Cukup mudah untuk melakukan P2V ? hehehe… ^_^ it’s Windows Guys, everything they will make you easy ^_^
hhee. Sekarang setelah semua nya di pindahkan, saat nya untuk Turn Of Physical OS nya dan Turn ON Virtual.
dan kemudian kita periksa satu persatu, termasuk koneksi terhadap DC lain, replikasi da sebagai nya, berikut ini,
saya capture 1 persatu, yg terjadi setelah P2V untuk DC.
Status Turn OFf, pada saat sukses memindahkan, akan tetapi belum bisa di turn ON dikarenakan Physical server
masih ON.

Pada Halaman Windows Virtual Guest Login.(setelah kita mematikan Physical OS/Physical DC)

Pada saat saya melakukan P2V, yg terjadi adalah, saya kehilangan Network Adapter dan saya,
harus memasukkan manually untuk memakai IP Address static. sesuai dengan IP yg sebelum nya
agar bisa mengontak domain Controller yang laen (Additional Domain Controller )

Coba untuk Ping lagi, untuk memastikan bahwa network berjalan dengan baik (OK), terutama terhadap
domain controller yang lain.

Kemudian Check Operation master apakah sudah pindah ke VIrtual atau masih ada di Physical server nya.
dengan acara membuka Active Directory User and Computer.

Check Semua Operations Master, sudah berpindah ke Virtual yg tepat, RID,PDC, Infrastructure, Domain
Naming, dan juga Schema master.

Terakhir check juga dengan DCDIAG, click Start > Run > CMD > OK, ketik dcdiag dan enter
check all replikasi berjalan dengan baik tanpa error. Dan congratulation guys, ur P2V has been done
now, sudah selesai. ^_^. Selamat. untuk mengingatkan sekali lagi, sebelum melakukan P2V untuk
Primary domain Controller(DC with Operations Master tidak di sarankan, lebih baik pndahkan dlu ke
DC yg tanpa operations master).
Semoga bermanfaat.
Terima Kasih.
Sekarang saya akan menunjukan Step by step how to move Physical DC(dengan Operations Master)
ke VIrtual Machine dengan menggunakan SCVMM 2008 R2, sukses ^_^, meskipun tidak disarankan
untuk live production.
Sebelum nya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa yg saya pakai dalem test ini, saya memakai
3 buah Notebook ACER 4540, dengan Memori 4Gb Support for Virtualisation(kebetulan notebook laen nya
milik orang filipine, sama2 orang kantor). jadi kita test bareng2 ^_^.
Computer A = Virtual Host(Win 2008 R2 + SCVMM + Hyper V), VM1(Win 2008 R2 + Exch 2010),
VM2(Win 2008 R2 + ADC)
Computer B = Virtual Host(Win 2008 R2 + Hyper V), VM1(Win 2008 R2 + Exch 2010 ),
VM2 (Win 2008 R2 + OCS 2007 R2)
Computer C = boot A = Windows Server 2008 R2 + DC(with operations Master), boot B = Windows 7
(DUAL BOOT)
Dan yang saya lakukan adalah saya akan mengconvert Computer C ke Virtual
Step by step nya adalah sebagai berikut.
1. Membuka SCVMM Admin COnsole, kemudian di navigasi sebelah kanan dibawah Actions, click Convert
Physical server(membuka VMM untuk melakukan P2V, karena p2v hanya bisa dilakukan dengan meng
gunakan SCVMM 2008
![clip_image002[1] clip_image002[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0021_thumb_676834D4.jpg)
Pada Halaman Select Source, type :
Computer name or IP Address : ocs-server01.universal.com.bn(nama server yang akan di convert)
User name : administrator (admin right untuK SCVMM )
password : password
Domain or computer name : Universal (nama domain)
Kemudian click Next >
![clip_image004[1] clip_image004[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0041_thumb_78DFD1D4.jpg)
Pada Halaman Virtual Machine Identity, ketik
Virtual Machine name : ocs-server01 (menamakan virtual machine yg baru, bisa menggunakan nama yg beda)
Owner : Universal\administrator (kita menggunakan nama admin untuk SCVMM Account )
![clip_image006[1] clip_image006[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0061_thumb_100262AE.jpg)
Pada halaman System Information, klik Scan System ( ini agar SCVMM agent untuk P2V bisa membaca
semua hardware dan software informasi yg ada di computer tersebut, yg kemudian akan di pakai untuk
perpindahan)
![clip_image008[1] clip_image008[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0081_thumb_77F307EF.jpg)
Setelah mendapatkan semua informasi yg ada, seperti Operating system, Hardrive, memory, Processor
dan Network Adapter yg ada, kemudian klik Next >
![clip_image010[1] clip_image010[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0101_thumb_31E98704.jpg)
Pada Halaman Volume Configuration,
Disini saya hanya mengcapture system yg d C Drive, dikarenakan notebook saya cuman ada beberapa
Giga lagi, tidak cukup menampung semua nya, seandainya ada HD yg cukup bisa mencoba untuk
mengCHECK D drive juga, agar bisa mendapatkan dual boot dari Machine tersebut.
![clip_image012[1] clip_image012[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0121_thumb_69435C35.jpg)
Pada halaman Virtual Machine Configuration, pilih
Number of Processor : 1
Memory : 600MB
Kita bisa memilih processor apa yg akan kita gunakan, dan memory yg kira2 bisa mensupport applikasi yg ada
(aplikasi yg saya pindahkan merupakan ADC, tdak memakan memory yg banyak, krn user nya sedikit, jadi saya
pilih 600mb memory), click Next >
![clip_image014[1] clip_image014[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0141_thumb_17705A4C.jpg)
Pada halaman Select Host, saya pilih Notebook saya MRBOBS-PC2.universal.com.bn (pilih host yg akan
menjadi target anda, sebaiknya sesuai dengan PRO, karena Recommended berdasarkan Virtual Host
Utilization
![clip_image016[1] clip_image016[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0161_thumb_70C5B7CE.jpg)
Pada Select Path, ketik
Virtual Machine Path : E:\VPC
Masukan drive dan folder dmana kita akan menyimpan Virtual Machine tersebut,
![clip_image018[1] clip_image018[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0181_thumb_4C4C4DE6.jpg)
Pada halaman Select Networks, pilih
Network Adapter 1 : External
Network Adapter 2 : External(dmana akan terkoneksi ke NIC PC saya sebagai gateway untuk keluar)
![clip_image020[1] clip_image020[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0201_thumb_41B32BFB.jpg)
Pada halaman Additional Properties, pilih
Action when physical server starts : Never automatically turn on the virtual machine, dikarenakan ketika
kita sudah memindahkan DC ke Virtual, kita harus mematikan Virtual Host nya, apabila kita tidak mematikan
terlebih dahulu maka akan terjadi konflik SID, Computer name dan replication juga akan terjadi error dalam
Active Directory kita.
Action when physical server stop : Turn Off Virtual Machine, click Next >
![clip_image022[1] clip_image022[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0221_thumb_699D6782.jpg)
Pada halaman Conversion Information, terdapat warning yg menyebutkan tidak disarankan untuk
melakukan P2V pada Domain Controller(With Operations Masters), click Check Again, dan Next >
![clip_image024[1] clip_image024[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0241_thumb_2501C4FE.jpg)
Pada Summary, kita bisa mengexport skrip yg ada, dan apabila kita ingin menjalankan P2V tanpa
menggunakan GUI kita juga menjalankannya dengan menggunakan Script. kemudian click Create
![clip_image026[1] clip_image026[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0261_thumb_7C7ABAEB.jpg)
Pada halaman Jobs kita bisa melihat process perpindahan, d mulai pada 40%, itu lah yg saya lihat pertama x
![clip_image028[1] clip_image028[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0281_thumb_63942091.jpg)
Setelah selesai, ini memakan waktu sekitar 2jam, dengan kapasitas C drive 20.2 Gb, bisa di pakai
sebagai Referensi ketika kalian juga ingin melakukan P2V, da juga tergantung applikasi yg ada
![clip_image030[1] clip_image030[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0301_thumb_502AF65A.jpg)
Ketika selesai jgn di di nyalakan terlebih dahulu sebelum Virtual Host dimatikan.
![clip_image032[1] clip_image032[1]](http://wss-id.org/blogs/bobbyprimasta/clip_image0321_thumb_10082AD6.jpg)
Demikian Artikel kedua untuk step by step P2V, sudah berhasil memindahkan DC, akan tetapi saya
harus memastikan dengan benar, bahwa semua DC baik dan terkoneksi dengan DC yg laen nya.
Semoga Bermanfaat. ^_^
hi All, sudah lumayan lama ngga ngeblogs di Wss-ID, hehehehe. kata2 pembuka yg sama ^_^, want to share
something, dan semoga bermanfaat, Saya lagi mencoba2 bermain dengan SCVMM lagi, sudah lama sekali ngga
testing, maklum karena hardware ngga ada dan juga belum ada temen2 buat share, dan kerja bareng, sekarang
kebetulan lagi ada, dan siap untuk testing dan sharing lagi,
Saya sedang mencoba testing menarik yg pertama.. untuk SCVMM, dlu saya dan temen saya Arfan (MVP OCS)
pernah bikin e-book mengenai Hyper dan SCVMM 2008 Beta, sekarang SCVMM sudah ada versi terakhir nya, yaitu
SCVMM 2008 R2, it’s Amazing ^_^, kalo di bandingkan dengan Beta yg sama kerjakan dlu .hehehhe bugs dmana2
hehee. sekarang sangat2 stabil, mulai dari menambahkan host yg akan di manage, create new VM, deploy agent dan
lain2, kalau dahulu untuk menambahkan host saja, sudah error sana sini, sekarang benar2 stabil dan reliable, GUI
nya juga bikin saya, want to try moreEEE and MorEEE ^_^ hehehhe.
Go GO go…
Okay, dan saya akan memulai pertualangan kita hari ini, dengan merincikan apa2 saja yg harus dipikirkan sebelum
kita memindahkan DC dari Physical to Virtual.
Ini beberapa pertimbangan nya, (dari hasil baca2 microsoft and blogs,
beberapa hari sebelum test sendiri) hehehe :
- Install semua minimum patch untuk Virtual DC
- Install Integration components pada virtual Domain Controllers(memudahkan untuk memanage Virtual DC)
- Menyediakan Synchronisasi waktu antara ADC ke Primary DC(DC yg memegang PDC Emulator).
- Jangan pernah pause atau menSTOP virtual Domain Controller, dikarenakan pertimbangan Replikasi antara
DC dan ADC nya, akan berpengaruh besar. - Jangan menggunakan undo disks, differencing disks atau snapshots pada virtual Domain Controllers
- Backup and restore Domain Controllers dengan cara yang benar(lihat backup dan restore yg di support oleh
MS) - Gunakan Fixed-Sized VHDs Untuk virtual Domain Controllers.(untuk Kestabilan DC di virtualisasi nya)
- Gunakan disks yg berbeda dari system disk kita untuk menyimpan Active Directory Files
Kalau semua nya sudah siap, kita sudah bisa melakukan perpindahan, Adapun beberapa saran dari Microsoft yg
perlu kita take Note :
1. Untuk operations masters lebih baik di pegang oleh Virtual Host, jgn gunakan VIrtual Guest untuk Operation
master
2. Untuk failover domain controller, jgn menggunakan Failover clustering, akan tetapi lebih baik dengan Cara DC
dan ADC, kalau dengan failover cluster, ketika node active down dan di pindahkan ke VM yg lain (passive node
ON), maka ada jeda waktu ketika failover akan menyebabkan masalah ketika replikasi, maka lebih baik dengan
cara DC dan ADC, apabila ada masalah dengan DC, kita bisa melakukan seize terhadap operations master nya.
Dan membersihkan database AD dengan NTDSUtil, tanpa membuat replikasi AD bermasalah.
3. Perlu di ingat juga, jgn menempatkan 2 mesin DC d dalam 1 Virtual Host yg sama.
Ini adalah beberapa saran yg harus di pertimbangkan sebelum melakukan perpindahan DC dari Physical to Virtual
Dibagian 2 saya akan memberikan semua print screen how to do it ^_^ Cheers Guys, feel good to do blogging
again ^_^… hehehe
Semoga Bermanfaat.