Di satu sisi, dirilisnya sistem operasi yang baru seperti misalnya Windows 7 atau Windows Server 2008 memang menyenangkan karena jelas kita mendapat pengalaman yang baru juga, namun di sisi yang lain, masalah kompatibilitas umumnya menjadi salah satu kendala, seringkali aplikasi yang kita gunakan menjadi bermasalah atau malah tidak jalan di sistem operasi yang baru tersebut. Untuk mengatasi masalah kompatibilitas tersebut, Microsoft secara berkala merilis Application Compatibility Update, yaitu sebuah update kecil yang akan memperbaiki masalah kompatibilitas bagi beberapa aplikasi, termasuk games yang bermasalah.
Application Compatibility Update yang dirilis bulan Februari 2010 ini berlaku untuk sistem operasi berikut ini:
- Windows Vista Business
- Windows Vista Enterprise
- Windows Vista Home Basic
- Windows Vista Home Premium
- Windows Vista Ultimate
- Windows Vista Business 64-bit Edition
- Windows Vista Enterprise 64-bit Edition
- Windows Vista Home Basic 64-bit Edition
- Windows Vista Home Premium 64-bit Edition
- Windows Vista Ultimate 64-bit Edition
- Windows Server 2008 Standard
- Windows Server 2008 Enterprise
- Windows Server 2008 Datacenter
- Windows Server 2008 Standard without Hyper-V
- Windows Server 2008 Datacenter without Hyper-V
- Windows Server 2008 Enterprise without Hyper-V
- Windows Server 2008 for Itanium-Based Systems
- Windows 7 Enterprise
- Windows 7 Home Basic
- Windows 7 Home Premium
- Windows 7 Professional
- Windows 7 Ultimate
- Windows Server 2008 R2 Standard
- Windows Server 2008 R2 Enterprise
- Windows Server 2008 R2 Datacenter
Daftar aplikasi ataupun games yang telah diperbaiki kompatibilitasnya, berikut link untuk mendownload Application Compatibility Update ini dapat dilihat pada situs resmi Microsoft di alamat:
http://support.microsoft.com/KB/976264
Sebagai alternatif lain, kita juga bisa menggunakan fitur Windows Update untuk memasang perbaikan kompatibilitas ini.
Demikian dan mudah-mudahan posting singkat ini ada gunanya.. :-)
Melanjutkan tulisan sebelumnya, tools berikutnya yang dapat digunakan untuk menampilkan informasi system pada wallpaper adalah CoolMon. Sama seperti BgInfo, CoolMon juga bersifat freeware dengan ukuran yang ringkas yaitu sekitar 650 KB dan tidak membebani system karena menggunakan resources yang relatif kecil. Versi terakhir dari tools ini adalah versi 2.xx, namun entah kenapa versi 2 ini malah tidak pernah berhasil saya jalankan, so.. versi yang saya gunakan tetap versi 1.0 yang sudah tergolong stabil.
Jika dibandingkan dengan BgInfo, CoolMon lebih ditujukan untuk menampilkan informasi system yang berhubungan dengan resources dan hardware, misalnya jumlah proses, jumlah memory, pagefile, dan lain sebagainya. Tools ini juga berbasis XML sehingga butuh sedikit waktu tambahan untuk mempelajarinya :-)
Dibandingkan dengan BgInfo yang lebih sederhana, CoolMon memiliki pengaturan yang lebih luas yang dapat diakses dari menu pada tray icon.
Dan berikut ini contoh tampilan CoolMon yang sudah terpasang pada wallpaper Windows.
Sekedar catatan, CoolMon versi 1.0 ini dirilis sekitar tahun 2005 dan sayangnya tools yang bagus ini tampaknya tidak dikembangkan lagi oleh pembuatnya. Situs resmi pembuatnya juga malah sudah lenyap entah kemana. Tentang masalah kompatibilitas, CoolMon masih dapat dijalankan hingga Windows Server 2008 edisi terakhir, namun mengingat tools ini termasuk tools jadul, maka ada kemungkinan tools ini tidak dapat dijalankan pada server-server generasi terbaru.
CoolMon masih dapat di-download pada alamat berikut ini:
http://www.pcworld.com/downloads/file/fid,23831-order,1-page,1-c,alldownloads/description.html
http://majorgeeks.com/CoolMon_d212.html
Demikian tulisan singkat tentang 2 buah tools yang mudah-mudahan dapat membantu kita saat berurusan dengan para server.. :-) Jika ada tools lainnya dengan kegunaan yang sama, mohon diberitahu ya.. :-)
Saat berurusan dengan server, kadang kita lupa beberapa informasi dasar tentang server tersebut, misalnya nama servernya apa, ip-addressnya berapa, subnet, gateway, dan lain sebagainya. Untuk membantu kita dalam mengetahui beberapa informasi tersebut secara cepat maka kita dapat menampilkannya pada wallpaper Windows, dengan demikian setiap kali login maka informasi tersebut dapat langsung terlihat. Hal ini juga sangat berguna terutama jika kita menggunakan fasilitas remote untuk berurusan dengan beberapa server sekaligus.
Membuat wallpaper seperti itu jelas sangat mudah, tinggal buka MS-Paint, ketikan informasi server tersebut lalu buat sebagai wallpaper. Apalagi jika kita bisa menggunakan software pengolah gambar seperti Photoshop misalnya, tentunya wallpaper yang dihasilkan bisa lebih menarik lagi. Namun wallpaper yang dibuat seperti ini tentunya bersifat statis, jika ternyata terjadi perubahan pada server, misalnya IP-Addressnya berubah maka artinya kita harus membuat lagi wallpaper yang baru.
Solusinya ? Di Internet tersedia banyak software / tools untuk menampilkan informasi system pada wallpaper, namun mengingat bahwa kita berurusan dengan server, jelas tools tersebut harus berukuran ringkas serta relatif hemat dalam penggunaan resources, tentunya agar tidak membebani system. Berdasarkan kriteria tersebut, ada 2 tools yang menjadi favorit saya, yaitu BgInfo dan Coolmon.
BgInfo adalah tools yang rasanya sangat dikenal dikalangan MCT (Microsoft Certified Trainer) karena secara default selalu terpasang pada mesin-mesin virtual untuk materi training berbasis MOC (Microsoft Official Curriculum).
BgInfo dibuat oleh Mark Russinovich dari Sysinternals. Versi terakhirnya adalah 4.16. Tools ini bersifat freeware dengan ukuran file hanya sekitar 387 KB serta dapat digunakan pada Windows versi terdahulu hingga Windows Server 2008 rilis terakhir.
Cara menggunakan tools ini sangat mudah, setelah mendownloadnya kita dapat langsung menjalankannya tanpa perlu menginstallnya terlebih dahulu. Pada tampilan utamanya dengan mudah kita dapat mengatur berbagai seting yang ingin ditampilkan pada wallpaper, termasuk menentukan jenis huruf, warna huruf hingga posisinya. Dan tentu saja semua seting yang sudah kita atur dapat kita simpan jika suatu saat dibutuhkan kembali.
Selain informasi standar yang disediakan seperti misalnya nama komputer, IP, Subnet, dlsb, kita juga dapat menambahkan informasi untuk seting yang lainnya dengan menggunakan perintah Custom. Dan berikut ini contoh tampilan BgInfo yang sudah terpasang pada wallpaper.
Tertarik ? Anda bisa mendownload BgInfo ini di situs resminya, yaitu di:
http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb897557.aspx
… bersambung …
Ebook gratis ini berjudul Panduan Instalasi SharePoint Server 2010 (Beta) dan Office Web Apps (Beta) pada Windows 7. Sesuai dengan judulnya, ebook ini berisikan panduan singkat untuk melakukan instalasi SharePoint Server 2010 (Beta) berikut Office Web Apps (Beta) pada sistem operasi client yaitu Windows 7.
Saat ebook ini ditulis, baik SharePoint Server 2010 maupun Office Web Apps masih dalam status Beta. Jadi saat Anda membaca ebook ini mungkin saja ada beberapa informasi yang sudah tidak valid lagi, namun diharapkan secara garis besar proses instalasi yang merupakan inti pembahasan dalam ebook ini tetap bisa digunakan.
Mudah-mudahan setelah versi final dari SharePoint Server 2010 dan Office Web Apps ini dirilis, lalu waktunya memang mengijinkan, saya bisa meng-updatenya lagi :-)
Akhir kata, silakan untuk membaca ebook yang singkat ini dan mudah-mudahan ada manfaatnya. Silakan juga untuk disebarluaskan asalkan tetap mencantumkan sumber aslinya.. :-)
Link Download:
http://mugi.or.id/media/p/3678.aspx
Pada tips Windows 7 sebelumnya Anda dapat melihat cara menggunakan Classic Taskbar pada Windows 7 dengan cara yang sangat mudah. Dan jika Anda pernah menggunakan Windows 9.x Anda juga mungkin mengenal susunan Start Menu yang sangat berbeda dari susunan Start Menu pada keluarga Windows saat ini. Susunan Start Menu ala Windows 9.x yang lazim disebut dengan Classic Start Menu ini masih dipertahankan hingga Windows XP sebagai salah satu alternatif pilihan bagi pengguna. Mulai Windows Vista termasuk Windows 7, pilihan untuk menggunakan Classic Start Menu ini dihilangkan oleh Microsoft. Namun jika Anda masih ingin menggunakannya atau sekedar bernostalgia dengan tampilan ala Windows 9.x, Anda dapat mencoba sebuah utility kecil untuk merubah susunan Start Menu Windows 7 Anda menjadi Classic Start Menu.
Utility kecil ini bernama Classic Shell dan sifatnya freeware. Ukurannya hanya sekitar 1,9 MB dan dapat di-download pada situs berikut ini:
http://sourceforge.net/projects/classicshell/
Cara menggunakannya sangat mudah, cukup install utility tersebut dan setelah selesai Anda akan langsung mendapatkan susunan menu ala Windows 9.x pada Windows 7 Anda :-)
Dan pada menu Settings –> Classic Start Menu, Anda akan menemukan beberapa opsi pengaturan untuk Classic Start Menu ini.
Demikian dan mudah-mudahan tips singkat ini ada gunanya.
Saya termasuk pengguna Windows yang lebih menyukai tampilan Classic Taskbar, yaitu tampilan Taskbar ala Windows 9.x dengan Start Button yang masih berbentuk kotak plus tulisan Start didalamnya. Setiap jendela aplikasi yang terbuka akan ditampilkan secara memanjang berikut nama aplikasinya pada Taskbar tersebut. Selain itu Classic Taskbar ini juga tidak terlalu lebar seperti halnya taskbar default pada Windows 7 sehingga bisa lebih menghemat layar. Tampilan Classic Taskbar ini juga merupakan tampilan Taskbar default pada sistem operasi kelas server seperti misalnya Windows 2000 Server dan Windows Server 2003. Secara default Windows Server 2008 juga sebetulnya masih menggunakan Classic Taskbar ini, hanya saja sedikit berbeda dengan Classic Taskbar yang biasa kita kenal.
Salah satu keuntungan dari menggunakan Classic Taskbar ini adalah kita bisa melihat jendela aplikasi apa saja yang sedang terbuka tanpa harus menggeser mouse terlebih dahulu ke bidang Taskbar tersebut, Selain itu performance Windows juga akan sedikit meningkat walaupun tentunya tidak signifikan. Dan pada Windows 7 tentu saja Anda juga masih dapat menggunakan Classic Taskbar ini. Caranya yaitu dengan memilih Themes Classic dan sedikit merubah Properties dari Start Menu. Lengkapnya sebagai berikut.
Klik-kanan pada bidang desktop Windows 7 Anda lalu pilih Personalize. Dari daftar Theme yang tampil, di bagian Basic and High Contrast Themes, pilih theme Windows Classic.
Berikutnya klik-kanan pada bidang Taskbar yang kosong lalu pilih Properties. Aktifkan fitur Use small icons lalu di bagian Taskbar location on screen pilih Never combine.
Dan hasilnya Anda akan mendapatkan tampilan Classic Taskbar berikut tampilan Classic Start Button dengan tulisan Start-nya pada Windows 7 Anda :-)
Mudah-mudahan tips singkat ini ada gunanya.
Windows 7 sebetulnya menyediakan beberapa themes dan wallpaper alternatif selain dari themes dan wallpaper defaultnya. Themes dan wallpaper alternatif ini dapat Anda temukan di folder C:\Windows\Globalization\MCT\. Folder ini berada dalam kondisi hidden, jadi pastikan sebelumnya untuk mengaktifkan Show Hidden Files di Folder Options pada Windows 7 Anda. Didalam folder ini terdapat beberapa subfolder lagi yang merupakan kode singkatan dari beberapa negara, yaitu:
- MCT-AU: Australia
- MCT-CA: Canada
- MCT-GB: Great Britain
- MCT-US: United States
- MCT-ZA: South Africa
Masuklah kedalam salah satu subfolder tersebut. Sebagai contoh masuklah kedalam subfolder MCT-ZA lalu masuk kedalam subfolder Themes. Klik-ganda file ZA.theme didalam subfolder tersebut, dan Anda dapat menggunakan themes dari negara South Africa.

Beberapa wallpaper yang merupakan foto dari beberapa lokasi di South Africa juga secara otomatis telah ditambahkan pada pilihan Desktop Background.
Jika Anda hanya ingin menggunakan wallpapernya saja dari beberapa pilihan negara tersebut cukup masuk kedalam subfolder Wallpapers, dan beberapa pilihan wallpaper menarik yang berasal dari berbagai lokasi bisa Anda gunakan :-)
Sumber: http://www.computerworld.com
Indikator status network pada Windows XP sebetulnya sangat informatif dengan tampilan berupa icon 2 buah monitor yang akan menyala jika ada aktifitas pada network, baik aktifitas inbound maupun outbond. Sayangnya indikator ini dirubah oleh Microsoft mulai Vista dan hingga Windows 7. Untungnya ada solusinya jika Anda ingin tetap menggunakan indikator ini pada Windows 7, yaitu dengan menggunakan tools kecil yang bernama Network Activity Indicator for Windows 7.
Tools yang hanya berukuran sekitar 50 KB ini dibuat oleh Igor Tolmachev dari situs The Code Project. Tidak ada rutin instalasi yang dibutuhkan, cukup jalankan saja file executablenya dan indikator status network ala Windows XP akan ditampilkan kembali pada system tray di Windows 7 Anda. Dan menariknya, bagi kalangan developer tersedia juga source code dari tools ini hingga dapat dipelajari lebih lanjut.
Download:
http://www.codeproject.com/KB/IP/NetworkIndicator.aspx
Link:
http://www.codeproject.com/
WhitePaper ini berjudul: Membuat Master Instalasi Windows 7 pada Media Penyimpan Data Eksternal - Panduan bagi Teknisi Komputer. Dari judulnya sudah jelas bahwa WhitePaper ini berisikan panduan step-by-step untuk membuat master instalasi Windows 7 pada media penyimpan data eksternal yang umum digunakan saat ini, yaitu Flashdisk dan Hardisk Eksternal. WhitePaper yang singkat ini saya tulis untuk melengkapi tulisan saya sebelumnya tentang cara membuat instalasi Windows 7 pada Flashdisk juga untuk membantu teman-teman saya yang kebetulan berprofesi sebagai teknisi di toko-toko komputer, terutama untuk membantu mereka dalam melakukan instalasi pada Netbook sekaligus menyambut kehadiran Windows 7 yang baru saja launching beberapa waktu yang lalu. Mudah-mudahan ada gunanya.

Windows 7 dalam format VHD (Virtual Hard Disk) sudah tersedia untuk di-download. VHD ini bisa digunakan selama 90 hari, waktu yang cukup lama untuk melakukan eksplorasi terhadap fitur-fitur yang ditawarkan Windows 7. Untuk menjalankan VHD ini dibutuhkan mesin 64-bit yang sudah memiliki kemampuan Hardware-Assisted Virtualization serta Data Execution Prevention (DEP). Adapun sistem operasi yang dibutuhkan adalah Windows Server 2008 Hyper-V dengan Microsoft Hyper-V Server 2008 atau versi R2-nya.
VHD ini berukuran sekitar 1.8 GB (compressed) dan bisa di-download di alamat berikut ini:
http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?displaylang=en&FamilyID=606ae07e-b7db-405b-974b-dd61fc41add4
Lebih lanjut tentang format VHD ini bisa dibaca di situs berikut ini:
http://www.microsoft.com/vhd
Mudah-mudahan berita singkat ini ada gunanya.
Windows Virtual PC yang digunakan untuk menjalankan Windows XP Mode pada Windows 7 ternyata bisa menjalankan salah satu system operasi dari keluarga Open Source yaitu Ubuntu Linux. Versi yang saya coba adalah Ubuntu Linux 9.04 Desktop Edition. Sementara versi windows yang saya gunakan adalah Windows 7 Enterprise RTM dengan Windows Virtual PC RTM pada mesin 32 bit. Caranya juga sangat mudah karena kita hanya perlu untuk membuat sebuah mesin virtual baru, membuat hardisk virtual dan jalankan instalasi Ubuntu seperti biasanya. Uraian singkatnya sebagai berikut ini.
- Jalankan Windows Virtual PC dengan meng-klik Start –> All Programs –> Windows Virtual PC –> Windows Virtual PC.
- Pada jendela explorer yang muncul, klik pada pilihan Create virtual machine untuk menampilkan kotak dialog Create a virtual machine yang akan menuntun kita dalam membuat mesin virtual yang kita inginkan melalui sebuah wizard.
- Pada bagian Specify a name and location for this virtual machine, isikan nama untuk mesin virtual yang akan dibuat, sebagai contoh saya mengisikan Ubuntu, lalu tentukan juga lokasi penyimpanan untuk mesin virtual tersebut pada bagian Location. Lanjutkan dengan meng-klik tombol Next.
- Pada bagian Specify memory and networking options, tentukan besarnya memory untuk mesin virtual yang akan dibuat dan klik tombol Next.
- Pada bagian Add a virtual hard disk, klik pada pilihan Create a virtual hard disk using advanced options lalu klik tombol Next.
- Pada bagian Choose the type of virtual hard disk to create, klik pada pilihan Dynamically expanding lalu tentukan nama untuk hardisk virtual yang akan dibuat berikut lokasi penyimpanannya.

- Pada bagian Specify size of virtual hard disk tentukan besarnya kapasitas hardisk virtual yang diinginkan. Sebagai contoh saya mengisikan nilai 20000 MB atau 20 GB.
- Akhiri wizard ini dengan meng-klik tombol Create.
- Sekarang mesin virtual baru dengan nama Ubuntu telah terbentuk. Pada jendela explorer yang masih terbuka, klik file Ubuntu yang baru saja dibuat lalu klik tombol Settings hingga kotak dialog Windows Virtual PC Settings ditampilkan.

- Klik pada pilihan DVD Drive untuk mengatur master instalasi yang akan digunakan, sebagai contoh saya menggunakan master instalasi dari file ISO seperti tampak pada gambar berikut ini.

- Tutup kotak dialog tersebut lalu klik-ganda pada file Ubuntu untuk menjalankannya hingga layar pertama Ubuntu akan menyapa kita :-)

- Klik pada pilihan Install Ubuntu untuk memulai instalasi lalu jalankan instalasi hingga selesai.

- Dan setelah instalasi selesai maka Ubuntu Linux sudah bisa digunakan walaupun tentu saja kita tidak akan mendapatkan fitur Seamless Integration pada Ubuntu ini.. :D

Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Sekedar update berita, bahwa versi RTM untuk Windows Virtual PC dan Windows XP Mode sudah dirilis pada tanggal 7 Oktober 2009. Namun untuk sementara versi RTM ini baru bisa didapatkan oleh para pelanggan MSDN dan Technet. Kapan akan dirilis ke publik ? masih belum diketahui, namun mengingat jadwal launching Windows 7 pada bulan Oktober ini, maka mestinya versi RTM dari Windows Virtual PC dan Windows XP Mode ini juga akan dirilis ke publik di bulan Oktober juga. Mudah-mudahan :-)

Bagi yang belum mengenal apa itu Windows Virtual PC dan Windows XP Mode, bisa mengunjungi situs resminya di alamat:
http://www.microsoft.com/windows/virtual-pc/default.aspx
Atau bisa juga dengan membaca beberapa tulisan di weblog komunitas:
Sekilas Tentang Windows XP Mode pada Windows 7
Mencoba Windows XP Mode di Windows 7 RC
Instalasi Windows XP Mode pada Windows 7
Running Windows XP Mode with Windows Virtual PC
Satu catatan penting untuk menggunakan versi RTM dari Windows Virtual PC dan Windows XP Mode ini maka kita harus menggunakan Windows 7 versi RTM juga.
Produk antivirus gratis dari Microsoft yaitu Microsoft Security Essentials (MSE) akhirnya mencapai versi finalnya dan sudah dirilis oleh Microsoft di situs resminya yaitu di: http://www.microsoft.com/security_essentials/
Desain dari situs MSE tersebut juga tampaknya telah diperbaharui. Sebelumnya, saat desain situs tersebut belum berubah, link download-nya hanya mengarah ke situs Microsoft Connect namun kini link downloadnya sudah aktif hingga kita dapat langsung mendownload MSE ini pada situs tersebut. Sebagai informasi tambahan, versi MSE final ini adalah 1.0.1611.0, dan versi MSE beta terakhir yang sempat saya install adalah 1.0.1500.0.
Kapan tepatnya versi final MSE ini dirilis ? saya sendiri kurang tahu persis karena secara tidak sengaja saya mendapatkan informasi ini malah dari status facebook-nya Naren di facebook :-)
Bagi teman-teman yang belum menggunakan MSE bahkan belum menggunakan antivirus apapun di komputernya silakan segera mendownload MSE ini yang ukuran filenya hanya sekitar 4 MB saja. Lalu jalankan instalasi seperti instalasi software di Windows pada umumnya, yaitu cukup klik tombol Next dan Next hingga selesai. Hanya saja pastikan bahwa sistem operasi Windows yang digunakan adalah Windows XP, Vista ataupun Windows 7 yang tentunya dengan status Genuine.
Dan bagi teman-teman yang sudah menggunakan MSE versi beta juga bisa melakukan upgrade ke versi final ini. Cara upgradenya jangan menggunakan pilihan upgrade di menu Help karena MSE akan melaporkan bahwa kita sudah menggunakan versi yang terakhir, namun tetap lakukan download di situs resminya lalu jalankan file hasil download tersebut dan klik pada tombol Upgrade.
MSE kemudian akan meng-upgrade komponen-komponen yang diperlukan pada MSE beta hingga selesai. Setelah upgrade selesai, lakukan pemeriksaan versi MSE ini di menu Help dan klik pada pilihan About Microsoft Security Essentials.
Bagaimana dengan update virus definitionnya ? Jelas sangat mudah, karena update virus definition ini sudah pasti ditangani oleh Windows Update.
Dan jika komputer kita tidak terhubung dengan Internet selamanya, maka kita juga dapat mendownload update virus definition tersebut secara terpisah yaitu lewat situs
http://support.microsoft.com/kb/971606 seperti yang pernah saya tulis sebelumnya di sini.
Alternatif lainnya untuk mendownload update ini adalah lewat situs Microsoft Malware Protection Center di http://www.microsoft.com/security/portal/. Di situs tersebut tinggal klik menu Get the latest definitions lalu klik pada pilihan Microsoft Security Essentials.
Selain update virus definition, di situs Microsoft Malware Protection Center juga kita dapat mempelajari banyak hal tentang apa itu malware, virus apa saja yang baru ditemukan, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan masalah virus. Dan andai kita mendapatkan virus yang belum terdeteksi oleh MSE, maka kita dapat mengirimkan sampel file yang berisi virus tersebut agar dapat ditelaah lebih lanjut dan dapat ditemukan penangkalnya.
Mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Bagi para pengguna software antivirus Microsoft Security Essentials (MSE) yang nyaris selalu terhubung dengan internet maka urusan update virus definitionnya jelas sangat mudah karena urusan update tersebut sudah ditangani dengan baik oleh layanan Windows Update. Namun bagaimana jika komputer kita ternyata hanya sesekali saja terhubung dengan Internet atau bahkan tidak memiliki akses internet sama sekali ? Solusinya adalah kita dapat mendownload file update virus definition pada komputer lain yang tentunya terhubung dengan internet. Lalu file hasil download tersebut tinggal kita jalankan di komputer yang tidak memiliki akses internet tersebut.
File update virus definition untuk MSE ini ukurannya sekitar 30 – 40 MB yang tentunya terbagi menjadi 2 cita rasa, yaitu 32-bit dan 64-bit, jadi berhati-hatilah jangan sampai salah mendownload. Link untuk mendownloadnya adalah sebagai berikut:
Keterangan yang lebih lengkap bisa dibaca pada situs supportnya Microsoft di:
http://support.microsoft.com/kb/971606
Demikian dan mudah-mudahan posting singkat ini ada gunanya.
Microsoft Security Essentials (MSE) yang dirilis beberapa waktu lalu dengan kode Morro lewat situs Microsoft Connect, saat ini sudah mencapai versi 1.0.1500. Sementara saat pertama kali diluncurkan versinya masih 1.0.1407. Update ini sendiri sebetulnya sudah lumayan cukup lama, yaitu sekitar pertengahan bulan Agustus yang lalu. Saya sendiri baru sempat melakukan update sekitar awal bulan September ini, itupun karena ada notifikasi dari Windows Update. Bagi para pengguna MSE yang ingin mengetahui versi MSE yang digunakannya, tinggal klik pada menu Help lalu klik pada pilihan About hingga MSE menampilkan informasi system yang cukup lengkap seperti tampak dalam gambar berikut ini.
Untuk mengupgrade MSE ke versi yang lebih baru ini, selain menggunakan Windows Update, kita juga kita bisa menggunakan perintah Upgrade pada menu Help didalam program MSE tersebut seperti tampak dalam gambar berikut ini.
Namun entah kenapa saat ini update tersebut malah tidak tersedia lagi. Jika kita mencoba menjalankan update dengan cara tersebut maka MSE malah menampilkan pesan bahwa tidak ada update yang tersedia. Cek ke Windows Update juga tidak diperoleh update apapun untuk MSE ini dan bahkan di situs Microsoft Connect juga file update ini malah tidak saya temukan lagi. Mudah-mudahan saja hanya sementara atau mungkin juga bahwa update ini hanya disediakan selama beberapa hari saja oleh Microsoft. So.. untunglah saya termasuk yang berhasil mendapatkan update ini :-)
Setelah melakukan update ini, perbedaan yang jelas terlihat adalah icon pada notification area yang mengalami perubahan seperti tampak pada gambar berikut ini.
Versi 1.0.1407 Versi 1.0.1500

Jika kita menggunakan sistem operasi Windows 7, perbedaan lainnya yang juga jelas terlihat adalah laporan pada Action Center. Action Center mengenal MSE versi 1.0.1407 sebagai Microsoft Antimalware seperti tampak pada gambar berikut ini.

Sementara MSE versi 10.1500 sudah dikenali Action Center dengan nama yang sebenarnya yaitu Microsoft Security Essentials seperti tampak pada gambar berikut ini.
Nah, dengan adanya beberapa perubahan kecil ini setidaknya sudah cukup membuktikan bahwa MSE ini memang digarap dengan serius oleh Microsoft. Mudah-mudahan saja versi finalnya segera dirilis dan mudah-mudahan juga Microsoft tetap merilis MSE ini secara gratis :-)
Links:
More Posts
Next page »