Fitur-Fitur DPM 2007


Rekans IT Pro, apakah anda sebelumnya telah familiar dengan Data Protection Manager 2006? Pertengahan semester kedua tahun 2007 yang lalu, Microsoft telah melakukan release terhadap DPM 2007. Ada beberapa perubahan yang dapat kita temukan di DPM 2007, dibandingkan dengan DPM 2006, yaitu:

  • DPM 2007 tidak dapat melakukan proteksi terhadap file server yang running di Windows Server 2000.
  • Frekuensi sinkronisasi meningkat yang sebelumnya setiap 1 jam menjadi setiap 15 menit.
  • Pengaturan (throttling) pemakaian bandwidth jaringan dapat dikonfigur pada level komputer yang di proteksi dengan DPM 2007, bukan pada level grup yang diproteksi. Dan kita juga dapat mengatur beragam kecepatan (rate) penggunaan bandwith jaringan sesuai keinginan kita untuk pemakaian pada jam kerja, diluar jam kerja, dan saat akhir pekan, dan kita dapat mengatur waktu pada masing-masing kategori tersebut.
  • Judul dari email notifikasi sudah dipersingkat untuk proses membaca yang semakin mudah di handheld device.
  • DPM dapat menggunakan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) server yang membutuhkan autentikasi.

PROTEKSI LEBIH LUAS

DPM 2007 memperluas proteksi terhadap disk file server yang ada di DPM 2006 dengan memberikan kemampuan, seperti:

  • DPM 2007 dapat diinstal di komputer 32-bit maupun 64-bit.
  • DPM 2007 dapat memproteksi server dan workstation lintas trusted domain dalam satu forest.
  • DPM 2007 menambahkan dukungan yang lebih baik untuk server cluster dalam menghandle failover.
  • DPM 2007 menambahkan proteksi untuk tipe data sbb:
    • Microsoft Exchange Server 2003 dan Exchange Server 2007
    • Microsoft SQL Server 2000 dan SQL Server 2005
    • Windows SharePoint Services 3.0 dan Microsoft Office SharePoint Server 2007
    • Microsoft Virtual Server 2005 R2 SP1 dan virtual machines
    • Files pada workstations yang running Microsoft Windows XP Professional SP2 dan semua Windows Vista kecuali Vista Home
    • System state
  • DPM 2007 dapat melakukan back up ke tape terhadap databasenya sendiri dan dapat melakukan back up database dan juga replika dari server DPM 2007 yang lain.
  • DPM 2007 sudah termasuk software; DPM System Recovery Tool, untuk memungkinkan solusi bare metal recovery.

 

MEDIA STORAGE LEBIH LUAS

DPM 2007 dapat terintegrasi dengan media penyimpanan disk-based dan tape-based untuk membantu kita dalam mencapai kebutuhan bisnis, baik untuk data recovery dalam jangka pendek maupun archiving dalam jangka panjang.

Jika kita meng-attach sebuah device tape ke server DPM 2007, maka DPM secara otomatis akan mengaktifkan opsi tape untuk digunakan pada protection groups. DPM dapat melakukan back up replika disk-based ke tape untuk offsite archive atau proteksi data ke tape langsung dari komputer yang diproteksi.

DPM menyediakan opsi untuk enkripsi data yang terproteksi yang disimpan di tape. 

Selain itu, DPM dapat mengambil keuntungan dari SAN dengan menggunakan custom volumes. Custom volumes adalah volume yang tidak terdapat dalam DPM storage pool dan ditetapkan untuk menyimpan replika dan recovery points dari sebuah member protection group.

 

MANAGEMENT LEBIH BAIK

DPM 2007 menawarkan fleksibilitas dalam me-manage protection environment dengan menyediakan pre-backup dan post-backup scripts, meningkatkan kontrol administrator melalui pengaturan penggunaan bandwidth jaringan, multiple instances console yang dapat berjalan bersamaan, dan Windows PowerShell sebagai command-line scripting based.

Untuk me-manage multiple DPM servers, DPM 2007 menyediakan Management Pack for Microsoft Operations Manager 2005 dan Management Pack for Microsoft System Center Operations Manager 2007.

Backup Scripts

Kita dapat melakukan konfigurasi DPM untuk menjalankan pre-backup dan post-backup scripts untuk data source apapun dalam sebuah protection group, yang menyederhanakan proses proteksi terhadap custom data source. DPM menjalankan pre-backup script tersebut, mengambil snapshot dari volume yang terproteksi, dan kemudian menjalankan post-backup script yang telah ditetapkan untuk membuat virtual machine menjadi online. DPM menjalankan pre-backup dan post-backup scripts untuk pekerjaan dibawah ini:

  • Express full backup ke disk
  • Full backup ke tape
  • Incremental backups ke disk dan tape (untuk data source SQL Server dan Exchange)
  • Cek konsistensi
Pengaturan Penggunaan Bandwidth Jaringan

Untuk manajemen trafik jaringan yang lebih baik, kita dapat melakukan konfigurasi pengaturan penggunaan bandwidth jaringan untuk setiap komputer yang diproteksi. Kita juga dapat mengatur beragam kecepatan (rate) penggunaan bandwith jaringan sesuai keinginan kita untuk pemakaian pada jam kerja, diluar jam kerja, dan saat akhir pekan, dan kita dapat mengatur waktu pada masing-masing kategori tersebut.

Akses Console

Pada DPM 2006, kita dibatasi hanya dapat menjalankan satu instance dari DPM Administrator Console pada satu waktu. Pada DPM 2007, kita dapat menjalankan multiple instance dari DPM Administrator Console secara bersamaan.

Scripting Command-Line

DPM 2007 menyediakan Windows PowerShell commands yang dapat digunakan untuk melakukan task-task manajemen proteksi data. Windows PowerShell adalah sebuah teknologi command-line yang interaktif yang juga mendukung scripting task-based. Commands Windows PowerShell disebut cmdlets.

DPM Management Shell dapat diinstall pada komputer selain DPM server, jadi kita dapat melakukan administrasi terhadap multiple DPM server secara remote. Daripada terhubung ke Console DPM Administrator pada masing-masing DPM server, kita dapat melakukan suatu aksi (seperti modifikasi properties protection group) pada bermacam DPM server dengan menggunakan sebuah script.

Seorang DPM administrator dapat menggunakan cmdlets di DPM Management Shell untuk melakukan beragam task administratif yang dapat dilakukan di DPM Administrator Console, termasuk sekumpulan cmdlets yang didesain untuk digunakan untuk task-task sebagai berikut:

  • Membuat protection groups
  • Me-manage tapes dan disks
  • Me-manage protection groups
  • Memproteksi dan melakukan recovery data

Dan, cmdlets membuat administrator dapat melakukan beberapa task yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan DPM Administrator Console, seperti:

  • Me-remove recovery points.
  • Melakukan reschedule maintenance library, seperti pruning catalog dan melakukan inventory library.
  • Menjadwalkan cek consistency.
  • Melakukan back up konfigurasi LAN.
Management Packs

Management Packs untuk Microsoft Operations Manager 2005 dan System Center Operations Manager 2007 sudah available untuk DPM 2007. Sebagai bagian dari strategi manajemen data, di Operation Manager, kita dapat menggunakan DPM Management Pack untuk memonitor proteksi data, kondisi, status, dan performance dari multiple DPM server dan server-server yang mereka proteksi. Dari Operations Manager Operations Console, seorang administrator dapat melakukan monitoring terhadap DPM dan infrastruktur jaringan secara bersamaan, menganalisa masalah dengan proteksi data dalam konteks faktor-faktor lainnya di performance sistem dan jaringan. Administrator juga dapat memonitor aplikasi critical lainnya, seperti SQL Server.

 

Terimakasih, semoga bermanfaat.

Share this post: | | | |
Published Sunday, March 23, 2008 3:25 AM by arlanda
Filed under:

Comments

No Comments
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems