“A thin client (sometimes also called a lean or slim client) is a client computer or client software in client-server architecture networks which depends primarily on the central server for processing activities, and mainly focuses on conveying input and output between the user and the remote server.”
Petikan diatas penulis ambil dari istilah di Wikipedia. Thin Client adalah computer klien atau klien-klien software di dalam arsitektur jaringan client server yang terutama sangat tergantung pada server pusat-Host untuk memprosesnya, dan terutama berfokus pada penyampaian input dan output antara user dan server remotenya. Banyak orang menyebutkan Thin Client atau Thin PC.
Ketidaktahuan menjadikan Suatu Pengalaman Berharga
Pengalaman penulis yang sebelumnya masih ‘buta’ terhadap teknologi saat itu, kalo boleh penulis sebut sebagai “gaptek-gagap teknologi”. Pengalaman ini bermula saat penulis mencoba untuk membangun suatu Networking. Saat itu terbersit pikiran untuk menghubungkan 2 titik yang berjauhan dan 1 titik sebagai Headquarter (HQ). Secara wireless sebenarnya ada masalah juga, saat itu kebetulan penulis masih awam juga namun berkat kejelian membaca media, internet, milis, dsb ternyata sampai saat ini penulis bisa mengambil hikmahnya. Memang ada pepatah “ bangsa yang maju adalah bangsa yang bisa menguasai teknologi”, untuk saat ini memang betul juga.
Eh, koq malah cerita panjang lebar, sampai hampir lupa materi diatas...
Okey, kita lanjutkan. Kemudian bagaimana caranya agar supaya aplikasi yang ada juga bisa numpang lewat di jaringan tanpa kabel tsb. Aplikasi yang ada memang hanya aplikasi simple, bukan aplikasi kelas enterprise. Tentu saja Anda dapat membayangkan kalo bukan enterprise pasti hanyalah kelas SMB (Small Medium Business) atau lebih dikenal UKM.
Perjuangan keras untuk membangun suatu jaringan wireless pun tidak lah mudah. Namun penulis tidak membahas masalah ini ( karena tidak relevan ). Setelah jaringan wireless dibangun, selesai sudah masalah satu ini, tinggal tes dan tes koneksi. Sukses sudah, koneksi bisa berjalan dengan normal…..Namun ternyata saat penulis mencoba untuk menggunakan aplikasi inventory dan sales, koq lambat sekali alias tidak normal. Browsing ke internet pun juga mengalami hal yang sama.
Setelah ‘berpetualang” sana sini, akhirnya penulis menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah duga yaitu Thin Client atau orang menyebut Thin PC. Memang saat itu meskipun komputer yang dipakai juga suatu desktop yang notabene bisa untuk jaringan nirkabel namun realitanya tidak jalan. Nah, penulis sempat heran, apakah dengan menggunakan Thin Client ini bisa merupakan suatu solusi…?
Solusi Hardware
Penulis kemudian mencoba menggunakan hardware NComputing, spesifikasi hardware lebih lanjut dapat diperoleh disini. Sebelum penulis menggunakan hardware ini yang notabene masih simple, penulis pernah mencoba sekilas untuk menggunakan Citrix, Remote Desktop Windows, dan Terminal Server namun dirasa kompleks dalam hal konfigurasinya. Sempat berpikiran juga untuk membuat program aplikasi Web based, namun perlu waktu lama padahal aplikasi sudah ada.
Setelah mencoba solusi hardware tsb, memang boleh dikatakan sangat praktis sekali. Anda dapat membayangkan suatu PC Desktop yang bisa menyita tempat kerja Anda. Bila Anda sudah pernah melihat hardware ini maka Anda terkejut, penulis pun juga sama....heran. Spesifikasi hardware yang hanya berwujud kotak kecil mampu menangani user secara bersamaan hanya dengan didukung 1 PC Host. Mungkin saat inilah yang dinamakan suatu Desktop Virtualisasi. Satu komputer dapat melayani satu atau lebih pengguna secara bersamaan.
Instalasi hardware dan software ini tergolong sangat sederhana. Hardware hanya meliputi mouse, keyboard, monitor, tanpa harddisk, tanpa USB (yang digunakan penulis, karena USB rentan virus, bukan..?), LAN Card ada untuk terhubung di LAN. Namun produk saat ini sudah dilengkapi USB juga. Setelah instalasi hardware selesai maka kemudian instalasi software Thin Client tsb yang memang sudah ada bawaannya, semacam driver lah..Instalasinya pun cukup singkat.
Hal yang patut dicatat disini adalah spesifikasi PC Host yang harus memiliki spec yang tinggi karena PC inilah yang bertugas mengatur penyampaian input dan output dari dan ke user yang dilayaninya. Penulis saat uji coba produk ini menggunakan spec PC HP dengan memory RAM 2 GB dan menggunakan OS Windows XP Professional SP2, Harddisk 80 GB dan menggunakan Cable CAT 6 sehingga komunikasi traffic data lebih cepat. Disamping itu juga dicoba *** Ncomputing yang telah support OS Linux, sama juga untuk spec hardwarenya. Bedanya cuma di masalah licensing aja. Bila Anda menggunakan PC Host nya dengan OS Server misalnya Windows 2003 Server, maka Anda hanya perlu membeli CAL nya, jadi terserah Anda...! Semua tergantung kebutuhan di perusahaan Anda. Yang jelas dengan produk ini kita bisa menghemat banyak anggaran dalam pengadaan hardware.
Dengan menggunakan spec PC Host tsb sudah sangat mencukupi untuk melayani sekitar 10 user. Bagaimana dengan prosesornya...? Prosesor yang digunakan saat itu adalah Pentium 4 Hyper Threading (HT), namun bila Anda sudah menggunakan prosesor terkini ( Dual Core atau lebih tinggi) akan semakin lebih cepat dalam menangani permintaan user.
Penggunaan prosesor yang spesifik untuk aplikasi produktivitas kerja sehari-hari (seperti Microsoft
Office) hanya sekitar 1-10% dari bandwith prosesor . Oleh karena itu, jika pengguna mengetik laporan, memasukkan data ke dalam spreadsheet, atau mempersiapkan presentasi, maka yang dapat didukung adalah hingga 30 user bila menggunakan OS Windows Server. Cuma, memang dalam hal ini penulis tidak menyatukannya dengan komputer server ( biar server tidak bekerja terlalu berat...). Apabila Anda ingin mengupdate software yang ada karena ada keharusan untuk update dari OS Anda maka Anda dapat mengecek versi terbaru firmware Thin Client tsb di internet (didalamnya sudah ada feature untuk update software..., cukup lengkap juga sih).
Inilah berkat kemajuan teknologi informasi saat ini dimana dengan sistem virtualisasi kita bisa menghemat budget dan konsumsi daya listrik, ingat perlunya saat ini adalah jaman Green Computing. Penulis dalam memanage jaringan pun cukup mudah. Hanya dalam 1 PC Host maka client lain yang terhubung dapat dikontrol dengan menggunakan software didalamnya, tanpa menggunakan tools remote desktop lain. Kita pun dapat memberikan akses terbatas dengan menggunakan password sehingga user tidak dapat mengubah-ubah setting yang sudah kita konfigurasinya sebelumnya. Aman bukan....!