Hidden Administrative Shares (HAS) adalah sebuah network share yang secara default terdapat pada sistem operasi Windows berbasis NT seperti Windows NT, 2000, XP, 2003, Vista, Windows 7 dan Windows 2008. HAS ini memungkinkan seorang administrator untuk dapat mengakses semua partisi hardisk serta folder yang berisikan file-file system Windows yang tentunya dengan hak akses Full Control. HAS ini tidak terlihat jika kita mem-browse jaringan dengan menggunakan My Network Places ataupun Network Neighbourhood, untuk mengaksesnya kita harus menggunakan format UNC (Universal Naming Convention), yaitu:
- \\NAMA_COMPUTER_ATAU_IPADDRESS\X$
Format UNC ini digunakan untuk mengakses partisi / volume hardisk. X adalah nama drive letternya dan tanda $ dibelakangnya menandakan bahwa network share tersebut berada dalam kondisi hidden. - \\NAMA_COMPUTER_ATAU_IPADDRESS\ADMIN$
Format UNC ini digunakan untuk mengakses file-file system windows yang umumnya berada dalam folder WINDOWS atau WINNT.
Sebagai contoh, pada sebuah PC dengan IP Address 192.168.168.218, untuk mengakses drive C pada PC tersebut lewat jaringan, maka seorang administrator tinggal menjalankan kotak dialog Run lalu mengetikan \\192.168.168.218\C$ pada kotak dialog tersebut.
Pada satu sisi HAS ini sebetulnya merupakan salah satu senjata para administrator untuk dapat mengakses resources yang dibutuhkannya tanpa harus men-sharenya terlebih dahulu, namun di sisi yang lain, HAS ini justru menimbulkan celah keamanan karena seseorang yang mengetahui user dan password administrator bisa mengakses resources apapun yang diinginkannya. Dan mungkin mengingat adanya celah keamanan tersebut, maka pada sistem operasi Windows 7 fitur HAS ini justru dinonaktifkan secara default. Seperti terlihat pada gambar berikut ini dimana saya mendapatkan pesan Access is denied.
Lalu, bisakah fitur HAS ini kita aktifkan kembali ? Jelas bisa dan caranya juga sangat mudah, yaitu dengan menambahkan sebuah entri pada registry. Lengkapnya sebagai berikut.
- Pada Windows 7, login sebagai administrator lalu jalankan Regedit.
- Buka bagian key berikut ini:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\system\ - Di bagian sebelah kanan, klik-kanan mouse lalu pilih New dan pilih DWORD (32-bit) Value untuk Windows 7 versi 32 bit atau DWORD (64-bit) Value untuk Windows 7 versi 64 bit.
- Ketikan: LocalAccountTokenFilterPolicy
- Klik-ganda pada LocalAccountTokenFilterPolicy tersebut lalu ketikan 1 dan akhiri dengan mengklik tombol Ok.
- Tutup Regedit lalu restart Windows.
Dan setelah restart kita dapat menggunakan kembali fitur HAS tersebut seperti tampak pada gambar berikut ini.

Untuk menonaktifkan lagi fitur HAS ini, tinggal masukan nilai 0 pada LocalAccountTokenFilterPolicy dan restart kembali Windows.
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Kita dapat melakukan instalasi Windows 7 dengan menggunakan media Flashdisk, tujuannya jelas untuk sedikit mempercepat proses instalasi sekaligus dalam rangka penghematan :D Apalagi jika kita lihat trend kapasitas Flashdisk saat ini yang semakin lama semakin besar kapasitasnya namun dengan harga yang makin terjangkau. Alasan lainnya karena trend BIOS saat ini yang rata-rata sudah mendukung booting lewat removable media seperti Flashdisk, External Hardisk, dlsb. Cara yang lumayan singkat untuk membuat sebuah Flashdisk menjadi media instalasi Windows 7 tersebut adalah sebagai berikut.
Siapkan sebuah Flashdisk dengan kapasitas setidaknya 4 GB, hal ini mengingat besar dari file ISO Windows 7 yang rata-rata sekitar 3 GB. Lalu siapkan juga software untuk meng-ekstrak / mounting file ISO Windows 7 tersebut. Saya sendiri menggunakan Virtual CloneDrive yang bersifat freeware. Alternatif lainnya ada WinCDEmu, Daemon Tools, dlsb. Atau gunakan saja Bing atau Google untuk mencari software yang sesuai. Dan yang terakhir adalah sistem operasi yang digunakan untuk membuat media instalasi tersebut harus Windows Vista atau Windows 7.
Tahap pertama adalah membuat Flashdisk menjadi sebuah media yang bootable. Dari berbagai tutorial serta referensi yang saya dapatkan di Internet, cara yang tercepat adalah menggunakan perintah Diskpart, yaitu sebuah tools pembuat dan pengatur partisi yang jalan pada mode Command Prompt Windows. Adapun file system yang akan digunakan adalah FAT32. File system NTFS sebetulnya bisa juga, namun dari beberapa testing, saya mendapatkan beberapa tipe motherboard tertentu yang menolak booting dari Flashdisk dengan file system NTFS. Urutan perintah untuk menggunakan Diskpart tersebut adalah sebagai berikut.
Pada Windows Vista / Windows 7, masuk ke mode Command Prompt lalu ketikan urutan perintah berikut ini (teks yang berwarna merah adalah perintah yang harus diketikan).
C:\> diskpart
Microsoft DiskPart version 6.1.7600
Copyright (C) 1999-2008 Microsoft Corporation.
On computer: ARHIEZ
DISKPART> list disk
Disk ### Status Size Free Dyn Gpt
-------- ------------- ------- ------- --- ---
Disk 0 Online 149 GB 0 B
Disk 1 Online 3875 MB 0 B
DISKPART> select disk 1
Disk 1 is now the selected disk.
DISKPART> clean
DiskPart succeeded in cleaning the disk.
DISKPART> create partition primary
DiskPart succeeded in creating the specified partition.
DISKPART> select partition 1
Partition 1 is now the selected partition.
DISKPART> active
DiskPart marked the current partition as active.
DISKPART> format fs=fat32 quick
100 percent completed
DiskPart successfully formatted the volume.
DISKPART> assign letter=u
DiskPart successfully assigned the drive letter or mount point.
DISKPART> exit
Leaving DiskPart...
C:\>
Hati-hati saat menggunakan perintah Select Disk, pastikan bahwa Disk yang terpilih adalah Flashdisk yang akan digunakan.
Sampai tahap ini Flashdisk telah memiliki file system FAT32 dan sudah berada dalam kondisi bootable. Tahap selanjutnya tinggal ekstrak atau mount file ISO Windows 7 lalu salin seluruhnya kedalam root folder pada Flashdisk tersebut. Sebelum menyalin file, tampilkan dulu Hidden Files pada Windows sekedar untuk memastikan agar tidak ada files ataupun folder yang terlewat. Isi dari Flashdisk setelah proses penyalinan dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Dan tahap terakhir tentunya tinggal melakukan testing. Restart komputer, atur BIOS untuk menempatkan Flashdisk pada urutan boot pertama dan instalasi Windows 7 akan berjalan seperti biasanya :-)
Lalu bagaimana jika kita ingin mencoba rilis lainnya dari Windows 7, apakah semua proses diatas harus diulang lagi ? Jelas tidak, karena proses pembuatan partisi dengan Diskpart tersebut tidak usah dilakukan lagi. Cukup hapus semua isi Flashdisk (jangan diformat) dan salin isi dari file ISO Windows 7 lain yang ingin diinstall kedalam flashdisk tersebut :-)
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Catatan:
Instalasi dengan media Flashdisk ini saya coba pada beberapa laptop Acer seri Aspire, beberapa PC dengan motherboard Biostar seri GF serta beberapa PC dengan motherboard Asrock seri P4M. Jika mungkin ada yang mencoba pada laptop ataupun PC lain dan gagal, silakan share disini ya..
Sebuah email yang saya terima tanggal 7 Agustus yang baru lalu menandakan bahwa Windows 7 versi RTM (Released to Manufacturing aka Final Version) dengan build number 7600.16385 telah resmi dirilis oleh Microsoft walaupun masih untuk kalangan terbatas, yaitu untuk para pelanggan MSDN serta Technet. Dan sesuai dengan isi dari email tersebut, Windows 7 ini akan bisa dinikmati oleh publik mulai tanggal 22 Oktober 2009.

What's New atau apa saja hal-hal baru yang terdapat pada versi RTM ini jelas belum bisa dilihat sekarang karena tentunya butuh waktu untuk meng-eksplore lebih jauh tentang "jeroan" dari Windows 7 ini. Perubahan dari versi RC yang langsung terlihat hanyalah wallpapernya yang sudah berubah, bukan gambar ikan lagi melainkan diganti dengan gambar logo Windows yang telah diberi sentuhan artistik :-)
Bagaimana dengan edisinya ? Dilihat dari daftar download pada situs MSDN Subscriber terdapat setidaknya 6 buah edisi Windows 7, yaitu:
- Windows 7 Starter
- Windows 7 Home Basic
- Windows 7 Home Premium
- Windows 7 Professional
- Windows 7 Ultimate
- Windows 7 Enterprise
Dan setiap edisi kecuali edisi Starter dan Home Basic tentunya tersedia dalam 2 cita rasa, yaitu 32-bit dan 64-bit. Sementara di situs resmi Microsoft untuk Windows 7, di bagian komparasi fitur hanya terdapat 4 buah edisi. Edisi Home Basic serta Enterprise tidak terdapat disana. Tampaknya bakal ada perlakuan khusus untuk kedua edisi tersebut :-)
Informasi lebih lanjut tentang Windows 7 ini bisa dilihat pada situs resminya di:
http://windows.microsoft.com/en-US/windows7/products/home
Dan gambaran singkat untuk komparasi dari beberapa edisi yang tersedia bisa dilihat pada situs Microsoft Presspass di:
http://www.microsoft.com/presspass/features/2009/feb09/02-03Win7SKU-QA.mspx