Jika kita menggunakan beberapa sistem operasi Windows sekaligus dalam satu komputer, maka secara otomatis Windows akan membuatkan sebuah boot manager hingga saat komputer kita hidupkan kita dapat memilih Windows mana yang akan digunakan. Jika kita tidak memilih apapun, maka secara default boot manager akan selalu me-load Windows terakhir yang di-install. Pada Windows 2000 hingga Windows Server 2003, seting default ini dengan mudah dapat kita atur dengan menyunting sebuah file yang bernama Boot.ini, cukup dengan bantuan notepad saja.

Mulai Windows Vista, Microsoft menggantikan file boot.ini dengan file BCD (Boot Configuration Data) dimana setingnya diatur oleh sebuah kakas khusus yang bernama BCDEdit (Boot Configuration Data Editor) dengan cara penggunaan yang relatif sukar terutama bagi pengguna awam. Namun sekedar untuk mengatur Windows mana yang akan di-load secara default saat komputer dihidupkan kita tidak perlu repot untuk mempelajari penggunaan BCDEdit tersebut karena pengaturan ini bisa kita dapatkan lewat System Configuration yang sudah disediakan oleh Windows. Caranya sebagai berikut.
Pada Windows Vista, Windows 7 atau Windows Server 2008, klik tombol Start Menu lalu pada kolom isian Search programs and files, ketikan MSConfig hingga kotak dialog System Configuration ditampilkan.

Pada kotak dialog tersebut, pindah ke tab Boot lalu klik pada Windows yang ingin dijadikan default dan klik tombol Set as default. Langkah terakhir tentunya menutup kotak dialog tersebut dengan meng-klik tombol OK. Dan hasil akhirnya adalah boot manager kini akan selalu me-load Windows pilihan kita tersebut jika kita tidak memilih apapun saat komputer dihidupkan.
Jika diinginkan, pada kotak dialog System Configuration tersebut, kita pun dapat menentukan timeout atau lama waktu sebelum boot manager me-load Windows yang telah dijadikan default, berikut beberapa pengaturan lainnya.
Sebagai alternatif dari System Configuration tersebut kita juga dapat menggunakan kakas yang bernama BellaVista. Kakas ini bersifat gratis dan bisa digunakan hingga Windows Server 2008.

Kakas BellaVista ini memiliki pengaturan yang lebih lengkap dibandingkan dengan System Configuration yang terdapat pada Windows, seperti misalnya tersedianya fasilitas untuk merubah entri nama pada boot manager.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, Anda dapat mengunduhnya dari tautan berikut ini: http://www.zezula.net/en/fstools/bellavista.html
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya :)
Sejalan dengan diselenggarakannya event BUILD tanggal 13 - 16 September 2011, Microsoft pun mulai merilis versi pre-beta dari Windows 8 ke kalangan publik. Rilis yang diberi nama Windows Developer Preview ini sebetulnya lebih ditujukan bagi para developer agar mereka mendapatkan gambaran dasar secara global tentang sistem operasi yang baru ini. Pada versi download yang paling lengkap, Anda bisa mendapatkan Windows Developer Preview yang dikemas bersama beberapa aplikasi pendukungnya seperti misalnya Windows SDK for Metro style apps, Microsoft Visual Studio 11 Express for Windows Developer Preview, Microsoft Expression Blend 5 Developer Preview berikut sekitar 28 Metro style apps.
Jika Anda ingin mencoba dan enggan untuk menggunakan komputer fisik Anda, maka Anda dapat mencobanya di lingkungan virtualisasi. Sebagai contoh pada tulisan ini saya mencoba untuk meng-install Windows Developer Preview ini dengan menggunakan Hyper-V pada Windows Server 2008 R2. Berikut uraian langkahnya.
Download Windows Developer Preview ini dari link yang terdapat dibagian bawah tulisan ini. Jika Anda hanya sekedar ingin mencoba sekaligus melihat tampilan MetroStyle-nya tanpa mau mencoba development-nya, Anda dapat mendownload edisi tanpa Developer Tools yang berukuran lebih kecil. Perhatikan juga platform yang akan digunakan, apakah 32-bit atau 64-bit.
Jalankan console Hyper-V di Windows Server 2008 R2, lalu buat sebuah VM baru. Atur seting RAM, Processor dan Hardisk agar sesuai. Sebagai contoh saya mengalokasikan RAM sebesar 8 GB dan hardisk 40 GB. Lalu pasang juga file ISO Windows Developer Preview ini yang telah didownload sebelumnya di bagian IDE Controller --> DVD Drive.
![image[5] image[5]](http://wss-id.org/blogs/arhiez/image5_539A5550.png)
Setelah pengaturan seting selesai, jalankan VM dan Anda tinggal mengikuti langkah-langkah instalasi yang diberikan. Jangan khawatir, langkah instalasi ini hampir sama dengan instalasi Windows 7.
![image[17] image[17]](http://wss-id.org/blogs/arhiez/image17_1A735281.png)
Pada komputer yang saya gunakan, instalasi berlangsung sekitar 30 menit. Dan berikut ini contoh tampilan akhir Windows 8 yang saya dapatkan setelah instalasi selesai seluruhnya.
![image[11] image[11]](http://wss-id.org/blogs/arhiez/image11_2BD38D8C.png)
Screenshot lengkap untuk langkah-langkah instalasi ini bisa dilihat pada link berikut ini.
Beberapa Catatan:
- Sistem yang saya gunakan untuk mencoba Windows Developer Preview ini adalah Processor AMD Athlon X2 3000 MHz dengan RAM 16 GB DDR-3 serta sistem operasi Windows Server 2008 R2.
- Performance yang saya dapatkan sangat rendah, hal ini jelas karena Windows dijalankan di lingkungan virtualisasi. Selain itu juga karena belum adanya Hyper-V Integration Services untuk Windows Developer Preview ini membuat driver-driver yang digunakan masih standar saja.
- Hyper-V yang saya gunakan hanya sekedar alternatif, Anda dapat juga mencobanya dengan program virtualisasi yang lain seperti misalnya Oracle Virtual Box atau VMware Workstation. Khusus untuk VMware, Anda harus menggunakan VMware Workstation 8 Beta, jika menggunakan VMware versi sebelumnya maka Anda akan mendapatkan pesan kesalahan HAL dan instalasi tidak dapat dilanjutkan.
Kebutuhan Minimal Sistem
Sistem minimal yang dibutuhkan untuk menjalankan Windows Developer Preview ini secara garis besar sama dengan kebutuhan sistem untuk Windows 7, yaitu:
- Processor 1 GHz 32-bit (x86) atau 64-bit (x64)
- RAM 1 GB (32-bit) atau 2 GB (64-bit)
- Space Hardisk 16 GB (32-bit) atau 20 GB (64-bit)
- Display Adapter yang mendukung DirectX 9 dengan driver WDDM 1.0
- Monitor atau display peraga yang mendukung multi-touch (opsional)
Tautan
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya :)
Blue Screen of Death atau yang sering disingkat dengan BSOD saja adalah istilah yang sangat populer dikalangan para pengguna sistem operasi Windows. Disebut BSOD karena sistem operasi Windows akan menampilkan layar berwarna biru jika mengalami kesalahan sistem atau error. Kesalahan atau error ini bisa diakibatkan oleh banyak hal, misalnya oleh database registry yg corrupt, driver yang tidak sesuai, memory yang rusak, dan lain sebagainya.
BSOD menampilkan juga sederetan kode ataupun istilah teknis tertentu. Harapan agar Windows masih dapat diperbaiki sebelum memutuskan untuk melakukan re-install sistem Windows secara keseluruhan jelas masih ada, yaitu dengan melacak kesalahan yang terjadi berdasarkan kode / istilah dalam BSOD tersebut. Referensi untuk kode / istilah teknis tersebut dapat dicari dengan mudah di Internet.

Sayangnya kode maupun istilah tersebut sulit sekali untuk dilihat, hal ini dikarenakan saat BSOD ditampilkan, Windows umumnya akan langsung me-restart. Sebagai solusinya, kita dapat mengatur agar saat terjadi kesalahan yang menyebabkan BSOD ditampilkan maka tampilan BSOD tersebut akan di-pause atau dihentikan hingga setidaknya kita dapat melihat sekaligus mencatat beberapa hal yang sekiranya bisa membantu kita untuk melacak kesalahan tersebut. Cara untuk mem-pause tampilan BSOD tersebut pada sistem operasi Windows 7 adalah sebagai berikut.
Buka System Properties Windows lalu klik tab Advanced. Pada bagian Startup and Recovery, klik tombol Settings.

Berikutnya jendela Startup and Recovery akan ditampilkan. Pada bagian System failure, hilangkan tanda ceklist di bagian Automatically Restart lalu klik tombol OK dan tutup jendela System Properties.

Dan mulai saat ini, jika sistem Windows kita mengalami kesalahan sistem hingga menyebabkan BSOD, maka tampilan BSOD tersebut akan di-pause dan memberikan kesempatan bagi kita untuk mencatat sekaligus menganalisa kesalahan apa yang terjadi.
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini gunanya :)
Tulisan ini sebetulnya merupakan kelanjutan dari tulisan terdahulu, yaitu tentang membuat Windows Server 2008 R2 agar tampak lebih ramah untuk digunakan sebagai OS pada kerjaan sehari-hari. Pada tulisan sebelumnya, telah dibahas cara Mengaktifkan Fitur Wireless LAN Service di Windows Server 2008 serta cara Mengaktifkan Fitur Audio di Windows Server 2008. Nah, dalam tulisan kali ini kita akan membahas bagaimana cara menggunakan fitur Desktop Experience pada Windows Server 2008 R2. Tujuannya jelas agar Windows Server 2008 R2 ini dapat *** dipasangi desktop themes seperti halnya Windows versi client.
Fitur Desktop Experience ini pada dasarnya telah disediakan didalam Windows Server 2008 R2, hanya saja secara default ftur tersebut belum diaktifkan. Untuk mengaktifkan-nya, caranya sebagai berikut.
- Jalankan Server Manager --> klik-kanan Features --> Add Features.
- Pada jendela Add Features Wizard, beri tanda checklist di bagian Desktop Exeperience.

- Sebuah kotak dialog akan ditampilkan yang memberikan informasi bahwa ada beberapa fitur tambahan yang harus di-install untuk mengaktifkan fitur Desktop Experience tersebut. Klik tombol Add Required Features.

- Ikuti wizard instalasi berikutnya dengan meng-klik tombol Next hingga wizard akan meminta kita untuk me-restart Windows.

- Setelah restart sebanyak 2 kali, kita harus mengaktifkan service Themes di Windows Server 2008 R2 ini. Caranya klik Start - Run, lalu ketikan Services.msc.
- Pada jendela Services yang terbuka, klik-ganda Themes.
- Pada jendela Themes Properties yang ditampilkan, pilih Startup type menjadi Automatic lalu klik tombol Apply.
- Berikutnya tinggal menjalankan Service ini dengan meng-klik tombol Start.
- Tutup kotak dialog dengan meng-klik tombol OK dan tutup jendela Services yang masih terbuka.

- Sekarang perhatikan, adakah perubahan pada desktop Windows Server 2008 R2 kita? Jika belum ada perubahan, kemungkinan seting Performance Options diset pada pilihan Best Performance. Untuk merubah seting ini, masuklah kedalam System Properties Windows. Di tab Advanced, klik tombol Settings.
- Pada jendela Performance Options yang ditampilkan, pastikan seting berada pada pilihan Adjust for best appearance.

- Setelah selesai, tutup semua jendela yang masih terbuka lalu perhatikan kembali desktop Windows kita, jika semua proses telah dijalankan maka kita dapat melihat desktop Windows Server 2008 R2 namun dengan desktop nuansa Windows 7 lengkap berikut tombol Start Menu berbentuk Orb :)

Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya :)
Catatan:
- Jika kita ingin menggunakan fitur Desktop Experience ini, pastikan komputer yang kita gunakan memiliki spec yang cukup memadai. Hal ini dikarenakan fitur ini sudah pasti menggunakan resource yang tidak sedikit.
- Themes untuk Windows Server 2008 R2 ini kompatibel dengan themes Windows 7.
Sebuah aplikasi yang canggih belum tentu dilirik oleh pengguna jika desain UI atau User Interface-nya dibikin ngasal. Namun sebuah aplikasi yang sederhana malah mungkin bisa populer karena desain UI-nya yang sangat ciamik. Nah, bagi para developer yang sedang giat-giatnya membangun app untuk device Windows Phone 7, kebetulan ada ebook "gratis" dari Microsoft yang bisa memberikan pencerahan seputar desain UI berikut pernak-perniknya pada device Windows Phone 7.

Ebook yang berjudul “Designing for Windows Phone 7” ini menyajikan pembahasan materi berupa tutorial atau panduan langkah demi langkah. Dan untuk mempermudah kita dalam mempelajari tiap-tiap materi yang dibahas, maka file-file pendukungnya juga jelas disediakan.

Berikut ini garis besar materi yang dibahas dalam ebook ini.
- Metro Design
- Building WP7 Assets
- Layout Controls in Expression Blend
- Creating Animation & Basic Interactivity
- Working with the Visual State Manager
- Adding Data to your Application
- Creating the Flickr4Fun app
Tertarik? Silakan mendownload-nya dari link berikut ini:
http://www.avlade.com/WindowsPhone/Windows%20Phone%20Curriculum_sm.pdf
Dan berikut ini link download untuk file-file pendukungnya:
http://www.avlade.com/WindowsPhone/WP7Lessons.zip
Demikian dan mudah-mudahan ada gunanya :)
TechNet Edge kembali menghadirkan training yang dikemas dalam video training ekslusif yang merupakan rangkaian video dari Jump Start Training Videos. Training kali ini membahas topik tentang “Microsoft Virtualization for VMware Professionals” yang tentunya bersifat gratis..!! Durasi dari video training ini sekitar 15 jam dan dibawakan oleh Corey Hynes (Microsoft Partner & Virtualization Architect) serta Symon Perriman (Microsoft Technical Evangelist).

Materi dalam video training ini terbagi kedalam 3 sub topik, yaitu Platform, Management dan VDI yang disajikan dalam bentuk presentasi, diskusi, best practices dan tentunya real-world demonstrations. Rangkaian video training ini juga sangat disarankan untuk diikuti oleh:
- Kalangan IT Professionals, Virtualization Engineers, Data Center Managers, IT Decision Makers, Network Administrators, Storage/Infrastructure Administrators & Architects.
- Kustomer Microsoft dan Partner yang saat ini menggunakan teknologi VMware.
- Perusahaan pengguna teknologi VMware yang kebetulan sedang mempertimbangkan apakah teknologi virtualisasi dari Microsoft bisa memenuhi kebutuhan mereka.
- Bagi siapa pun yang tertarik untuk mempelajari teknologi virtualisasi dari Microsoft.
Dan berikut ini tautan langsung untuk tiap-tiap materi dalam video training tersebut. Selamat mengikuti :)
Catatan: Video training ini dikemas dalam format HD, jadi pastikan bahwa koneksi Internet yang digunakan cukup kencang agar tidak mengganggu kenyamanan saat mengikuti rangkaian video training ini.
Salah satu fitur menarik dari Windows Vista dan Windows 7 adalah fitur yang dinamakan dengan Windows Anytime Upgrade (WAU). Fitur ini memungkinkan kita untuk melakukan upgrade ke edisi Windows yang lebih tinggi tanpa harus melakukan instalasi ulang Windows lagi. Pada Windows Vista untuk melakukan WUA ini kita harus menggunakan media kit (DVD) khusus dengan label WAU Ready yang hanya tersedia di beberapa regional tertentu saja. Dan prosesnya sendiri bisa dibilang relatif cukup lama karena hampir sama dengan melakukan instalasi Windows dari awal.
Sementara untuk Windows 7, WAU ini lebih dipermudah dimana kita tidak perlu menggunakan media kit khusus karena saat kita menginstall Windows 7, semua komponen sebetulnya telah ikut terinstall didalam PC dalam kondisi pre-install atau tinggal diaktifkan saja. Sehingga yang kita butuhkan untuk melakukan WAU ini hanyalah lisensi / product key-nya saja yang tersedia secara retail. Pada Windows 7, proses WAU ini juga bisa dibilang cukup singkat, yaitu hanya sekitar 10 menit saja :)
Berikut ini contoh cara menggunakan WAU pada Windows 7 Professional yang akan diupgrade menjadi Windows 7 Ultimate.
Pertama kali, cek edisi Windows 7 yang digunakan pada Computer Properties. Dari gambar terlihat bahwa Windows 7 yang terpasang adalah Windows 7 Professional Edition.

Untuk langsung menjalankan WAU ini, klik pada pilihan Get more features with a new edition of Windows 7. Cara lainnya bisa juga dengan mengetikkan Windows Anytime Upgrade di kolom Search pada menu Start Windows atau langsung klik saja shortcutnya di menu Program.

Kotak dialog pertama meminta kita untuk memasukan product-key. Ketikan product-key yang valid lalu klik tombol Next untuk melanjutkan.

Product-key yang telah kita masukan akan di-verifikasi, tunggu beberapa saat hingga selesai.

Berikutnya klik tombol Next untuk menyetujui License Term yang diajukan Microsoft.

Kotak dialog berikutnya berupa informasi yang meminta kita untuk menutup semua program yang mungkin masih dalam kondisi terbuka. Pada kotak dialog ini juga dijelaskan bahwa proses upgrade akan dijalankan sekitar 10 menit dan mungkin PC akan melakukan restart secara otomatis. Klik tombol Upgrade untuk langsung memulai proses WAU ini

Proses WAU akan langsung dijalankan. Tunggulah beberapa saat hingga PC akan merestart secara otomatis.

Setelah proses WAU ini selesai, kita dapat memeriksa kembali pada Computer Properties. Dan hasilnya terlihat bahwa edisi Windows kini telah di-upgrade menjadi Windows 7 Ultimate Edition dengan cara yang sangat sederhana dan relatif cepat :)

Catatan:
- Berdasarkan informasi di situs resmi Microsoft, berikut ini pilihan upgrade dengan WAU yang tersedia untuk beberapa edisi Windows 7.
- WAU tidak dapat digunakan untuk upgrade lintas platform, misalnya dari Windows 7 32-bit ke Windows 7 64-bit.
- Untuk informasi lebih lanjut tentang WAU ini, bisa dilihat lewat tautan berikut ini:
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya :)
Dari tulisan sebelumnya, kita telah menentukan lokasi tujuan yaitu Hotel Bumi Kitri dengan menggunakan Wikimapia. Kita juga sudah membuat file POI berikut telah meng-uploadnya juga pada device Windows Mobile 6.1 kita. Pada tulisan ini, kita akan melihat bagaimana cara untuk menggunakan POI tersebut. Jalankan Garmin Mobile XT pada device Windows Mobile kita, namun sebelumnya pastikan data Quick GPS masih valid untuk membantu mempercepat penguncian satelit.
Pada tampilan awal Garmin Mobile XT, pilih Where to?.

Berikutnya pilih Extras.

Pada layar berikutnya, kita dapat melihat POI yang sebelumnya telah kita masukan, termasuk daftar custom POI lainnya (jika ada). Sebagai contoh disini saya memilih hotel bumi kitri.

Detail dari POI tersebut akan ditampilkan di layar berikutnya. Pilih POI tersebut.

Dan untuk memulai panduan perjalanan kita, pilih Go!.

Tunggu beberapa saat, Garmin akan melakukan kalkulasi untuk lokasi tujuan tersebut.

Akhirnya kitapun siap melakukan perjalanan dengan dipandu oleh Garmin ke lokasi tujuan yang telah kita masukan sebelumnya :)

Dan berdasarkan POI yang telah kita masukan, kita pun dapat melihat detail dari lokasi tujuan perjalanan kita.


Sekedar catatan, perangkat yang saya gunakan dalam tulisan ini adalah sebagai berikut:
- HTC Kaiser (TyTN II / P4550)
- Windows Mobile 6.1 Professional
- Windows Mobile Device Center v6.1.6965
- Garmin Mobile XT v5.00.20wp
- Garmin POI Loader v2.5.40
- Windows 7 Enterprise x64 + SP1
Demikian dan mudah-mudahan tulisan ini ada gunanya :)
Salah satu alasan saya untuk tetap setia dengan device HTC Kaiser yang masih menggunakan Windows Mobile 6.1 ini adalah kemampuan GPS-nya dengan bantuan app Garmin Mobile XT yang untuk saya sendiri cukup bisa diandalkan. Apalagi adanya kemudahan untuk menambahkan lokasi / tempat tujuan tertentu (POI - Point of Interest) yang belum ada didalam database Garmin. Caranya yaitu dengan menggunakan software Garmin POI Loader yang bersifat gratis. Bagaimana cara menggunakan Garmin POI Loader tersebut, berikut ini langkah-langkahnya.
Download Garmin POI Loader di situs berikut ini:
http://www8.garmin.com/products/poiloader/
Setelah proses download selesai, tinggal lakukan instalasi di komputer / laptop kita seperti instalasi software pada umumnya. Lalu buat folder di komputer untuk menampung file-file POI yang akan dibuat. Sebagai contoh saya membuat folder di D:\Data\GPS\POI.
Buka Internet Browser lalu cari lokasi yang menjadi tujuan perjalanan kita dengan menggunakan Wikimapia (http://wikimapia.org). Sebagai contoh saya mencari lokasi sebuah hotel yang bernama Hotel Bumi Kitri di Bandung. Pada Wikimapia, Hotel tersebut tampak seperti gambar berikut ini. Pastikan tanda plus pada Wikimapia tersebut terletak di lokasi tujuan kita.

Berikutnya perhatikan Address-bar di browser, kita akan menemukan nilai latitude dan longitude dari lokasi tersebut.

Buka Notepad lalu ketikan nilai-nilai tersebut berikut nama lokasi yang kita inginkan dengan format sebagai berikut:
longitude, latitude, "Nama Lokasi"
Pastikan tidak terdapat kesalahan untuk nilai latitude dan longitude, sementara untuk nama lokasi bisa kita isikan dengan bebas, namun tentunya diusahakan agar nama tersebut lengkap dan jelas. Contohnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Simpan file tersebut ke folder yang telah dibuat sebelumnya dalam format CSV (Comma Separated Value) tentunya dengan nama file yang sesuai. Pada notepad, kita dapat menggunakan tanda kutip pada nama file-nya agar file tersebut tersimpan dalam format CSV.

Setelah selesai, hubungkan device Windows Mobile kita ke komputer / laptop. Lalu jalankan Garmin POI Loader. Klik tombol Next di kotak dialog yang pertama.

Berikutnya klik pada pilihan Garmin Device dan klik tombol Next untuk melanjutkan.

Secara otomatis, Garmin POI Loader akan mendeteksi device yang terpasang, kita dapat menggunakan tombol Find Device jika device belum terdeteksi. Di bagian Storage Location, kita dapat memilih dimana file POI akan disimpan pada device Windows Mobile kita. Sebagai contoh, saya memilih Storage Card untuk menyimpan file POI tersebut pada memori external. Lanjutkan dengan meng-klik tombol Next.

Pada kotak dialog berikutnya, klik pada pilihan Install new custom POI's onto your device dan klik tombol Next untuk melanjutkan.

Berikutnya tentukan dimana file-file POI tersimpan di komputer kita, tentunya pada folder yang telah dibuat sebelumnya, dalam contoh ini yaitu di D:\Data\GPS\POI. Klik tombol Next untuk melanjutkan.

Tunggu beberapa saat, POI Loader akan meng-upload file POI kedalam device Windows Mobile kita. Akhiri proses dengan meng-klik tombol Finish.

Sampai tahap ini, POI yang dalam contoh ini adalah lokasi Hotel Bumi Kitri telah dimuat didalam database Garmin pada device Windows Mobile kita. Langkah terakhir tentunya adalah melepaskan kabel data penghubung dari komputer / laptop ke device Windows Mobile kita.
...bersambung ke part 2...
Sejalan dengan dirilisnya Service Pack 1 RTM untuk Windows 7 dan Windows Server 2008 oleh Microsoft, mungkin kita ingin mengetahui Versi serta Build Number lengkap dari Windows yang kita gunakan, baik sebelum maupun sesudah meng-install SP1 tersebut. Ada 2 cara yang dapat kita gunakan. Cara yang pertama sangat mudah, yaitu dengan menggunakan perintah WinVer. Perintah ini bisa kita ketikan lewat Command Prompt Windows atau bisa juga lewat kotak dialog Run. Jika kita jalankan perintah ini, hasilnya Windows akan menampilkan sebuah kotak dialog yang memuat keterangan versi berikut build numbernya seperti tampak pada gambar berikut ini. Dapat dilihat bahwa Windows yang saya gunakan adalah versi 6.1 dengan Build Number 7601: Service Pack 1.

Namun jika kita lihat, versi maupun build number yang ditampilkan pada kotak dialog tersebut kurang lengkap. Untuk melihat lengkapnya, kita dapat menggunakan cara kedua yaitu dengan melihat entri registri tertentu lewat Regedit. Jalankan regedit dengan mengetikan perintah regedit pada kotak dialog Run. Setelah kotak dialog Registry Editor ditampilkan, buka bagian registry berikut ini:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion
Perhatikan di bagian sebelah kanan, kita akan mendapatkan versi dan build number lengkap dari Windows di bagian BuildLab dan BuildLabEx seperti tampak pada gambar berikut ini.

Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa versi maupun build number Windows 7 yang saya gunakan sudah menunjukan Service Pack 1 versi RTM, yaitu:
- BuildLab: 7601.win7sp1_rtm.101119-1850
- BuildLabEx: 7601.17514.amd64fre.win7sp1_rtm.101119-1850

Demikian dan mudah-mudahan tips singkat ini ada gunanya :)
Versi RTM untuk Service Pack 1 (SP1) bagi Windows 7 dan Windows Server 2008 akhirnya dirilis juga oleh Microsoft hari ini walaupun masih untuk kalangan terbatas, yaitu bagi para pelanggan TechNet dan MSDN (TechNet / MSDN Subscribers). Bagi kalangan publik, kemungkinan SP1 ini akan tersedia sekitar beberapa hari kedepan. Di situs TechNet / MSDN, SP1 ini tersedia dalam satu file tunggal untuk 2 platform sekaligus, yaitu x86 (32-bit) dan x64 (64-bit). Yang menarik adalah para pelanggan TechNet ataupun MSDN dapat juga mendownload master instalasi Windows 7 yang sudah terintegrasi langsung dengan SP1 ini :)

SP1 ini dikemas dalam KB976932 dengan besar file sekitar 2 GB. Proses instalasinya sendiri biasa saja seperti kebanyakan proses instalasi software di Windows pada umumnya. Hanya saja waktu instalasi ini relatif lama. Pada laptop saya yang menggunakan mesin i3 dengan RAM 4 GB, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan 3 kali restart.



Setelah proses instalasi SP1 ini selesai, build version Windows akan berubah menjadi build 7601 atau lengkapnya 7601.17514.101119-1850.

SP1 ini juga akan menggunakan space hardisk sekitar 1,3 GB. Berikut ini sisa space hardisk sebelum instalasi SP1.

Dan berikut ini sisa space hardisk setelah instalasi SP1.

Untuk informasi lebih lanjut tentang SP1, misalnya fitur-fitur baru apa saja yang tersedia berikut hal-hal lainnya lagi, Anda dapat mengunjungi situs resminya di alamat berikut ini: http://support.microsoft.com/kb/976932
Demikian dan mudah-mudahan info singkat ini ada gunanya :)
Mulai bulan Januari ini, beragam video pengenalan, tutorial hingga training singkat dari Microsoft Learning tentang produk-produk ataupun teknologi Microsoft terbaru tidak hanya kita dapatkan pada situs Learning Snack saja, tapi kini mulai tersedia juga lewat layanan YouTube pada channel tersendiri. Hadirnya Microsoft Learning di channel YouTube ini jelas tidak untuk menggantikan keberadaan Learning Snack, namun untuk lebih melengkapinya lagi. Keuntungannya adalah kita dapat meng-embed-nya dengan lebih mudah misalnya untuk kita pasang di blog pribadi kita, dan yang jelas kini kita dapat membukanya lewat browser apapun termasuk membukanya lewat perangkat Mobile kita :)

Saat tulisan ini dibuat, sudah ada beberapa video menarik yang bisa kita dapatkan di channel YouTube tersebut. Beberapa diantaranya adalah:
Demikian dan mudah-mudahan info singkat ini ada gunanya.
Tautan:
Channel YouTube Microsoft Learning training
Microsoft Learning Snack
Untuk beberapa keperluan tertentu, tampaknya saya memang akan bertahan beberapa lama dengan Windows Server 2008 R2 di laptop kerja saya dan sejenak melupakan Windows 7
. Dan karena si Windows Server ini akan digunakan sehari-hari, maka Windows Server ini pun harus dapat mengeluarkan "suara". Namun, sama halnya seperti fitur Wireless yang secara default berada dalam kondisi disable seperti yang pernah saya tulis sebelumya di blog ini, fitur Audio pun ternyata bernasib sama alias dinon-aktifkan secara default.

Lalu bagaimana mengaktifkannya? caranya sangat mudah. Tinggal jalankan Server Manager lalu pilih Services atau bisa juga dengan menggunakan Run dan ketikan Services.MSC.

Pada daftar Services (Local) yang terbuka, klik ganda pada pilihan Windows Audio.

Terlihat bahwa service Windows Audio ini berada dalam kondisi non-aktif. Klik tombol Start untuk mengaktifkannya lalu pada pilihan Startup type, pilih Automatic agar service Windows Audio ini aktif setiap kali kita login kedalam Windows.

Akhiri dengan meng-klik tombol OK. Dan hasilnya, fitur Audio sudah dapat digunakan di Windows Server 2008.. 

Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Meng-install Windows Server 2008 jelas sudah teramat sangat sering dilakukan, baik untuk keperluan project maupun untuk keperluan training. Namun instalasi tersebut dilakukan di server sesungguhnya atau di-install di lingkungan VM, sementara meng-install Windows Server 2008 di Laptop sendiri, terus terang baru kali ini saya mencobanya
. Proses instalasi-nya jelas berlangsung lancar alias tanpa kendala apapun, performance si Windows Server 2008 pun tampak cukup baik dijalankan di Laptop i3 saya. Masalahnya baru muncul ketika saya hendak mencoba meng-aktifasi Windows ini via Internet, baru saya sadar ternyata koneksi Wireless-nya bermasalah alias tidak dapat digunakan sama sekali, padahal driver sudah saya install dan tidak ada notifikasi apapun di Device Manager Windows.


Setelah ditelusuri lebih lanjut, akhirnya ketemu juga masalahnya, ternyata fitur Wireless di Windows Server 2008 secara default berada dalam kondisi disable atau non-aktif. Solusinya, ya jelas tinggal di-aktifkan saja fitur tersebut. Caranya sebagai berikut.
Jalankan Server Manager, lalu di bagian Features, klik tombol Add Features.

Pada jendela Select Features, beri tanda ceklist di bagian Wireless LAN Service.

Tekan tombol Next dan ikuti wizard hingga selesai.
Dan hasilnya, koneksi Wireless di Windows Server 2008 pun sudah bisa saya gunakan dan bisa beroperasi secara normal
.

Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini gunanya.
Salah satu hal yang cukup menyulitkan saat menghadapi jadwal training yang padat adalah menyiapkan PC. Materi training tertentu menggunakan beberapa VM (Virtual Machine) pada Hyper-V di Windows Server 2008 R2, sementara materi lainnya menggunakan VMware Workstation. Dibilang menyulitkan karena VMware Workstation jelas tidak dapat di-install di sistem operasi kelas server, apalagi di Windows Server 2008 R2 dengan roles Hyper-V yang sudah terpasang. Pesan kesalahan akan ditampilkan seperti pada gambar berikut ini jika kita meng-install VMware Workstation pada Windows Server 2008 R2.

Lalu bagaimana solusinya? Menggunakan beberapa PC jelas bukan merupakan solusi yang tepat karena malas install lagi
. Skema dual-boot pada satu PC juga tampaknya kurang efisien karena pemborosan space hardisk, apalagi mengingat bahwa VM yang digunakan rata-rata menghabiskan space hardisk yang banyak.
Akhirnya setelah menjelajahi Internet, dapat juga solusi untuk memaksa VMware agar dapat di-install di Windows Server 2008 R2. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat entri boot tambahan yang akan menon-aktifkan Hypervisor di Windows Server 2008 R2. Caranya sebagai berikut.
- Pada Windows Server 2008 R2, jalankan Command Prompt sebagai Administrator, yaitu dengan klik-kanan shortcut Command Prompt lalu pilih Run As Administrator.
- Pada kotak dialog Command Prompt yang sudah terbuka, ketikan script berikut ini dan akhiri dengan Enter.
bcdedit /copy {current} /d "Windows Server 2008 R2 + VMware Workstation"
- Pastikan Anda mendapatkan pesan "The entry was successfully copied to..."

- Catat atau Copy ke clipboard nilai GUID yang diapit tanda { }.
- Berikutnya ketikan script berikut ini. Ganti {GUID| dengan nilai yang sudah dicatat / di-Copy ke clipboard pada langkah sebelumnya lalu akhiri dengan Enter.
bcdedit /set {GUID} hypervisorlaunchtype off
- Pastikan Anda mendapatkan pesan "The operation completed successfully."

- Tutup kotak dialog Command Prompt lalu restart PC. Dan hasilnya, sebuah boot menu akan ditampilkan seperti gambar berikut ini.

- Pilih entri boot yang kedua, yaitu "Windows Server 2008 R2 + VMware Workstation". Login sebagai administrator dan kini Anda dapat meng-install berikut menggunakan Vmware Workstation dengan cara seperti biasa
. - Dan jika Anda ingin menggunakan Hyper-V kembali, maka saat boot, pilihlah entri boot yang pertama.
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Spec Uji: ECS GF8100VM-M3 | DualCore AMD Athlon X2 245 |
Windows Server 2008 R2 Standard (x64) | VMware Workstation 7
More Posts
Next page »