September 2007 - Posts
Pegguna e-mail client memang, baik untuk mengirimakan e-mail maupun menerima e-mail. Anda tidak perlu membuka browser untuk mengirim e-mail,dan memeriksa e-mail, bahkan fasilitas pada Outloo Express memungkinkan e-mail client Anda mengambil e-mail secar otomatis, dalam jangka waktu terentu.
Tapi kemudahan kemudahan ini menimbulkan permsalahan baru yaiturawanya attachment file akan firus dan program perusak lainya. Virus dapat ditemukan pada attachment e-mail yang anda dapatkan melalui Outlook Express. Hal ini berbeda dengan pengambilan emai di web browser yang mengijinkan anda melihat terlebih dahulu daftar e-mail, dan memilih sendiri e-mail mana yang ingin di akses atau di download. Pada Outlook Express anda tidak dapat melakukan hal tersebut. Tetapi masih banyak cara menaggulanginya, seperti langkah-langkah berikut:
- Jalankan Outlook Expres sehingga terlihat layar utama.
- Pilih pada menu Tools, Option….
- Pada jendela option pilih tab Security. Centang pada do not allow attachment to be savedopened that couldp potentially be a virus. Pilihan ini akan mengamankan attachment yang mengandung virus, agar tidak bisa disimmpan dan dibuka.
- Masih pada layar yang sama anda dapat mencentang Warm me when other Application try to send e-mail as me. Hal ini mencegah program lain secara diam-diam mengirimkan e-mail tanpa anda ketahui. Beberapa virus dan program yang tidak betanggung jawab, kerap kali melakukan hal ini. Klik tombol ok untuk menyimpan konfigurasi .
- Dengan konfigurasi ini, jika ada e-mail yang mengandung attachment yang di curigai mengandung virus oleh Outlook Express , maka pilihan menu File, Attachment sehingga tidak dapat di akses, walaupun e-mail anda memiliki Attachment.
- Jika Anda yakin Attachment pada e-mail anda tidak mengandung virus anda dapat menon aktifkan Do not allow attachment to be saved or opened that could potentially be a virus, dengan cara sama dengan yang di atas.
Pernakah anda merasa kerepotan untuk mengidentifikasi service non standart windows, di mana anda harus memilih dari sekian banyak service yang berjalan, dan aktif dalam lingkungan system operasi tersebut?
Proses identifikasi ini kadang kita perlukan untuk memeriksa spyware,Trojan atau servise yang dirasa cukup mengganggudan tak perlu cara yang berbelit-belit untuk melakukanya.
Langkah-langkah singkat berikut:
- Klik menu Start, Run
- Dari jendela Run ketik MSCONFIG tekan OK.
- Saat jendela System Configuration Utility, segera klik tab services.
- Kita akan melihat daftar sevise yang tercatat, baik yang aktif maupun yang tidak aktif. Lanjutkan dengan mengklikHide All Microsoft Services untuk memilih service non standart.
- Sekarang daftar sevice yang tertera pada layar adalah service-service tambahan di luar paket Windows Standart.
1. Klik menu Start, Run
2. Pada jendela Run ketik Regedit lalu klik OK.
3. Saat Registry Editor terbuka arahkan kursor key ke HKEY-LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies.
4. Klikkanan pada mouse pada key tersebut atau pada area kosong di panel kanan,pilih New, klik Key.
5. Berika key baru tersebut dengan nama explorer.
6. Klik sekali pada Key Explorer yang baru kita buat. Pada panel kanan di area kosong, klik mouse kanan,. klik,New, DWORD value.
7. Ketik NoFileAssociate tekan , enter.
8. Klik ganda pada NoFileAssociate yang baru terbentuk, saat jendela Edit DOWRD Vale terbuak, berikanlah nilai 1 pada value data. Klik Ok.
9. Tutup Jendela Registry Editor dengan cara mengklik File, Exit
10. Lakukan Log-Off dari windows XP unutk mengupdate perubahan pada registry.
11. Login kembali ke Windows XP, dan cek perubahan dengan membuka fungsi Open With. Caranya klik kanan pada satu file, open With dan lihat opsi Always use selected program to open this kind of file, apakah bisa di cek atau tidak.
12. Untuk mengembalikan ke kondisi semula, ckup beri nilai 1 pada value NoFileAssociate, atau hapus saja value tersebut dari daftar registry.
Mulai dari windows NT, 2000 hingga XP, otomatis membuat share harddisk secar default saat pertama kali dengan nama C$ untuk drive C, D$ untuk drive D dan seteusnya.
Kita bisa mematikan share ini secara manual melalui konsol Computer Management. Tetapi cara ini memiliki kekurangan dimana share akan terbuka kembali setiap kali melakukan restart komputer. Share ini sebenarnya tersembunyi, namun dapat di akses via jaringan oleh seorang yang memiliki password administrator, dan hal ini sangat riskan untuk dibiarkan.
Langkah berikut adalah upaya tangkal, dengan mematikan share default tersebut:
- Klik menu Start, Run
- Pada jendela run ketik Regedit lalu tekan OK
- Jika jendela Regedit terbuka , arahkan kursor key ke HKEY-LOCAL_MACHINE\SYSTEM\Current Control Set\ Services \ LanMan Server\Parameters.
- Pada area kosong di panel kanan, klik mouse new, DWORD value.
- Ketik AutoShareServer,tekan Enter dan biarkan isi value bernilai 0.
- Kita ulangi kembali pembuatan DWORD value. Klik kanan kembali pada area kosong, New , DWORD value.
- Ketik Auto ShareWks tekan enter biarkan isi value bernilai 0.
- Simpan hasil pekerjaan Anda dengan mengklik File, Edit.
- Untk melihat haslinya, restart komputer anda, dan saat login kembali periksa konsol Computer Management, Apakah pekerjaan kita berhasi. Klik kanan pada mouse pada icon My Computer, klik Manage.
- Untuk mengaktifkan share tersebut, cukup mengklik ganda pada value AutoshareServer dan AutoShareWks,dan berikan nilai 1 pada masing masing value tersebut.
Pada saat start menu terdapat shortcut program-program yang sering dibuka. Sebagian orang terganggu dengan tampilan tampilan gambar tsb.
Tiap kali ini mengajak anda untuk menghilangkan program-program yang sering dibuka tb. Berikut langkah-langkahnya :
- Klik Start, pada sisi sebelah kiri menu terdapat ikon shortcut program yang sering dibuka atau atau baru saja di jalankan.
- Klik Run pada sisi sebelah kanan menu
- Pada kotak Run ketik Regedit dan klik Ok
- Pada Registry Editor sorotkan mouse anda pada hierarki HKEY_CURRENT_USER, Software, Microsoft, Windows, CurrentVersion, Policies, Explorer.
- Klik kanan pada explorer, kemudian pilih new, DWORD Value.
- Beri nama NoInstrumentation, untuk DWORD Value yang baru dibuat.
- Klik ganda pada NoInstrumentation, untuk menampilkan jendela edit DWORD Value. Pada bagian Value, masukkan nilai 1 lalu teka enter
- Tutup Registry Editor dan restar komputer agar isi Registry yang baru dibuat itu aktif
- Sekarang Klik Start,setiap kali anda membuka Shortcut maka shortcut tidak akan ada di Start menu
- Jika sewaktu waktu anda ingin menampilkan shortrcut ganti nilai NoInstrumentation menjadi 0.