bobby iskandar zulkarnain

No measurement can be performed until something is observed

Hyper-V : Perbandingan Live Migration dan Quick Migration

 

Quick Migration adalah fitur yang terdapat baik pada Windows Server 2008 Hyper-V maupun Windows Server 2008 R2 Hyper-V. Tetapi, Live Migration hanya terdapat pada Windows Server 2008 R2. Perbedaan utama antara Live Migration dan Quick Migration adalah Live Migration memindahkan virtual machine tanpa terasa adanya downtime atau gangguan service. Kebutuhan untuk Live Migration dan Quick Migration hampir sama.

Baik Live Migration dan Quick Migration dapat diinisiasi dengan :

  • Konsol System Center Virtual Machine Manager, jika Virtual Machine Manager mengelola cluster nodes yang dikonfigurasi untuk mendukung Live Migration atau Quick Migration.

Catatan: Dukungan untuk Live Migration akan dimasukkan dalam System Center Virtual Machine Manager 2008 R2.

  • Konsol Failover Cluster Management, dimana administrator dapat melakukan inisiasi live migration.
  • Script Windows Management Instrumentation (WMI).

Integrasi Live Migration dan Failover Clustering

Live Migration memerlukan dua persyaratan pokok: pertama butuh failover clustering di Windows Server 2008 R2; dan kedua membutuhkan shared disk storage antar cluster nodes. Shared disk storage dapat disediakan dengan solusi berbasis vendor hardware atau dengan fitur Cluster Shared Volumes di failover clustering di Windows Server 2008 R2.

Berikut ini adalah persyaratan untuk menjalankan Live Migration dengan failover cluster:

  • Live Migration hanya dapat dijalankan antar cluster nodes dalam failover cluster yang sama (virtual machines hanya dapat dipindahkan antar cluster nodes).
  • Hyper-V harus berjalan pada cluster nodes dalam failover cluster dan dapat mengakses shared disk storage yang sama, seperti yang disediakan oleh Cluster Shared Volumes atau yang berbasis manufaktur hardware.
  • File-file .vhd untuk virtual machines yang dipindahkan oleh Live Migration harus tersimpan pada shared disk storage yang sama.

Gambar berikut mengilustrasikan sebuah tipikal dari Hyper-V dan konfigurasi failover cluster untuk mendukung Live Migration.

clip_image001

Gambar Konfigurasi Tipikal untuk mendukung Live Migration

Proses Live Migration

Proses Live Migration dijalakankan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Administrator Hyper-V melakukan inisiasi Live Migration antara cluster node sumber (Source virtual machine) dan cluster node target (Target virtual machine).

2. Duplikasi dari virtual machine dibuat pada target cluster node, seperti diilustrasikan pada gambar berikut. Cluster node sumber membuat koneksi TCP dengan cluster node target. Koneksi ini digunakan untuk mentransfer data konfigurasi virtual machine menuju ke cluster node target. Kerangka dari virtual machine VM dibuat pada cluster node target dan memori dialokasikan untuk virtual machine tujuan.

clip_image002

Gambar Pembuatan virtual machine target pada cluster node target

3. Seluruh memori pada virtual machine sumber dicopy ke virtual machine target. Memori yang diberikan pada virtual machine sumber dicopy via jaringan menuju ke virtual machine target. Memori ini disebut sebagai working set dari virtual machine sumber. Satu page memori berukuran 4 kilobytes.

clip_image004

Gambar Inisial copy dari sumber ke virtual machine

4. Client yang melakukan koneksi ke virtual machine sumber tetap melanjutkan untuk menggunakan virtual machine sumber dan membuat memory pages.

5. Hyper-V melakukan treking memory pages tersebut dan melakukan proses copy dari pages tersebut secara iteratif sampai seluruh memory pages dicopykan ke virtual machine target, seperti yang diilustrasikan pada gambar berikut ini.

clip_image005

Gambar Proses copy secara iteratif dari virtual machine sumber menuju virtual machine target

6. Ketika working set dari virtual machine sumber dicopykan, virtual machine sumber distop dan memory pages sisanya di-copykan. Catatan: Proses Live migration dapat saja dibatalkan (canceled) sebelum tahapan ini dalam migrasi. Selama tahapan dari migrasi ini, bandwidth jaringan yang tersedia antara cluster nodes sumber dan target merupakan bagian penting dalam kecepatan melakukan migrasi. Untuk alasan ini, 10 Gigabit yang disarankan antar cluster nodes. Kecepatan transmisi yang lebih cepat antar cluster nodes, akan menjamin proses penyelesaian migrasi yang lebih cepat lagi.

7. Storage yang menangani file-file .vhd ditransfer dari cluster node sumber ke cluster node target.

8. Ketika seluruh memory pages dicopykan ke virtual machine target dan storage yang menanganinya dipindahkan, machine target dinyalakan dan akses dari sisi client secara otomatis di redirect ke virtual machine target dan virtual machine sumber dihapus, seperti yang diilustrasikan pada gambar berikut ini.

clip_image007

Gambar konfigurasi akhir setelah proses Live Migration selesai dilakukan

9. Kemudian switch jaringan fisik akan mengupdate lokasi baru dari virtual machine yang dimigrasikan.

Proses Live Migration akan selesai lebih cepat dibanding TCP timeout interval untuk virtual machine yang dimigrasi. Interval dari TCP timeout bervariasi bergantung pada topologi jaringan dan faktor-faktor lain, kebanyakan migrasi akan selesai dilakukan dalam beberapa detik saja. Variabel berikut dapat memberikan dampak terhadap kecepatan migrasi:

  • Ketersediaan badwidth jaringan antara host sumber dengan host tujuan
  • Konfigurasi hardware host sumber dan host tujuan
  • Beban/Load pada host sumber dan host tujuan
  • Ketersediaan bandwidth jaringan antara host-host Hyper-V hosts dan shared storage

Ok, demikian tulisan sederhana ini, semoga dapat bermanfaat….

Share this post: | | | |

Comments

No Comments