November 2009 - Posts

Cukup mudah untuk melakukan P2V ? hehehe… ^_^ it’s Windows Guys, everything they will make you easy ^_^

hhee. Sekarang setelah semua nya di pindahkan, saat nya untuk Turn Of Physical OS nya dan Turn ON Virtual.

dan kemudian kita periksa satu persatu, termasuk koneksi terhadap DC lain, replikasi da sebagai nya, berikut ini,

saya capture 1 persatu, yg terjadi setelah P2V untuk DC.

Status Turn OFf, pada saat sukses memindahkan, akan tetapi belum bisa di turn ON dikarenakan Physical server

masih ON.

clip_image002

Pada Halaman Windows Virtual Guest Login.(setelah kita mematikan Physical OS/Physical DC)

clip_image004

Pada saat saya melakukan P2V, yg terjadi adalah, saya kehilangan Network Adapter dan saya,

harus memasukkan manually untuk memakai IP Address static. sesuai dengan IP yg sebelum nya

agar bisa mengontak domain Controller yang laen (Additional Domain Controller )

clip_image008

Coba untuk Ping lagi, untuk memastikan bahwa network berjalan dengan baik (OK), terutama terhadap

domain controller yang lain.

clip_image012

Kemudian Check Operation master apakah sudah pindah ke VIrtual atau masih ada di Physical server nya.

dengan acara membuka Active Directory User and Computer.

clip_image006

Check Semua Operations Master, sudah berpindah ke Virtual yg tepat, RID,PDC, Infrastructure, Domain

Naming, dan juga Schema master.

clip_image010

Terakhir check juga dengan DCDIAG, click Start > Run > CMD > OK, ketik dcdiag dan enter

check all replikasi berjalan dengan baik tanpa error. Dan congratulation guys, ur P2V has been done

now, sudah selesai. ^_^. Selamat. untuk mengingatkan sekali lagi, sebelum melakukan P2V untuk

Primary domain Controller(DC with Operations Master tidak di sarankan, lebih baik pndahkan dlu ke

DC yg tanpa operations master).

 

 

Semoga bermanfaat.

Terima Kasih.

Share this post: | | | |
Posted by Bobby Primasta | with no comments

Sekarang saya akan menunjukan Step by step how to move Physical DC(dengan Operations Master)

ke VIrtual Machine dengan menggunakan SCVMM 2008 R2, sukses ^_^, meskipun tidak disarankan

untuk live production.

Sebelum nya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa yg saya pakai dalem test ini, saya memakai

3 buah Notebook ACER 4540, dengan Memori 4Gb Support for Virtualisation(kebetulan notebook laen nya

milik orang filipine, sama2 orang kantor). jadi kita test bareng2 ^_^.

Computer A = Virtual Host(Win 2008 R2 + SCVMM + Hyper  V), VM1(Win 2008 R2 + Exch 2010),

VM2(Win 2008 R2 + ADC)

Computer B = Virtual Host(Win 2008 R2 + Hyper V), VM1(Win 2008 R2 + Exch 2010 ),

VM2 (Win 2008 R2 + OCS 2007 R2)

Computer C = boot A = Windows Server 2008 R2 + DC(with operations Master),  boot B = Windows 7

(DUAL BOOT)

Dan yang saya lakukan adalah saya akan mengconvert Computer C ke Virtual

Step by step nya adalah sebagai berikut.

1. Membuka SCVMM Admin COnsole, kemudian di navigasi sebelah kanan dibawah Actions, click Convert

    Physical server(membuka VMM untuk melakukan P2V, karena p2v hanya bisa dilakukan dengan meng

    gunakan SCVMM 2008

clip_image002[1]

Pada Halaman Select Source, type :

Computer name or IP Address : ocs-server01.universal.com.bn(nama server yang akan di convert)

User name : administrator (admin right untuK SCVMM )

password  : password

Domain or computer name : Universal (nama domain)

Kemudian click Next >

clip_image004[1]

Pada Halaman Virtual Machine Identity, ketik

Virtual Machine name : ocs-server01 (menamakan virtual machine yg baru, bisa menggunakan nama yg beda)

Owner : Universal\administrator (kita menggunakan nama admin untuk SCVMM Account )

clip_image006[1]

Pada halaman System Information, klik Scan System ( ini agar SCVMM agent untuk P2V bisa membaca

semua hardware dan software informasi yg ada di computer tersebut, yg kemudian akan di pakai untuk

perpindahan)

clip_image008[1]

Setelah mendapatkan semua informasi yg ada, seperti Operating system, Hardrive, memory, Processor

dan Network Adapter yg ada, kemudian klik Next >

clip_image010[1]

Pada Halaman Volume Configuration,

Disini saya hanya mengcapture system yg d C Drive, dikarenakan notebook saya cuman ada beberapa

Giga lagi, tidak cukup menampung semua nya, seandainya ada HD yg cukup bisa mencoba untuk

mengCHECK D drive juga, agar bisa mendapatkan dual boot dari Machine tersebut.

clip_image012[1]

Pada halaman Virtual Machine Configuration, pilih

Number of Processor : 1

Memory : 600MB

Kita bisa memilih processor apa yg akan kita gunakan, dan memory yg kira2 bisa mensupport applikasi yg ada

(aplikasi yg saya pindahkan merupakan ADC, tdak memakan memory yg banyak, krn user nya sedikit, jadi saya

pilih 600mb memory), click Next >

clip_image014[1]

Pada halaman Select Host, saya pilih Notebook saya MRBOBS-PC2.universal.com.bn (pilih host yg akan

menjadi target anda, sebaiknya sesuai dengan PRO, karena Recommended berdasarkan Virtual Host

Utilization

clip_image016[1]

Pada Select Path, ketik

Virtual Machine Path : E:\VPC

Masukan drive dan folder dmana kita akan menyimpan Virtual Machine tersebut,

clip_image018[1]

Pada halaman Select Networks, pilih

Network Adapter 1 : External

Network Adapter 2 : External(dmana akan terkoneksi ke NIC PC saya sebagai gateway untuk keluar)

clip_image020[1]

Pada halaman Additional Properties, pilih

Action when physical server starts : Never automatically turn on the virtual machine, dikarenakan ketika

kita sudah memindahkan DC ke Virtual, kita harus mematikan Virtual Host nya, apabila kita tidak mematikan

terlebih dahulu maka akan terjadi konflik SID, Computer name dan replication juga akan terjadi error dalam

Active Directory kita.

Action when physical server stop : Turn Off Virtual Machine, click Next >

clip_image022[1]

Pada halaman Conversion Information, terdapat warning yg menyebutkan tidak disarankan untuk

melakukan P2V pada Domain Controller(With Operations Masters), click Check Again, dan Next >

clip_image024[1]

Pada Summary, kita bisa mengexport skrip yg ada, dan apabila kita ingin menjalankan P2V tanpa

menggunakan GUI kita juga menjalankannya dengan menggunakan Script. kemudian click Create

clip_image026[1]

Pada halaman Jobs kita bisa melihat process perpindahan, d mulai pada 40%, itu lah yg saya lihat pertama x

clip_image028[1]

Setelah selesai, ini memakan waktu sekitar 2jam, dengan kapasitas C drive 20.2 Gb, bisa di pakai

sebagai Referensi ketika kalian juga ingin melakukan P2V, da juga tergantung applikasi yg ada

clip_image030[1]

Ketika selesai jgn di di nyalakan terlebih dahulu sebelum Virtual Host dimatikan.

clip_image032[1]

Demikian Artikel kedua untuk step by step P2V, sudah berhasil memindahkan DC, akan tetapi saya

harus memastikan dengan benar, bahwa semua DC baik dan terkoneksi dengan DC yg laen nya.

 

 

Semoga Bermanfaat. ^_^

Share this post: | | | |
Posted by Bobby Primasta | with no comments

hi All, sudah lumayan lama ngga ngeblogs di Wss-ID, hehehehe. kata2 pembuka yg sama ^_^, want to share

something, dan semoga bermanfaat, Saya lagi mencoba2 bermain dengan SCVMM lagi, sudah lama sekali ngga

testing, maklum karena hardware ngga ada dan juga belum ada temen2 buat share, dan kerja bareng, sekarang

kebetulan lagi ada, dan siap untuk testing dan sharing lagi,

Saya sedang mencoba testing menarik yg pertama.. untuk SCVMM, dlu saya dan temen saya Arfan (MVP OCS)

pernah bikin e-book mengenai Hyper dan SCVMM 2008 Beta, sekarang SCVMM sudah ada versi terakhir nya, yaitu

SCVMM 2008 R2, it’s Amazing ^_^, kalo di bandingkan dengan Beta yg sama kerjakan dlu .hehehhe bugs dmana2

hehee. sekarang sangat2 stabil, mulai dari menambahkan host yg akan di manage, create new VM, deploy agent dan

lain2, kalau dahulu untuk menambahkan host saja, sudah error sana sini, sekarang benar2 stabil dan reliable, GUI

nya juga bikin saya, want to try moreEEE and MorEEE ^_^ hehehhe.

Go GO go…

Okay, dan saya akan memulai pertualangan kita hari ini, dengan merincikan apa2 saja yg harus dipikirkan sebelum

kita memindahkan DC dari Physical to Virtual.

Ini beberapa pertimbangan nya, (dari hasil baca2 microsoft and blogs,

beberapa hari sebelum test sendiri) hehehe :

  • Install semua minimum patch untuk Virtual DC   
  • Install Integration components pada virtual Domain Controllers(memudahkan untuk memanage Virtual DC)
  • Menyediakan Synchronisasi waktu antara ADC ke Primary DC(DC yg memegang PDC Emulator).
  • Jangan pernah pause atau menSTOP virtual Domain Controller, dikarenakan pertimbangan Replikasi antara
    DC dan ADC nya, akan berpengaruh besar.
  • Jangan menggunakan undo disks, differencing disks atau snapshots pada virtual Domain Controllers
  • Backup and restore Domain Controllers dengan cara yang benar(lihat backup dan restore yg di support oleh
    MS)
  • Gunakan Fixed-Sized VHDs Untuk virtual Domain Controllers.(untuk Kestabilan DC di virtualisasi nya)
  • Gunakan disks yg berbeda dari system disk kita untuk menyimpan Active Directory Files

Kalau semua nya sudah siap, kita sudah bisa melakukan perpindahan, Adapun beberapa saran dari Microsoft yg

perlu kita take Note :

1. Untuk operations masters lebih baik di pegang oleh Virtual Host, jgn gunakan VIrtual Guest untuk Operation

    master

2. Untuk failover domain controller, jgn menggunakan Failover clustering, akan tetapi lebih baik dengan Cara DC

    dan ADC, kalau dengan failover cluster, ketika node active down dan di pindahkan ke VM yg lain (passive node

    ON), maka ada jeda waktu ketika failover akan menyebabkan masalah ketika replikasi, maka lebih baik dengan

    cara DC dan ADC, apabila ada masalah dengan DC, kita bisa melakukan seize terhadap operations master nya.

    Dan membersihkan database AD dengan NTDSUtil, tanpa membuat replikasi AD bermasalah.

3. Perlu di ingat juga, jgn menempatkan 2 mesin DC d dalam 1 Virtual Host yg sama.

Ini adalah beberapa saran yg harus di pertimbangkan sebelum melakukan perpindahan DC dari Physical to Virtual

Dibagian 2 saya akan memberikan semua print screen how to do it ^_^ Cheers Guys, feel good to do blogging

again ^_^… hehehe

 

 

Semoga Bermanfaat.

Share this post: | | | |