Mugi Bandung @ Dompet Duafa Event

Sudah lama MUGI Bandung tidak turun ke kampus-kampus. Bukanya berarti MUGI Bandung sudah mulai tidak solid lagi, karena memang kemaren-kemaren bertepatan dengan bulan puasa dan hari raya Idul Fitri selain itu juga masih banyak kampus-kampus yang libur. Karena hal itulah kita mulai mencari sasaran baru untuk sharing pengetahuan, kebetulan Dumpet Duafa jawa barat sedang mengadakan pelatihan rutin kepada guru-guru se-jawa barat selain itu mereka juga mempunyai program membagikan 1000 laptop untuk guru-guru bantu/honorer. Agar laptop-laptop tersebut tidak mubazir mas Ario Jatmiko (penghunbung MUGI Bandung dengan Dompet Duafa) mengajak kami untuk berbagi pengetehuan kepada mereka. Dengan senang hati kami menerimanya, sudah 2 kali event dompet duafa yang kami ikuti. Pertama pada tanggal 10 Okt 2009 MUGI bandung mengirimkan 2 orang yaitu saudara Fistman dan Irsan kebetulan waktu itu saya sendiri tidak bisa hadir. Dan event yang kedua kemaren minggu tanggal 18 Okt 2009, MUGI Bandung mengirimkan 3 orang saya sendiri, Firstaman dan Aris. Pada event tersebut kita di sediakan waktu kurang lebih 2 jam, karena terbatasnya waktu kami hanya membawakan 2 materi teknis saja, yaitu Microsoft Office 2007 (Aris Lesama) dan Windows 7 (Andik susilo) tak lupa pengenalan MUGI oleh Firstman marpaung.

2 3 4

Gambar perserta pelatihan.

Seperti biasanya dia awal-awal sesi kami selalu mengenalkan MUGI ke para peserta, dan seperti bisanya juga yang kebagian untuk sesi ini Bpk Firtman Marpaung yang sekaligus sebagai ketua MUGI Bandung.

6

Pada sesi yang ke 2 di bawakan oleh Aris Lesama dengan Microsoft Office 2007

7

Dan yang terakhir saya sendiri membawakan Windows 7.

8

Terus terang baru kali ini saya bingung harus ngomong apa, semua slide yang saya siapkan seperti tidak berguna. Ternyata masih banyak guru-guru yang masih awam tentang dunia komputer, bahkan ada beberapa orang yang tidak tahu versi sistem operasi apa yang mereka gunakan. Ketika Aris lesmana menanyakan “Adakah diantara peserta yang belum pernah menggunakan komputer?” dan ternyata memang ada beberapa peserta yang belum pernah menggunakan komputer sama sekali dan akhirnya saya memperbanyak untuk sesi tanya jawab. Sangat menyedihkan sekali jika guru anak-anak kita seperti itu bagaimana dengan anak-anak kita nanti. Guru-guru tersebut juga tidak bisa di salahkan, banyak faktor yang melatarbelakangi mereka manjadi ‘gaptek’ seperti:

  • Tidak ada dana untuk pengadaan komputer / sumbangan dari pemerintah.
  • Memang tidak ada-nya fasilitas komputer di sekolah mereka.
  • Sudah ada komputer tetapi mereka tidak pernah mendapatkan pelatihan.
  • Mereka juga tidak tahu harus belajar kepada siapa dan melalui media apa.

Tapi satu yang pasti mereka sangat bersemangat untuk bejalar komputer, bahkan ada salah satu perserta(guru) di daerah bandung timur (bawah gunung) nekat membeli 3 komputer padahal mereka juga belum tau cara menggunakanya dengan benar apalagi mengajarkanya ke siswa :). Ada juga sekolahan yang sudah mempunyai lab komputer sendiri tetapi tidak pernah memanfaatkan secara maksimal, hal itu di sebabkan tenaga pengajar yang kurang mengerti dan belum adanya kurikulum TIK untuk siswa SD. Kesimpulanya, masih banyak yang bisa kita sharing(share) ke mereka, tidak harus yang canggih2 yang sederhana tetapi sangat berguna bagi mereka. MUGI bandung dan dompet duafa juga berencana akan membuat training kepada guru-guru TIK di lingkungan bandung, agar selanjutnya mereka bisa meneruskannya ke siswa-siswa mereka. Semoga rancana ini bisa terwujud dan MUGI bandung bisa berguna bagi dunia pendidikan.

Share this post: | | | |

Comments

No Comments