in

WSS-ID Community

Indonesian IT-Pro Community discussing almost anything about Windows Server System.

Fajar

  • Remote Administration improvement in R2

    Remote administration atau pengaturan jarak jauh telah menjadi isu yang sangat penting untuk menjaga efisiensi di data center. Sangat tidak efisien apabila kita mengatur sebuah server secara langsung di depan console atau desktop. Windows Server 2008 R2 mempunyai peningkatan dalam hal remote administration yaitu:
    • Remote management dengan menggunakan graphical management console. Server manager sudah diupdate untuk membolehkan remote management. Penambahannya yaitu banyak peningkatan intergrasi dari management console dengan Server Manager dan hasilnya dapat mendukung remote management.
    • Penggunaan command-line dan otomatisasi script. Windows PowerShell version 2.0 mempunyai banyak peningkatan untuk remote management, diantaranya membolehkan administrator untuk menjalankan script pada sebuah atau banyak remote komputer atau juga membolehkan admin untuk menjalankan script secara simultan pada sebuah server.
    Untuk lebih lengkapnya silahkan refer ke site Windows Server 2008 R2, http://www.microsoft.com/windowsserver2008/en/us/R2.aspx
    Share this post: | | | |
  • ADDS Improvement in R2

    Untuk Windows Server 2008 R2 akan ada beberapa peningkatan untuk Active Directory Domain Services, seperti berikut:

    • Recovery deleted objects. Domain pada active directory sekarang mempunyai fitur recycle bin yang mendukung recovery objek yang telah dihapus. Jika objek aktif direktori belum dihapus maka kita dapat merestore objek tersebut melalui recycle bin.
    • Peningkatan proses untuk joining domain. Komputer dapat join ke domain tanpa harus tersambung terlebih dahulu ke domain tersebut. Proses ini akan mengotomatisasi secara penuh joining domain pada saat deployment. Administrator dapat membuat sebuah file yang termasuk ke dalam bagian automatisasi proses deployment.
    • Peningkatan manajemen user account. Salah satu pekerjaan yang memakan waktu adalah memaintain password untuk user yang digunakan sebagai identitas servis, yang juga bisa disebut sebagai service account. ketika password untuk service account diganti maka service yang menggunakan identitas tersebut harus di update juga dengan password yang baru. untuk memecahkan masalah ini Windows Server 2008 R2 memasukan fitur baru yang disebut managed service accounts. di windows server 2008 R2, ketika password untuk service account diganti, fitur manages service account secara otomatis mengupdate passowrd untuk semua service yang menggunakan service account.
    • Penurunan effort untuk melakukan pekerjaan administrative. windows server 2008 R2 mempunyai ADDS management console yang baruyaitu AD Administrative Center, AD administrative center adalah task berbasis management console yang berjalan di powershell cmdlets di Windows Server 2008 R2. AD Administrative center didesain untuk menurunkan administrative effort untuk melakukan task administrative.
    Share this post: | | | |
  • Manajemen command-line di Windows Server 2008 R2

    Sewaktu Windows Server 2008 pertama kali diluncurkan, Windows PowerShell versi 1.0 sudah termasuk di dalamnya untuk keperluan manajemen command-line. Saat ini di Windows Server 2008 R2 sudah termasuk Windows PowerShell 2.0, dimana terdapat peningkatan dibandingkan versi PowerShell sebelumnya, seperti poin - poin berikut:

    • Peningkatan dalam hal Remote management
    • Peningkatan dalam security untuk data
    • Penambahan GUI untuk membuat script PowerShell, debugging, dan melihat output yang ada
    • Penambahan fungsi scripting

    Remote Management

    Salah satu keuntungan dari PowerShell version 2.0 adalah kemampuan untuk menjalankan script secara remote dengan remote management yang dikenal sebagai PowerShell Remoting. Dengan menggunakan PowerShell maka kita dapat menjalankan secara otomatis administrative task yang berjalan di banyak komputer secara bersamaan. Untuk remote management ini kita harus menginstall service terlebih dahulu, yaitu Windows Remote Management dan service tersebut harus berjalan di komputer remote. Untuk memastikan WS-Management sudah berjalan anda dapat mengetikan perintah berikut di komputer remote:

    PS> get-service winrm

    Bersambung...

    Share this post: | | | |
  • Fitur BranchCache

    Salah satu permasalahan dalam Branch Office atau kantor cabang adalah meningkatkan performa akses jaringan dari cabang tersebut ke kantor pusat. Biasanya cabang terkoneksi ke kantor pusat dengan WAN (Wide Area Network) dimana mempunyai koneksi yang lebih rendah dibandingkan koneksi internet yang ada. Salah satu fitur yang diandalkan dari interoperabilitas antara Windows Server 2008 R2 dengan Windows 7 adalah BranchCache. BranchCache merupakan fitur yang dapat menurunkan utilisasi jaringan dan segmen WAN yang terhubung ke kantor cabang dengan cara menyimpan secara berkalan file yang pernah digunakan di komputer kantor cabang. Berikut gambaran skema kantor cabang tanpa menggunakan BranchOffice:


    Ada 2 metoda dalam mendeploy BranchCache, yaitu dengan mode:

    • Distributed Mode
    • Hosted Caching

    Distributed Mode

    Pada mode ini konten disimpan di cabang, yaitu di komputer klien yang menjalankan Windows 7. Salah satu kekurangan dari mode ini adalah konten tersebut disimpan di klien, jadi ketika komputer klien tersebut tadi maka konten harus diambil lagi via WAN.


    Berikut skema yang terjadi untuk gambar diatas:

    1. Komputer klien 1 mendownload konten dari BranchCache server di kantor pusat. Kemudian menambah kan konten tersebut ke hard disk
    2. Komputer klien ke 2 mengakses konten yang sama. kemudian server mengidentifikasi request tersebut. Kemudian klien komputer mencari konten di jaringan local ke komputer yang pernah mendownload konten tersebut.
    3. komputer klien ke 2 menemukan konten tersebut di komputer klien 1, dan kemudian mendownload nya.

    Hosted Caching Mode

    Pada mode ini konten juga dsimpan di kantor cabang, yaitu di komputer yang menjalankan Windows Server 2008 R2. Keuntungan dari mode ini adalah server selalu hidup atau available sehingga konten pun juga available selama server tersebut hidup.


    Berikut skema yang terjadi untuk gambar diatas:

    1. Komputer klien 1 mendownload konten dari BranchCache dan kemudian menambahkan konten tersebut ke harddisk.
    2. Setelah itu komputer klien 1 menyimpan file tersebut ke server di jaringan lokal kantor cabang.
    3. komputer klien ke 2 mengakses konten yang sama. kemudian server mengidentifkasi request tersebut. setelah itu klien komputer 1 mencari konten di server jaringan lokal kantor cabang terserbut.
    4. komputer klien 2 menemukan konten tersebut di server, kemudian mendownloadnya.
    Share this post: | | | |
  • DirectAccess (part3)

    Kali ini saya ingin membahas tentang metode deployment untuk DirectAccess. Terdapat 2 metoda yaitu single server dan multiple server. DirectAccess dapat di setup sebagai single server atau bisa dikatakan secara in-line. Berikut contoh gambar deployment single server:


    ada beberapa keuntungan bila mendeploy dengan topologi seperti di atas, yaitu simple untuk di deploy, dan hanya membutuhkan sebuah DirectAccess server. Namun kekurangannya adalah terdapatnya single point of failure, yaitu koneksi DirectAccess server dengan jaringan internal. Juga performansi server dapat menjadi bottleneck dari koneksi concurent maksimum ke server DirectAccess.

    Apabila high availability menjadi kebutuhan yang mendasar maka metoda multiple server yang cocok untukk diterapkan. Berikut adalah contoh topologi deployment DirectAccess multiple server:


    pada konfigurasi di atas, server 1 dan 2 dikonfigurasi sebagai Teredo server, Teredo relay, 6to4 relay, dan IP-HTTPS server. Server 3 dan 4 dikonfigurasi sebagai server IPsec gateway dan Network Load Balancer. Setelah topologi tersebut dideploy maka client DirectAccess dapat berkomunikasi dengan server atau komputer yang berada di jaringan internal perusahaan. Jika ada server yang fail atau down maka trafik data dapat dialihkan ke server yang lain.

    Share this post: | | | |
  • Windows Server 2008 R2 dan Windows 7

    Pada kuartal ke3 tahun ini kita akan bisa merasakan OS terbaru dari Microsoft yaitu Windows 7. Kemudian dari segi server Windows Server 2008 R2 menjadi seri paling mutakhir untuk saat ini. Kedua OS tersebut (Windows Server 2008 R2 dan Windows 7) memang lebih baik jika digunakan bersama atau saling berinteraksi sebagai client server. Berbagai macam fitur yang ditambahkan dibanding dengan seri pendahulunya seperti Windows Server 2008 dan Windows Vista. Beberapa fitur yang didukung untuk kolaborasi antara Windows Server 2008 R2 dengan Windows 7 adalah peningkatan dari sisi sekuriti, berikut fiturnya:

    • DirectAccess, dengan menggunakan DirectAccess kita tidak perlu lagi melakukan VPN untuk mengakses jaringan internal, merupakan peningkatan dalam hal performansi antara intranet dengan internet. Saya sudah menulis beberpa blog Direct Access, bisa dilihat di DirectAccess (part1) dan DirectAccess (part2).
    • RAD, peningkatan dalam hal aplikasi remote dan desktop. adanya penggantian dari Terminal Service Gateway menjadi Remote Desktop Gateway. Terdapat sebagi server role di edisi Windows Server 2008 R2 Standard, Enteprise dan Data center.
    • BitLocker To Go,peningkatan fungsi BitLocker yang sudah diperkenalkan semenjak Windows Vista. Untuk lebih dalam silahkan menuju ke tulisan saya tentang BitLocker To Go.
    • BranchCache, dengan menggunakan fitur BranchCache server secara signifikan dapat menurunkan penggunaan bandwidth dengan membuat cache content.
    • AppLocker, fitur terbaru yang ada di kolaborasi Windows 7 dan Windows Server 2008 R, untuk lebih lengkap silahkan menuju tulisan fitur AppLocker.
    Dengan fitur2 diatas diharapkan Windows 7 dan Windows Server 2008 R2 dapat menjadi lebih secure dibandingkan dengan versi sebelumnya.
    Share this post: | | | |
  • BitLocker To Go

    Mungkin kita sekarang sudah tidak asing lagi mendengar fitur BitLocker. BitLocker pertama kali diperkenalkan di Windows Vista dan merupakan fitur yang sangat bermanfaat untuk notebook anda. Namun tampaknya BitLocker masih kurang usefull, karena pada pertama kali diluncurkan BitLocker hanya bisa mengenkripsi system partition dari komputer. Kemudian setelah diluncurkannya Windows Server 2008 dan Vista SP1 maka terjadi pengingkatan fitur untuk BitLocker, dimana BitLocker bisa mengenkripsi non-system partition. Sekarang dengan adanya Windows Server 2008 R2 digunakan bersama dengan Windows 7, fitur BitLocker dapat meng-encrypt removeable drives. Sekarang removeable drives atau USB merupakan sebuah benda yang penting karena sebagai salah satu alternatif untuk mobilitas data. Kita dengan mudah menyimpan data kerjaan penting di kantor ke dalam USB untuk dibawa dan dikerjakan di rumah. Isu sekuriti di USB sangatlah penting karena USB rentan untuk tertinggal atau dicuri, sehingga diperlukan adanya enkripsi di dalam USB tersebut.

    Dengan adanya interoperabilitas antara Windows Server 2008 R2 dengan Windows 7, fitur BitLocker To Go telah hadir. Administrator dapat menggunakan Group Policy untuk membuat user mengaktifkan BitLocker sebelum user memindahkan file dari komputer ke USB, sehingga data lebih aman. Untuk Recovery key terdapat di dalam AD sehingga tidak perlu khawatir dengan data yang telah di enkripsi tersebut. IT administrator juga dapat memblok USB yang tidak terenkripsi ke komputer yang terhubung ke AD, sehingga jaringan atau komputer menjadi aman dari file yang tidak diinginkan. Lebih jauh tentang BitLocker To Go silahkan ke website ini.

    Share this post: | | | |
  • DirectAccess (part2)

    Sekarang kita masuk ke bagian konektivitas Direct Access. Salah satu hal yang paling menarik dari DirectAccess adalah menggunakan IPv6 sebagai konektivitasnya. DirectAccess clients menjaga konektivitas dengan jaringan internal dan IPv6 menyediakan pengalamatan end-to-end untuk melakuknan konektivitas tersebut. DirectAccess sudah memasukan teknologi transisi IPv6 untuk memastikan konektivitas IPv6.

    Tabel berikut mengilustrasikan metoda yang digunakan dalam konektivitas IPv6 DirectAccess:

    Client assigned

    Metoda konektivitas

    Alamat IPv6 global routable

    Native IPv6 routing

    Alamat IPv4 public

    6to4

    IPv4 NAT Private

    Teredo

    Jika tidak terdapat dalam metoda sebelumnya

    IP-HTTPS

    IP-HTTPS merupakan protokol baru untuk Windows 7 dan Windows Server 2008 R2 yang membolehkan user dibelakang web proxy server untuk membuat koneksi dengan IPv6 tunnel didalam paket IPv4 based HTTPS. Performa dari IP-HTTPS ini tentunya tidak sebagus dengan metoda yang lain untuk DirectAccess, beberapa langkah yang harus diambil untuk meningkatkan performa IP-HTTPS, sebagai contoh dengan menambahkan IP-HTTPS server yang berjalan dengan mode load-balancing.

     
    Share this post: | | | |
  • DirectAccess (part1)

    Masih dalam tema yang sama dengan interoperabilitas Windows Server 2008 R2 dengan Windows 7. Kali ini saya ingin membahas tentang fitur baru yang disebut dengan DirectAccess. Dengan menggunakan fitur DirectAcess (Windows Server 2008 R2 sebagai server dan Windows 7 sebagai client), user dapat langsung mengakses jaringan intranet namun tidak sama dengan VPN pada umumnya. Dengan menggunakan VPN biasa maka user menginisiasi koneksi terlebih dahulu, sedangkan DirectAccess membolehkan aplikasi apapun untuk mengakses internal jaringan sementara Administrator jaringan menentukan resource mana saja yang diperbolehkan  atau restricted dari akses remote. Beberapa keuntungan menggunakan DirectAccess:
    • Always-on connectivity: Selama computer hidup dan mempunyai akses internet maka kita dapat mengakses internal jaringan organisasi melalui DirectAccess
    • Seamless connectivity: Menyediakan koneksi yang konsisten dan stabil ketika malukan remote access
    • Bidirectional access: Selama komputer online dan visible di internet maka dapat memudahkan untuk update dan remote management, dengan begitu dapat menurunkan waktu untuk update dan meningkatkan sekuriti
    • Improved security: berbeda dengan konsep VPN tradisional dimana menyediakan semua atau tidak sama sekali akses ke jaringan, DirectAccess dapat meberikan tingkatan access kontrol berdasarkan karateristik.
    • Integrated solution: fitur DirectAccess sudah terintegrasi penun dengan Isolasi Server and Domain Isolation serta Network Access Protection (NAP), sehingga meningkatkan health level dan kemanan jaringan.

    Berlanjut ke part 2...

    Share this post: | | | |
  • Fitur AppLocker

    Windows Server 2008 R2 dengan Windows 7 memang diciptakan untuk interoperabilitas yang tinggi. Ada sebuah fitur yang saling melengkapi diantara Windows Server 2008 R2 dengan Windows 7. AppLocker merupakan sebuah fitur untuk software restriction policies, dapat meberikan fleksibilitas lebih dibandingkan software restriction policies yang terdapat di versi windows terdahulu.

    Dengan AppLocker kita dapat membuat rules yang mengkontrol file apa saja yang dapat dijalankan, dan juga kita dapat menerapkan rule tersebut ke dalam user atau group yang ada. Parameter yang dapat digunakan di AppLocker seperti nama file, file version, publisher dan lain - lain. Kita dapat juga membatasi program berdasarkan path direktori, dengan kata lain kita dapat menjalankan aplikasi yang letak programnya berada di direktori yang telah ditentukan. Secara default setingan dari AppLocker adalah deny all files kecuali file yang di allow. Tentunya dengan menggunakan Windows 7 dan Windows Server 2008 R2 secara bersamaan (sebagai client server) kita dapat memberikan best security method yang ada.

    Lebih jauh tentang AppLocker dapat dilihat di sini

     
    Share this post: | | | |
  • Windows 7 demo

    7

    Sebenernya udah lama juga, kira - kira bulan desember tahun lalu (2008) saya diberi kesempatan untuk mendemokan brand new Windows 7 di ITB. Sebenernya acara ini dalam rangka promo Imagine Cup 2009, namun ada sesi tentang workshop dan demo Windows 7.

    pic

    Sebenarnya lagi saya sudah dapat preview dari Windows 7 ini dari bulan November, namun baru bulan desember saya disuruh demo :mrgreen: . Build yang saya pakai untuk demo adalah build 6801 dan tergolong masih pre-beta, saya melihat kalau Windows 7 ini jauh lebih enteng dibandingkan Windows Vista, dan juga dengan adanya fitur superbar tampilannya menjadi catchy. Can't wait for RTM version.

    Share this post: | | | |
    Posted Jan 06 2009, 09:14 AM by Fajar with 2 comment(s)
    Filed under:
  • Speaker @ MSDN Day

    Sungguh sangat beruntung, hari sabtu tanggal 29 November kemarin saya diberikan kesempatan untuk menjadi Speaker (pembicara) pada acara MSDN (Microsoft Developer Network) Day Bandung 2008. Sungguh sangat mengagumkan, pada acara kemarin ini pendaftaran peserta yang melalui email menembus angka 1200 orang, sungguh sangat fantastis. Jujur saya agak grogi juga ketika tahu bahwa peserta yang mendaftar sebanyak itu. Acara kali ini bisa dibilang cukup heboh karena hampir semua Microsoft MVP (Most Valuable Professional) dari seluruh Indonesia datang ke Bandung untuk mengisi menjadi pembicara pada acara ini, seperti Naren, Ronald, mas Zikri, om Raymond, om Faisal, om Arfan dan masih banyak lagi. Saya pun sangat tersanjung karena saya yang notabene belum MVP ini diberikan kesempatan menjadi pembicara seperti mereka :mrgreen: .

    msdn1

    Secara garis besar, acara MSDN Day Bandung 2008 ini dibagi menjadi 2 track yaitu track untuk Developer dan satu lagi untuk ITPro, kebetulan pada sesi kali ini saya berduet dengan mas Rudy Setyo di track ITPro untuk menyampaikan teknologi terakhir dari Microsoft yaitu Windows Azure, untuk yang ingin mengetahui apa itu Windows Azure bisa membaca tulisan saya di sini. Secara keseluruhan saya melihat geeks Bandung sangat antusias menyambut acara ini terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftar yaitu lebih dari 1200 orang. Yah mungkin sudah hukum alam kali yah, kalo yang datang pada hari H kurang dari 3/4 jumlah peserta yang mendaftar :mrgreen: mungkin kisaran 600 sampai 700 orang yang hadir, yah tapi tetap saja angka tersebut masih tergolong banyak.

    Sampai jumpa di acara MSDN Day berikutnya :)

    Share this post: | | | |
  • Windows Azure (1)


    Apakah yang dimaksud Windows Azure itu ? Windows Azure merupakan sebuah sistem operasi untuk Cloud, namun sebelum melangkah lebih jauh, kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan Cloud itu sendiri. Cloud merupakan kumpulan dari server yang saling terhubung satu sama lain, dengan begitu performansi dari kumpulan server tersebut akan menigkat bila dibandingkan dengan single server biasa. Yang bisa dilakukan oleh para developer maupun ITPro pada Cloud ini adalah seperti meng-install dan menjalankan service pada cloud environment, lalu kita juga bisa menyimpan dan mengambil data dari Cloud tersebut.

    Jadi untuk lebih lengkap tentang Windows Azure itu sendiri adalah sebuah sistem operasi yang berjalan diatas Cloud, didesain untuk menjalankan aplikasi dan computing utility. Windows Azure mempunyi 4 buah fitur penting, yaitu :

    • Service Management, Dengan Windows Azure kita diberikan kemudahan untuk mendeploy dan mengatur aplikasi yang kita buat.
    • Compute, Dengan dukungan Cloud kita tidak perlu khawatir dengan performansi dari server itu sendiri.
    • Storage, Storage space yang sanget besar untuk aplikasi kita, jadi siapapun bisa menggunakannya.
    • Developer Experience, developer diberikan kemudahan dalam mendeploy suatu aplikasi, layaknya kita mendeploy sebuah aplikasi dengan visual studio di desktop kita sendiri.

    Windows Azure menawarkan banyak sekali kemudahan untuk para developer aplikasi, sama mudahnya dengan mendeploy aplikasi di desktop, namun bedanya kali ini kita mendeploy aplikasi tersebut diatas sistem operasi Cloud, kemudahan yang diberikan :

    • Abstrct execution environtment, Sama mudahnya dengan anda memilih aplikasi yang ingin anda jalankan dan klik RUN!, anda tidak perlu tim deployment yang menentukan di server mana akan menjalankan code dari aplikasi tersebut, semuanya berjalan otomatis.
    • Shared file system, semua file system yang anda butuhkan sudah tersedia, "the more you need, the more you get".
    • Resource allocation, dengan Windows Azure setiap orang dapat menggunakan environment yang sama dengan yang lainnya.
    • Programing environtment, developer merasakan suasana yang sama halnya dengan mendeploy aplikasi di desktop sendiri.

     Windows Azure juga menyediakan support untuk computing utility dimana Windows Azure sangat reliable, it's always up 24/7 operation, jadi anda tidak perlu pusing untuk membeli atau membangun sebuah data center untuk menjalankan aplikasi anda. Dan yang tidak kalah pentingnya Windows Azure ini bersifat simple, kita dapat mengontrol secara remote dan juga sangta mudah untuk di manage.

    Supaya tidak salah intepretasi, Windows Azure bukanlah sebuah software yang berjalan diatas server atau desktop anda, tetapi merupakan sebuah sistem operasi yang berjalan diatas banyak server yang saling terhubung satu sama lain (Cloud) dan di host di data center milik Microsoft US.

    Share this post: | | | |
  • Exchange 2007 reported error (0x8004010F)

    Hari ini saya bermain dengan Exchange 2007 dan menggunakan Outlook 2007 sebagai client. Pada saat melakukan Send/Receive via Outlook maka muncul pesan error "Task 'Microsoft Exchange' reported error (0x8004010F) : 'The operation failed. An object cannot be found." .Untuk error seperti ini, setelah saya coba telaah ada 2 kemungkinan, pertama karena digunakannya fungsi cached Exchange dan mengenai Offline address book.

    Untuk solusi pertama kita bisa unchecklist pilihan mode cached exchange pada Outlook 2007. ini letaknya ada di account setting Outlook 2007 kita

     

    Untuk solusi kedua kita bisa definisikan penggunaan Default offline address book pada exchange server 2007. caranya buka EMC lalu expand server configuration, kemudian pilih Mailbox. pada tab Database Management, klik kanan Mailbox database, lalu masuk ke bagian tab client settings, lalu klik browse dan pilih offline address book.

     

    Semoga dapat membantu 

    Share this post: | | | |
  • multidomain email on Exchange 2007

    Adakalanya organisasi atau perusahaan yang kita bangung membutuhkan lebih dari satu domain email dalam menjalankan kegiatan sehari harinya. Agar lebih mudah dan optimal kita seharusnya mempunyai mesin atau server sebanyak domain email tersebut, namun adakalanya kita terbentur masalah biaya dalam mengadakan server untuk setiap satu domail email.

    Di dalam sebuah mesin Exchange 2007 kita bisa dengan mudah membuat multidomain email, sehingga banyak domail email dapat dihandle oleh satu mesin exchange saja. caranya sangat mudah, pertama kita buka EMC (Exchange Management Console) kemudian kita masuk ke tree Organization Configuration, lalu pilih Hub transport dan kemudian pilih tab Accepted domain. Disitu kita bisa melihat domain email yang secara default digunakan. Kita dapat menambahkan domain atau sub-domain email yang akan dihandle oleh Exchange server. Pada bagian action pane kita tinggal klik New accepted domain dan akan muncul windows seperti di bawah.


    Lalu kita isi domain atau subdomain yang akan kita masukan, misal default domain email adalah mic.arc.itb.ac.id lalu kita dapat tambahkan exchange.mic.arc.itb.ac.id. setelah ditambakan maka email untuk domain exchange.mic.arc.itb.ac.id akan dihandle oleh exchange server ini, dan tampilan setelah ditambahkan akan seperti di bawah.


    Semoga membantu

    Share this post: | | | |
More Posts Next page »
Copyright © WSS-ID, 2006. All rights reserved.
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems