Ini adalah kali pertama saya menorehkan "coretan" di wws-id blog, saya akan pergunakan untuk menyampaikan sekilas informasi mengenai Data Protection Manager (DPM) yang kelihatannya tidak terlalu sering dibahas, semoga berguna.
Data Protection Manager (DPM) merupakan salah satu key member dalam keluarga Microsoft System Center, di desain untuk membantu IT Pro dalam mengelola Windows environment yang mereka miliki. DPM merupakan standard baru dalam backup dan recovery Windows dengan menyediakan proteksi data yang reliable dan recovery data yang cepat, yang sangat menguntungkan baik bagi IT Pro maupun bagi end user.
DPM menyediakan proteksi data secara kontinyu untuk aplikasi dan file server berbasis Microsoft menggunakan media integrated disk dan tape. DPM secara signifikan mengurangi cost dan kompleksitas proteksi data melalui kemajuan teknologi yang dimiliki bagi perusahaan dalam skala apapun.
PROTEKSI DATA
Tabel berikut ini memperlihatkan data source yang dapat diproteksi oleh DPM dan data level yang dapat di-recover menggunakan DPM.
Gambar berikut mengilustrasikan proses proteksi data menggunakan DPM. Proses ini terdiri dari tahap membuat dan me-maintain sebuah full replika dari data
yang diproteksi dan secara regular membuat recovery points dari replika yang di synchronized tersebut.
Replika itu berperan sebagai sebuah full backup dari data yang diproteksi. Dengan recovery points, kita dapat melakukan recovery versi-versi terdahulu dari data
yang diproteksi.
DPM menyediakan proteksi data dalam disk-based dan tape-based, yang dapat di lakukan sebagai:
- Disk-to-Disk (D2D).
Metode backup dimana data dari suatu komputer disimpan dalam hard disk komputer lain. - Disk-to-Tape (D2T).
Metode tradisional untuk melakukan backup dari suatu komputer ke sebuah media penyimpanan seperti tape. - Disk-to-Disk-to-Tape (D2D2T).
Metode ini mengkombinasikan D2D dan D2T untuk mendapatkan proteksi ekstra.
D2D2T memberikan keuntungan keuntungan jangka pendek berupa recovery yang cepat menggunakan disk-based storage dan jangka panjang berupa archive media storage untuk data critical menggunakan tape-based storage.
RECOVERY DATA
Proses recovery terdiri dari pemilihan data source versi terdahulu dari recovery point yang disimpan dalam DPM server, kemudian me-restore copy dari data yang dipilih ke points of origin pada server yang diproteksi.
Gambar berikut memperlihatkan proses recovery data menggunakan DPM.
Data Protection Manager (DPM) 2007 di desain untuk running diatas dedicated, single-purpose server, dan tidak dapat menjadi Domain Controller maupun server aplikasi. DPM server tidak diperkenankan menjadi manajemen server untuk Microsoft Operations Manager (MOM) 2005 atau Microsoft System Center Operations Manager 2007. Namun kita dapat memonitor DPM server dan komputer yang di proteksi oleh DPM di MOM atau di Operation Manager.