Kali ini saya ingin membahas tentang metode deployment untuk DirectAccess. Terdapat 2 metoda yaitu single server dan multiple server. DirectAccess dapat di setup sebagai single server atau bisa dikatakan secara in-line. Berikut contoh gambar deployment single server:
ada beberapa keuntungan bila mendeploy dengan topologi seperti di atas, yaitu simple untuk di deploy, dan hanya membutuhkan sebuah DirectAccess server. Namun kekurangannya adalah terdapatnya single point of failure, yaitu koneksi DirectAccess server dengan jaringan internal. Juga performansi server dapat menjadi bottleneck dari koneksi concurent maksimum ke server DirectAccess.
Apabila high availability menjadi kebutuhan yang mendasar maka metoda multiple server yang cocok untukk diterapkan. Berikut adalah contoh topologi deployment DirectAccess multiple server:
pada konfigurasi di atas, server 1 dan 2 dikonfigurasi sebagai Teredo server, Teredo relay, 6to4 relay, dan IP-HTTPS server. Server 3 dan 4 dikonfigurasi sebagai server IPsec gateway dan Network Load Balancer. Setelah topologi tersebut dideploy maka client DirectAccess dapat berkomunikasi dengan server atau komputer yang berada di jaringan internal perusahaan. Jika ada server yang fail atau down maka trafik data dapat dialihkan ke server yang lain.