in

WSS-ID Community

Indonesian IT-Pro Community discussing almost anything about Windows Server System.

Fajar

October 2007 - Posts

  • Fitur Windows Server Virtualization

    Beberapa Fitur yang di support oleh Windows Server Virtualization
    • Membuat dan memanage child partisi untuk 32-bit (x86) dan 64-bit (x64) OS
    • Mebuat VM yang dapat menggunakan SMP untuk mengakses 2, 4, atau 8 cores
    • Membuat VM yang menggunakan lebih dari 1TB physical memory. Windows server virtualization dapat melakukan ini karena dibangun diatas 64 bit. Tepatnya 64bit HV, 64bit virtualization stack dan lain - lain.
    • Support direct pass-through disk access untuk VM untuk menyediakan berbagai macam read/write performance. Storage terkadang menjadi bottleneck untuk sebuah mesin, dan dengan virtual disk ini akan dapat membuat bottleneck di windows server virtualization tidak ada.
    • Supports hot-add access ke berbagai form storage, maksudnya anda dapat membuat virtual storage load dan memanagenya dynamically.
    • Supports dynamic addition dari virtual NIC dan mengambil keuntungan dari underlying virtual LAN.
    • Inclide tools untuk migrating virtual server workload ke windows server virtualization. Maksudnya system anda sekarang di virtual server tidak akan gagal.
    • Support windows server 2008 core sebagai parent OS untuk meningkatkan keamanan.
    • Support NAT dan quarantine networks untuk VM, role based security, Group Policy, utilization counters, non-Micrososft guests, virtual machine snapshot menggunakan volume shadows copy services (VSS), control resources dengan menggunakan windows system resource manager (WSRM), clustering dan lain - lain.
    Share this post: | | | |
  • Pengenalan Windows Server 2008

    Microsoft Windows Server 2008

    Windows Server 2008 adalah sekuel dari Windows Server series yang akan diluncurkan pada tahun 2008 nanti berbarengan dengan peluncuran Microsoft SQL server 2008 dan Microsoft Visual Studio 2008. Buku ini akan bercerita tentang seluk beluk di Windows Server 2008 dan teknologi apa yang nantinya include di Windows Server 2008, misal seperti Windows Server Core, Windows Server Virtualization dan masih banyak lagi. Apakah anda tertarik ??

    More... Jika anda tertarik, anda dapat mendownload-nya di site berikut (gratis !!) :

    Semoga Bermanfaat !! :)

    Fajar Fathurrahman, IT Pro Microsoft Student Partners 

    Share this post: | | | |
  • Configure Display Resolution on Server Core

    Meskipun tidak terdapat tool dalam server Windows server core untuk membolehkan anda mengganti display resolution, anda bisa mengkonfigurasi ini dengan menggunakan suatu unattended file. Dengan mengedit file tsb anda bisa menjalankan resolution lebih tinggi dari settingan standar. Melakukan ini membutuhkan editing suatu registry, namun, jika anda mengeset resolusi video card atau monitor anda  dan kemudian tidak bisa ditampilkan, anda mungkin harus me-reinstall, meskipun anda masih mungkin melakukan boot secara remote dan memodifikasi setting dalam registry kembali.

    Untuk melakukan ini, anda perlu membuka regedit.exe dan menunjukan lokasi di bawah ini :

    HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Video

    Di bawah ini akan menjadi daftar GUIDs, dan anda butuh untuk menguji salah satu yang cocok bagi video card/driver anda. Anda mungkin harus bereksperimen untuk menguji salah satu yang benar. Dalam GUIDs, anda dapat men-set :

    \0000\DefaultSettings.XResolution

    \0000\DefaultSettings.YResolution

    untuk resolusi yang akan anda gunakan. Jika tidak muncul, anda dapat log off dan log back on lagi untuk perubahan yang menghasilkan efek. Hati-hati melakukan ini karena jika anda melakukan set ke suatu unsupported display resolution, anda mungkin butuh me-reinstall mesin anda atau secara remote menghubungkan ke registry dari komputer lain untuk mengganti itu, dan reboot secara remote.

    Share this post: | | | |
  • Windows CardSpace

    Windows CardSpace adalah fitur baru dari Microsoft Windows dan .NET Framework 3.0 yang memungkinkan aplikasi user untuk dimanage secara aman dan mengontrol penukaran informasi personal secara online. Dari desainnya, Windows CardSpace menempatkan user ke pusat pengontrolan identitasnya secara online. Windows CardSpace menyederhanakan pengalaman online dengan mengizinkan user untuk mengidentifikasi dirinya. User melakukan ini dengan mengirimkan informasi terkriptorafi daripada mengingat dan menuliskan manual dari detailnya ke suatu Web site. Pendekatan ini mengungkapkan apa yang disebu dengan identity selector :ketika user membutuhkan autentikasi suatu web site, CardSpace menyediakan keamanan spesial UI dengan sejumlah informasi "cards" user untuk memilih form.

    CardSpace secara visual merepresentasikan informasi identitas user sebagai kartu informasi. Masing-masin kartu informasi dikontrol oleh user dan mewakilkan satu atau lebih klaim mengenai identitasnya. Klaim adalah suatu set nilai yang dinamai sebagai isu dari kartu informasi yang menyatakan hubungan dengan individual tertentu. Windows CardSpace mendukung dua jenis kartu informasi : personal cards dan managed cards. Personal Cards dibuat oleh user, dan managed cards diperoleh dari pihak ketiga yang terpercaya seperti bank, pekerja, perusahaan asuransi, dan lain-lain. Untuk melindung berbagai jenis informasi personal, semua kartu informasi disimpan dalam komputer lokal di dalam penyimpanan aman terinkripsi yang unik untuk setiap login user. Setiap file dienkripsi dua kali untuk mencegah akses yang tidak diinginkan. Managed cards menyediakan lapisan proteksi tambahan, sebagai tidak ada data personal yang disimpan dalam mesin user, melainkan, disimpan dalam provider terpercaya seperti bank atau penyedia credit card dan hanya dikeluarkan apabila bukti yang sah dan terenkripsi diminta.

    Share this post: | | | |
  • Windows Management Instrumentation

    WMI ialah sebuah core teknologi management Windows yang system administrator bisa gunakan untuk menulis scipt-script untuk melaksanakan task-task administrative pada local maupun remote computer. Tidak terdapat peningkatan yang spesifik pada WMI dalam Windows Server 2008 diluar yang telah dimasukan dalam Windows Vista, namun hal ini penting untuk mengetaui mengenai peningkatan pada Windows Vista karena hal tersebut berlaku juga pada Windows Server 2008. Berikut merupakan beberapa penigkatan signifikan pada WMI dalam Windows Vista dan Windows Server 2008:

    • Penyempurnaan pada tracing dan logging. Service WMI sekarang menggunakan Event Tracing untuk Windows (ETW) daripada file-file log legacy WMI yang digunakan pada versi windows sebelumnya, dan hal ini membuat event-event WMI tersedia melalui Event Viewer atau menggnakan tool command-line Wevtutil.exe.
    • Peningkatan kemanan WMI namespace. NamespaceSecuritySDDL qualifier sekarang bisa digunakan untuk mengamankan namespace manapun dengan menyetting namespace security dalam file Managed Object Format (MOF)
    • Kemanan auditing WMI namespace. WMI sekarang menggunakan namespace system access control lists (SACL) untuk mengaudit aktivitas namespace dan report events pada Security event log.
    • Metoda-metoda deskriptor keamanan Get and Set untuk objek-objek securable. Metoda scriptable baru untuk mendapatkan dan menyetting descriptor keamanan telah ditambahkan pada Wind32_Printer, Win32_Service, StdRegProve, Win32_DCOMApplicationSetting, dan _SystemSecurity.
    • Memanipulasi descriptor keamanan menggunakan scripts. Win32_SecurityDescriptorHelper class sekarang mempunyai metoda yang membolehkan scripts untuk mengkonversi binary deksriptor keamanan pada objek yang securable menjadi objek Win32_SecurityDescriptor arau Seci\urity Descriptor Definition Language (SDDL) strings.
    • Kontrol akun user. User Account Control (UAC) mempengaruhi data WMI apa yang dikembalikan, bagaimana WMI secara remote diakses, dan bagaimana script-script harus dijalankan.

    Semua yang disebutkan diatas mempunyai arti bahwa WMI lebih aman dan lebih konsisten dalam bagaimana caranya bekerja dalam Windows Server 2008, yang merupakan berita bagus untuk system administrator yang lebih menyukai menulis script-script WMI untuk mengatur banyak jenis aspek dari jaringan Windows-based mereka.

    Share this post: | | | |
  • Remote Server Administration Tools

    Jika anda ingin secara remote mengatur mesin yang lain yang berjalan menggunakan Windows Server 2008, maka yang perlu anda lakukan ialah mengaktifkan Remote Desktop pada file server, dan menggunakan Terminal Service untuk menjalankan tool-tool pada server tersebut secara remote. Setelah kita memnpunyai sebuah sesi Remote Desktop Connection dengan remote server, kita bisa menjalankan tool-tool seperti Server Manager atau File Server Resource Manager sama seperi kita menggunakan secara langsung.

    Pada Windows Server 2003, anda bisa juga mengatur remote server dengan cara ini. Namun anda juga bisa mengatur dengan cara yang lain yaitu dengan menginstall Windows Server 2003 Administrator Tools Pack (Adminpak.msi) pada sebuah mesin Windows Server 2003 yang berbeda, atau bahkan pada sebuah admin workstation yang berjalan dengan Windows XP Service Pack 2. Dan setelah Tools Pack terinstall, anda bisa membuka tool-tool manapun, melakukan koneksi ke remote server anda, dan mengatur role-role dan fitur-fitur pada server (role dan fitur yang diperlukan telah terinstall).

    Pada Windows Server 2008 terdapat sebuah tool yang berfungsi sama dengan Adminpak yaitu Remote Server Administrator Tools (RSAT), yang bisa anda gunakan untuk menginstall tool-tool management yang dipilih pada server anda, meskipun ketika binaries dari role/fitur tidak terinstall pada server anda. Pada kenyataannya, RSAT bekerja lebih baik disbanding Adminpak karena Adminpak meninstall semua tool-tool adminstrasi, sedangakan RSAT memberikan keleluasaan anda untuk menginstall tool mana saja yang dibutuhkan.

    Share this post: | | | |
  • Security Configuration Wizard

    Security Configuration Wizard (SCW) menurunkan tingkat serangan dari Windows Server dengan menanyakan user dengan sejumlah seri pernyataan yang didesain untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan fungsional dari sebuah server. Fungsionalitas yang tidak dibutuhkan oleh role server maka akan ditiadakan. Sebagai tambahan, untuk menjadi sebuah penggunaan fundamental keamanaan yang terbaik, SCW mengurangi sejumlah system yang butuh untuk di-patch secara cepat ketika celah keamanan terekspos. Secara khusus, SCW melakukan hal-hal sebagai berikut:

    • Mematikan servis-servis yang tidak dibutuhkan
    • Membuat aturan-aturan firewall yang dibutuhkan
    • Membuang aturan-aturan firewall yang tidak dibutuhkan
    • Mengijinkan pembatasan-pembatasan kemanan yang lebih lanjut untuk aturan firewall
    • Mengurangi pembukaan protocol pada server message block (SMB), LanMan, dan Lightweight Directory Access Protocol (LDAP).

    SCW memberikan arahan menuju prosses creating, editing, applying, atau rolling back sebuah kebijakan keamanan didasari pada role-role yang dipilih untuk server tersebut. Kebijakan-kebijakan kemanan yang dibuat oleh SCW ialah file-file dalam bentuk XML, ketika dilakukan penggunaan, konfigurasi servis, aturan Windows Firewall, value spesifik dari registry, dan audit kebijakan. Kebijakan - kebijakan keamanan tersebut bisa digunakan untuk sebuah mesin individual atau bisa dijadikan sebuah objek group policy dan kemudian dihubungkan ke sebuah Organizational Unit dalam Active Directory.

    Dengan Windows Server 2008 beberapa perbaikan yang penting telah ditambahkan pada SCW sebagai berikut:

    • Pada Windows Server 2003, SCW ialah sebuah komponen opsional yang harus secara manual diinstall oleh administrator. SCW sekarang (pada Windows Server 2008) merupakan sebuah komponen default, yang berarti system administrator tidak perlu melakukan langkah lain untuk menginstall atau mendeploy tool untuk menggunakan SCW.
    • Windows Server 2008 akan memperkenalkan fungsionalitas baru dan menarik dalam Windows Firewall. Untuk mendukung fungsionalitas tersebut, SCW telah dikembangkan untuk menyimpan, memproses, dan menerapkan aturan-aturan firewall dengan presisi yang sama dengan yang dilakukan Windows Firewall. Hal ini merupakan kebutuhan yang penting karena pada Windows Server 2008 Windows Firewall akan dinyalakan pada kondisi default.
    • SCW akan membangun sebuah database XML yang besar yang berisi setiap servis yang digunakan, aturan firewall dan opsi administrator dari setiap fitur atau komponen yang tersedia dalam Windows Server 2008. Database ini telah menyeluruh di-review dan di-update untuk Windows Server 2008. Role-role yang telah ada telah di-update, role-role baru telah ditambahkan ke database, dan semua aturan-aturan firewall telah di-update untuk mendukung Windows Firewall yang baru.
    • SCW sekarang membolehkan semua file XML dalam database menggunakan sebuah set dari file-file XSD yang berisi skema SCW XML. Hal ini akan membantu administrator atau developer mengembangkan database SCW dengan membuat role-role SCW berdasarkan pada aplikasi ataupun kebutuhan-kebutuhannya sendiri. File-file XSD tersebut tersedia dibawah direktori SCW.
    • Semua report SCW telah di-update untuk mencerminkan perubahan yang dibuat pada skema SCW mengenai dukungan untuk Windows Firewall yang baru. Report-report tersebut termasuk report Configuration Database, report Security Policy dan report Analysis yang akan membandingkan konfigurasi sekarang dari Windows Server 2008 dengan kebijakan kemanan SCW.

    SCW menyediakan sebuah solusi end to end untuk mengurangi serangan permukaan pada Windows Server 2008 dengan menyediakan sebuah konfigurasi yang mungkin dari komponen-komponen yang default, role - role, fitur - fitur, dan aplikasi - aplikasi third-party manapun yang membutuhkan role SCW.

    Share this post: | | | |
  • Server Manager

    Tujuan dari Server Manager ialah untuk menyediakan cara langsung bagaimana menginstall fitur-fitur dan peran (roles) pada server anda sehingga bisa berfungsi dibawah lingkungan jaringan bisnis anda. Sebagai sebuah tool, Server Manager ditargetkan untuk kalangan pemakai IT umum yang bekerja pada organisasi dengan skala sedang (medium-size). Seorang spesialis IT yang bekerja pada perusahaan besar mungkin bisa menggunakan tool-tool tambahan untuk mengkonfiugrasi server yang baru terinstall Windows Server 2008. Namun sebagai contoh, dengan melakukan beberapa initial configuration tasks pada saat penyetingan yang tidak diawasi menggunakan Windows Deployment Service (WDS) bersama dengan file .xml yang berjalan sendiri.

    Server Manager juga memungkinkan anda untuk melakukan modifikasi setingan apapun yang anda telah lakukan sebelumnya menggunakn layar ICT (Initial Configuration Task). Sebagai contoh, anda bisa mengaktifkan Remote Dekstop dengan meng-klik link Configure Remote Desktop  yang berada pada bagian Server Summary. Bahkan, Server Manager membolehkan anda untuk mengkonfigurasi settingan tambahan yang lebih advance yang tentu saja tidak diperlihatkan pada layar ICT, seperti mengaktifkan atau me-non-aktifkan Internet Explorer Enhanced Security Configuration  (IE ESC) atau menjalankan Security Configuration Wizard (SCW) pada mesin anda.

    Share this post: | | | |
  • System Center Virtual Machine Manager 2007

    System center virtual machine manager berjalan sebagai aplikasi standalone server, dan itu dapat digunakan untuk memanage virtualized datacenter yang mengandung beratus - ratus atau bahkan beribu - ribu Virtual machine di dalam active directory environment. System center virtual machine manager juga dapat memanage virtual machine yang berjalan di Microsoft virtual server 2005 R2 dan windows server 2008 dengan windows server virtualization terinstall. Anda dapat mendevelop system center virtual mechine manager di fiber-channel SAN environment dengan menampilkan task sebagai berikut :

    • Deploying VM dari library anda ke host
    • Transferring VM dari host ke library
    • Migrating VM dari host ke host yang lain

    Administrator console dari system center virtual machine manager dibangun dari windows powershell, dan anda dapat menggunakannya untuk menambah dan memanage host machines, membuat dan memanage virtual service, task monitor, dan migrasi sebuah physical machines ke sebuah virtual.

    System center virtual machine manager juga termasuk ke self-service web portal yang mengenable user untuk bebas membuat dan memange virtual machinenya sendiri. Dengan ini administrator dapat menentukan siapa saja yang dapat membuat virtual machine, host mana yang dapat menjalankannya, dan action mana yang dilakukan di setiap mesin.

    Share this post: | | | |
  • Change Administrator Password on Server Core

    Terdapat 2 cara untuk mengganti password Administrator di dalam Windows Server Core :

    • Tekan CTRL+ALT+DEL, klik Change Password, dan masukan password anda yang lama dan yang baru
    • ketik net user administrator * pada command prompt, masukan password baru anda sebanyak 2 kali
    anda pun sukses melakukan penggantian password 
    Share this post: | | | |
  • ServerManagerCmd.exe

    Menggunakan sebuah aplikasi ataupun service internal yang baru bersama dengan sebuah organisasi berkali-kali berarti melakukan settingan role-role dan fitur-fitur pada multiple servers. Beberapa dari server-server ini mungkin butuh disetting dengan konfigurasi yang persis sama, dan yang lainnya mungkin berada pada lokasi yang berbeda yang tidak siap diakses oleh staff IT. Untuk alasan ini, anda mungkin menginginkan untuk menulis skrip untuk mengotomatisasi proses deployment dari command line.

    Salah satu tools yang bisa menfasilitasi server deployment dari command line ialah ServerManagerCmd.exe. Tool ini ialah tool yang sama dengan komsol grafikal Server Manager, yang digunakan untuk menginstall dan mengkonfigurasi role-role dan fitur-fitur server. Versi grafikal dan command-line dari Server Manager dibangun pada platform sinkronisasi yang sama yang menentukan role-role dan fitur-fitur mana saja yang diinstall dan digunakan pada konfigurasi server.

    ServerManagerCmd.exe menyediakan satu set command-line switches yang membolehkan anda untuk mengotomatisasi banyak task deployment seperti berikut:

    Menampilkan daftar Role-role dan Fitur-fitur yang dapat diinstall

    Anda bisa menggunakan perintah -query untuk melihat daftar roles dan fitur-fitur yang tersedia untuk instalasi dan menemukan apa saja yang telah diisntall. Anda bisa juga menggunakan -query untuk melihat nama-nama command-line dari role dan fitur tersebut. Daftar tersebut akan ditampilkan dalam tanda kurung [ ] setelah nama display.

    Meng-install dan Uninstall Role-role dan Fitur-fitur

     Anda bisa menggunakan perintah -install dan -remove untuk menginstall dan menghapus role dan fitur. Satu hal yang harus diperhatikan ialah ServerManagerCmd.exe hanya mengijinkan anda untuk menginstall dan menghapus. Terpisah dari beberapa pengecualian untuk setting yang dibutuhkan, anda tidak bisa menentukan settingan konfigurasi seperti yang adan bisa lakukan pada konsol grafikal Server Manager. Anda butuh untuk menggunakan tool-tool yang lain, seperti MMC snap-ins dan command-line utilities, untuk menentukan settingan konfigurasi setelah menginstall roles dan fitur-fitur menggunakan ServerManagerCmd.exe.

    Berjalan pada mode "What-If"

    Setelah anda membuat sebuah skrip untuk set-up server dengan ServerManagerCmd.exe, anda mungkin ingin mengecek apakah skrip yang anda buat berjalan dengan semestinya. Atau anda mungkin ingin melihat apa yang akan terjadi jika anda mengetikan perintah tertentu dengan ServerManagerCmd.exe. Untuk situasi seperti ini, anda bisa menyediakan switch -whatif. Switch ini memberitahukan anda apa yang akan diinstall dan dihapus secara tepat dengan sebuah perintah ataupun file jawaban, didasari pada konfigurasi server pada saat itu, tanpa melakukan operasi sesungguhnya.

     Menentukan Parameter Input melalui sebuah File Answer

    ServerManagerCmd.exe bisa beroperasi dalam sebuah mode interaktif, atau bisa diotomatisasi menggunakan sebuah file answer. File answer ditentukan menggunakan switch -inputPath <answer.xml>, dengan <answer.xml> ialah nama dari sebuah file XML dengan daftar parameter-parameter input. Skema untuk membuat file-file answer bisa ditemukan dalam dokumentasi ServerManagerCmd.exe.

    Redirect Output ke sebuah File Results

    Hal ini biasanya sebuah tindakan yang baik untuk menyimpan history dari perubahan konfigurasi pada server anda jika anda butuh untuk melakukan troubleshooting sebuah masalah, migrasi settingan dari sebuah server yang telah ada ke server yang baru, atau recover dari sebuah bencana atau kegagalan. Untuk membantu dengan menjaga record, anda bisa menggunakan switch resultPath <result.xml> untuk men-save hasil dari sebuah installasi atau penghapusan ke sebuah file, dengan <result.xml> ialah nama dari file dimana anda mau menyimpan output.

    Share this post: | | | |
  • Remote Management using WinRM/WinRS

    Anda bisa mengatur server Windows server core secara remote menggunakan Windows Remote Shell (WinRS) yang termasuk dalam Windows Vista dan instalasi penuh dari Windows Server 2008. WinRS menggunakan Windows Remote Management (WinRM), yang merupakan implementasinya Microsoft dari WS-Management dibangun oleh suatu Desktop Management Task Force (DMTF). WinRM pertama termasuk dalam Windows Server 2003 R2 dan sudah dikembangkan dalam Windows Vista dan Windows Server 2008.

    Untuk menggunakan Windows Remote Shell untuk mengatur server Windows server core, log on ke server Windows server core anda yang ingin diatur secara remote, dan ketik WinRM quickconfig pada command prompt untuk membuat suatu WinRM listener dalam mesin :

    wss1 

     

    Sekarang, dalam mesin berbeda yang menjalankan Windows Vista atau instalasi penuh dari Windows Server 2008, ketik winrs -r:<server_name> <command>, dimana <server_name> adalah server Windows server core anda dan <command> adalah perintah yang anda inginkan untuk mengeksekusi dalam server remote anda. Ini adalah sebuah contoh Windows Remote Shell saat bekerja :

    wss2

    Anda juga bisa menjalankan WinRM quickconfig selama instalasi unattended dengan mengonfigurasi suatu answer file setting yang tepat untuk servis ini.

     

     

    Share this post: | | | |
Copyright © WSS-ID, 2006. All rights reserved.
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems