Menggunakan sebuah aplikasi ataupun service internal yang baru
bersama dengan sebuah organisasi berkali-kali berarti melakukan settingan
role-role dan fitur-fitur pada multiple servers. Beberapa dari server-server
ini mungkin butuh disetting dengan konfigurasi yang persis sama, dan yang
lainnya mungkin berada pada lokasi yang berbeda yang tidak siap diakses oleh
staff IT. Untuk alasan ini, anda mungkin menginginkan untuk menulis skrip untuk
mengotomatisasi proses deployment dari command line.
Salah satu tools yang bisa menfasilitasi server deployment dari
command line ialah ServerManagerCmd.exe. Tool ini ialah tool yang sama dengan
komsol grafikal Server Manager, yang digunakan untuk menginstall dan
mengkonfigurasi role-role dan fitur-fitur server. Versi grafikal dan
command-line dari Server Manager dibangun pada platform sinkronisasi yang sama
yang menentukan role-role dan fitur-fitur mana saja yang diinstall dan
digunakan pada konfigurasi server.
ServerManagerCmd.exe menyediakan satu set command-line switches
yang membolehkan anda untuk mengotomatisasi banyak task deployment seperti
berikut:
Menampilkan
daftar Role-role dan Fitur-fitur yang dapat diinstall
Anda bisa menggunakan perintah -query untuk melihat daftar roles
dan fitur-fitur yang tersedia untuk instalasi dan menemukan apa saja yang telah
diisntall. Anda bisa juga menggunakan -query untuk melihat nama-nama
command-line dari role dan fitur tersebut. Daftar tersebut akan ditampilkan
dalam tanda kurung [ ] setelah nama display.
Meng-install
dan Uninstall Role-role dan Fitur-fitur
Anda bisa menggunakan
perintah -install dan -remove untuk menginstall dan menghapus role dan fitur.
Satu hal yang harus diperhatikan ialah ServerManagerCmd.exe hanya mengijinkan
anda untuk menginstall dan menghapus. Terpisah dari beberapa pengecualian untuk
setting yang dibutuhkan, anda tidak bisa menentukan settingan konfigurasi
seperti yang adan bisa lakukan pada konsol grafikal Server Manager. Anda butuh
untuk menggunakan tool-tool yang lain, seperti MMC snap-ins dan command-line
utilities, untuk menentukan settingan konfigurasi setelah menginstall roles dan
fitur-fitur menggunakan ServerManagerCmd.exe.
Berjalan
pada mode "What-If"
Setelah anda membuat sebuah skrip untuk set-up server dengan
ServerManagerCmd.exe, anda mungkin ingin mengecek apakah skrip yang anda buat
berjalan dengan semestinya. Atau anda mungkin ingin melihat apa yang akan
terjadi jika anda mengetikan perintah tertentu dengan ServerManagerCmd.exe.
Untuk situasi seperti ini, anda bisa menyediakan switch -whatif. Switch ini
memberitahukan anda apa yang akan diinstall dan dihapus secara tepat dengan
sebuah perintah ataupun file jawaban, didasari pada konfigurasi server pada
saat itu, tanpa melakukan operasi sesungguhnya.
Menentukan Parameter Input melalui sebuah File
Answer
ServerManagerCmd.exe bisa beroperasi dalam sebuah mode interaktif,
atau bisa diotomatisasi menggunakan sebuah file answer. File answer ditentukan
menggunakan switch -inputPath <answer.xml>, dengan <answer.xml>
ialah nama dari sebuah file XML dengan daftar parameter-parameter input. Skema
untuk membuat file-file answer bisa ditemukan dalam dokumentasi
ServerManagerCmd.exe.
Redirect
Output ke sebuah File Results
Hal ini biasanya sebuah tindakan yang baik untuk menyimpan history
dari perubahan konfigurasi pada server anda jika anda butuh untuk melakukan
troubleshooting sebuah masalah, migrasi settingan dari sebuah server yang telah
ada ke server yang baru, atau recover dari sebuah bencana atau kegagalan. Untuk
membantu dengan menjaga record, anda bisa menggunakan switch resultPath
<result.xml> untuk men-save hasil dari sebuah installasi atau penghapusan
ke sebuah file, dengan <result.xml> ialah nama dari file dimana anda mau
menyimpan output.