Inventory Services
Bicara masalah services, sudah sewajarnya bila administator wajib memahami dan melakukan dokumentasi tentang service apa saja yang harus running pada tiap komputer atau tipe dari komputernya.
Tanpa terdapatnya semacam service list dan penjelasan tentang peranan dari service, akan sulit untuk mendisable service-service yang tidak diperlukan.
Terdapat banyak tool baik yang built-in maupun yang dibuat oleh third-party yang dapat menyediakan daftar dari sejumlah service per komputer. Program yang paling mudah untuk meng-query suatu komputer adalah Service Controller (Sc.exe). Utiliti ini dapat digunakan untuk melakukan query baik local dan remote services dan menghasilkan sejumlah informasi service dan memungkinkan juga bagi Administrator untuk melakukan modifikasi informasi service (privileges, status, start-up type, dll).
Windows Management Instrumentation (WMI) dan Windows Management Instrumentation Command-line (WMIC) dapat juga digunakan untuk service querying dan scripting. Sebagai contoh untuk memperoleh informasi services untuk suatu server, misalkan nama servernya DC01, ketikkan perintah berikut pada command prompt:
wmic /output:c:\services.htm /node:dc01 service list full / format:htable
Atau seperti pada gambar berikut ini:
Kita dapat buka hasilnya berupa file Services.htm pada lokasi c:\ seperti pada gambar berikut ini.
Tools lainnya, seperti Microsoft System Management Server (SMS) atau System Center Configuration Manager (http://www.microsoft.com/smserver/default.mspx) merupakan pilihan yang bagus untuk memperoleh daftar secara detail dari services.
Inventori Services sangat disarankan untuk dilakukan secara periodik, sesuai dengan risk-acceptance level dari organisasi.