the world (well, we claim it first, so...), i decided to put more teaser about it by disclosing a bit about what we actually did in this migration.

    This activity actually started about 3 months ago, where Gulver, a team of select individuals from Indonesian Geek Brigade comprises of myself, naren and MVP raymond were called to action. This time the mission is to migrate our aging community server and leap frog it to present time. This mission is quite compleks since the server uses ancient technology such as IIS 6 and run on top of Windows 2003. We were asked to migrate it to the newest platform such as Windows 2008 (at that time hyper-V was still RC) and off course, IIS7. This task is more challenging since most of our community's website were using Community Server 2007, which at that time, no one said it is capable of running on top of IIS 7/windows 2008.

    To ensure successful migration, we visited the server room several times in order to obtain data so we can do an offline research (geek speak for bashing it out) to map out the necessary steps for migration. Shown below were me and Naren at the crime scene. Fellow MVP Raymon was the one taking the picture :)

    image001

    After obtaining the data, we proceed to perform the testing at one of our secret test lab (location top secret). Shown here is where our new hardware IBM X3200 being setup for testing.

    P7070025

    To cut the story short, the entire website were successfully migrated to the new platform, but why take our word for it? you can do a simple task by performing nslookup on one of the website, say wss-id.org. The result will show the new public ip 202.155.61.90

    image

    Open up a web browser and enter the page, you will see a soon to be familiar welcome message from IIS 7 as shown below

    iis7

    So, is that it? of course not Stay tune for more behind the scene stories which will discuss in the details the steps taken for the migration, exclusive from the Gulver Team, cheers

    GetAttachment

    Share this post: | | | |
  • UC in a Box - Jakarta

    Wow, acara kali ini benar-benar di luar dugaan.

    Munculnya kembali "The Legend", Mas Agus Rahman, pencetus, pendiri dan tokoh wss-id yang telah lama mengundurkan diri dari dunia kang ow benar-benar membangkitkan semangat. Nampak new comer kita Arfan dan bobby serius mendengarkan wejangan-wejangan yang disampaikan hihihi

    mas agus P7120038

    Disini nampak mas agus sedang memberikan kata pengantar mengenai keseluruhan tema dari acara kali ini, yaitu Unified Communication, dan unjuk gigi Hyper-V yang telah mencapai versi final yaitu RTM.

    Setelah keynote speech dari mas Agus, acara selanjutnya dimulai dengan review tentang hyper-v oleh IT Pro Advisor kita Naren, 

    P7120045 P7120046

    selanjutnya tanpa banyak basa-basi acara langsung dibuka dengan review, instalasi dan konfigurasi Domain Controller oleh pembicara baru kita Bobby Primasta

    P7120056 P7120057

    Selanjutnya, Veteran Exchange kita, Raymond Ang melanjutkan dengan instalasi server Exchange 2007 dalam konfigurasi Typical Installation, selain itu juga diinstal Exchange 2007 server role Unified Messaging.

    P7120065 P7120067

    Berbekal pengalaman di batam, kita telah menduga bahwa instalasi Exchange 2007 ini akan memakan waktu yang cukup lama. Karena itu, sementara instalasi Exchange sedang berjalan, dilakukan instalasi dan konfigurasi Office Communication Server 2007 Standard Edition oleh new comer yang tidak asing lagi di wss-id, Arfan Arlanda

    P7120071 P7120073

    Setelah break makan siang, acara dilanjutkan dengan konfigurasi Unified Communication. Disini nampak antusiasme peserta, karena ternyata jumlah peserta sebelum dan sesudah makan siang tidak berkurang hehe. Konfigurasi Unified Communication disini adalah untuk mencapai integrasi antara Exchange 2007 dan Office Communication Server 2007 dilakukan oleh saya sendiri.

    P7120064 P7120062

    Setelah coffee break, acara dilanjutkan dengan demo unified communication dimana ditunjukkan kemampuan UC antara lain video conference, unified messaging dan lain-lain. Kemampuan UC yang distinctive (maaf saya tidak dapat menemukan padanan bahasa indonesianya) adalah kemampuan mengalihkan panggilan dari Office Communicator menuju voice mailbox yang berada di Exchange.

    Acara kali ini dihadiri oleh lebih dari 50 IT-Pro dari berbagai kalangan, yang sangat antusias mengikuti acara ini.

    P7120060 P7120055

    Bahkan ada beberapa rekan IT-Pro yang membawa hardwarenya sendiri

    P7120053 P7120054

    Acara ini tentu saja dimeriahkan oleh pembagian hadiah seperti paket server launch yang berisi trio Windows 2008, SQL 2008 dan Visual Studio 2008. Selain itu juga dibagikan DVD instalasi Vista Ultimate. Selamat kepada rekan-rekan wss-id yang beruntung.

     P7120076 P7120077

    Oh ya, tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada mbak Kitri, eh Fitri, DPE organizer kita yang telah sangat berjasa membantu kesuksesan acara ini (buset, kaosnya geek bo)

    P7120052

    Terima kasih atas antusiasme rekan-rekan, sampai berjumpa pada technet event berikutnya,

    Share this post: | | | |
  • Behind the Scene - UC in a Box Jakarta

    Seperti biasa, sebelum acara technet day, geeks team dari wss-id telah melakukan berbagai persiapan.

    P7080026

    Persiapan dilakukan jauh hari sebelumnya . Disini nampak rekan Naren, bobby dan Arfan sedang serius mempersiapkan dua buah server windows 2008 yang akan digunakan.

    P7100031

    Persiapan juga dilakukan oleh saudara raymon yang nampak sibuk dengan deretan laptopnya, beneran deh suasananya tidak jauh beda dengan glodok dan mangga dua

    P7100032

    Demikian hebohnya persiapan kami untuk acara ini, pak Tony yang tadinya sibuk jaim akhirnya turun tangan membantu

    P7100034 

    Sangat menyenangkan persiapan menyambut Technet day kali ini, sampai jumpa hari sabtu !!

    P7100029

    Share this post: | | | |
  • Buku Panduan Praktis Office Communications Server 2007 telah beredar

    Hi all,

    Buku pertama saya mengenai OCS 2007 telah beredar.

    Bekerja sama dengan penerbit ELEX, buku pertama di Indonesia yang membahas mengenai Microsoft Office Communications Server 2007 ini telah beredar dan bisa diperoleh di toko buku besar di kota anda.

    Buku ini membahas mengenai Role-role server OCS 2007 dan hubungan antara mereka, selain itu juga dibahas mengenai client-client untuk OCS 2007. Buku ini dilengkapi dengan petunjuk instalasi OCS 2007 standard edition. Buku ini sengaja didesain dalam format yang tipis dan mudah dibawa sehingga tidak merepotkan.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Semoga buku ini bisa membantu rekan sekalian dalam mengenal lebih jauh mengenai Unified Communications.

    Share this post: | | | |
  • UC in a Box Batam - review

    Wheew, akhirnya jadi juga terbang ke batam untuk acara ini. Setelah mempersiapkan server dan barang-barang lain, akhirnya saya berangkat dengan membawa server ML-110, macbook dan juga linksys router, tadinya mau membawa server ke cabin tapi ditolak, aneh juga padahal ada orang yang membawa tas yang ukurannya lebih besar (dan lebih berat) dari server ini, alhasil server musti masuk bagasi, tapi tidak masalah karena harddisk sudah dicopot sebagai antisipasi.

    Di batam saya sudah disambut oleh tim mugi yang dikomandani Aprison dan rekan-rekannya. Mereka antusias sekali mempersiapkan acara ini. Saya dan MVP raymon beserta tim mugi mempersiapkan acara ini dari jumat malam sampai baru tidur jam 4 pagi, sedangkan acaranya sendiri baru mulai jam 9.

    Acaranya sendiri berlangsung cukup meriah. Karena format acara ini baru dimana kita lakukan live build infrastuktur UC, kami masih meraba-raba bagaimana membawa acara ini dengan pas. dari +- jam 10 s/d jam 12 saya bergantian dengan raymon mulai dengan membangun prerequisite dari infrastruktur yaitu dengan membuat Domain Controller. Oh ya, acara bertambah seru dengan kedatangan MVP naren yang khusus terbang bolak-balik dari jakarta ke batam dan ke jakarta lagi demi kesuksesan acara ini. Salut untuk rekan naren

    .jpg">Devil.jpg" border="0" alt="" /> 

    Setelah makan siang, kami bertiga memutuskan untuk tancap gas dengan membangun Server Exchange 2007 dan OCS 2007 secara bersamaan. Saya memegang kendali di OCS sedangkan raymon di Exchange. Hal ini semata demi efisiensi waktu karena kami mempunyai target untuk menyelesaikan ini sebelum jam 4. masalah muncul karena server ML-110 yang notabene merupakan entry level workstation "diperkosa" oleh 5 buah server yang mengakses resource bersama-sama terutama harddisknya.  Alhasil bukannya tambah cepat tapi buildnya malah tambah lama hahaha. Terima kasih dan mohon maaf kepada para peserta yang telah cukup bersabar selama proses instalasi ini.

    Puji tuhan proses instalasi bisa diselesaikan pada sekitar pukul 3:30, langsung saya, raymon dan naren melakukan demo akses exchange mailbox melalui Outlook Web Access dan juga pushmail menggunakan windows mobile 6, selain itu kami juga melakukan demo komunikasi suara melalui Office Communicator, baik untuk windows maupun Mac. dibawah ini diperlihatkan bagaimana rekan2 batam sangat antusias saat rekan raymond dan naren memperagakan pushmail di PDA mereka.

    clip_image001[4]

    Singkat kata UC in a Box yang sekaligus juga merupakan acara Community Launch dan kolaborasi pertama antara WSS-ID dan MUGI berjalan dengan baik. Saya sangat berharap untuk ke depan kami dapat melakukan kolaborasi lebih jauh dengan MUGI dan juga komunitas lain seperti Linux dan sebagainya. Harapan saya adalah janganlah komunitas dimana kita berkarya menjadi batasan tetapi menjadi sarana untuk saling berbagi dan maju bersama, yuk kita bersama-sama berbuat sesuatu demi bangsa.

     clip_image001

    Share this post: | | | |
  • Review Communicator for Mac

    r for Mac.

    Seperti telah ditulis oleh rekan Naren sebelumnya, rencananya dalam acara technet day yang mendatang kita juga akan menggunakan Office Communicator untuk koneksi antara OCS 2007 dengan MacBook.

    Jika dilihat, tampilan Communicator for MAC memang sedikit lebih cantik dibandingkan Communicator biasa.Oh ya, selain Communicator for Mac, microsoft juga telah merilis Live Messenger for Mac, seperti pada gambar dibawah ini.

      

     Ini screenshot communicator client di mac saat kita mencobanya untuk persiapan UC in a box . Itu keadaan mati lampu, jadi bukan penampakan :)

     

    Berikut adalah tim Geeks yang mempersiapkan UC in a box till you drop nanti,

     

    Nampaknya acara UC in a box ini akan benar-benar seru, kita akan mencoba OCS, integrasi dengan Exchange 2007, Communicator mobile dan tentunya communicator for mac, all in one day, tunggu tanggal mainnya

    Share this post: | | | |
  • Free Tool - MagicISO Virtual CD/DVD Manager

    Halo rekan WSS-ID. Kali ini saya akan membahas satu lagi tool gratis untuk Windows 2008, yaitu MagicISO virtual CD/DVD manager. Tool ini berguna untuk memount ISO file yang anda dapat atau anda buat, misalnya dengan ISO recorder.

    So, apa bedanya dengan tools lain? well it is Windows 2008 X64 bit compatible, free, and working.

    Instalasinya sangat mudah, jadi saya tidak akan membahas mengenai hal itu disini.

    Cara kerjanya juga sangat mudah dan sangat intuitif. Setelah selesai instalasi, MagicISO akan membuat icon di system tray

    image

    Jika kita klik kanan, maka akan muncul menu seperti dibawah ini.

    image

    Untuk mounting file ISO anda cukup memilih melalui menu Virtual CD/DVD rom seperti dibawah ini

    image

    Selanjutnya jika anda periksa maka file ISO anda telah dimount sebagai virtual CD

    image

    Masih banyak kemampuan dari MagicISO ini. Silahkan anda mengexplorenya. Oh ya, file instalasi telah saya upload disini. Sedangkan MagicISO ini sen